Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Qin Fan vs Long Jiang


__ADS_3

Waktu terus berlalu.


Tanpa terasa dua minggu sudah Qin Fan dan keempat gadis cantik melakukan perjalanan, saat ini posisi mereka masih dalam perjalanan dan berusaha melewati sebuah hutan lebat, yang mana hutan itu dikenal dengan nama hutan tengkorak.


Sebenarnya jalur yang dilewati mereka adalah jalur yang paling dihindari oleh seluruh penghuni alam cahaya, tidak ada lagi yang berani melintasi hutan tengkorak sejak 10 juta tahun yang lalu, dimana pada saat itu, ada turnamen antar murid sekte dan klan di hutan tengkorak.


Adapun turnamen itu adalah memburuh hewan buas yang menghuni hutan tengkorak, siapa yang berhasil mendapatkan kristal jiwa hewan buas tertinggi, maka dialah yang menjadi pemenangnya.


Tapi yang terjadi adalah baik murid sekte dan klan yang ikut lomba, penonton dan semua orang yang berada dihutan tengkorak, tiba tiba diserang oleh 10 ekor naga emas, dimana ke 10 naga emas itu memiliki kekuatan yang tidak dapat di imbangi oleh siapapun.


Bahkan Lin Tian dan ketiga adiknya terluka para saat bertarung dengan ke 10 naga emas, beruntung mereka masih bisa melarikan diri dari hutan tengkorak, karena kejadian itu, hutan yang tadinya bernama hutan pelangi, berganti nama menjadi hutan tengkorak.


Saat berada dikota Hanyang, Qin Fan dan keempat gadis bertanya jalur menuju ibukota, lalu orang yang ditanya pun memberitahu jalur yang harus mereka lewati, dan jalur yang harus mereka hindari, saat mendengar ada jalur atau hutan yang harus dihindari, tentu saja Qin Fan tidak bisa untuk tidak bertanya apa alasannya.


Orang yang ditanya pun menceritakan semua yang dia ketahui tentang hutan tengkorak, tidak ada yang dia sembunyikan, dari situ Qin Fan penasaran dengan sosok 19 naga yang diceritakan itu, sehingga dia ingin melihatnya sendiri.


Qin Fan tidak pernah kapok dan tidak pernah belajar dari masa lalu, dimana berulang kali dia hampir mati karena kecerobohan nya, namun bukannya menjadikan pelajaran, justru Qin Fan semakin tidak peduli dengan masa lalu.


"Apa ada yang kalian rasakan?" tanya Qin Fan, setelah berputar putar diatas hutan tengkorak dan tidak menemukan atau merasakan apa apa, Qin Fan dan keempat gadis cantik berhenti diatas sebuah pohon besar.


"Kami tidak merasakan apa apa saudari Qin," jawab Yuyu, karena memang dia dan ketiga gadis lainnya tidak merasakan apa apa, tapi baru juga Yuyu menjawab, tiba tiba mereka merasakan 19 aura yang sangat kuat mendekat pada mereka.


"Masuklah!" Qin Fan buru buru membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh keempat gadis cantik untuk masuk kedalam, dia tahu jika 10 aura yang mendekat adalah ke 10 naga yang di bicarakan orang orang.


Tahu Qin Fan jika kehadiran mereka hanya merepotkan Qin Fan, keempat gadis cantik masuk kedalam pusaran angin hitam keemasan dan menghilang.


Tidak beberapa lama, 10 aura yang tidak lain adalah 10 naga emas tiba didepan Qin Fan, saat ini ke 10 naga berada dalam jarak 50 meter dari Qin Fan, satu persatu mereka menatap tajam Qin Fan.

__ADS_1


Whush.. Whush.. Whush..


Ke 10 naga berubah wujud menjadi 10 pria paruh baya dengan rambut dan jenggot serta kumis berwarna emas, bahkan hanfu yang mereka kenakan juga berwarna emas.


"Kamu cukup berani anak muda, sudah 10 juta tahun tidak ada satupun dewa ataupun dewi yang berani memasuki hutan ini, tapi kamu memberanikan diri datang kesini," ucap salah satu pria paruh baya jelmaan naga emas menatap tajam Qin Fan.


Qin Fan tersenyum dan tetap bersikap tenang, Qin Fan tidak ingin bertindak gegabah, ke 10 sosok pria paruh baya yang ada didepannya bukan kaleng kaleng, Qin Fan dapat melihat ada 4 garis cahaya biru diatas punggung mereka, artinya, kekuatan ke 10 naga berada satu tahap diatasnya.


Jika kekuatan mereka setara dengan Qin Fan, Qin Fan masih bisa membunuh mereka, tapi beda cerita jika kekuatan mereka berada atau tahap diatas Qin Fan seperti saat ini, dengan kekuatan dan tubuh naga mereka, kekuatan ke 10 naga tetap berada diatas Qin Fan, sekalipun Qin Fan mengaktifkan teknik dewa naga.


"Maafkan aku tuan tuan, aku hanya ingin pergi ke ibukota, dan ini adalah perjalanan pertama ku ke ibukota, sebelumnya aku sudah mendengar sepak terjang tuan tuan, tapi aku berpikir kita tidak pernah saling bersinggungan,"


"Kita juga tidak saling kenal, artinya kita tidak punya dendam, sehingga aku memutuskan untuk melewati hutan ini untuk pergi ke ibukota, maaf karena aku memasuki hutan tanpa izin tuan tuan!" dengan tenang, Qin Fan menjawab ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Sangat tenang dan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun," gumam pria paruh baya yang berbicara pada Qin Fan tadi.


"Berhati hatilah saudara Jiang! aku yakin pemuda itu tidak lemah, dia sangat tenang dan juga tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun," ucap salah satu pria paruh baya melalui telepati, dia mengingatkan pria paruh baya yang berbicara pada Qin Fan, karena pria paruh baya yang di panggil saudara Jiang berada cukup dekat dengan Qin Fan.


"Jika dilihat ketenangan mu, serta tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, aku menduga kamu memiliki kekuatan yang besar, bagaimana jika bermain main dengan ku sebentar?" ucap pria paruh baya yang dipanggil saudara Jiang.


"Tuan terlalu memuji, aku tidak ada apa apa dibandingkan tuan tuan," balas Qin Fan merendah, dia tetap bersikap tenang dan tidak menunjukkan kelemahan sedikitpun.


"Hahaha... aku semakin yakin dengan kekuatan mu anak muda, ayo temani aku bermain!" pria paruh baya tertawa, lalu melepaskan tapak naga emas.


Whush..


Tapak emas melesat kearah Qin Fan, sesaat setelah pria paruh baya tertawa.

__ADS_1


Qin Fan yang melihat tapak emas melesat kearahnya, dia juga melepaskan pukulan tapak naga api.


Whush..


Tapak naga api juga melesat kearah pria paruh baya, lalu beradu dengan tapak naga emas dengan ekstrim.


Boom Boom Boom..


Ledakan beruntun tiga kali menggema dihutan tengkorak, beradunya dua tapak itu juga mengguncang hutan tengkorak, dan menjadikan puluhan kawah kecil dibawah mereka.


Saat tapak emas dan tapak naga api dilepaskan, kesembilan pria paruh baya lainnya bergerak mundur, mereka tidak ingin mengganggu pertarungan saudara mereka dan Qin Fan.


Saat melihat serangan Qin Fan dan saudara mereka beradu, kesembilan pria paruh baya terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Whush... Whush...


Qin Fan dan pria paruh baya sama sama terpental puluhan meter kebelakang, lalu menabrak tanah dengan keras.


Boom Boom..


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2