
Qin Fan mengangguk, dia juga penasaran dengan daging naga yang katanya dapat meningkatkan kekuatan, tapi hal itu tidak berlaku pada Qin Fan, lalu dia mengayunkan tangannya dan memasukkan semua bangkai naga kedalam cincin penyimpanan.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan!" ucap Qin Fan setelah memasukkan kesepuluh bangkai naga.
Qin Fan dan keempat gadis cantik kemudian melayang di udara dan melesat ke Utara, hanya beberapa minggu lagi mereka akan tiba di istana kekaisaran.
Dua minggu kemudian.
Qin Fan dan keempat gadis cantik tiba dikota daun, saat keempatnya ingin melewati kota, lima prajurit penjaga kota menghadang jalan mereka.
"Maaf tuan muda, nona nona muda! dilarang terbang diatas kota," ucap salah satu prajurit penjaga kota.
"Maafkan kami tuan tuan, kami tidak tahu ada aturan seperti itu, karena setiap kota yang kami lewati, tidak ada penjaga yang menghadang," ucap Qin Fan curiga.
"Yang mulia telah membuat peraturan baru, setiap kota sekarang dilarang untuk terbang diatas nya," ucap penjaga lagi.
Tidak ingin membuat masalah, Qin Fan dan keempat gadis cantik turun bersama kelima penjaga gerbang, sebenarnya bisa saja Qin Fan menunjukkan lencana yang diberikan jendral Xiao untuk melewati kota, tapi dia tidak ingin menarik perhatian.
Setelah mendarat, Qin Fan dan keempat gadis cantik berjalan kearah kota daun, sementara kelima penjaga kota kembali ke tempat mereka, dimana kelimanya bersembunyi dibalik ilusi, sehingga tidak ada yang menyadari keberadaan mereka.
Tidak beberapa lama, Qin Fan dan keempat gadis cantik tiba didepan gerbang kota daun, lalu kelimanya berbaris ikut mengantri, beberapa saat kemudian, giliran mereka untuk diperiksa.
Setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, dengan tenang kelimanya terus melangkah dengan santai, tidak jauh kedalam kota, Qin Fan dan keempat gadis cantik menemukan penginapan, lalu memesan dan membayar biaya inap untuk semalam.
Keesokan harinya.
Qin Fan dan keempat gadis melanjutkan perjalanan, setelah melewati gerbang kota, kelimanya melayang di udara dan melanjutkan perjalanan.
*******
Di tempat lain.
Lebih tepatnya di istana kekaisaran, saat ini jendral Xiaomi dan keempat jendral lainnya sudah tiba di istana kekaisaran, kelimanya masih menunggu kaisar Liu Bei keluar untuk melaporkan tugas mereka.
Tidak beberapa lama, kaisar Liu Bei, putra mahkota Liu Mao dan pangeran Liu Wuji masuk ke aula pertemuan, lalu semua orang berlutut memberi hormat.
"Terimalah hormat kami yang mulia," ucap semua mentri istana dan jendral besar berlutut.
__ADS_1
"Bangunlah! hormat kalian, aku terima," ucap lembut kaisar Liu Bei mengitari pandangannya.
"Baik yang mulia," jawab semua mentri dan kelima jendral besar, lalu mereka bangkit.
"Jendral Giwang? bagaimana dengan undangan itu? apa tuan muda Qin menghadiri undangan ku?" tanya kaisar Liu Bei mengalihkan pandangannya pada jendral besar Giwang.
"Hamba dan lainnya sudah memberikan undangan dan menyampaikan undangan yang mulia, tuan muda Qin akan menghadiri undangan dari yang mulia," dengan tenang dan menundukkan kepala, jendral besar Giwang melaporkan tugas mereka.
Kaisar Liu Bei tersenyum dan mengangguk, dia juga begitu penasaran dengan sosok Qin Fan, selama ini kaisar Liu Bei sudah mendengar sepak terjang Qin Fan dari jendral besar Xiaomi dan lainnya waktu mereka bertemu pertama kali.
"Bagus, buat persiapan untuk menyambut tuan muda Qin! aku ingin tuan muda Qin terkesan saat tiba di ibukota, lebih lebih lagi di istana," ucap kaisar Liu Bei bersemangat.
"Baik yang mulia," jawab para mentri dan jendral serempak.
*******
Seminggu telah berlalu begitu saja.
Saat ini Qin Fan dan keempat gadis cantik sudah berada didepan ibukota, kelimanya sudah ikut mengantri masuk kedalam ibukota.
Setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Qin Fan dan keempat gadis cantik masuk kedalam ibukota.
"Hormat kami penguasa," ucap 10 murid klan Qin berlutut.
Saat mereka berlutut memberi hormat pada Qin Fan, hal itu menarik perhatian penduduk kota, kultivator bebas dan pedagang yang baru masuk kedalam Ibukota, terlebih lagi ke 10 murid memanggil Qin Fan dengan sebutan penguasa.
Dan salah satu diantara mereka adalah tetua klan Wen, yang tidak lain adalah Wen Zu.
"Kenapa kalian berada disini?" tanya Qin Fan tanpa menghiraukan keterkejutan semua orang.
"Ampun penguasa, kami dalam misi mencari sisa sisa pemberontak yang masih berkeliaran di ibukota," jawab Wen Zu menjelaskan.
"Hemm.. lanjutkan misi kalian!" ucap Qin Fan menganggukkan kepala.
"Baik penguasa," jawab mereka yang masih dalam posisi berlutut.
Qin Fan dan keempat gadis cantik lalu masuk kedalam kota, kelima nya terus masuk kedalam hingga tiba di pusat kota, dipusat kota itulah istana kekaisaran lie berdiri kokoh disana, namun Qin Fan dan keempat gadis cantik tidak langsung pergi kesana, kelimanya lebih dulu menginap di penginapan.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan dan keempat gadis cantik keluar penginapan, dengan tenang kelimanya melangkahkan kaki mereka ke gerbang.
"Maaf tuan muda, nona nona muda! ada yang bisa saya bantu?" seorang prajurit yang berjaga di gerbang istana bertanya dengan ramah.
"Benar tuan, yang mulia mengundang kami ke istana," jawab Qin Fan yang juga ramah, lalu mengeluarkan lencana emas yang diberikan jendral Xiaomi.
Prajurit penjaga gerbang langsung bersikap lebih hormat lagi setelah melihat lencana yang diperlihatkan Qin Fan.
"Apakah tuan muda bernama Qin Fan?" tebak prajurit penjaga gerbang.
"Benar tuan, nama saya Qin Fan," jawab Qin Fan tersenyum serta menganggukkan kepala.
"Silahkan masuk tuan muda!" dengan hormat prajurit penjaga gerbang gerbang mempersilahkan Qin Fan dan keempat gadis cantik masuk kedalam.
Qin Fan kemudian meminta prajurit penjaga gerbang mengantar mereka masuk kedalam, dengan senang hati prajurit mengantar mereka masuk.
Saat masuk, Qin Fan dan keempat gadis cantik cukup terpesona dengan suasana dalam istana, dimana seluruh istana di hiasi dengan berbagai macam pernak pernik layaknya orang yang akan menikah.
Prajurit membawa mereka ke aula pertemuan, tidak beberapa lama, mereka tiba didepan aula pertemuan, prajurit lalu melapor pada komandan yang berjaga di depan aula pertemuan, lalu komandan masuk melapor pada kaisar Liu Bei tentang kedatangan Qin Fan dan keempat gadis.
Beberapa saat kemudian, prajurit tadi keluar dan mempersilahkan Qin Fan dan keempat masuk, kelimanya mengangguk dan masuk kedalam aula pertemuan.
"Salam yang mulia," ucap Qin Fan menundukkan kepala serta menangkupkan tangan dengan hormat.
"Hormat kami yang mulia," ucap Yuyu, Jiyi, Chua Chua dan Gi Gi berlutut.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
******
__ADS_1
Maaf ya kak!!
Saya masih sibuk dengan urusan real jadi belum bisa update rutin 🙏🙏🙏🙏