
Qin Fan merasa sangat gembira dengan statusnya di klan Lin itu, dengan statusnya sebagai salah satu leluhur klan, tentu sangat membantunya dimasa depan, sekarang sudah ada dukungan dari klan Lin, klan yang sangat mengerikan.
"Kakak kedua," ucap Qin Fan yang ingin Lin Chen menyampaikan tujuannya ke klan Lin.
"Hem..," itu yang keluar dari mulut Lin Chen, lalu dia mengitari pandangannya pada Lin Ming dan para tetua klan, kemudian Lin Chen berkata.
"Saat ini selain menjadi leluhur klan Lin, Fan'er juga memiliki status lain," ucap lanjut Lin Chen mengitari pandangannya.
"Status yang aku maksudkan itu adalah menjadi pelindung Sekte Pedang Surgawi, dan tujuan Fan'er kesini tidak lain untuk membuat Sekte Pedang Surgawi dan klan Lin membangun hubungan baik,"
"Kita semua tahu bagaimana hubungan antara Sekte Pedang Surgawi dan klan Xin, hubungan keduanya sangat tidak akur, klan Xin selalu mencari masalah dan selalu menyinggung sekte pedang surgawi, tapi karena Xin Jing adalah murid dari Mingzhi dan Yushao, Sekte Pedang Surgawi masih menahan diri,"
"Jadi aku minta klan Lin dan Sekte Pedang Surgawi dapat membangun hubungan baik itu! jika klan Xin dan Sekte Pedang Surgawi berperang, kemudian Fan'er terluka, dan klan Lin tidak melakukan apa apa, aku sendiri yang akan menghukum kalian semua tanpa terkecuali," ucap lagi Lin Chen dengan menekan kata katanya.
"Sudah saatnya alam cahaya tahu jika klan Lin adalah klan yang tidak bisa disinggung, jangan lagi menyembunyikan kekuatan klan, tunjukkan pada semua orang jika bagi siapapun yang menyinggung klan Lin, maka resikonya adalah kehancuran!" sambungnya lagi.
Xin Jing yang dimaksud Lin Chen adalah leluhur klan Xin, dia yang membangun klan Xin, sementara Mingzhi adalah leluhur sekte pedang langit, Yushao adalah sekte pedang tunggal.
Karena itulah kenapa Tian Tie masih berpikir dua kali untuk berperang dengan klan Xin, selain karena Xin Jing murid dari Mingzhi dan Yushao, Tian Tie juga memikirkan murid sekte dan nasib sekte jika terjadi perang.
Karena jika terjadi perang, sudah pasti banyak murid sekte yang tewas, dan bisa jadi Putri kesayangannya juga akan tewas dalam perang itu, sehingga dia lebih mementingkan kepentingan sekte daripada kepentingan pribadi nya.
Deg..
Jantung semua orang serasa berhenti, sekali lagi mereka bergidik dengan ancaman Lin Chen, sudah banyak tetua yang dihukum Lin Chen, dan hukuman Lin itu lebih siksa daripada kematian itu sendiri.
Bagaimana tidak, hukuman yang dimaksud Lin Chen adalah dengan memasukkan semut merah yang memiliki racun super duper, dan tidak ada penawar bagi racun semut merah hingga saat ini.
"Baik leluhur, aku dengan senang hati dan suka rela akan membangun hubungan baik dengan sekte pedang surgawi," Lin Ming buru buru menjawab,
Ketika suasana aula pertemuan yang sangat tegang dan mencekam itu, tiba tiba ada tiga aura yang sangat kuat dan juga mendominasi mendekati aula pertemuan.
Buuuk Buuuk Buuuk..
Satu persatu para tetua tingkat tinggi dan Lin Ming kembali berlutut disaat ketiga aura itu muncul dari pintu masuk.
"Terimalah hormat kami leluhur!" ucap Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi sekali lagi.
Rupanya yang masuk itu adalah Lin Tian, Lin Feng dan Lin Dong.
"Chen'er, siapa pemuda itu?" Lin Tian tidak menghiraukan Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi, dia penasaran dengan sosok Qin Fan yang duduk disamping kanan Lin Chen.
__ADS_1
"Beri hormat pada kakak pertama, dan lainnya!" ucap Lin Chen berbicara melalui telepati.
Qin Fan yang mendengar kata kakak pertama pun langsung berdiri dari kursinya, kemudian dia menjatuhkan diri dan berlutut juga.
"Qin Fan memberi hormat pada kakak pertama, kakak ketiga dan kakak keempat," ucap Qin Fan berlutut.
Lin Tian, Lin Feng dan Lin Dong mengerutkan kening mereka, mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka lihat.
"Chen'er, apa maksudnya ini?" tanya Lin Tian bingung, seorang pemuda yang berbeda usia ratus milyar tahun memanggilnya kakak, bahkan jika pemuda itu adalah keturunan nya, pemuda itu pasti keturunan yang ke ratus ribu.
"Kakak Tian, ini adalah Qin Fan, adik kecil kita," jawab Lin Chen tersenyum.
"Adik kecil? maksudmu?" tanya Lin Tian yang semakin mengerutkan keningnya.
Sebelum Lin Chen menjawab, kembali 2 buah aura yang jauh lebih mendominasi mendekati aula pertemuan, kedua aura itu membuat Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi bergidik.
Whush.. Whush..
Muncul sosok pria paruh baya dan juga seorang gadis berusia 28-29 tahun didalam aula pertemuan.
"Berlutut!" seru Lin Tian menyuruh semua orang berlutut.
Seketika Lin Tian, Lin Chen, Lin Feng, Lin Dong, Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi menjatuhkan diri dan berlutut, disaat keempat kakaknya berlutut, Qin Fan justru berdiri dan berlari kecil kearah pria paruh baya itu.
Qin Fan berlari kecil dan berhamburan kedalam pelukan gurunya, dewa kuno Yo Ko.
Yah benar.
Dua aura yang sangat mendominasi itu adalah aura milik dewa kuno Yo Ko dan Niu.
"Kamu masih seperti anak kecil Fan'er, apa kamu tidak malu dengan keempat kakak mu?" dewa kuno Yo Ko yang memeluk Qin Fan dan mengelus kepala Qin Fan, menggeleng kepala dengan tingkah yang ditunjukkan Qin Fan.
"Murid memberi hormat pada guru," Lin Tian dan ketiga adiknya memberi hormat.
"Hem.., bangunlah Tian'er, Chen'er, Feng'er, Dong'er! hormat kalian aku terima," ucap lembut dewa kuno Yo Ko yang masih belum dilepas Qin Fan.
"Baik guru," balas keempatnya, lalu mereka bangkit, begitu juga dengan Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi.
"Sudah! lepaskan dulu pelukan mu! guru mau berbicara dengan keempat kakak mu," ucap dewa kuno Yo Ko yang masih dalam pelukan Qin Fan.
"Hehehe.. aku sangat merindukan guru, tapi aku juga kesal pada guru," ucap Qin Fan terkekeh lalu menunjukkan wajah kesal.
__ADS_1
Lin Tian, Lin Chen, Lin Feng dan Lin Dong hampir muntah darah dengan sikap Qin Fan itu, tidak ada satupun dari mereka yang berani bersikap manja dan seperti yang dilakukan Qin Fan, apalagi tidak memberi hormat dan langsung berlari memeluk seperti itu.
"Kamu kesal pada guru?" tanya dewa kuno Yo Ko mengerutkan kening.
"Iya aku kesal pada guru, pada saat guru dan Niu menjemput ku, guru membuatku pingsan, lalu meninggalkan ku ditengah hutan, beruntung ada saudari Yuyu dan yang lainnya menolongku, kalau tidak, mungkin aku sudah jadi santapan siluman," jawab Qin Fan mengeluarkan unek unek nya, dia juga menghentakkan kakinya kelantai seperti anak kecil yang merajuk.
"Hahaha.. jadi karena itu kamu kesal sama guru? Hahaha.." dewa kuno Yo Ko tidak bisa menahan tawa melihat wajah kesal Qin Fan, bahkan Niu juga tidak bisa menahan tawanya.
"Kamu juga Niu, kenapa kamu meninggalkan aku?" ucap Qin Fan yang juga kesal pada Niu.
Sekali lagi keempat kakak Qin Fan itu hampir muntah darah, Qin Fan berani melakukan apa yang keempatnya paling takuti, berani berkata seperti pada seorang Dewi? apa Qin Fan sudah bosan hidup?
"Jangan kaget Tian'er, Chen'er, Feng'er, Dong'er! seperti inilah adik kalian, dia seperti anak kecil jika bertemu dengan guru, jadi guru harap kalian berempat bisa menjaganya dengan baik!" ucap dewa kuno Yo Ko yang mengerti dengan kebingungan dan juga keheranan dari wajah keempat muridnya.
"Baik guru, murid mengerti," jawab keempatnya dengan wajah yang masih tidak percaya dengan sikap Qin Fan.
"Guru ingin berbicara dengan kalian," ucap dewa kuno Yo Ko yang tiba tiba berubah menjadi serius.
"Baik guru," jawab keempatnya, lalu Lin Tian menyuruh Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi meninggalkan aula pertemuan.
Setelah Lin Ming dan para tetua tingkat tinggi keluar, dewa kuno Yo Ko berbicara dengan sangat serius.
"Guru ingin mengatakan pada kalian jika saudara dewa iblis Zhin Wei masih hidup," ucap dewa kuno Yo Ko serius.
Deg..
Jantung semua orang berdegub lebih kencang lagi dari sebelumnya.
"Maksud guru, dewa iblis Zhin Wei yang pernah bertarung dengan guru?" Qin Fan yang ingat dengan cerita gurunya, dia langsung bertanya.
"Benar Fan'er, ternyata dia masih hidup, tapi masih kondisi terluka, saat ini saudara dewa iblis Zhin Wei berada disuatu tempat, dan sewaktu waktu dia bisa membuat kekacauan di alam cahaya ini," jawab dewa kuno Yo Ko serius.
"Lalu apa yang perlu ditakutkan? bukankah ada guru dan juga Niu yang bisa melawannya?" tanya Qin Fan polos.
"Dasar bodoh!" balas dewa kuno Yo Ko memukul kepala Qin Fan.
"Aduh sakit guru," keluh Qin Fan berpura pura kesakitan dengan memegang kepalanya.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....