Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Melarikan Diri


__ADS_3

Malam harinya, Qin Fan dengan tenang menunggu kedatangan komandan Lujao dan Yizhi, tiba tiba dia merasakan dua aura dari luar, tidak beberapa lama, dua aura itu mendekat kearah Qin Fan, yang tidak lain adalah komandan Lujao dan Yizhi.


"Komandan Qin?" komandan Lujao memanggil Qin Fan dengan suara berbisik, lalu dia membuka pintu penjara, ternyata keduanya sudah membuat para penjaga pingsan, karena saat ini mereka berpakaian hitam serta menutup rapat wajah keduanya.


"Komandan Lujao, komandan Yizhi," ucap Qin Fan yang sudah berdiri.


"Sebaiknya kita bergegas sebelum ada yang menyadari!" ucap komandan Lujao khawatir.


"Baik komandan Lujao," balas Qin Fan.


Ketiganya kemudian keluar dari penjara dan mendekati inti petir abadi di ruangan sebelah yang terkunci juga, Lujao kemudian membuka pintu penjara dan ketiganya masuk kedalam.


"Segel lemah," ucap Qin Fan pelan, tapi dapat didengar Lujao dan Yizhi.


Whush..


Rantai petir keluar dari telapak tangan Qin Fan, lalu memilih inti petir abadi, namun inti petir abadi sepertinya memberi perlawanan yang kuat.


Tidak ingin membuang kesempatan, Qin Fan kembali menguatkan lilitan rantai petir dan melilit inti petir abadi.


Treeeng Treeeng Treeeeng


Petir berderak derik kecil didalam penjara bawah tanah.


"Komandan Qin," Lujao dan Yizhi khawatir.


Qin Fan tidak menghiraukan mereka, dia terus berusaha melilit inti petir abadi dan memasukkan kedalam dunia jiwa.


Perlahan inti petir abadi terangkat bersama dengan kotak, Qin Fan kemudian mengirimkan kekuatan yang lebih banyak lagi, bahkan dia sampai berkeringat karena inti petir abadi memberikan perlawanan yang sengit.


Whush..


Setelah inti petir abadi terangkat dan melayang, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan melemparkan inti petir abadi kedalam dunia jiwa.


"Komandan Qin, itu?" Yizhi tidak bisa meneruskan katak katanya, dia hanya menunjuk pusaran angin hitam keemasan didalam ruangan itu.


"Kita keluar," ucap Qin Fan tanpa menghiraukan keterkejutan keduanya.


"Baik komandan Qin," jawab Yizhi tersadar.


Qin Fan kemudian menghapus jejak ketiganya dan meninggal ruang bawah tanah, sepanjang jalan, Qin Fan menghapus jejak mereka dengan teliti.


"Ikuti aku!" ucap Lujao setelah mereka berada diluar ruang bawah tanah.


Lujao kemudian membawa Qin Fan dan Yizhi melalui sebuah lubang yang sudah dia siapkan.


"Siapa disana?" belum juga ketiganya masuk kedalam lubang, sebuah suara berseru pada mereka.


"Cepat masuk!" ucap Lujao panik, Qin Fan dan Yizhi pun buru buru masuk kedalam lubang.


"Penyusup,"


"Penyusup,"


"Penyusup,"


Seru para penjaga yang sudah sadar dari pingsan mereka.


"Kalian pergi duluan! aku akan menyegel lorong ini," ucap Qin Fan setelah berada dalam lorong pelarian.


"Baik komandan Qin, cepat susul kami!" ucap Lujao, lalu dia dan Yizhi meninggalkan Qin Fan.


Whush..


Setelah Lujao dan Yizhi pergi, Qin Fan membuat segel tangan, yang mana itu adalah segel formasi pembunuh dewa dan dilapisi dengan formasi serangan balik, di formasi serangan balik, Qin Fan menggunakan wajahnya dan tiga tetua sekte iblis yang dia lihat 2 hari yang lalu di gerbang istana.


"Hehehe.., bersiaplah sekte iblis! bersiaplah menerima murka Zhuge Liang!" Qin Fan terkekeh setelah memasang formasi serangan balik, lalu dia aktifkan kunci kedua formasi, kemudian menyusul Lujao dan Yizhi yang sudah lebih dulu pergi.

__ADS_1


2 menit setelah Qin Fan pergi.


"Bajingan, lorong ini di segel, cepat hancurkan segel itu!" Kween Cheng yang sudah tiba, dia sangat murka dan memerintahkan penjaga untuk menganjurkan formasi pembunuh dewa.


Slash Slash Slash


Saat para prajurit itu masuk kedalam lorong, mereka di serang puluhan senjata tingkat menengah yang di pasang Qin Fan.


"Aaaarrg," teriak murka Kween Cheng, lalu dia melepaskan tapak iblis kearah formasi pembunuh dewa.


Boom Boom Boom..


Ledakan menggema didepan pintu ruang bawah tanah, tapi formasi pembunuh dewa masih belum tergores sedikit pun.


Boom Boom Boom


Boom Boom Boom


Ledakan terus menggema, Kween Cheng dan beberapa penjaga terus mencoba menghancurkan formasi pembunuh dewa.


Kraaak Kraaak Kraaak


Booom Booom Booom..


Formasi pembunuh dewa retak dan hancur, "Cepat kejar mereka!" perintah Kween Cheng setelah formasi pembunuh dewa hancur.


Para penjaga pun masuk kedalam lorong, lalu di ikuti oleh Kween Cheng dan 2 jendral lainnya yang baru tiba, saat mereka berada dalam lorong dan terjebak dengan formasi serangan balik.


"Bajingan, rupanya kalian sekte iblis," ucap Kween Cheng murka.


"Komandan Qin, ternyata kamu adalah salah satu dari mereka, apa kamu pikir semudah itu mencaritahu rencana kami? asal kalian tahu saja, sekte iblis akan kami musnahkan," ucap lanjut Kween Cheng menatap tajam bayangan Qin Fan.


"Serang dan habisi mereka semua!" seru Kween Cheng dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Boom Boom Boom..


Boom Boom Boom..


"Bajingan, rupanya kalian telah mencuri jurus kami, berani beraninya menggunakan jurus tapak iblis," Kween Cheng semakin murka, dia berpikir jika serangan yang membuat kedua jendral dan para penjaga yang terpental, merupakan serangan dari Qin Fan dan tiga tetua sekte iblis, sehingga dia menuduh mereka mencuri jurus tapak iblis.


"Aaaarrg,"


Whush..


Booom..


Kween Cheng melepaskan tapak kaisar iblis, namun serangan itu juga menyerang balik padanya, alhasil, Kween Cheng juga terpental keluar lorong.


"Bajingan, akan ku bunuh kalian semua," Kween Cheng sudah seperti kesetanan.


Boom Boom Boom..


Kween Cheng, kedua jendral dan para penjaga kembali menyerang, semakin lama semakin banyak jendral dan pasukan khusus yang datang.


"Cepat kejar mereka di bukit pepaya!" seru salah satu jendral yang baru datang, dia tahu ujung lorong yang dimasuki Qin Fan dan kedua komandan berada di belakang bukit kecil yang tidak jauh dari kota.


Para pasukan khusus pun bergerak cepat keluar dari ruang bawah tanah, lalu disusul oleh 10 jendral lainnya, mereka tahu jika Qin Fan dan tiga tetua akan melewati lorong itu.


*******


Di dalam lorong.


"Komandan Qin," ucap Lujao khawatir.


"Aku tidak apa apa komandan Lujao, ayo bawa kami keluar!" balas Qin Fan tenang.


Lujao mengangguk, lalu mereka terus menyusuri lorong, yang mana lorong itu adalah jalan rahasia tuan kota untuk melarikan diri, adapun ujung lorong berada di belakang sebuah bukit kecil yang berjarak 1 kilo meter dari kota.

__ADS_1


Dengan terus bergerak, Qin Fan dan kedua Komandan terus menyusuri lorong rahasia, yang tidak Qin Fan ketahui, Lujao tampak khawatir jika pasukan dan para jendral sudah menunggu mereka di ujung lorong.


Beberapa menit kemudian.


akhirnya Qin Fan dan kedua komandan berhasil keluar dari lorong rahasia.


"Cepat pergi Komandan Qin!" ucap Lujao saat keluar dari lorong rahasia.


"Kalian masuklah! saat ini kalian telah menjadi pelayan ku, maaf sebelumnya, pil yang kalian telan tadi adalah pil pengikat jiwa," ucap Qin Fan merasa bersalah.


"Kami sudah tahu komandan Qin, karena saat kami mengalami peningkatan kekuatan, kami merasakan kekuatan jiwa kami terhubung dengan komandan Qin," jawab Lujao tersenyum.


"Jadi?" Qin Fan tidak meneruskan kata katanya.


"Benar komandan Qin, aku dan komandan Yizhi sudah mengetahuinya, dan kami bersedia menjadi pelayan komandan Qin.


Buuuk..


"Lujao dan Yizhi memberi hormat pada tuan muda," Lujao dan Yizhi menjatuhkan diri dan berlutut.


"Sudah sudah! nanti saja kita bicarakan! yang terpenting sekarang kita pergi dari sini sebelum mereka datang!" ucap Qin Fan khawatir disusul.


"Baik tuan muda," jawab Lujao dan Yizhi, ketiganya pun melayang di udara dan melesat kearah timur, dimana wilayah tengah dan timur berada, tapi sebelum itu, Qin Fan menghapus jejak ketiganya.


Whush.. Whush.. Whush..


Tiga menit setelah Qin Fan dan kedua pelayan barunya pergi, kesepuluh jendral dan ratusan pasukan elite tiba didepan pintu lorong.


"Cepat masuk dan periksa!" perintah salah satu jendral.


"Baik jendral," jawab pasukan khusus, lalu mereka masuk kedalam lorong.


*******


Didepan pintu ruang bawah tanah.


Kween Cheng dan lainnya berhasil menghancurkan formasi serangan balik, dan mereka juga berhasil membunuh bayangan Qin Fan dan tiga tetua sekte iblis, namun saat merasa telah berhasil membunuh, Kween Cheng dan lainnya tidak menemukan mayat Qin Fan dan tiga tetua sekte iblis.


"Bajingan, rupanya mereka telah lebih dulu melarikan diri, kita ditipu dengan ilusi, bajingan," ucap Kween Cheng sangat murka.


"Sekte iblis keparaaaat," Kween Cheng berteriak dengan suara yang sangat keras.


********


Ditempat lain.


Qin Fan, Lujao dan Yizhi terus melayang ke timur, meski sudah lolos, tapi ada tantangan baru bagi Lujao dan Yizhi, keduanya tampak bingung.


"Ada apa Lujao, Yizhi?" tanya Qin Fan yang melihat wajah bingung keduanya.


"Tuan muda, bagaimana cara kami menghilangkan aura iblis ini?" jawab Lujao serius.


Ternyata Lujao dan Yizhi sedari tadi memikirkan aura iblis yang ada dalam tubuh mereka, hal itu yang membuat keduanya khawatir dan juga bingung.


"Kalian tenanglah! aku memiliki cara," ucap Qin Fan tersenyum.


"Benarkah tuan muda?" tanya Yizhi antusias.


Qin Fan tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala.


*********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2