Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Pintar Pak Tua


__ADS_3

Di tempat lain.


Lebih tepatnya disebuah kediaman, yang tidak lain adalah kediaman bangsawan Ying, saat ini diadakan pertemuan untuk membahas rencana penyerangan, dikirim utama, duduk seorang pemuda yang terlihat berusia 27-82 tahun, padahal usianya yang sebenarnya adalah 2000-2500 tahun.


"Bagaimana persiapan nya kek?" tanya pemuda dikursi utama, yang tidak lain adalah pangeran Liu Wuji, sang pengkhianat kekaisaran.


"Semua berjalan lancar pangeran, kita tinggal menunggu pasukan dari klan Xin dan klan Yong tiba, saat kedua pasukan tiba, kita mulai lakukan penyerangan," jawab pria paruh baya yang ditanya, yang tidak lain adalah Ying Gong, Patriak bangsawan Ying, sekaligus kakek dari Liu Wuji.


"Lalu bagaimana dengan pasukan bangsawan kelas 2 lainnya? apa mereka juga sudah siap?" tanya lanjut Liu Wuji.


"Semua sudah siap pangeran, lebih jelasnya saudara Ju yang menjelaskan!" jawab Ying Gong melirik Ju Yan, Patriak bangsawan Ju.


"Ampun pangeran! saat ini pasukan dari bangsawan Ju dan bangsawan Cho sudah siap di markas pasukan, kita akan bergerak sesuai rencana, pasukan bangsawan Ying dan bangsawan Du menyerang di gerbang barat,"


"Pasukan bangsawan Ju dan bangsawan Cho menyerang dari gerbang Utara, pasukan sekte beruang merah, sekte harimau putih dan klan Yong menyerang dari gerbang timur, pasukan klan Xin dan klan Su menyerang dari gerbang selatan," jawab Ju Yan menjelaskan rencana penyerangan yang akan dilakukan.


Mereka berencana menyerang ibukota kekaisaran dari empat arah yang berbeda, tujuan mereka adalah memecahkan pasukan istana menjadi kelompok kelompok kecil, karena jika pasukan istana terbagi menjadi kelompok kelompok kecil, maka sangat mudah untuk di taklukkan.


Mengingat pasukan istana hanya berjumlah 250 ribu, yang artinya, setiap gerbang hanya berisikan 62.500 pasukan, sementara gabungan dari dua bangsawan dan dua klan menghasilkan lebih dari 100 ribu pasukan, hal itu akan memudahkan mereka untuk menerobos masuk kedalam ibukota.


Liu Wuji tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu dia bertanya kembali.


"Lalu bagaimana dengan klan Lin, klan Luan dan klan Qin yang menurut rumor jika klan Qin menaklukkan sekte pedang tunggal?" tanya Liu Wuji lagi.


"Ampun pangeran!" ketiga klan itu menolak untuk bergabung, tapi pangeran tidak perlu khawatir! setelah kita menguasai istana, kita serang ketiga klan itu satu demi satu dan menghancurkan nya," jawab Ju Yan percaya diri.


"Sayang sekali, andai saja mereka mau bergabung, akan lebih mudah lagi menaklukkan istana," ucap Liu Wuji sedikit kecewa.


Seharian penuh mereka mendiskusikan rencana penyerangan, Ying Gong dan Ju Yan terus memaparkan rencana yang sudah mereka susun dengan rapi.


*****


Ditempat lain.


Pasukan klan Xin juga sudah bergerak ke istana, lebih tepatnya, mereka bergerak ke arah markas yang dimaksud Ju Yan tadi, klan Xin hanya membawa 50 ribu pasukan saja, yang terdiri dari 15 ribu murid berkekuatan semesta 2 bintang 1-5,


10 ribu murid berkekuatan semesta 2 bintang 6-9, 10 ribu murid berkekuatan semesta 3 bintang 1-5, 10 ribu murid berkekuatan semesta 3 bintang 6-9, 2500 murid berkekuatan semesta 4 bintang 1-5, 2500 murid berkekuatan semesta 4 bintang 6-9,


Selain itu, ada juga 50 tetua tingkat rendah yang berkekuatan semesta 1--3, 30 tetua tingkat tinggi yang berkekuatan semesta 5 bintang 4-5, pasukan itu dipimpin langsung oleh Patriak klan, yang tidak lain adalah Xin Ku.


*******


Waktu terus berlalu.


Tak terasa 10 hari sudah Qin Fan, tetua Jian dan kelima tetua terus membuntuti pasukan klan Yong, saat ini pasukan klan Yong beristrahat disebuah hutan, meskipun memiliki kekuatan yang besar, tapi setelah melakukan perjalanan selama 3 minggu minggu tanpa henti, pasukan klan Yong sedikit kelelahan.


Jumlah pasukan klan Yong adalah 40 ribu saja, yang terdiri dari 10 ribu murid berkekuatan semesta 1 bintang -5, 8 ribu murid berkekuatan semesta 1 bintang 6-9, 8 ribu murid berkekuatan semesta 2 bintang 1-5, 6 murid berkekuatan semesta 2 bintang 6-9, 5 ribu murid berkekuatan semesta 3 bintang 1-5, 3 ribu murid berkekuatan semesta 3 bintang 6-9.

__ADS_1


Selain itu, ada juga 50 tetua tingkat rendah berkekuatan semesta 4 bintang 1-2, 30 tetua tingkat tinggi yang berkekuatan semesta 4 bintang 3-4, mereka di pimpin langsung oleh Patriak klan, yang tidak lain adalah Yong Qi, kekuatan Yong Qi sendiri berada di semesta 4 bintang 5.


Dibelakang masukan klan Yong, Qin Fan dan lainnya terus memperhatikan pasukan klan Yong.


"tetua pelindung, bagaimana jika kita hancurkan saja pasukan klan Yong itu?" ucap tetua Jian berpendapat.


"Aku juga berpikir seperti itu tetua Jian," jawab Qin Fan menganggukkan kepala.


"Kalian tunggu disini!" ucap lanjut Qin Fan, lalu dia melesat kearah pasukan klan Yong.


Beberapa detik berikutnya, Qin Fan susah berada cukup dekat dengan pasukan itu, Qin Fan kemudian membuat segel tangan.


Whush..


Segel tangan terbentuk, lalu berubah menjadi formasi penjara, dalam sepersekian detik, formasi penjara mengurung semua pasukan klan Yong yang sedang menyerap energi alam untuk mengembalikan kekuatan.


Saat formasi penjara sudah mengurung mereka, pasukan klan Yong baru menyadarinya.


Whush..


Yong Qi melesat keluar dari formasi penjara, tapi tubuhnya terpental kembali.


Boom..


ledakan terjadi saat Yong Qi mencoba melesat keluar dari formasi penjara dan melemparnya kembali ke belakang.


Whush.. Whush.. Whush..


Tetua Jian dan kelima tetua lainnya melesat kearah Qin Fan, lalu berhenti dibelakang.


"Tetua Jian, Lin Gu, Lin Du, Lin Ping, Lin Choi, Lin Chui, jika kalian ingin bermain main, inilah saatnya," ucap Qin Fan memberi kode untuk memusnahkan pasukan klan Yong.


"Baik tetua pelindung," jawab tetua Jian.


"Baik tuan," jawab Lin Gu dan keempat tetua lainnya.


Setelah mendapat sinyal dari Qin Fan, tetua Jian dan kelima tetua melepaskan serangan tapak angin dan tapak petir kearah pasukan klan Yong.


Boom Boom Boom..


Ledakan menggema dan mengguncang hutan tempat peristirahatan, bersamaan dengan teriakan kesakitan, serta potongan potongan daging yang berjatuhan seperti hujan.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus menggema dan mengubah pasukan klan Yong menjadi kabut darah, dengan kekuatan tahap semesta 5, sangat mudah bagi tetua Jian dan kelima tetua klan Lin untuk memusnahkan pasukan klan Yong.


"Patriak," ucap salah satu tetua klan Yong yang panik.

__ADS_1


"klan petir sialan, kenapa mereka bisa ada disini," umpat kesal Yong Qi, dia dapat mengenali kelima tetua dari klan Lin, serangan yang dilepaskan kelima tetua adalah salah satu jurus yang dimiliki klan Lin.


"Klan petir keparat, kenapa kalian menyerang kami?" teriak murka Yong Qi.


"Cukup tetua Jian, Lin Gu!" ucap Qin Fan menghentikan mereka.


Whush.. Whush.. Whush..


Qin Fan, tetua Jian, Lin Gu, Lin Du, Lin Ping, Lin Choi dan Lin Chui melesat masuk kedalam formasi penjara.


"Aku harap kamu mau bekerja sama Patriak Yong!" ucap Qin Fan yang sudah berada didalam formasi penjara.


"Kerja sama? kerja sama setelah kamu kalian membunuh banyak murid ku?" balas Yong Qi dengan tatapan membunuh.


"Benar, kerja sama, tewasnya murid murid mu karena kesalahan mu sendiri," balas Qin Fan datar.


"Aku berharap kamu mau menunjukkan markas yang kalian tuju! aku pastikan murid dan juga klan Yong tidak akan musnah jika kamu mau menunjukkan dimana markas para pengkhianat itu, tapi jika kamu menolak, bukan hanya kalian disini yang musnah, tapi juga klan dan seluruh keturunan kalian," ucap lanjut Qin Fan menebar ancaman.


"Apa kamu mencoba mengancam ku bocah?" Yong Qi tidak bisa menerima ancaman begitu saja.


"apa aku terlihat sedang bercanda?"Qin Fan balik bertanya.


Whush.. Whush.. Whush..


Tiga tapak petir melesat kearah tiga tetua yang berada dibelakang Yong Qi.


Boom Boom Boom..


Ketiga tetua meledak menjadi kabut darah begitu saja.


"Aku beri satu kesempatan lagi, jika kamu masih tidak mau bekerja sama, kamu sudah tahu bukan? apa konsekuensi nya?" ucap Qin Fan tersenyum setelah membunuh tiga tetua.


"Patriak," seorang tetua khawatir.


"Apa aku bisa memegang kata katamu?" Yong Qi bertanya ragu.


"Aku tidak pernah menjilat ludah ku sendiri," jawab Qin Fan tenang.


"Baik, aku mau bekerja sama," ucap Yong Qi membuat keputusan, meski terpaksa, tapi itulah keputusan yang harus diambil, karena klan dan seluruh anggota klan dalam ancaman.


"Pintar pak tua," balas Qin Fan mengangguk.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2