
"Ukhuk ukhuk,"
Zhuge Liang memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, saat ini dia sudah terluka parah, jangankan untuk bertarung, berdiri saja sudah tidak mampu.
Whush..
Qin Fan melesat kearah nya, saat berada hanya beberapa meter dari Zhuge Liang, Qin Fan berhenti dan menyapanya dengan tersenyum menyeringai, Qin Fan kemudian berkata.
"bahkan aku belum menggunakan petir transparan tapi kamu sudah seperti ini, guru terlalu melebih-lebihkan dirimu Zhuge Liang," ucap Qin Fan tersenyum.
Zhuge Liang tidak membalas, dia memegang dada dan berusaha bangkit, namun satu bola api yang mengenai tubuhnya bahkan membuat Zhuge Liang terluka parah, beruntung dia memiliki kekuatan yang besar, jika tidak, saat ini Zhuge Liang sudah menjadi abu.
"Aku rasa riwayat mu sudah tamat Zhuge Liang," ucap lanjut Qin Fan, lalu dia mengeluarkan pedang merah dari cincin penyimpanan dan menebas kepala Zhuge Liang.
Namun saat Qin Fan akan menebas kepalanya, entah kenapa tiba tiba Zhuge Liang menjadi kuat dan dalam hitungan tidak sampai satu detik, Zhuge Liang bangkit dan menendang dada Qin Fan tanpa Qin Fan sadari.
Booom..
Tendangan Zhuge Liang mendarat telak di dada Qin Fan dan mengirimnya mundur beberapa meter kebelakang.
Untuk sejenak, Qin Fan terkejut dan bingung, padahal Zhuge Liang sudah mengalami luka dalam dan memuntahkan darah dari mulutnya, tapi tiba tiba dia menjadi kuat seperti tidak terluka.
"Jadi kamu mau bermain main? baiklah, aku temani kamu bermain main," ucap Qin Fan setelah mendapatkan kesadaran nya.
"Jangan kamu pikir segampang itu kamu bisa membunuhku anak muda," ucap Zhuge Liang yang sudah berdiri dengan kokoh seperti orang yang tidak terluka.
"Baiklah, Ayo kita bermain! keluarkan semua kemampuan mu!" balas Qin Fan tenang.
Keduanya kembali bertarung dengan sengit, kadang mereka bertarung dengan tangan kosong, kadang juga dengan menggunakan pedang, sebenarnya bisa saja Qin Fan bisa membunuh Zhuge Liang dengan cepat, hanya saja dia ingin bermain main sebentar.
Pertarungan mereka membuat lokasi dalam formasi penjara semakin hancur, tercipta kawah dimana mana, baik kawah kecil maupun kawah besar.
Zhuge Liang terus menyerang Qin Fan dengan serangan serangan mematikan, namun semua serangan yang dilepaskan nya tidak pernah menyentuh pakaian Qin Fan, karena dengan lihai dan bergerak zig zag, Qin Fan selalu bisa memblokir dan menghindari serangan yang dilepaskan Zhuge Liang.
"Aku rasa sudah cukup main mainnya Zhuge Liang," ucap Qin Fan setelah keduanya bertarung selama dua hari dua malam.
Zhuge Liang hampir muntah darah saat Qin Fan mengatakan susah cukup main mainnya, ternyata Qin Fan menganggap pertarungan mereka hanya sebuah permainan, sementara Zhuge Liang sendiri mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
__ADS_1
"Tombak Petir,"
Seru Qin Fan.
Lalu dia membuat sebuah gerakan dan mengalirkan elemen petir dikedua telapak tangannya, kemudian elemen petir bertumpuk dan berputar putar dengan hebat.
Terlihat petir abadi berderak derik kesana kemari dengan hebat, jika ada yang tersengat dengan petir abadi itu, sudah pasti dia akan hangus seketika.
Whush..
Qin Fan mendorong petir abadi kedepan, lalu membentuk 3 buah tombak dengan petir abadi yang terus berderak derik.
Whush..
Ketiga tombak petir melesat cepat saat Qin Fan mengayunkan tangannya.
Disisi Sebrang.
Zhuge Liang juga tidak mau kalah, dia juga mengeluarkan jurus terkuat dan kemampuan terbaiknya untuk menghadapi serangan tiga tombak petir yang dilepaskan Qin Fan.
Whush..
Booom Booom Booom
Sluup..
Ledakan terjadi disaat kedua tombak petir beradu dengan tapak yang dilepaskan Zhuge Liang, sementara tombak yang satunya lagi menusuk dada Zhuge Liang hingga menembus ke belakang, sehingga Zhuge Liang langsung terduduk.
"Aaaarrg,"
Jeruk Zhuge Liang saat tombak petir menebus dadanya.
Qin Fan yang terdorong beberapa meter, segera dia menyeimbangkan tubuhnya dan melesat kearah Zhuge Liang.
Saat berada didepan Zhuge Liang, Qin Fan tersenyum dan berkata, selamat jalan iblis jelek!" ucap Qin Fan tersenyum, lalu.
Slash..
__ADS_1
Kepala Zhuge Liang jatuh ketanah, lalu diikuti tubuhnya juga yang roboh ketanah, saat Zhuge Liang tewas, jiwa nya mencoba melarikan diri.
"Ingin melarikan diri? kamu pikir aku bercanda dengan kata kataku? kamu tidak akan bisa bereinkarnasi lagi iblis bodoh," ucap Qin Fan tersenyum, lalu dia keluarkan rantai petir dan mengejar jiwa Zhuge Liang, lalu rantai petir melilit jiwa Zhuge Liang, kemudian Qin Fan mengeluarkan api abadi dan membakar jiwa Zhuge Liang.
Dapat Qin Fan lihat dan dengar jiwa itu meronta-ronta saat dililit rantai petir dan dibakar api abadi, namun cara yang dilakukan Qin Fan berbeda, Qin Fan tidak membakarnya secara langsung, dia memanggang jiwa Zhuge Liang perlahan lahan, Qin Fan ingin menyiksa jiwa Zhuge Liang hingga merasa puas.
Setelah bosan menyiksa jiwa Zhuge Liang, Qin Fan menambahkan kekuatan api abadi dan membakarnya, selesai membakar jiwa Zhuge Liang, Qin Fan menghilangkan formasi penjara, lalu dia juga mengeluarkan keempat gadis cantik dari dunia jiwa.
"Saudara Qin?" ucap Yuyu terkejut dengan perubahan besar besaran yang ada didepan matanya.
"Kita akan membangun istana baru disini, seorang tidak ada lagi istana kekaisaran Liu, karena yang berdiri nanti adalah istana kekaisaran Qin, dan aku yang menjadi penguasanya, bagaimana menurut kalian?" ucap Qin Fan tersenyum lembut.
"Aku tidak masalah saudara Qin, asalkan bersama saudara Qin, aku sudah merasa senang," jawab Yuyu menundukkan malu.
Sebenarnya selama ini Yuyu menyimpan perasaan nya untuk Qin Fan, selain Yuyu, Jiyi juga menyukai Qin Fan, hanya saja keduanya terlalu malu untuk mengakui perasaan mereka, keduanya tidak ingin dikatakan wanita murahan jika mengungkapkan isi hati mereka terlebih dahulu.
Qin Fan tidak langsung berkata, dia menatap lembut Yuyu, lalu menjatuhkan diri dengan satu kaki menopang tubuhnya, kemudian dia mendongak keatas menatap wajah Yuyu dan mengambil tangan Yuyu.
"Aku ingin Yu'er yang menjadi penguasa putrinya, maukah Yu'er menikah denganku?" ucap Qin Fan yang sudah menjatuhkan diri didepan Yuyu dengan menopang tubuhnya dengan satu kaki.
Baik Yuyu, Jiyi, Chua Chua dan Gi Gi, keempatnya terkejut dengan ungkapan perasaan yang Qin Fan lakukan, ternyata selama ini diam diam Qin Fan juga menyukai Yuyu, karena itulah dia selalu membawanya dan tidak ingin dia terlibat dalam pertempuran.
Tanpa sepatah kata, Yuyu menundukkan kepalanya dan mengangguk setuju untuk menjadi istri Qin Fan, semua orang lantas memberi semangat, kecuali Jiyi, dia diam saja dan tampak matanya berair.
Chua Chua yang melihat Jiyi menangis, dia tahu jika Jiyi juga menyukai Qin Fan, Chua Chua kemudian memeluk Jiyi dengan erat.
"Ada apa saudari Chua Chua?" tanya Qin Fan polos.
Chua Chua memandang Qin Fan dengan sedih, lalu dia memberi isyarat jika Jiyi juga menyukai Qin Fan, seketika Qin Fan jadi bingung harus berkata apa.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
__ADS_1