Ku Titip Kan Doa Untuk Dia

Ku Titip Kan Doa Untuk Dia
bab 9


__ADS_3

'' baik-baik di kampus.. Belajar yang bener..'' titah Rayhan ketika Raina sudah turun dari dalam mobil


   '' ya..elah bang, palingan juga aku yang gak masuk ke semester lima..'' saut Raina santai


  '' kepala gundul mu,.. Mama sudah lelah mencari uang demi kuliah kamu, malah bertingkah..'' sungut Rayhan ingin memukul lengan Raina


namun dengan cepat kilat fauna keluar dari dalam mobil sambil bersorak mengejek rayhan yang terlihat jengkel


   '' awas kamu ya.. Bakal Abang balas nanti pulang nya kamu..'' sungut Rayhan


  '' gak takut ih...'' saut Raina cekikikan


  '' dasar adik laknut kamu ya..'' sungut Rayhan lagi


  '' gak perduli sih..'' Raina pun melenggang pergi meninggal kan Rayhan di dalam mobil dengan emosi nya


Raina yang melihat jam yang melingkar di tangan nya, dengan cepat pula Raina berlari terburu-buru masuk ke dalam lokal


Karena waktu nya sudah mendesak sekali, tidak memungkin kan Raina untuk bersantai lagi seperti biasa nya


  '' ini semua gara-gara Abang sih.. Awas aja kalau aku sampai kena hukum sama dosen killer itu..'' sungut raina


Ia masih berjalan seperti berlari ke koridor yang mulai sepi, karena semua anak fakultas sudah pada masuk semua


Tapi tanpa sadar dan tanpa melihat ke arah kiri dan kana, tanpa sengaja Raina menubruk seseorang


   ''' aduh.. Aduh.. siapa sih.. jalan gak lihat-lihat..'' sungut seseorang memunguti kertas yang berserakan sambil mengibas kan punggung nya yang kotor


  '' eh.. Maaf..maaf.. Aku tak sengaja.. Soal nya aku lagi terburu-buru sekali..'' Raina membantu memunguti kertas yang berserakan di lantai


    '' kalau jalan di lihat dong, lihat lah ini aku juga sedang terburu-buru tapi tidak seceroboh itu..'' gumam nya lirih, tentu saja Raina mendengar nya


  '' maaf . Kan aku, aku harus meninggal kan mu, sampai berjumpa lain waktu, aku minta maaf sebesar-besar nya..'' ujar Raina benar-benar.eninghal kan seorang yang ia tabrak tadi


   '' tidak bertanggung jawab sama sekali..'' saut nya masih berjongkok dan memunguti kertas milik nya


Kalau bukan seseorang yang menyuruh nya membawa kertas yang bersama nya, mungkin ia tak akan bertemu dengan gAdis aneh tadi


Sedang kan Raina dengan cepat kilat berjalan ke arah ruang kelas karena sebentar lagi dosen akan masuk dan memberi materi pelajaran untuk semua mahasiswa siswi


'' selamat pagi semua..'' sapa dosen pada semua murid yang ada di kelas nya

__ADS_1



'' pagi juga pa..'' saut serempak semua murid dengan tidak semangat


'' pagi ini kita kedatangan murid pindahan baru.. silah kan perkenal kan diri mu..'' ujar dosen menyuruh seseorang untuk masuk ke dalam


Begitu tiba seseorang masuk, Raina sangat terkejut, bukan kah orang itu yang ia tabrak tadi, Raina mencoba melihat sekali lagi, namun semua tidak berubah


'' duh. Mati aku..'' gumam Raina


Tentu saja Nabila yang di samping mendengar gumaman Raina


'' ada apa..'' tanya Nabila pelan


'' tak apa..'' Raina menggeleng kan kepala pelan


'' baik pak..'' ujar nya mengangguk kan kepala nya


'' nama saya Farrel Nugraha.. Saya pindahan dari kota D.. Sudah pak..'' seketika ia menoleh ke arah dosen


'' hanya itu saja, tidak ada yang lain..'' dosen menatap heran ke arah Farrel


'' menurut saya hanya itu saja yang penting pak..'' dengan lugas ia menjawab


Farrel pun mengangguk kan kepala nya lalu ia mencari tempat duduk ia menatap sekeliling hanya ada di belakang gadis yang menabrak nya tadi


sekilas ia melirik Raina dari jarak yang lumayan dekat, lalu ia tersenyum sinis menatap Raina yang mencoba mengalih kan wajah nya dari tatapan Farrel


'' boleh duduk di sini kan..'' ketika Farrel berhenti tepat di samping Lisa


'' boleh.. Silah kan saja, tapi di sebelah sana yang kosong..'' tunjuk Lisa kesebelas kanan nya


'' oh.. Iya, tapi aku mau nya di sini.. Boleh kan..'' ujar Farrel tersenyum ke arah Lisa


Seketika Lisa mengangguk kan kepala nya karena senyuman Farrel ia seakan memeleh dan terhipnotis dengan senyuman Farrel


Nabila dan Raina hanya bisa geleng kepala melihat sahabat mereka saat ini tengah di Landa kebodohan semata karena mengagumi setiap wajah lelaki keren menurut Lisa


'' wah.. Nama nya Farrel sangat keren.. Banget..'' wajah kagum Lisa sudah terpampang jelas ia sesekali tersenyum ke arah Farrel yang ada di samping nya


seketika Raina mau pun Nabila menoleh ke arah belakang mereka mendapati lisa sedang menatap wajah mahasiswa baru dengan kagum

__ADS_1


'' kamu itu apa Lisa.. Semua cowok kamu bilang keren lah ganteng lah..'' dengusan sebal Nabila terdengar di telinga Lisa begitu juga dengan Raina sedang kan Farrel yang mendengar dengusan itu, hanya tersenyum saja pada Nabila dan Lisa


Namun ketika melihat ke arah Raina, ia tersenyum penuh arti, sampai Raina kembali menatap ke arah depan


Namun belum sempat Lisa menjawab, dosen memberikan materi pelajaran kepada mereka semua


alhasil Lisa tak lagi menerus kan perkataan nya ia pun bungkam seketika


dua jam mendekam di dalam lokal kini mereka semua pun berpencar karena sudah selesai


'' mau pulang bareng gak nab..'' tanya Lisa menatap Nabila yang hanya bisa berketip-ketip di balik niqob nya


Sedang kan Farrel masih diam diri di tempat duduk Lisa yang biasa nya, ia masih mencuri dengar apa yang di katakan Lisa dan sahabat nya


'' boleh.. Hari ini memang aku tak membawa motor dan ayahku tak bisa menjemput..'' Nabila menyetujui permintaan Lisa


'' baik lah, ayo kita pulang..'' ajak Lisa


'' kamu naik apa Raina..'' tanya Nabila menoleh ke belakang kala teringat pada Raina


'' aku nanti di jemput sama Abang ..'' saut Raina


'' baik lah kalau begitu, kami pamit lebih dulu..? Pamit Nabila begitu juga dengan lisa


Raina hanya mengangguk kan kepala saja, ia pun berjalan ke arah gerbang depan sbol menunggu sang Abang


hanya membutuh kan waktu dua menit ia sudah sampai di gerbang kampus


lama Raina menunggu di gerbang dekat pos satpam namun tak ada tanda-tanda Rayhan akan muncul


Ketika Raina mengirim pesan dan mencoba menelpon Rayhan, namum tidak ada satu pun pesan yang di baca begitu juga telpon yang terus berdering namun tidak di angkat sama sekali oleh Rayhan


'' Raina..'' panggil Arga ketika melihat Raina duduk seorang diri


seketika Raina mendongak kan wajah nya yang awal nya ia bertopang dagu sambil melihat ponsel, kini ia menatap ke arah arga


'' sedang apa di situ, apa Rayhan tidak menyusul mu..'' tanya Arga


'' hem. Kau Benar sekali, bang Rayhan tak kunjung muncul...'' saut Raina menghela nafas panjang


'' ayo ku antar..'' ujar Arga

__ADS_1


...****************...


__ADS_2