
Hari libur tiba, di mana Raina dan dua teman setia nya pergi ke sebuah mall hanya untuk sekedar jalan-jalan
Kalian tau, setiba di mall yang begitu padat pengunjung Raina tertinggal begitu saja seorang diri di pojokan bangku
Karena dua sahabat raina sibuk sendiri, sampai Raina tak menyadari bahwa raina tertinggal seorang diri
entah kemana dua sahabat raina pergi, entah raina yang tak memperhatikan langkah kaki mereka,
Entah raina yang melamun, atau memang ke dua sahabat raina sengaja meninggal kan nya seorang diri
mana Raina tak membawa ponsel dan juga dompet , karena nabila dan Lisa terus mendesak Raina agar ikut dengan mereka
'' ya.. Allah nasib-nasib.. memang gak ada lawan kalau aku pergi nya dengan bang Rayhan..''' ujar raina duduk melamun di tempat hiburan yang tersedia bangku untuk para pengunjung
'' mana gak bawa uang.. Ponsel juga ketinggalan lagi..'' melirik ke kanan ramai ke kiri juga sama
hanya raina saja yang seperti orang kebingungan tidak punya teman, apa lagi di tinggal seperti ini
Yang membuat raina heran, kenapa mereka melupakan raina seorang diri di sini
'' laper pun gak bisa makan..'' raina masih saja duduk sambil menopang wajah
Lama terdiam, hingga satu cup minum melambai di depan wajah Raina, seketika Raina mendongak melihat siapa kah gerangan yang memberikan itu pada nya
'' nah.. Minum.. Aku tau kamu sedang haus kan..'' ia masih setia menyodor kan minuman itu di hadapan re aina
'' ini untuk ku..'' tanya Raina sedikit ragu dan mendongak ke atas, agar bisa melihat minum yang ada di hadapan nya
perlahan tapi pasti, Raina menerima minuman yang di sodor kan di depan raina sedikit ragu menghantui nya
'' ini gak ada isian nya kan..'' Raina terkekeh kecil takut-takut Farrel akan tersinggung dengan pertanyaan nya
'' isian apaan..'' Farrel terlihat mengerut kan kening nya bingung dengan pertanyaan raina
'' isian yang bisa buat orang lupa diri..'' kekeh Raina kembali
Seketika mata Farrel membola sempurna atas apa yang raina ucap kan, mungkin i
__ADS_1
Farrel sudah paham ke arah mana pembicaraan Raina saat ini
'' aku tidak sejahat itu Raina..'' sungut nya kesal
tak menjawab, raina memilih untuk menertawakan nya, itu lebih menarik dari pada Raina membalas perkataan nya
'' kamu sedang apa di sini..'' tanya Raina sekilas menatap ke arah farrel
'' ini tempat umum Raina, siapa saja bisa di sini..'' Farrel perlahan menduduk kan diri di samping raina
tatapan mereka berdua mengarah ke depan, di mana keramaian anak-anak bermain dengan ceria
'' ya.. Aku tau itu..'' saut raina sesekali menyedot air minum yang farrel berikan
'' hmm Raina...'' ia menoleh sejenak dengan ragu ke arah raina
'' ya.. Ada apa..'' saut Raina pula
walau pun Farrel berbicara lirih, Raina tetap bisa mendengar nya dengan jelas
'' apa kau kemari bersama dengan Abang mu..'' tanya Farrel celingukan, mungkin Farrel sedikit takut jika Raina sedang bersama rayhan
Raina tau siapa yang di sebut pacar oleh Farrel barusan
'' aku baru tau.. Sesibuk itu Rayhan..sampai tidak bisa ikut, padahal ini sudah tidak masuk jadwal kuliah..'' ujar Farrel
'' ya.. Pacar mu memang sesibuk itu, bahkan lebih dari yang kau pikir kan..'' saut Raina membuat Farrel semakin yakin jika Rayhan adalah pacar Raina bukan Abang nya
Ya.. Memang Rayhan selalu sibuk di sela waktu istirahat nya, apa lagi jika waktu senggang Rayhan tidak pernah mau berdiam diri di rumah
Di pikiran nya hanya selalu uang dan uang, dan bagai mana cara membuat Raina dan sang mama bahagia
jangan tanya kan masalah papa Raina dan rayhan, Raina saja tidak tau bagai mana bentuk wajah sang papa
sejak bayi mereka berdua memang sudah tidak pernah tau bagai mana bentuk papa itu, miris memang di kala mengingat tentang keluarga raina
mereka berdua tidak seperti anak lain pada umum nya, di mana semua anak akan bangga dengan kehadiran sang papa mereka, tapi tidak dengan mereka berdua
__ADS_1
Apa lagi ketika mereka mulai masuk sekolah paud TK SD sampai ke jenjang Mts, dimana semua anak meledek menghina membully mereka berdua,
Namun Rayhan selalu garda terdepan untuk Raina, Rayhan selalu ada untuk Raina apa pun masalah yang mereka hadapi
Jika raina bertanya tentang papa, pasti Rayhan menjawab sesingkat mungkin pada Raina
'' hapus air mata mu, air mata mu itu terlalu berharga jika sampai keluar, apa lagi karena mereka mengejek kita, jangan dengar kan omongan orang lain yang akan membuat mu semakin membenci papa, papa kita sedang bekerja..'' selalu itu yang di ucap kan oleh Rayhan kepada raina sebagai penenang
Sedang kan mama kalau di tanya tentang papa hanya diam membeku di tempat saja
Begitu juga seluruh keluarga besar Al Fatih, entah kemana papa raina sebenar nya, namun untuk mencari Raina enggan untuk melakukan nya
Sampai saat ini, Raina tak tau apa kah raina masih memiliki papa atau tidak, namun Raina tidak lupa untuk berdoa yang terbaik untuk sang papa
Biar lah takdir Allah yang akan mempersatukan mereka jika papa Raina masih hidup,
Walau pun sudah tiada hanya doa yang Raina panjat kan pada Allah agar menjadi kan papa Raina orang terbaik di sisi nya
Sampai saat ini, Raina tak tau apa kah Raina masih memiliki papa atau tidak,
'' hei.. Kenapa melamun..'' Farrel menyenggol lengan raina pelan untuk menyadar kan Raina dengan keadaan sekarang
'' eh.. Tidak apa..'' saut raina tersadar dari lamunan nya
'' ayo makan, aku tau kamu pasti lapar .'' ajak farel
Seketika raina langsung menoleh ke arah Farrel yang duduk di samping nya, dan menatap nya lebih lama
raina meneliti wajah farrel, memang lumayan manis walau pun tidak putih-putih amat, tapi Farrel punya lesung pipi di sebelah kanan, jika ia tersenyum pasti terlihat manis sekali
'' hei.. Ada apa.. Kenapa dengan wajah ku, apa ada yang aneh..'' tanya nya melambai kan tangan nya di depan wajah raina
'' tidak ada apa-apa...'' saut raina sedikit malu karena ketahuan menatap farrel
'' ayo makan, aku sudah sangat lapar, oh..ya.. Kau dengan siapa kemari..'' tanya nya setelah setengah jam mereka duduk berdua di sini
raina menggeleng kuat, dan tersenyum miris, Karena Raina kemari bersama ke dua sahabat nya, namun setiba nya di sini mereka asik sendiri melupakan Raina
__ADS_1
'' kenapa.. Apa kau kemari sendirian .'' ia celingukan mencari keberadaan teman raina, namun ia sama seperti Raina, tidak menemukan sahabat atau siapa pun ada di dekat raina
...****************...