Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 30


__ADS_3

'' eh.. Kok di luar ramai sekali..'' jelita begitu kaget melihat di ruang tamu berkumpul anak muda begitu banyak


   '' iya ya.. Kenapa mereka di sini..'' Rayhan seperti berpura-pura seperti tidak tau apa pun


  '' isss.... bang Rayhan bercanda aja sih..'' sungut jelita berdecak kesal


'' bercanda apaan, Abang serius ini.'' ucap Rayhan menahan tawa


Sedang kan Raina hanya geleng kepala saja melihat pertengkaran antara Abang dan adik sepupu nya itu


'' Abang bener-bener gak asik.. Gak mau sama bang Rayhan..'' bibir jelita sudah mengerucut seperti lima senti


Membuat Raina langsung meraup wajah ke dua nya dengan gemas


'' aku ajak keluar karena aku lapar lah, bukan mendengar ocehan kalian.. '' geram Raina


Rayhan dan jelita menatap ke arah Raina seketika, Rayhan melebar kan pupil mata nya ketika raina dengan lancang meraup wajah nya


   '' lancang nya tangan mu dek..'' tegur Rayhan langsung


   '' masa bodo bang .'' saut Raina acuh tak acuh sekali


Raina tetap melangkah kan kaki nya ke arah dapur, karena Raina sudah sangat lapar sekali, di tambah lagi siang tadi Raina makan jam sebelas


Saat ini sudah hampir jam sepuluh, untung nya dapur sudah tidak terlalu ramai sekali, hanya tinggal beberapa orang saja yang berada di halaman belakang


Raina celingukan ketika sampai di dapur, begitu banyak lauk yang di sediakan, tapi tidak ada satu pun yang menarik hati Raina


'' lah.. Ngapa di lihatin doang..'' tanya Rayhan ketika ia sudah di dekat Raina begitu juga dengan jelita


'' gak selera bang..'' saut Raina lesu


'' Gimana cerita nya sih gak selera, tapi banyak lauk nya tuh..'' tunjuk Rayhan ke arah meja makan


'' tadi kata nya laper banget, kenapa sekarang malah berubah pikiran..'' sungut Rayhan geleng kepala melihat tingkah adik semata wayang nya


'' ada mie instan gak sih..' Raina mendongak membuka laci satu persatu, berharap ada sesuatu yang ia cari


'' gak ada, semua nya sudah Abang buang..'' ketus Rayhan


'' kenapa di buang sih bang, aku kan doyan..'' Raina besengut menatap Rayhan


'' gak baik untuk kesehatan kamu..'' ketus Rayhan kembali

__ADS_1


'' tapi aku kan hanya sesekali memakan nya bang..'' sungut Raina


Pertengkaran kecil pun tak terelak kan di antara ke dua nya, jelita memandang nya begitu jengah


Ia memilih mengambil piring dan gelas dan duduk dengan santai memandangi kakak beradik itu adu mulut


'' pokok nya gak bisa, kamu harus makan Nasih nanti lambung kamu kumat lagi, siapa yang repot..'' kata-kata tegas Rayhan tak bisa terbantah kan sama sekali


Akhir nya Raina mengalah dan berjalan menuju rak piring dengan sengaja Raina menghentak kan kaki nya kuat karena sangking kesal nya pada Rayhan


'' dasar anak ini, gak bisa di bilang baik-baik suka di tegasin sedikit..'' ucap Rayhan memandang kepergian Raina


'' Abang aja yang terlalu posesif..'' celetuk jelita masih pokus dengan makanan di hadapan nya


'' kamu gak ngerti berapa khawatir nya Abang mu ini..'' ketus Rayhan


Jelita hanya mencabik kan bibir saja pertanda ia sangat malas meladeni Rayhan yang kamu tidak bisa di bantah kan


'' punya Abang mana..'' tanya Rayhan ketika Raina sudah kembali dan hanya membawa piring milik nya saja


'' aku kira Abang gak mau makan, jadi Raina gak ambilin..'' dengan enteng nya Raina berucap


Rayhan tentu saja berdecak kesal melihat sang adik tidak mau mengambil kan sekalian untuk nya


'' biar jelita ambilin ..'' saut jelita menengak habis minum nya dan berlalu ke wastafel


rayhan hanya mengangguk saja, dan ia memandangi Raina yang sibuk sendiri dengan lauk di hadapan nya


'' siapa besok yang akan menjadi wali ku..'' tanya Raina menatap Rayhan sekilas


'' tentu saja Abang mu ini, siapa lagi..'' saut Rayhan menghela nafas panjang


'' papa kita sudah mati beneran ya..'' Raina tertawa sumbang mengingat bahwa mereka tidak pernah tau siapa ayah mereka


'' Raina.. kita sudah janji ya.. tidak membahas tentang papa lagi, ada apa dengan mu Raina..'' dengus Rayhan


'' gak apa, hanya teringat saja..'' dengan santai Raina kembali memasuk kan makanan nya ke dalam mulut kembali


Rayhan hanya menatap Raina saja, tanpa mau berkomtar kembali, ia memang cukup sedih mengingat hari kebahagian adik nya tidak ada sang papa di sisi mereka


Tapi mau bagai mana lagi Rayhan tidak tau di mana sang papa rimba nya, apakah masih hidup atau sudah berpulang ke Rahmatullah


lama Rayhan memandangi Raina yang sibuk makan sedari tadi tanpa rayhan sadari ada sang mama yang mendengar percakapan di antara ke dua nya

__ADS_1


Tanpa sadar Hanum air mata Hanum mengucur deras membasahi pipi cantik nya, ia tak tau sampai sekarang ke dua anak nya masih mengharap kan kehadiran imam


Ayah kandung dari ke dua nya, tapi apa boleh buat Hanum juga tidak tau keberadaan imam sampai saat ini


lama Hanum berdiam diri, sampai ia memutus kan kembali ke kamar nya, niat hati tadi ingin bergabung dengan ke dua anak nya, namun niat nya Hanum urung kan kembali


Takut ke dua anak nya akan menjadi sedih karena ke datangan nya yang tiba-tiba


'' bang, ini piring nya..'' jelita meletak kan piring untuk Rayhan tepat di hadapan Rayhan begitu juga dengan gelas nya



'' terima kasih dek..'' dengan senyum terbaik Rayhan mengucap kan terima kasih


'' udah kayak sama siapa aja Abang ini..'' celetuk jelita


'' kak.. Aku ke depan lebih dulu ya..'' pamit jelita menatap Raina yang sedang asik makan


Raina hanya mengangguk saja tanpa menatap jelita, begitu jelita pergi, tanpa sengaja Raina menjatuh kan air mata nya


'' kamu nangis dek..'' tanya Rayhan pula


'' gak bang.. air mata nya aja yang kurang ajar.. Jatuh sendiri .'' celetuk raina dengan suara lirih


Rayhan hanya bisa menghela nafas panjang mendengar celetukan Raina


'' Abang gak bisa berbuat apa-apa dek, takut nya tindakan Abang akan menyakiti mama..'' ujar Rayhan tertunduk sedih


'' kenapa Abang bilang seperti itu..'' tanya Raina menghapus jejak air mata yang membasahi pipi nya



'' pernikahan mama dan papa di bilang tidak normal, mereka me ikah karena di jodoh kan, dan di saat mengandung kita mama dan papa berpisah karena sesuatu yang tidak pernah Abang tau apa masalah nya sampai sekarang ini..'' kata Rayhan masih menunduk kan kepala nya


Raina yang mendengar itu tentu saja terkejut sekali, bahwa selama ini ia tidak pernah mendengar cerita apa pun tentang papa dan mama nya


'' Abang tau dari mana..'' tanya Raina cepat


'' abang tau dari mana itu gak penting..'- saut Rayhan ia pun sibuk mengisi piring nya dengan lauk dan nasi


Raina hanya memandangi Rayhan saja, ia tidak puas dengan kejelasan Rayhan barusan, Raina merasa ada sesuatu yang di sembunyikan dari nya


...****************...

__ADS_1


__ADS_2