Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Memusnahkan Pemberontak


__ADS_3

Whush.. Whush.. Whush..


Boom Boom Boom


Ying Gong dan para tetua bangsawan Ying mencoba keluar dari formasi penjara, tapi tubuh mereka terpental kembali kedalam.


"Aaaarrg, bajingan, siapa yang bermain main dengan bangsawan Ying?" umpat kesal Ying Gong.


Whush.. Whush.. Whush..


Lin Gu, Lin Du dan Lin Ping melesat masuk kedalam formasi penjara, lalu melepaskan serangan tapak petir dan tombak petir pada pasukan bangsawan Ying dengan sengit.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus bersahutan, lalu mengubah pasukan bangsawan Ying menjadi kabut darah, bersamaan dengan potongan potongan daging yang terus berjatuhan dari atas langit.


"Klan petir?" Ying Gong dan para tetua terkejut, mereka dapat mengenali tapak petir dan tombak petir yang dilepaskan Lin Gu dan dua lainnya.


"Aaaarrg, klan petir keparat," Ying Gong terus mengumpat kesal.


******


Di istana kota.


"Jangan biarkan satu orang pun hidup!" ucap Qin Fan memberi perintah.


Lin Choi dan Lin Chui serta tetua Jian terus melepaskan serangan, para prajurit kota dan pasukan bangsawan Du dibuat putus asa dengan serangan ketiganya.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus menggema, bersamaan dengan banyak prajurit kota dan pasukan bangsawan Du meledak menjadi kabut darah, jika tidak meledak menjadi kabut darah, maka tubuh mereka terpotong potong dan berjatuhan seperti hujan daging.


*******


Dikota mawar.


Luan Ji dan pasukan juga sudah menyerang kota mawar, pertempuran besar terjadi didepan kota, pasukan bangsawan Du dan bangsawan Cho memberikan perlawanan sengit, sehingga pertempuran itu semakin hebat.


"Terus serang dan habisi para pemberontak itu!" seru Lin Ming memberi perintah.


Didalam kota.


"Klan petir sialan, kenapa mereka ikut campur urusan pemerintahan? Aaaarrg," umpat kesal Ju Yan.


"Pertahankan gerbang kota, kalian semua, bantu pasukan yang berada di gerbang!" Ju Yan memberi perintah pada para tetua nya.


"Baik Patriak," jawab para Patriak, lalu mereka melesat kearah gerbang untuk membantu mempertahankan gerbang.


*******


Diwilayah timur.


"Terus serang! mereka hanya menang jumlah, jangan buat Patriak Qin kecewa," Luan Ji juga terus berseru pada pasukan yang dibawa nya.


Boom Boom Boom..


Ledakan demi ledakan terus menggema, lalu membuat banyak murid sekte beruang merah dan sekte harimau putih meledak menjadi kabut darah.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus menggema, mengguncang kota teratai dengan hebat, bersamaan dengan jatuhnya korban dari murid serta tetua dari kedua sekte.


"Klan petir keparat, kenapa kalian ikut campur?" patriak Gui atau Patriak sekte beruang merah terus mengumpat, dia tidak menduga jika klan Lin akan ikut campur dan mengacaukan rencana mereka.


"Apa? Patriak Luan?" setelah mengumpat, Patriak Gui melihat Luan Ji yang memimpin pasukan klan Lin, dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya itu.


"Oh tidak!" Patriak Piong atau Patriak sekte harimau putih sudah ketar ketir.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan Patriak?" Patriak Piong tidak bisa menyembunyikan ketakutan nya.


"Mau bagaimana lagi, kita sudah terlihat," jawab Patriak Gui putus asa.


******


Diwilayah barat.


Qin Fan, Lin Choi dan Lin Chui terus menggempur pasukan istana kota, dalam waktu satu jam, sudah lebih dari pasukan istana dan bangsawan Ju yang dimusnahkan.


Di kediaman bangsawan Ying.


Lin Gu, Lin Du dan Lin Ping juga terus membunuh pasukan bangsawan Ying.


Dengan kekuatan semesta 5 bintang 9, sangat mudah bagi ketiganya melakukan pembantaian, dalam waktu satu jam sejak menyerang, sudah lebih dari separuh juga pasukan bangsawan Ying yang dimusnahkan.


3 Jam kemudian.


setelah melakukan pembantaian selama tiga jam, baik di kota teratai, kota mawar dan kota bintang, ketiga kota itu sudah selesai bertempur, lebih tepatnya pembantaian.


"Geledah semua bangunan dan cari ruang harta penyimpanan!" perintah Qin Fan, Luan Ji dan Lin Ming dari tiga tempat yang berbeda.


Selain mencari gudang penyimpanan harta, ketiganya juga memerintahkan untuk mengumpulkan semua cincin penyimpanan pasukan yang mereka bantai.


*******


Diwilayah selatan.


"Penguasa dan lainnya sudah membantai pasukan dari 3 kota, tinggal giliran kita," Long Shan yang mendapat pesan dari Qin Fan, dia memberitahukan pada para saudaranya.


"Aku tidak sabar membantai klan Xin," ucap Lin Long mengepalkan tangannya.


"Bersabarlah saudara Long! besok giliran kita," balas Long Qe.


Keesokan harinya.


"Bersiap!" seru Long Shan.


Disisi Sebrang.


"Berhenti!" seru Xin Ku, Xin Ku menghentikan pasukannya karena merasakan banyak aura kuat didepan mereka.


Whush.. Whush.. Whush..


Long Shan dan para saudaranya, serta pasukan muncul didepan Xin Ku dan pasukannya.


"Siapa kalian?" dengan tatapan tajam, Xin Ku bertanya.


"Saudara Shan, biarkan aku yang menjawab!" ucap Lin Long.


"Baiklah," balas Long Shan.


Lin Long maju beberapa langkah ke depan, lalu berkata.


"Siapa kami itu tidak penting, dan kedatangan kami kesini tidak lain adalah untuk memusnahkan klan pengkhianat seperti kalian," balas Lin Long santai.


"Apa? memusnahkan kami? hanya dengan jumlah kalian itu? Hahaha.. apa kamu bercanda pak tua?" Xin Ku merasa lucu dengan ucapan Lin Long.


Whush..


Lin Long tidak menghiraukan Xin Ku, tapi dia membungkam mulut Xin Ku dengan mengeluarkan aura semesta 5 bintang 9, lalu di ikuti oleh Lin Hua dan Lin Guan.


Whush.. Whush.. Whush..


Long Shan dan pasukan juga mengeluarkan aura mereka, yang mana 11.500 memiliki kekuatan semesta 4 bintang 1-5, 12 ribu pasukan memiliki kekuatan semesta 4 bintang 5-9.


"Apa?"

__ADS_1


Xin Ku seketika membeku saat melihat kekuatan Lin Long dan semua pasukan yang ada, wajahnya seketika berubah menjadi jelek.


"Pasukan, serang dan habisi mereka! jangan biarkan satu orang pun yang lolos!" seru Lin long tanpa menghiraukan Xin Ku.


Whush.. Whush.. Whush..


Setelah mendapat perintah, pasukan klan Lin dan klan Qin melesat cepat, sementara Lin Long melesat kearah Xin Ku.


Boom Boom Boom..


Ledakan terjadi saat kedua pasukan bertempur, meski kalah jumlah, tapi pasukan yang dibawa Long Shan bukan kaleng kaleng, dengan mudah mereka membantai pasukan klan Xin.


Ditempat pertempuran itu juga, Lin Long sudah mengeluarkan kekuatan puncak nya, alhasil, hanya dengan melepaskan satu serangan, Xin Ku langsung mendapat luka parah, sementara para tetua klan juga bantai oleh Lin Hua dan Lin Guan.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus terjadi, bersamaan dengan potongan potongan daging yang berjatuhan, dan suara jeritan karena anggota tubuh yang terlepas.


Dalam hitungan menit, pasukan klan Xin yang memiliki kekuatan semesta 3 kebawah, dibantai tanpa sisa, sementara pasukan yang berkekuatan semesta 4 masih memberikan perlawanan.


"Jangan biarkan ada yang hidup!" Seru Lin Long menggema diatas langit, saat ini Lin Long membuat Xin Ku menjadi mainan nya, Xin Ku seperti anak kecil yang di tendang kesana kemari oleh Lin Long.


"A-ampuni a-aku tu-tuan!" ucap Xin Ku memohon.


"Apa kamu bilang? diampuni? tidak ada ampunan bagi pengkhianat," ucap Lin Long yang terus menghajar Xin Ku.


Satu jam kemudian.


Pembantaian itu selesai, tidak ada satupun pasukan klan Xin yang hidup, semua dibantai habis, sementara pasukan klan Lin ada lebih dari 500 orang yang terluka, dan ada 50 orang yang tewas.


"kumpulkan mayat mereka dan bakar! sementara kuburkan saudara kalian dengan baik! yang terluka silahkan mundur dan pulihkan diri!" seru Lin Long memberi perintah.


Pasukan klan Lin lalu mengumpulkan mayat mayat pasukan klan Xin, sementara saudara saudari mereka di kuburkan, tapi sebelum itu, cincin penyimpanan yang mereka kumpulkan lebih dulu.


"Bagaimana saudara Shan?" tanya Lin Long.


"Penguasa memerintahkan kita untuk kembali ke klan," jawab Long Shan.


Setelah pertempuran selesai, atau lebih tepatnya pembantaian, Long Shan mengirim pesan jiwa pada Qin Fan, lalu Qin Fan menyuruh mereka semua kembali ke klan.


Satu jam kemudian.


Semua pasukan klan Xin habis dibakar, sementara pasukan klan Lin juga sudah dikuburkan, lalu mereka kembali ke klan Qin.


*******


Dikota bintang.


Setelah membantai pasukan bangsawan Ying dan Ju, Qin Fan, tetua Jian, Lin Gu, Lin Du dan Lin Ping pergi ke ibukota, Qin Fan sangat ingin meremukkan tulang tulang pangeran Liu Wuji.


Seminggu kemudian.


Menjelang malam, Qin Fan dan rombongan sampai di depan gerbang ibukota, selesai mendapatkan pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, ketiganya masuk kedalam dengan santai.


Tidak jauh masuk kedalam, Qin Fan dan rombongan menemukan sebuah penginapan, lalu mereka masuk kedalam dan memesan kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap, satu persatu mereka naik ke kamar.


Seperti biasa.


Qin Fan lebih dulu pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan naik keatas kasur dan menutup mata menyerap energi alam menunggu pagi.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2