
'' kami tinggal dulu ya kak..'' ucap mua setelah selesai merias Raina pagi ini
Terlihat Raina begitu anggun dengan gaun biru langit yang menempel di tubuh ramping Raina
Apa lagi gaun tersebut adalah pilihan Raina, dan saat ini menurut mua pun Raina memang sangat cantik dan anggun
'' terima kasih mbak..'' ucap Raina dengan tulus
Mua tersebut pun hanya mengangguk kan kepala nya dan bersiap menyimpul kan semua pelengkapan nya
Setelah beres mua pun keluar dari dalam kamar yang Raina tempati, begitu mua keluar, Raina serasa ingin buang air kecil ke kamar mandi
Takut ada yang masuk ke dalam kamar sebelum Raina selesai dari kamar mandi, Raina memilih untuk mengunci terlebih dahulu pintu kamar nya
'' ada-ada saja pun, mana pakai kebelet buang air kecil segala... mana udah pakai gaun begini lagi..'' ujar raina besungut seorang diri di kamar
Ketika ia ke kamar mandi, Raina harus menyikap gaun mewah yang ia kenakan, Raina sedikit kesulitan membenahi gaun yang ia kenakan saat ini
'' lagian ini ada-ada aja sih, mana gaun nya besar lagi..'' sungut Raina
Setelah selesai, Raina keluar dari kamar mandi dengan membenahi gaun nya kembali ke sedia kala
begitu keluar dari kamar mandi, ponsel Raina berdering berulang kali, dan ada beberapa pesan yang masuk juga,
Dengan cepat Raina meraih ponsel yang tergeletak di atas ranjang, dengan cepat Raina pun membuka terlebih dahulu isi pesan yang masuk
Karena panggilan masuk tersebut sudah terputus dan belum ada panggilan masuk lain nya
Begitu Raina membuka isi pesan yang masuk, Raina sedikit terbengong dan tak percaya pesan yang masuk tersebut
Pagi hari yang riuh akan kemeriahan pesta pernikahan Raina, tapi tidak semeriah dengan hati Raina, pagi ini di mana matahari akan terbit dengan cahaya nya yang menyinari bumi
Tapi cahaya itu hilang bagai kan awan mendung di hati Raina, bagai mana tidak, kini Raina menangis terguguh di dalam kamar nya
Setelah mendapat kabar berita dari calon suami nya yang mengajukan pernikahan mereka agar di percepat
Kini Raina harus menahan sesak di dada karena mendapat kabar yang membuat Raina terjatuh bersimpuh di lantai
'' ya.. Allah.. cobaan apa lagi ini..'' ujar Raina menangis sejadi-jadinya
Raina mencoba ulang membaca pesan yang masuk ke dalam ponsel nya, di mana Raina sudah dua kali mencoba membaca nya
Tapi pesan itu tak berubah sedikit pun di mana pesan itu semakin membuat Raina menangis pilu
__ADS_1
'' kak.. Jelita boleh masuk tidak..'' ketukan pintu tak mengganggu indra pendengar Raina yang kini masih bersimpuh di lantai
'' kak Raina, kakak ada di dalam..'' tanya jelita lagi tapi tak ada sahutan dari dalam
Tapi melihat pintu yang terkunci dari dalam, membuat hati jelita sedikit meragu akan Raina di dalam sana tengah baik-baik saja
jelita buru-buru berlalu ke arah dapur di mana sang mama ada di belakang sana
Sedang kan Raina masih menatap tak percaya isi pesan yang ada di dalam ponsel nya saat ini
'' kenapa lagi ini ya Allah, di saat aku mulai menerima Dika di hati ku, tapi takdir berkata lain, apa yang sudah ku perbuat di masa lalu ya Allah..'' ujar Raina menangis pilu
tak berapa lama pintu terbuka dari luar menampak kan jelita berdiri di sana
'' kak.. Kakak kenapa..'' secepat kilat jelita berlari menghampiri Raina yang duduk di lantai
'' kak.. Kakak kenapa.. Jangan buat jelita panik kak..'' tanya jelita lagi
Tapi Raina hanya diam sambil mengalir kan air mata yang terus-menerus membasahi ke dua pipi nya
'' kak.. kakak masih bisa dengan jelita tidak..'' jelita mencoba menyadarkan Raina dari tangis nya
Namun tak juga berhasil menenang kan Raina yang menangis pilu di hadapan nya saat ini
'' kak.. Kenapa sih.. Jangan menangis terus jelita bingung harus berbuat apa .'' tanya jelita lagi
Tapi Raina tetap pada posisi nya, menangis terguguh di lantai, jelita mencoba memeluk Raina sebagai penenang tapi sama sekali tidak ada perubahan
Raina tetap menangis, sampai di mana Rayhan datang dan melihat Raina menangis, di pelukan jelita
'' Raina kenapa jel...'' tanya Rayhan menatap bingung dua adik perempuan nya tersebut
'' gak tau bang, aku masuk kan Raina sudah seperti ini..'' jawab jelita cepat sambil menggeleng kan kepala berulang kali
Tanpa jelita sadari, Rayhan mengambil alih ponsel Raina dan ada panggilan masuk yang membuat Rayhan terdiam dan menjawab sejenak, tak berapa lama Rayhan pun keluar dari kamar Raina dengan terburu-buru sekali
dua jam berlalu, kini kondisi Raina sudah mulai tenang, dan Rayhan pun menghampiri nya, di saat bersamaan Raina menatap Rayhan yang masuk dengan terburu-buru juga
'' ayo Raina..'' ajak Rayhan pada Raina
'' kita mau kemana bang..'' tanya Raina menatap ke arah Rayhan
'' pernikahan mu tetap berlanjut, dan tidak perlu mengingat Andika lagi, ayo.. Sudahi sedih mu..'' ujar Rayhan membawa Raina keluar dari kamar
__ADS_1
Setiba di ruang tamu yang begitu ramai tamu undangan yang tengah menunggu nya, kini ia di hadap kan dengan seseorang yang tidak asing bagi Raina
singkat cerita kata sah terucap, di mana kini Raina harus menyalami suami nya yang telah mengucap kan ijab kabul di hadapan nya tadi
Dan betapa terkejut nya Raina, saat ini di hadapan nya ada Farrel sebagai suami nya, dengan cepat pula Raina menguasai keterkejutan nya
Raina pun menyambut tangan suami nya untuk di cium, dan setalah nya cara doa di panjat kan, Raina masih terdiam memandangi para tamu yang hadir dan mencibir nya
selesai acara, malam di adakan resepsi, di mana Raina tetap diam saja, walau pun harus menampil kan senyum palsu, tetap Raina lakukan demi menjaga nama baik keluarga besar nya
'' hai.. '' ujar nya menyapa Raina
Raina masih tidak menyangka bahwa Farrel lah yang menjadi suami nya saat ini, di mana Raina masih mengingat doa-doa yang ia panjat kan dulu
Doa yang selalu raina titip kan untu Farrel agar menjadi jodoh nya di kemudian hari, Raina masih tidak menyangka bahwa dia itu di Kabul kan oleh yang kuasa
Di mana kesakitan nya di gantikan oleh sosok yang dulu sering ia doa kan, dan kini ia bersanding di samping suami nya
'' ku titip kan doa untuk dia..''
kini telah terkabul, kini Raina bersanding di samping Farrel
Entah apa yang Raina rasa kan saat ini, di mana sedih senang bercampur menjadi satu, apa lagi sedih nya belum hilang di ganti kan dengan pernikahan dadakan ini
Farrel yang menjadi suami dadakan nya saat ini tersenyum lebar menyambut para tamu, berbanding terbalik dengan nya yang hanya memasang senyum palsu
ku titip kan doa untuk dia
Kini telah menjadi nyata, semua doa yang tak pernah sia-sia di saat kita meminta dengan sungguh-sungguh....
Allah pasti mengambil kan doa yang kita panjat kan dengan bersungguh-sungguh dan tidak pernah main-main
Mungkin Allah memberikan Raina jodoh yang terbaik untuk nya, mungkin jika jodoh nya adalah Andika akan ada sesuatu hal yang tak terduga akan Raina jalani nanti nya
sedang kan Farrel, kini ia sangat-sangat bersyukur, karena jodoh nya tidak meleset dari target, yang awal nya ia sedih melihat Raina akan menikah dengan orang lain,
Tapi kini ia tersenyum bahagia, kebahagiaan yang Farrel rasakan saat ini tidak ternilai harganya, ia berjanji setelah ini akan memperjuangkan Raina segenap jiwa
Doa nya terkabul juga ketika melihat saat ini yang bersanding di samping nya adalah wanita pujaan nya
ku titip kan doa untuk dia
...****************...
__ADS_1