
'' jangan lupa bawa perlengkapan buku mu Raina, aku tak mau kau banyak darma nanti nya..'' Rayhan selalu memperingati Raina di kala pagi menjelang
Kesibukan demi kesibukan mulai Raina lalui satu persatu contoh nya seperti hari ini
Raina di sibuk menyiap kan segala sesuatu untuk kembali mendapat kan nilai terbaik di kampus nya
sedang kan Rayhan pun tak jauh beda dengan raina, ia pun di buat repot oleh materi pelajaran yang tak pernah usai
'' iya.. Aku tau bang, jangan ingat kan aku lagi..'' sarkas Raina
'' awas saja, jika nanti ada yang tertinggal dan membuat repot ku..'' sungut Rayhan
'' apa guna nya Abang..'' Raina tersenyum mengejek ke arah Rayhan
'' dasar adik tidak tau diri..'' sungut Rayhan
Yang di bicarakan malah tertawa lepas tanpa menghirau kan wajah marah Rayhan
Pagi ini Raina sangat-sangat lah repot sekali, apa lagi pagi ini ada mata pelajaran di jam setengah delapan
Maka dari itu Raina sangat terburu-buru ke kampus agar ia tidak tertinggal
'' Abang bawa motor dek.. Jangan kesitu .'' ujar Rayhan melambai kan tangan nya pada Raina yang mengarah ke garasi
'' aiiiss... Menyusah kan saja, apa tidak tau aku sedang terburu-buru sekali..'' decak sebal Raina ia layang kan pada Rayhan
'' hasil yang sangat mengecewakan ..'' ujar Rayhan terkekeh kecil melihat wajah masam raina
Apa lagi ketika Rayhan mengejek nya, segala macam bentuk rupa jadi terlihat di wajah Raina
'' tidak ada pilihan lain ya.. Dek..'' ejek Rayhan kembali menatap ke arah Raina dengan tatapan mengejek
Tapi tidak dengan raina, ia terlihat biasa saja ketika melihat hal itu, karena bagi Raina semua itu tidak terlalu penting saat ini
'' ya.. Aku tau bang..'' saut Raina menatap Rayhan yang memegang ponsel di atas jok motor nya
'' jadi bagai mana..'' tanya nya pula
'' ya.. Mau bagai mana lagi, ayo jalan....'' kesal Raina bukan main
bukan nya jalan, Rayhan malah bertahan di tempat, membuat Raina menghela nafas panjang
'' bang.. Ayo cepat, Raina sudah terlambat nih..'' Raina menggoyah kan lengan Rayhan yang sibuk memain kan ponsel di atas motor
'' eh.. Iya.. Iya, bentar..'' dengan cepat Rayhan memasuk kan ponsel nya ke dalam saku celana nya
Perlahan tapi pasti, Rayhan meninggal kan halaman rumah nya menggunakan motor bersama dengan Raina
__ADS_1
Sedang kan tiga kembar A, mereka sudah berangkat lebih dulu di antar oleh sang papa pagi tadi
Raina hanya terdiam saja di atas motor yang di tumpangi mereka, seperti biasa, mata Raina seakan tersirat agar tertidur terus
tapi Rayhan beberapa kali memperingati Raina jangan tertidur
Sesampai nya di kampus, Raina dengan cepat turun dari atas motor rayhan, dengan Rayhan memarkir kan motor nya
'' sudah terlambat aku ini bang, ini semua gara-gara Abang...'' ucap Raina menatap sengit ke arah rayhan
'' tidak akan, tuh.. Masih ada yang belum masuk..'' tunjuk Rayhan pada salah satu mahasiswa sambil mengulas senyum nya kepada raina
'' hei.. Bang, itu bukan satu angkatan ku lah .'' sungut Raina berdecak kesal
'' ahh.. Masak sih..'' Rayhan mencoba menyipit kan mata melihat orang tersebut
Namun apa yang di ucap kan Raina itu benar apa ada nya, itu bukan lah satu angkatan Raina
'' yang benar saja, Abang tidak bisa membedakan nya..'' ujar Raina memutar bola mata malas
Ia pun bergegas masuk ke dalam ruang kelas meninggal kan Rayhan seorang diri, tak mau lagi berdebat dengan rayhan
Ketika sampai di dalam lokal, untung saja Raina tidak ketinggalan, Raina bisa bernafas lega ketika ia masih mempunyai sedikit waktu untuk masuk
Tak berbasa basi, Raina duduk di salah satu tempat yang sering ia duduki seperti biasa
'' hei.. Ada apa ini..'' tentu saja Raina mengerut kan kening bingung
Sedang kan Nabila menyipit kan mata sambil menunduk ia takut dengan amarah seseorang
'' mulai hari ini aku yang akan duduk di sini..'' ujar Farrel tersenyum lebar
'' aku tidak mau duduk di sebelah mu, Lisa.. Pindah kau..'' suruh Raina pula menatap ke arah Lisa
'' maaf Raina.. Aku tidak bisa..'' sedikit takut Lisa berucap
membuat Raina rasa nya ingin menjatuh kan Lisa dari tempat duduk nya, kepala Raina seakan memanas menatap Lisa
'' ada apa dengan kalian...'' sungut Raina lagi
Namun tidak ada yang menjawab satu orang pun, Nabila bergegas duduk di tempat Farrel yang arti nya Nabila berada di belakang nya
'' awas saja kalian, aku tidak akan mau berteman lagi dengan kalian..'' kesal Raina menghempas kan tubuh nya di bangku
Tak menghirau kan tatapan aneh Farrel kepada nya, Raina memilih untuk mengalah saja ketimbang memperpanjang urusan
selama pelajaran di mulai, Raina memilih lebih pokus dengan pelajaran nya
__ADS_1
Sampai pelajaran usai Raina tetap diam, yang biasa nya Raina akan bertegur sapa dengan ke dua sahabat nya
Kali ini Raina memilih untuk diam dan membereskan semua alat pelajar nya
'' Raina kamu mau kemana..'' tegur Nabila ketika Raina beranjak
Raina hanya menatap sinis saja ke arah Nabila tanpa mengeluarkan suara sama sekali dan berlalu meninggal kan ke dua nya
'' dasar menyebal kan, kalian pikir dengan mengalah pada Farrel, aku suka begitu..'' gumamam kesal Raina jelas hanya Raina sendiri yang mendengar nya
Tanpa Raina sadari, ternyata Farrel mengejar langkah Raina, ketika Raina sampai di koridor yang sunyi Farrel menarik tangan Raina ke arah belakang
'' hei.. Apa-apaan ini.. Lepas kan tidak..'' Raina yang terkejut atas tindakan Farrel pada nya
' ikut dengan ku..'' ajak Farrel tak terbantah kan
'' aku tak mau ikut dengan mu brengs**k lepas kan tidak..'' Raina mengajak langkah kaki nya agar Farrel tidak menyeret nya
'' aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu..'' farel menoleh ke arah belakang sambil menghela nafas panjang
'' aku tidak mau mendengar kan nya, lebih baik sekarang kau lepas kan aku, jangan paksa-paksa aku lagi..'- Raina dengan cepat menepis tangan Farrel namun sayang tenaga Raina tentu tidak ada bandingan nya dengan kekuatan Farrel
'' sial sekali kau ini..'' umpat Raina kesal
'' CK.... Sudah ku bilang, ikut saja dengan ku..'' sungut Farrel
'' aku tidak mau ikut dengan mu..'' perdebatan pun panjang terjadi
Sampai suara seseorang menghentikan perdebatan mereka ber dua
'' Raina kau kah itu..'' Arga datang menghampiri Raina
seketika Raina menoleh ke belakang dan Farrel dengan cepat melepas kan genggaman tangan nya pada Raina
...****************...
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya..
Karena setiap jejak yang kalian tinggal kan sangat berharga bagi saya..
Ibarat nya seperti terbayar Kontan lelah nya menulis, dengan kalian meninggal kan jejak
Dengan
Like komen hadiah favorit dan vot
Terimakasih......
__ADS_1