
Dua minggu kemudian.
Setelah melakukan perjalanan selama dua minggu, akhirnya Qin Fan menemukan sebuah kota, yang mana kota itu adalah kota pertama di wilayah barat, seperti yang diceritakan jendral Xiaomi, tidak ada satupun penduduk kota yang tersisa, kota itu menjadi kota mati.
Perlahan Qin Fan mendekati kota, sesampainya di gerbang kota, Qin Fan mencoba mengedarkan aura spiritual untuk melacak keberadaan penduduk kota yang bersembunyi, Qin Fan yakin jika masih ada penduduk kota yang bersembunyi di ruang bawah tanah atau di tempat terlarang.
Benar saja, setelah mengerahkan aura spiritual, Qin Fan dapat merasakan aura dari tiga tempat yang berbeda, Qin Fan kemudian berjalan masuk kedalam kota, dimana asal aura itu berada.
Tiga puluh menit kemudian.
Aura pertama berasal dari istana kota, Qin Fan kemudian mencari pintu rahasia yang terhubung dengan ruang bawah tanah, cukup lama Qin Fan mencari pintu rahasia itu, tapi tidak kunjung dia menemukan keberadaan pintu rahasia.
"Sangat aneh, bagaimana mungkin tidak ada pintu yang membawa mereka kedalam," gumam Qin Fan kebingungan, sudah semua ruangan dia geledah untuk mencari pintu rahasia, tapi dia tidak menemukan apa apa.
"Baiklah, sekarang aula pertemuan, jika tidak ada pintu disana, aku tinggalkan mereka," gumam lanjut Qin Fan, lalu dia pergi ke aula pertemuan.
Sesampainya di aula pertemuan, Qin Fan mengitari pandangannya disetiap sudut ruangan, Qin Fan sangat cermat mencari pintu rahasia, tapi hasilnya tetap nihil.
"Membosankan," ucap Qin Fan kesal, lalu dia duduk di kursi utama, yang mana kursi itu biasa di duduki tuan kota.
Di belakang kursi utama, ada sebuah patung yang berdiri tegak, Qin Fan merasa curiga dengan patung itu, lalu dia berdiri dan mendekati patung, saat tangan Qin Fan menyentuh dan menekan kepala patung, tiba tiba aula pertemuan bergetar.
Kemudian kursi utama berputar dan bergeser kesamping kanan, dan muncullah sebuah lubang dengan banyak anak tangga turun kebawah.
Jadi disini pintu masuknya?" gumam Qin Fan menggeleng kepala.
Qin Fan kemudian masuk kedalam dan menuruni anak tangga yang tak terhitung jumlahnya itu, 100 meter kebawah, dia menemukan sebuah ruangan besar, dengan ukuran 50x75 meter.
Saat langkah kakinya menyentuh lantai ruangan, puluhan tombak dan anak panah melesat kearah Qin Fan dengan kecepatan tinggi, dengan tenang Qin Fan menghindari semua tombak dan anak panah.
"Tuan kota memang cerdas, keamanan yang ektra tinggi," gumam Qin Fan kagum dengan jebakan yang ada didalam ruangan.
Setelah semua jebakan selesai dia lewati, Qin Fan mendekati sebuah pintu yang ada didepannya, di pintu itu juga ada sebuah formasi yang melindungi pintu, namun tidak cukup kuat untuk Qin Fan hancurkan.
Kraaak
Booom..
Qin Fan menghancurkan formasi yang melindungi pintu, lalu dia membukanya dan masuk kedalam, dibalik pintu juga ada sebuah lorong yang menurun, dengan tenang Qin Fan menuruni lorong.
20 meter kemudian.
kembali Qin Fan menemukan sebuah pintu, seperti tadi, pintu itu juga di lindungi oleh formasi yang sedikit lebih kuat dari yang tadi, dengan tenang dan santai, Qin Fan menghancurkan formasi, lalu membuka pintu dan masuk kedalam.
__ADS_1
Whush.. Whush.. Whush..
Saat Qin Fan masuk kedalam, dia disambut dengan pedang dan juga tombak, yang mana 3 jendral kota dan 2 mentri kota menyerang Qin Fan.
"Tunggu!" seru Qin Fan menyuruh mereka jangan menyerang.
"Siapa kamu?" tanya salah satu jendral dengan mengacungkan pedang nya kearah Qin Fan.
"Maafkan aku tuan tuan! aku hanya kebetulan melewati tempat ini, tidak berniat buruk sedikitpun," ucap Qin Fan jujur.
"Apa kamu pikir kami percaya begitu saja?" ucap jendral yang lain.
"Aku tidak memaksa tuan tuan percaya, aku hanya ingin memastikan jika keadaan diluar sudah hancur, sebaiknya tuan tuan semua tinggalkan kota dan pergi ke wilayah tengah!" balas Qin Fan tetap tenang.
Ketiga jendral kota dan kedua mentri kota tampak diam, jika benar Qin Fan orang jahat, tentu dia juga akan bertarung dengan mereka, tapi melihat ketenangan dan tidak ada niat buruk, kelima pria paruh baya menganggap Qin Fan orang baik.
"Bagaimana kamu bisa berada disini?" tanya salah satu jendral.
"Aku ingin melihat sendiri seperti apa pemuda yang dirumorkan itu, karena benar sesuai dengan yang dirumorkan, maka alam cahaya akan hancur dalam waktu dekat," jawab Qin Fan serius, meski begitu, dia tetap menunjukkan ketenangan nya.
"Jangan bercanda anak muda, jika kamu kesana, maka kamu juga akan tewas, atau tidak kamu menjadi salah satu dari mereka," ucap jendral yang tadi.
"Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang tuan, bagaimana pun juga, harus ada yang berani mengambil resiko, jika kita hanya dari jauh dan tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, maka alam cahaya ini akan hancur," balas Qin Fan tenang dan tetap serius.
"Terima kasih anak muda, kami juga berencana pergi ke wilayah tengah, karena saat ini kami sudah kekurangan makanan untuk anak istri kami," balas yang lain mengangguk.
Setelah mengobrol sebentar, Qin Fan berpamitan dan keluar dari ruang bawah tanah, sesampainya diatas, Qin Fan mencari 2 aura lainnya, menjelang malam, Qin Fan berhasil menemukan mereka semua, lalu menyuruh mereka semua keluar dari pergi ke wilayah tengah.
Menjelang pagi.
Qin Fan melanjutkan perjalanan nya ke pusat wilayah barat, dia yakin jika kota besar di wilayah barat yang menjadi markas Zhuge Liang dan pasukannya, namun disisi lain, Qin Fan juga ingin mencari keberadaan sekte iblis yang dikatakan jendral Giwang tempo hari.
Tiap kali dia menemukan kota atau desa, seperti dikota pertama yang dia temukan, kota dan desa menjadi mati, tidak ada kehidupan sama sekali didalamnya, hal itu membuat aura membunuh Qin Fan semakin kuat.
********
Di tempat lain.
Lebih tepatnya di kota yang berada di pusat wilayah barat, kota yang penduduknya mencapai 100 ribu jiwa itu tidak ada yang selamat, semua dijadikan sebagai tumbal persembahan darah untuk pasukan Zhuge Liang.
Selain pasukan Zhuge Liang, sekte iblis juga sudah bergabung dengan Zhuge Liang, hanya saja sekte iblis tetap bermarkas di di sekte mereka, letak sekte sendiri berada di sebuah lembah, yang mana lembah itu dinamakan lembah neraka.
"Bagaimana dengan pasukan?" Zhuge Liang yang berada di kursi utama, mengitari pandangannya pada para pelayannya, jumlah pelayan yang ada di aula pertemuan, mencapai 150 orang, kekuatan mereka juga tidak kaleng kaleng, kekuatan para pelayan Zhuge Liang berada di semesta 5 bintang 9.
__ADS_1
"Pasukan terus bertambah yang mulia, saat ini jumlah pasukan sudah mencapai 250 ribu, dan kekuatan terlemah berada di semesta 3 bintang 6," jawab salah satu pelayan, yang tidak lain adalah Kween Cheng.
"Bagus, jika pasukan sudah mencapai 300 ribu pasukan, kita akn bergerak ke wilayah Utara, lalu ke wilayah timur, selatan dan wilayah tengah, aku ingin menaklukkan satu demi satu wilayah yang ada di alam cahaya ini, semua harus tunduk dibawah perintahku!" ucap Zhuge Liang dengan ambisi besarnya.
"Mohon ampun yang mulia! bagaimana dengan sekte iblis? apa mereka menjadi bagian dari kita?" Kween Cheng bertanya.
"Kita manfaatkan kekuatan sekte iblis, jika aku sudah menguasai seluruh alam cahaya, kita musnahkan sekte iblis, karena alam cahaya hanya akan memiliki satu penguasa, yaitu aku, Zhuge Liang," jawab Zhuge Liang yang hanya ingin memanfaatkan kekuatan sekte iblis.
Yang tidak disadari Zhuge Liang, Patriak sekte iblis, atau biasa di panggil Patriak Miao, dia juga ingin memanfaatkan kekuatan pasukan Zhuge Liang, Patriak Miao juga ingin menguasai alam cahaya dan menjadi satu satunya penguasa alam cahaya.
"Aku khawatir Patriak Miao menusuk dari belakang, dengan kekuatan sekte iblis saat ini, bisa dibilang setara dengan kekuatan yang kita miliki," ucap Kween Cheng yang ragu dengan bergabungnya sekte iblis.
"Tenanglah Kween Cheng! jika patriak Miao berbuat macam macam, aku sendiri yang akan membunuhnya," ucap Zhuge Liang percaya diri.
Untuk masalah kekuatan, kekuatan Zhuge Liang dan Patriak Miao setara, keduanya sama sama memiliki kekuatan ruang hampa 3 garis cahaya, yang mana kekuatan mereka setara dengan keempat kakak seperguruan Qin Fan.
Tapi jika Zhuge Liang sembuh dari luka dalamnya 100%, maka kekuatan nya bisa saja melewati mereka semua, hal itu yang membuat dewa kuno Yo Ko cemas, apalagi Sang Pencipta tidak mengizinkan dewa kuno Yo Ko dan Niu ikut terlibat dalam hal duniawi.
*******
Di tempat lain.
Sebulan kemudian.
akhirnya Qin Fan mencapai pusat wilayah barat, yang mana menjadi markas Zhuge Liang dan pasukannya, sebelum mendekati gerbang kota, Qin Fan mengedarkan aura iblis untuk menyamarkan aura manusianya.
Selesai menyamarkan aura, Qin Fan melenggang kearah gerbang kota, tampak ada banyak pasukan yang berjaga didepan kota, tapi karena merasakan aura iblis yang sangat kuat dari tubuh Qin Fan, para penjaga gerbang membiarkan Qin Fan masuk kedalam kota.
Di dalam kota, Qin Fan melihat dengan jelas, bagaimana pasukan berlalu lalang, semua pasukan memiliki aura iblis yang sangat kuat, selain aura iblis yang sangat kuat, jalanan kota juga terdapat banyak darah yang sudah mengering.
"Saudara?" sebuah suara memanggil Qin Fan.
Qin Fan berhenti dan menoleh kearah suara, dapat dia lihat seorang pemuda tampan sedang melambaikan tangannya.
Pemuda itu kemudian berjalan kearah Qin Fan, selain dia, ada juga beberapa pemuda lainnya yang ikut mendekat.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
__ADS_1