
hari berlalu begitu cepat, tidak terasa kini dua tahun Raina tidak mendapati kabar dari Farrel sama sekali
Dua bulan awal ketika Farrel pamit pergi, mereka masih bertukar kabar satu sama lain, sering melakukan panggilan vidio call dan bertukar pesan
Namun setelah nya, Raina tidak mendapat kan kabar lagi dari Farrel
Raina yang awal nya sedikit menghawatir kan dan sedikit ada rasa rindu, namun tak bisa menghubungi Farrel
dua tahun telah berlalu, memang
Raina tidak melupakan farrel sedikit pun, namun hari hari kebahagiaan Raina kini telah ada yang mengisi nya
seperti pagi ini, Raina di sambut dengan senyuman oleh seseorang yang telah mengisi hari nya
'' pagi sayang, sudah siap untuk mengasah otak kembali..'' sapa seseorang menyambut Raina di depan pintu gerbang utama milik mama Raina
'' hei.. Jangan panggil aku seperti itu, risi sekali aku mendengar nya..'' sungut Raina
perihal panggilan seperti itu lah yang membuat Raina berdecak kesal, karena Raina tidak mau di panggil seperti itu di depan umum apa lagi di depan keluarga besar Al Fatih
'' jadi aku harus memanggil mu apa, nama itu tidak terlalu sopan, mau di panggil kakak, status mu adalah calon istri ku..'' kekeh nya
Raina hanya besengut saja masuk tanpa memperduli kan si pengemudi
'' hei.. Kalian, tunggu aku, enak saja main tinggal kan..'' Rayhan menghampiri mobil calon suami sang adik
Yang di dalam nya sudah ada Raina yang tengah merajuk
'' Abang kenapa ikut kami, mobil nya Abang kemana..'' Raina menoleh ke jok belakang di mana sudah ada Rayhan duduk dengan anteng di sana
'' ban nya buat Abang pusing giliran mau di pakai, ban nya malah kempes..'' dengus Rayhan sebal
'' nanti Abang kerja nya gimana .'' tanya Raina lagi
'' aman.. Abang bisa naik taksi nanti..'' saut Rayhan pula
'' ayo jalan pak supir kenapa malah diam aja, kita bakal terlambat nanti..'' lanjut Rayhan menepuk pundak sang pemuda yang bakal menjadi adik ipar nya
'' eh..iya bang..'' saut nya dengan cepat memutar arah mobil ke jalan raya
lima belas menit perjalanan tidak ada yang saling berbicara satu sama lain, apa lagi Raina ia sudah terlihat jengkel bukan main tadi ketika masuk ke dalam mobil
'' Lo kenapa dek.. Tumben-tumbenan diam aja..'' tanya Rayhan penuh selidik
__ADS_1
'' apa sih bang, orang Raina biasa aja kok..'' saut Raina tidak suka dengan pertanyaan sang Abang
'' gak biasa nya Lo, apa Dika buat masalah lagi sama kamu..'' tanya Rayhan kini bergantian menatap Andika
'' gak. Gak ada begitu bang..'' saut Andika cepat takut Rayhan akan salah paham
'' lalu..''
'' jangan kepo deh bang, tinggal duduk anteng aja pakai kepo segala..'' sewot Raina melirik ke arah rayhan
Membuat Rayhan terdiam atas jawaban Raina, tidak biasa nya sang adik berbicara seperti itu pada nya, biasa nya Raina akan jujur kepada rayhan apa pun masalah nya
Apa lagi masalah Andika, yang jelas terkadang membuat Rayhan harus lebih ekstra sabar menghadapi sikap raina
Ya.. Andika adalah tunangan Raina saat ini, mereka kenal dua tahun yang lalu ketika Farrel memutus kan pindah kuliah,
tiga bulan saling mengenal, Raina kehilangan kontak dengan Farrel dan tak di sangka Andika gencar mendekati nya
Walau banyak yang mengatakan bahwa Raina itu sulit untuk di dapat kan, apa lagi begitu banyak yang melindungi Raina
Namun dengan kegigihan dan perjuangan Andika, bisa masuk ke dalam keluarga besar al-Fatih dan keluarga Raina menerima Andika karena baik dan sopan
Raina pun dengan terpaksa menerima Andika sebagai kekasih nya karena persetujuan dari keluarga besar terutama sang mama dan juga Abang nya rayhan
Namun apa lah daya ketika Andika memboyong keluarga nya untuk melamar Raina secara mendadak
'' ayo turun..'' ajak Andika pada Raina
'' gua gak di ajak cerita nya ini..'' saut Rayhan pula
'' eh.. Ayo bang..'' Andika cepat menoleh ke arah belakang
'' Lo terlalu kaku banget dik.. Gua hanya bercanda saja..'' ujar Rayhan terkekeh kecil
tak ada sautan dari Andika, ia hanya tersenyum saja menanggapi Rayhan
Setelah nya mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ke lokal,
'' kalau pulang kabarin Abang dulu Raina, kau membawa ponsel tidak..'' tanya Rayhan menatap ke arah Raina
'' lupa bawa ponsel bang, biar pakai ponsel Andika saja nanti..'' saut Raina cepat
'' kebiasaan kamu itu, tidak pernah membawa ponsel, apa guna nya beli ponsel mahal-mahal kalau tidak di gunakan..''. Rayhan hanya bisa geleng kepala
__ADS_1
Rayhan tau kebiasaan buruk Raina adalah meninggal kan ponsel dan dompet, membuat Rayhan terkadang sedikit khawatir tentang Raina
'' hehehe... Hanya untuk koleksi saja bang..'' saut Raina sambil cengengesan
'' CK.. Untuk koleksi pula..'' dengus Rayhan sebal
'' sudah lah, masuk sana, di antara oleh Dika, Abang bentar lagi juga masuk ini..'' usir Rayhan pula
Raina hanya mengangguk kan kepala nya mematuhi perintah dari Rayhan
Walau bagai mana pun, rayhan adalah Abang yang terbaik bagi Raina, seandainya rayhan di ganti kan dalam posisi lain, mungkin Raina tidak ikhlas sama sekali
'' Yang.. Belajar yang rajin ya..'' ucap Dika ketika mereka sudah sampai di depan pintu ruang kelas Raina
'' itu sudah pasti lah, kalau tidak, bagai mana nanti aku akan mengganti kan peran mama ku..'' sungut Raina
'' baik lah, aku tinggal ya..'' pamit nya pada raina
'' oke..''sait Raina singkat
'' tumben kamu bareng dia kemari mana Abang mu..'' tanya Lisa celingukan
'' memang dari dulu Lo ya.. buat gua jadi kesal aja, apa gak bisa Lo liat yang bening dikit itu merem..'' sungut Raina kesal
'' hehehe... Masalah nya gak bisa itu..'' saut Lisa tertawa kecil
'' dasar, padahal kamu sudah ada gio.. Mau yang bagai mana lagi sih kamu..'' dengan nada lembut Nabila menjawab
'' gua kan hanya mencari liburan mata saja, mana tau sekali gayung dua tiga pulau terlewati...'' kekehan kecil terdengar jelas di telinga raina..
'' Yee... Itu sih
Kemauan Lo..'' ucap Raina pada Lisa yang ada di belakang Nabila
'' memang .'' cengiran terpancar di wajah Lisa
'' uuuu... Dasar..'' Raina melempar kan kertas buku yang sudah ia kepal ke arah Lisa
'' galak amat buk..'' saut Lisa berhasil menangkap gulungan kerta yang di lempar kan oleh Raina tadi
tak berapa lama dosen pun masuk ke dalam, tidak memungkin kan lagi bagi Raina mau pun ke dua sahabat nya untuk adu mulut di dalam
Dua jam pelajaran di terang kan dan di pelajari oleh semua siswa, kini Raina menatap lurus ke depan di mana dosen telah menjelas kan
__ADS_1
Belum ada tanda-tanda mau ke luar dari dalam ruang kelas