
Keesokan harinya.
Qin Fan mendengar suara keributan diluar, dimana para pasukan berlatih, sehingga mengganggu konsentrasi Qin Fan, Qin Fan pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu berdiri dan keluar kamar.
Diluar kamar, Qin Fan melihat tiga komandan lainnya sedang latih tanding bersama pasukan mereka masing masing, namun latih tanding itu tidak menggunakan energi alam dan hanya menggunakan kekuatan fisik.
"Salam Komandan," pasukan yang berada dibawah pimpinan Qin Fan memberi hormat, saat melihat Qin Fan.
"Salam komandan Qin," ucap salah satu komandan, yang man komandan itu memimpin pasukan semesta 5 bintang 6.
"Salam komandan," balas Qin Fan menangkupkan tangan.
"Bagaimana jika komandan Qin berlatih bersama kami? tapi tidak menggunakan energi alam, kita berlatih hanya dengan menggunakan kekuatan fisik," ucap sang komandan, yang tidak lain adalah Sujie.
"benar komandan Qin, setiap pagi kami latih tanding menggunakan kekuatan fisik, bagaimana jika komandan Qin latih tanding bersama ku?" timpal komandan semesta 5 bintang 8, yang tidak lain adalah Lujao.
Qin Masih tampak sedang berpikir, kemudian dia mengangguk setuju setelah berpikir sebentar.
"Baiklah, aku juga ingin menguji kekuatan fisikku," jawab Qin Fan mengangguk.
Qin Fan kemudian mendekati Lujao, sementara pasukannya bersorak meneriakinya.
"Bagaimana aturannya komandan?" tanya Qin Fan setelah berada didepan Lujao.
"Hanya menggunakan kekuatan fisik, dan siapa yang keluar dari garis ini, maka dia dipijak yang kalah," jawab Lujao sambil menunjuk garis.
"Baiklah," Qin Fan mengangguk paham, lalu dia membuat gerakan, yang mana gerakan itu adalah mengaktifkan teknik tubuh dewa naga tanpa ada yang menyadarinya.
"Bersiaplah komandan Qin!" ucap Lujao, kemudian dia menyerang Qin Fan.
Lujao tidak sadar jika kekuatan fisik Qin Fan berada 3 kali lebih kuat dari kekuatan fisik miliknya, sehingga dia percaya diri dapat mengalahkan Qin Fan, meski begitu, dia tidak bersikap sombong.
Qin Fan dan Lujao pun bertarung tanpa menggunakan energi alam, meski tidak menggunakan energi alam, tapi Qin Fan dan Lujao bertarung dengan sengit, semua orang terkejut dengan kelihaian Qin Fan dan bergerak menyerang dan bertahan.
Memiliki kultivasi semesta 5 bintang 8, tentu Lujao memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat, namun dia tidak bisa membuat Qin Fan kesulitan dalam pertarungan mereka, justru Qin Fan terlihat sangat menikmati pertarungan itu.
Buuuk..
Tinju Qin Fan mendarat telak di dada bidang Lujao, lalu membuat Lujao mundur beberapa langkah hingga mencapai garis yang ditentukan, beruntungnya, Lujao masih bisa bertahan dan tidak keluar garis.
Melihat Lujao masih bisa bertahan diatas garis, Qin Fan bergerak cepat dan ingin mendorong Lujao keluar dari garis, tapi Lujao menyadari hal itu dan dengan bergerak cepat menghindari Qin Fan, namun tanpa Lujao sadari, gerakan yang dibuat Qin Fan itu hanyalah gerakan tipuan.
Karena sebelum Qin Fan sampai diatas garis, sudah lebih dulu sebuah tapak tanpa energi alam kembali mendarat di dada Lujao, lalu mendorong Lujao keluar dari garis.
Pasukan yang dipimpin Qin Fan pun bersorak meneriakkan kemenangan Qin Fan.
"Komandan Qin,"
"Komandan Qin,"
Seru pasukan khusus yang dipimpin Qin Fan menggema di lapangan latihan.
"Selamat komandan Qin, aku kalah darimu," ucap Lujao tersenyum, dia menerima kekalahan nya.
"Terima kasih karena komandan sudah mengalah," balas Qin Fan menangkupkan tangan.
"Mengalah katamu? apa kamu tidak tahu aku kesulitan?" gumam Lujao membatin.
"Selamat komandan Qin," tiba tiba sebuah suara dari arah lain terdengar.
"Hormat kami jendral," semua pasukan berlutut memberi hormat pada sosok pemilik suara kecuali Qin Fan, yang tidak lain adalah Kween Cheng.
"Salam jendral," ucap Qin Fan menyangkut tangan.
__ADS_1
"Bangunlah kalian semua!" ucap Kween Cheng.
"Komandan Lujao, komandan Yizhi, komandan Sujie, komandan Qin, kalian berempat dipanggil menghadap penguasa agung," ucap lanjut Kween Cheng.
"Baik jendral," balas Qin Fan dan ketiga komandan lainnya, lalu mereka pergi ke aula pertemuan.
Hanya butuh beberapa menit bagi mereka untuk sampai di aula pertemuan, lalu kelimanya masuk kedalam.
"Hormat kami penguasa agung," Kween Cheng, Lujao, Yizhi dan Sujie berlutut, sementara Qin Fan tetap seperti yang dia lakukan, hanya menangkupkan tangannya.
Zhuge Liang mengerutkan keningnya dengan apa yang dilakukan oleh Qin Fan, meski begitu, dia menatap tajam Qin Fan.
"Kenapa tidak berlutut?" tanya Zhuge Liang menatap tajam.
"Maafkan aku penguasa! aku tidak berlutut didepan siapapun kecuali kedua orang tua dan juga didepan guruku," jawab Qin Fan tenang.
Meski terlihat tenang, tapi Qin Fan juga sedikit khawatir dalam hati.
Whush..
Gelombang angin melesat kerah Qin Fan, Zhuge Liang mengayunkan tangannya karena murka.
Boom..
Qin Fan terpental dan menabrak dinding aula pertemuan dengan keras.
Whush..
Zhuge Liang kembali mengayunkan tangannya, dan sekali lagi gelombang angin melesat kearah Qin Fan dan melempar Qin Fan keluar aula pertemuan.
"Seret dia masuk!" ucap Zhuge Liang dengan sorot mata yang tajam.
"Baik penguasa," jawab Kween Cheng bergidik, lalu dia keluar dan membawa Qin Fan kembali kedalam.
"Inilah akibatnya jika tidak mau berlutut didepan ku," bisik pelan Zhuge Liang.
"Ukhuk ukhuk," Qin Fan terbatuk karena lehernya di cengkeram Zhuge Liang.
"A-aku ti-tidak a-akan be-berlutut," ucap Qin Fan terbata bata.
Boom..
Qin Fan dilempar dan kembali menabrak dinding aula pertemuan dengan keras.
"Bawa dia di penjara petir abadi! biarkan petir abadi menghancurkan tubuhnya!" perintah Zhuge Liang murka.
"Baik penguasa," hanya itu yang keluar dari mulut Kween Cheng.
Kween Cheng kemudian menyeret Qin Fan keluar dari aula pertemuan, lalu membawa Qin Fan ke dalam ruang bawah tanah, yang mana di penjara itu ada inti petir abadi.
"Kamu terlalu ceroboh komandan Qin," ucap Kween Cheng menggeleng kepala.
"Maafkan aku jendral, tapi aku tidak akan berlutut didepan orang lain, kecuali orang tua dan guru," balas Qin Fan tidak menyesal.
Beberapa saat kemudian.
keduanya sampai dipenjara bawah tanah, dari pintu masuk saja sudah dapat dirasakan aura yang sangat petir yang sangat kuat, yang mana itu adalah petir abadi, petir abadi sendiri berwarna biru.
Saat masuk kedalam penjara, Qin Fan melihat inti petir abadi tersegel diatas kotak kecil, meski tersegel, tapi Qin Fan dapat merasakan kekuatan yang sangat mengerikan dari inti petir abadi itu.
"Apa itu yang dimaksud inti petir abadi, jendral?" tanya Qin Fan menunjuk inti petir abadi.
"Benar komandan Qin, inti petir abadi sendiri memiliki jiwa, sangat susah untuk di kuasai, jika saja tidak disegel, mungkin kota ini sudah dihancurkan," jawab Kween Cheng mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak bisa membantu mu," ucap lanjut Kween Cheng, lalu keluar dari ruang bawah tanah.
"Bagaimana caraku mengambil inti petir abadi itu?" gumam Qin Fan setelah Kween Cheng keluar.
Saat ini Qin Fan berencana mencuri inti petir abadi, dia yakin jika menyerap inti abadi petir, kekuatan serangan petir ya lebih kuat dari sebelumnya, dan bisa juga kultivasi nya meningkat.
Jarak antara Qin Fan dan inti petir abadi tidak terlalu jauh, hanya berjarak 3 ruangan penjara, hanya saja Qin Fan terkurung, sehingga dia tidak dapat mengambil inti jiwa petir abadi.
Tidak menemukan cara, Qin Fan duduk dan menelan pil penyembuhan untuk memulihkan diri, beberapa saat kemudian, membuka mata, tampak dia sudah kembali segar seperti biasanya.
Saat membuka mata, Qin Fan merasakan ada dua aura mendekatinya, dia lantas melihat pintu masuk, dan dapat Qin Fan lihat Lujao dan Yizhi yang masuk.
"Komandan Lujao, komandan Yizhi," Qin Fan berdiri dan menangkupkan tangan.
"Komandan Qin, maaf kami tidak bisa membantu!" ucap komandan Lujao.
"Tidak perlu seperti itu komandan Lujao!" Qin Fan menggeleng kepala.
"Tapi jika komandan berdua ingin membantu, bolehkan aku melihat inti petir abadi itu?" ucap lanjut Qin Fan menunjuk inti petir abadi.
"Maksud komandan Qin?" tnya komandan Yizhi bingung.
"Aku ingin melihat inti petir abadi lebih dekat lagi, jika komandan Lujao dan komandan Yizhi bisa membantu, aku akan memberikan pil yang bisa meningkatkan kekuatan komandan berdua," jawab Qin Fan membujuk, dia tahu kedua komandan itu akan tertarik jika masalah meningkatkan kekuatan.
"Jangan bercanda komandan Qin! bagaimana mungkin komandan Qin memiliki pil yang bisa meningkatkan kekuatan? jikapun punya, tentu komandan Qin sudah menggunakannya," komandan Yizhi tidak percaya begitu saja.
Dengan tenang Qin Fan mengeluarkan 10 butir pil pengikat jiwa.
"Silahkan komandan Yizhi menelan 10 butir pil ini!" ucap Qin Fan tersenyum.
"Pil apa ini komandan Qin? aku baru melihatnya," ucap komandan Yizhi tidak percaya.
"Silahkan telan dan komandan akan tahu!" jawab Qin Fan tetap tenang.
"Baiklah, aku akan mencobanya," komandan Lujao mengambil ke 10 butir pil itu, lalu duduk mengambil sikap lotus dan menelan ke 10 butir pil.
Beberapa saat kemudian.
Boom..
Terdengar ledakan teredam sebanyak 2 kali dari dalam tubuh komandan Lujao, yang menandakan kultivasi komandan Lujao meningkat satu tahap, dari semesta 5 bintang 8 ke bintang 9.
"Benar benar menakjubkan," gumam Lujao setelah mengalami peningkatan kultivasi dan menstabilkan pondasi kultivasi nya.
"Aku juga mau komandan Qin," Yizhi tidak bisa menahan diri saat melihat Lujao naik tingkat.
"Baik komandan Yizhi," jawab Qin Fan tersenyum, kedua komandan sudah masuk dalam jebakannya, Qin Fan kemudian mengeluarkan 10 butir pil pengikat jiwa dan memberikan pada Yizhi.
Yizhi mengambil kesepuluh pil itu dan menelan dan menyerap juga, beberapa saat kemudian, Yizhi juga mengalami peningkatan, tapi Yizhi mengalami peningkatan sebanyak dua tahap, yang awalnya semesta 5 bintang 7, meningkat ke bintang 9.
"Terima kasih komandan Qin," ucap Yizhi bersemangat, Lujao juga terlihat sangat bersemangat.
"Aku sudah membantu komandan Lujao dan komandan Yizhi, sekarang giliran kalian membantu ku," ucap Qin Fan tersenyum, dia belum ingin memberitahu imbas dari pil pengikat jiwa pada keduanya
"Komandan Qin tidak perlu khawatir! nanti malam kami akan kembali kesini," jawab Lujao serius.
"Baiklah, aku tunggu kalian," balas Qin Fan.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...