
'' raina Abang mau makan, abang lapar Raina di dapur gak ada apa pun..'' suara seruan Rayhan terdengar dari balik pintu di mana pagi ini hari libur untuk semua siswa
Di mana Raina selalu mengulur waktu pagi, jika ia tengah bermalas-malasan dengan seribu alasan
'' ya.. Bentar bang..'' sautan dari dalam sejak tadi hanya itu-itu saja
Rayhan yang jengah menatap pintu kamar Raina, ia berinisiatif ingin mendobrak pintu kamar Raina
'' awas saja kau Raina, dalam hitungan ketiga kau tak kunjung keluar juga, Abang dobrak ini pintu..'' sungut Rayhan mulai mengambil ancang-ancang
Dengan malas Raina bangkit dari ranjang menuju pintu kamar nya, perlahan ia memutar handle pintu kamar
Berbeda dengan Rayhan, ia sudah mulai menghitung, dan mulai berlari menerjang pintu kamar Raina
'' anak ini gak bisa di biarin, sudah tau mama pergi, dia bukan buat sarapan malah enak-enak kan tidur..'' geram Rayhan
Dalam hitungan ketiga Rayhan pun berlari menerjang pintu kamar, namun naas nya saat itu juga Raina membuka pintu membuat Rayhan bukan nya menerjang pintu, namun tembok yang Rayhan terjang
Bbrraaakkkk
'' hah . Kenapa sesakit ini..'' ujar Rayhan mengelus lengan dan badan sebelah kanannya
yang awal nya mata raina masih terpejam kini mekar seketika melihat Rayhan yang berlari ke dalam kamar nya seperti angin
'' Abang kenapa lari.. Ada yang mengejar kah..'' ujar Raina kembali menutup pintu kamar nya
'' ini semua karena kau..'' dengus Rayhan
'' heh.. Kenapa aku..'' bingung Raina
'' kalau bukan kamu, siapa lagi, lihat nih.. Tangan Abang jadi sakit semua, pundak Abang juha..'' ucap Rayhan sebal
'' salah aku apa coba, Abang yang lari kok, kenapa Raina yang di salah kan..'' cicit Raina
'' kalau bukan karena kamu, siapa lagi yang akan Abang salah kan kamu kan yang sedari tadi di panggilin gak bangun-bangun..'' sungut Rayhan menatap geram ke arah Raina
'' ini masih pagi bang, lagian ini kan hari libur, kenapa Abang membangun kan ku..'' dengan santai Raina berucap
'' Abang lapar, gak ada makanan di dapur..'' ucap Rayhan sambil mengelus perut nya yang sudah keroncongan
__ADS_1
'' mama kan ada bang, minta mama aja gih .'' suruh Raina
'' mama pergi bekerja Raina, maka nya jangan tidur aja kamu itu..'' kesal Rayhan
'' hah.. Pergi kemana mama bang..'' tanya raina menoleh ke arah Rayhan
'' kerja Raina.. Mama kerja.. Kau tau tidak mama bekerja...'' ucap Rayhan sambil menekan kan kata kerja pada Raina
'' tumben mama sepagi itu berangkat kerja nya, biasa nya mama pasti dengan Abang kalau pergi bekerja..'' ujar Raina sedikit heran
'' jangan tanya kan Abang itu, Abang saja tidak tau, mama sudah tidak ada di rumah ketika Abang bangun tadi..'' dengan lesu Rayhan menyandar kan tubuh nya di sofa kamar Raina
'' mau makan apa sih, lagian Abang kok susah kali mau makan, tinggal minta bunda atau nenek, di sana kan selalu sedia makanan..'' ucap Raina lagi
'' segan Raina, Abang punya kamu, kenapa mesti orang lain yang memasak nya..'' sungut Rayhan
Padahal bukan itu alasan Rayhan menyuruh Raina untuk memasak, karena bagai mana pun, Raina adalah wanita
Suatu saat ia akan berbakti pada suami nya di saat Raina sudah menikah, jika Rayhan tidak mendesak Raina, bagai mana nanti kehidupan Raina setelah menikah
'' sama mama sendiri kenapa harus segan.'' ucap Raina
'' oh.. Iya kah? Raina pikir sama seperti mama..'' ujar Raina yang tak mengerti akan hal itu
'' sedikit lebih dewasa Raina, kau sebentar lagi akan menikah, tentu nya kau akan menjadi seorang ibu juga .'' nasehat Rayhan
'' siapa yang mau menikah, Raina belum mau menikah kok.? saut Raina cepat
'' tida boleh berpacaran terlalu lama Raina, apa lagi status kalian sudah bertunangan, dua bulan lagi kita akan lulus, dan bulan ke tiga kau harus menikah..'' ucap Rayhan tak terbantah kan
'' Raina tidak mau secepat itu bang .'' tolak Raina
'' lalu kau mau tunggu apa lagi..'' Rayhan sejenak melupakan rasa lapar nya ketika berdebat dengan Raina
'' tunggu Abang menikah lebih dulu, baru Raina menyusul di belakang..'' ucap Raina bersedekap tangan di dada
'' banyak sekali alasan mu, cepat masak, Abang lapar ini..'' ucap Rayhan yang jengah mendengar alasan Raina
'' baik-baik Raina akan masak.. Tapi jangan paksa Raina menikah ya..'' langsung saja tatapan tajam Raina dapat kan dari Rayhan
__ADS_1
'' ocehan yang tak bermutu, cepat masak..'' ujar Rayhan tegas
Dengan langkah gontai Raina pun menuruti apa yang di ucap kan oleh Rayhan, ia pun akhir nya memilih ke dapur untuk membuat kan Rayhan sarapan pagi
namun setiba nya di dapur, Raina melihat tidak ada apa pun di dapur, semua telah kosong, dan baru saja ia hendak angkat suara,
Tiba-tiba saja ia teringat akan perihal sang mama menyuruh nya belanja namun ia malah asik tidur
'' ya..Allah.. aku lupa, mama suruh aku belanja pagi tadi..'' Raina menepuk jidat nya sendiri
'' ada apa Raina..'' rayhan melongok ke arah dapur melihat Raina mengoceh sendiri
'' lupa belanja bang, gak ada apa pun yang mau di masak..'' dengan lesu Raina berucap
'' Raina.. Raina.. Raina.. Memang kamu selalu bikin Abang kesal deh.. Lihat sudah jam berapa ini. Abang mu ini belum sarapan..'' ucap Rayhan
'' maaf bang, aku lupa, ya... udah deh, biar Raina ambil kan di rumah nenek aja..'' secepat kilat Raina berlalu, agar Rayhan tak lagi mengomel pada nya
Pantas saja Rayhan mengamuk pagi ini, semua salah diri nya yang tak berbelanja pagi ini, di tambah lagi Raina malah keasikan tidur
'' assalamualaikum nek...'' Raina. Nyelonong masuk begitu saja setelah mengucap kan salam
tak ada orang di ruang tamu, yang artian nya kini sang nenek berada di belakang
'' nek.. Raina minta makan..'' ucap Raina ketika ia sudah sampai di dapur dan melihat sang nenek sedang bersama art
Sang nenek pun seketika menoleh ke arah Raina yang berada di ambang pintu dan mendekat ke arah nya
'' datang itu ucap kan salah anak cantik bukan teriak-teriak begitu..'' sewot sang nenek
'' hehehe... Abis nya bang Rayhan lapar nek, di rumah aku tidak masak Karena lupa tidak berbelanja..'' ucap Raina sambil cengengesan
'' lalu, mana Abang mu itu..'' tanya sang nenek pula
'' ada di rumah nek.. Nenek ada lauk apa..'' Raina celingukan melihat isi tudung saji milik sang nenek
'' tinggal gembung balado sama sayur capcay..'' saut sang nenek
'' tapi kosong..'' ujar Raina ketika membuka tudung saji yang tida ada isi nya sama sekali
__ADS_1
...****************...