Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Qin Fan, Lujao dan Yizhi tiba disebuah hutan yang cukup rimbun, ketiganya beristrahat dihutan itu, Qin Fan kemudian mengajarkan Lujao dan Yizhi menghilangkan aura iblis dari tubuh mereka.


Dimana Qin Fan menyuruh keduanya duduk mengambil sikap lotus, kemudian Qin Fan membuat segel tangan.


Whush.. Whush..


Segel tangan terbentuk dan perlahan menarik aura iblis dari dalam tubuh Lujao dan Yizhi, Qin Fan juga menyuruh keduanya mengedarkan darah emas atau darah dewa mereka, Lujao dan Yizhi dengan patuh melakukan apa yang diperintahkan Qin Fan.


Tiga jam kemudian.


Setelah melakukan pencucian darah selama tiga jam, akhirnya aura iblis dari dalam tubuh Lujao dan Yizhi berhasil dihilangkan, bahkan tidak terasa sama sekali, sementara Qin Fan juga sudah menghilangkan aura iblis yang ada didalam tubuhnya.


"Terima kasih tuan muda," ucap Lujao dan Yizhi senang.


"Sudahlah! sebaiknya kita cari goa, aku penasaran dengan inti petir abadi ini," ucap Qin Fan yang memang penasaran dengan inti petir abadi.


Qin Fan dan kedua pelayan barunya pun mencari goa, menjelang malam, ketiganya menemukan sebuah goa, lalu mereka membersihkan goa itu dan menempatinya.


"Kalian berjagalah disini! aku akan masuk kedalam goa," ucap Qin Fan setelah ketiganya membersihkan goa.


"Baik tuan muda," jawab keduanya.


Sebelum masuk, Qin Fan membuat segel dan melindungi mulut goa, dia juga memberikan Lujao dan Yizhi buah buah abadi sebanyak 10 buah perorang.


Tanpa menghiraukan ekspresi wajah keduanya, Qin Fan masuk kedalam goa, lalu dia membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.


Whush.. Whush..


Qin Fan muncul didepan istana Qin, saat berada didepan istana Qin, Qin Fan melihat inti petir abadi melayang layang diatas istana, dia berusaha untuk membebaskan diri dari segel yang mengurungnya.


Qin Fan kemudian melayang keatas istana, kemudian mengeluarkan rantai petir dan melilit inti petir abadi dan menariknya ke ruang kultivasi.


Sesampainya didalam ruang kultivasi, Qin Fan mencoba membuka segel yang mengurung inti petir abadi perlahan lahan, Qin Fan tahu jika dia membuka sekaligus, dia kesulitan untuk menaklukan inti petir abadi.


Dengan tenang, Qin Fan terus mencoba membuka segel.


Whush..


Aura petir abadi yang sangat kuat merembes keluar dari inti petir abadi, saat ini Qin Fan sudah membuka sedikit segel, dapat Qin Fan lihat juga petir abadi berderak derik kesana kemari dengan kekuatan yang kecil.


Tidak ingin membuang buang waktu, Qin Fan mulai menyerap inti petir abadi, pelan tapi pasti, Qin Fan terus menyerapnya.


*******


Di pusat wilayah barat.


"Bagaimana dengan persiapan pasukan jendral?" tanya Zhuge Liang tenang.


"Semua pasukan sudah siap berangkat penguasa," jawab Kween Cheng.

__ADS_1


Saat ini Zhuge Liang menyiapkan pasukan nya untuk menyerang sekte iblis, saat Zhuge Liang tahu tahanan nya kabur, Zhuge Liang sangat murka, apalagi tahanan itu salah satu tetua tingkat rendah sekte iblis, itulah yang mereka tahu tentang Qin Fan, yaitu tetua tingkat rendah sekte iblis.


"Bagus, kita berangkat sekarang, aku sudah tidak sabar memusnahkan sekte iblis dan membunuh Patriak Miao keparat itu," ucap Zhuge Liang dengan niat membunuh yang sangat kuat.


"Baik penguasa," jawab Kween Cheng.


Zhuge Liang dan ke 150 jendral tingkat tinggi keluar dari aula pertemuan, dimana diluar aula sudah ada 220 ribu pasukan, pasukan terlemah memiliki kekuatan semesta 4 bintang 5, sementara sisa 30 ribu pasukan lainnya tidak dibawah, karena kekuatan mereka masih berada di semesta 3 hingga semesta 4 bintang 4.


"Pasukan? berangkat!" seru Kween Cheng saat berada di luar aula pertemuan.


Pasukan besar yang mendengar seruan pun keluar dari istana kota, lalu mereka pergi ke gerbang utara, dimana sekte iblis berada di sebelah Utara dari kota, jarak ke sekte iblis dibilang cukup jauh, karena mereka akan menempuh waktu selama sebulan lebih.


*******


Di sebelah Utara dari kota.


Rupanya sekte iblis juga sudah tahu Zhuge Liang dan pasukannya akan menyerang, sehingga Patriak Miao juga sudah menyiapkan pasukannya untuk menghadapi pasukan Zhuge Liang.


Yang tidak Zhuge Liang sadari adalah Patriak Miao memasang mata mata di pasukannya, jadi apapun pergerakan Zhuge Liang, Patriak Miao mengetahuinya dari mata mata yang di pasang.


"Bagaimana tetua agung? semua sudah siap?" tanya Patriak Miao tenang.


"Semua sudah dalam posisi Patriak, kita tinggal menunggu Zhuge Liang dan pasukannya tiba,


"Bagus, pastikan semua sudah berada diposisi sebelum pertempuran terjadi! jika kita dapat mengalahkan Zhuge Liang, maka tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk menguasai alam cahaya," ucap Patriak Miao percaya diri.


Patriak Miao sudah mengukur kekuatan Zhuge Liang, yang mana kekuatan keduanya seimbang, namun dia percaya diri dapat mengalahkan Zhuge Liang, sementara dia juga memiliki 150 tetua yang berkekuatan semesta 5 bintang 9 juga, yang sama setara dengan ke 150 jendral Zhuge Liang.


******


Seminggu kemudian.


Setelah menyerap inti petir abadi, kultivasi Qin Fan meningkat 3 tahap, yang artinya kekuatan Qin Fan meningkat ke semesta 5 bintang 7, selain kultivasi meningkat, kekuatan elemen petir juga lebih kuat dari sebelumnya, kekuatan elemen petir Qin Fan saat ini setara dengan elemen api.


Jika bisa dia bertarung menggunakan elemen api yang sama kuatnya dengan elemen petir, yang mana kekuatan serangan elemen petir lebih lemah dari elemen api, tapi sekarang tidak lagi, kini dia memiliki kekuatan kedua elemen itu sudah mencapai puncaknya.


Merasa pondasi kultivasi sudah kokoh, Qin Fan membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu berdiri dan menepuk pakaiannya, merasa sudah tidak berdebu, Qin Fan keluar ruang kultivasi dengan senyuman yang menyungging.


Whush..


Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan kelar, dan hari masih gelap, sementara Lujao dan Yizhi masih tetap berjaga didepan mulut goa.


"Tuan muda," ucap Lujao dan Yizhi saat merasakan aura Qin Fan mendekat.


"Kalian tahu dimana letak sekte iblis?" Qin bertanya letak sekte iblis, entah apa yang dia pikirkan.


"Aku pernah dengar jika sekte iblis berada 10 hari di utara dari kota Tagono, tuan muda," jawab Lujao mengingat jika dia pernah mendengar letak sekte.


"Kita kesana!" ucap Qin Fan tanpa berpikir panjang.


"Ada apa tuan muda?" Lujao dan Yizhi bingung dengan Qin Fan.

__ADS_1


"Apa kalian tidak ingin melihat pertempuran seru? kita menonton gratis dan tidak dipungut biaya," jawab Qin Fan asal.


"Jangan bercanda tuan muda!" ucap Lujao dengan tubuh bergidik.


"Ayo kita pergi, aku rasa saat ini Zhuge Liang dan pasukannya sudah bergerak ke sekte iblis," ucap Qin Fan tersenyum, dia merasa lucu dengan raut wajah yang di tunjukkan Lujao dan Yizhi.


Lujao dan Yizhi tidak bisa menolak lagi, akhirnya ketiganya melesat kearah utara, sepanjang jalan Qin Fan terus bertanya tentang kekuatan yang di miliki Zhuge Liang, meski berada di istana kota, Qin Fan tidak melihat semua jendral besar Zhuge Liang.


Dengan tenang, Lujao menjelaskan semua dengan detail, dimulai dari jumlah pasukan, jumlah komandan, jumlah jendral bawahan hingga jendral besar, saat Lujao bercerita, Qin Fan yang giliran tubuh bergidik.


Dia tidak pernah menyangka Zhuge Liang memiliki pasukan sekuat itu, jika ingin menghancurkan Zhuge Liang dan pasukannya, Qin Fan juga harus memiliki pasukan yang besar dan juga kuat.


Meski saat ini dia memiliki banyak pasukan dari tiga klan, tapi mereka terlalu lemah untuk menghadapi pasukan Zhuge Liang, mereka hanya semut saja di hadapan pasukan Zhuge Liang.


Setelah melayang selama seminggu, Qin Fan dan kedua pelayan nya sudah melihat getaran dari bukit bukit kecil, yang mana getaran itu berasal dari pertempuran pasukan Zhuge Liang dan pasukan sekte iblis, padahal jarak dari situ ke sekte iblis masih 4-5 hari.


Empat hari kemudian.


ketiganya dapat melihat pertempuran besar dari jarak 5 kilo meter, pertempuran besar itu sudah memakan banyak korban dari kedua belah pihak, namun pertempuran itu masih terus berlanjut dengan sengit.


Saat Lujao dan Yizhi menyaksikan pertempuran dengan serius, Qin Fan justru mengitari pandangannya untuk mencari keberadaan Zhuge Liang, tiba tiba mata Qin Fan menangkap dua sosok yang sangat jauh dari pasukan besar.


Dua sosok itu adalah Zhuge liang dan Patriak Miao, keduanya juga sedang bertarung sengit, belum ada tanda tanda siapa yang kalah dan siapa yang menang.


"Lihat!" ucap Qin Fan menunjuk Zhuge Liang dan Patriak Miao sedang bertarung.


"Kekuatan yang sangat mengerikan," ucap Lujao bergidik.


"benar saudara Lujao," timpal Yizhi, dia sudah tidak memanggil komandan lagi, tapi sudah mengganti dengan panggilan saudara.


"Maaf tuan muda! apa yang kita lakukan disini?" tanya Lujao bingung.


"Kita akan mengobati yang luka, jika ada yang terluka dan terpisah, bergerak cepat untuk menariknya mundur! baik dari pasukan Zhuge Liang maupun pasukan sekte iblis," ucap Qin Fan menjelaskan rencananya.


"Untuk apa tuan muda?" tanya Lujao lagi.


"Kerjakan saja! kalian akan tahu nanti!" perintah Qin Fan tidak ingin menjelaskan lagi.


"Baik tuan muda," jawab keduanya, lalu Lujao dan Yizhi bergerak mendekati yang terluka dan membawa mereka pada Qin Fan, sementara Qin Fan sudah menyiapkan puluhan ribu pil pengikat jiwa, pil penyembuhan dan pil pengumpul Qi, Qin Fan berencana menjadikan mereka pasukannya.


"Tuan muda memang cerdas, menggunakan kesempatan ini untuk menjadikan mereka pasukan," ucap Lujao tercengang dan juga memuji Qin Fan.


"Inilah yang disebut kesempatan dalam Kesempitan," balas Yizhi


*****


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2