Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Musnahnya Pasukan Sekte Pedang Tunggal


__ADS_3

"Apa kamu sudah ingin menyerah bocah?" Ho Aon bertanya pada sosok yang mirip dengan Qin Fan, dia tidak sadar jika itu adalah wujud dari rasa bencinya terhadap Qin Fan.


"Apa kamu tuli bocah? jika kamu ingin mati, baiklah, akan aku kabulkan permintaan mu," Ho Aon sangat kesal karena tidak mendapat balasan dari sosok bayangan itu.


"Dasar bodoh," ucap Qin Fan tersenyum.


"Serang mereka!" di sebrang Qin Fan, Ho Aon memberi perintah pada pasukan nya untuk menyerang belasan bayangan yang mreka kira murid klan Lin.


Boom Boom Boom..


Ledakan menggema dan memekakkan telinga, saat Ho Aon dan pasukannya melepaskan serangan.


Whush Whush Whush..


Baik Ho Aon, para tetua, pelindung sekte maupun murid sekte terpental saat serangan yang mereka lepaskan itu menyerang balik.


"Aaaarrg," Jerit Ho Aon kesakitan.


"Akan ku bunuh kamu bocah," Ho Aon kembali berdiri dan melepaskan serangan tapak tapak hitam kearah sosok bayangan Qin Fan.


Pasukannya juga kembali melepaskan serangan mereka.


Boom Boom Boom..


Whush Whush Whush..


Ledakan yang memekakkan telinga sekali lagi terdengar beruntun, lalu melempar hampir seluruh pasukan sekte pedang tunggal.


"Ini ilusi," ucap seorang tetua yang baru sadar jika yang mereka serang hanyalah bayangan.


Tapi kesadaran mereka sudah terlambat, sudah ada lebih dari 10 ribu pasukan yang tewas oleh serangan mereka sendiri.


"Aaaaaaarrg, bajingan kamu bocah, pengecut, cepat keluar dan hadapi aku!" Ho Aon tidak bisa untuk tidak mengumpat, kekuatan nya dan pasukan sudah terkuras, dia juga sudah kehilangan 30 ribu pasukan dan hampir 20 ribu lainnya terluka, namun belum ada satupun pasukan klan Lin yang berhasil mereka bunuh.


"Ternyata kamu sangat bodoh pak tua, begitu bodohnya Yushao menyerahkan sekte padamu? jika aku jadi Yushao, aku akan memberimu hukuman berat," Qin Fan dibalik ilusi, membalas perkataan Ho Aon yang tampak sangat marah.


"Aaarrg," bajingan kamu bocah, keluar dan hadapi aku!" Ho Aon semakin murka karena di ejek Qin Fan.


"Tenanglah Patriak! jika patriak tidak tenang, kita semua akan terbunih disini," seorang pria paruh baya mencoba menenangkan Ho Aon.


********


Disisi timur.


Pasukan klan Luan berkurang drastis, dimana saat ini pasukan klan Luan hanya tersisa kurang dari 40 ribu, pasukan yang berkekuatan semesta 1 dan 2 tidak ada lagi yang hidup, mereka semua sudah tewas, sementara pasukan berkekuatan semesta 3 dan 4 juga sudah ada beberapa ribu yang tewas dan terluka, hal itu membuat Luan Ji semakin murka.


Beruntung salah satu pelindung klan menyadari jika mereka terjebak dalam sebuah formasi, pelindung klan menebak jika formasi itu adalah formasi serangan balik, karena saat melepaskan serangan, serangan itu justru menyerang mereka sendiri.


"Keluar kamu Lin Ming! hadapi aku secara jantan!" Seru Luan Ji dengan kemarahan yang berapi api.


Luan Ji tidak sadar jika saat ini pasukannya sudah kelelahan, bahkan Luan Ji sendiri juga sudah tampak kelelahan, berulang kali Luan Ji terpental karena serangan nya sendiri.


"Patriak, aku sudah tidak sabar ingin memenggal kepala Luan Ji keparat itu," ucap salah satu pelindung klan.


"Bersabar lah Lin Hong, Luan Ji masih belum mengeluarkan kartu As nya," ucap Lin Ming tenang.

__ADS_1


Lin Ming tahu jika Luan Ji tidak datang begitu saja tanpa adanya dukungan dari belakang, pasti ada orang kuat yang berada di belakangnya.


Boom Boom Boom..


Dugaan Lin Ming tidak salah, setelah Lin Ming menyelesaikan ucapannya, sebuah serangan menganjurkan formasi serangan balik.


Whush.. Whush.. Whush..


Tiga sosok pria sepuh muncul ditengah tengah Luan Ji dan Lin Ming, ketiga pria sepuh menatap tajam pada Luan Ji.


"Bodoh," bentak salah satu pria sepuh.


"Berlutut!" seru Luan Ji.


Seketika semua murid klan Luan berlutut.


"Hormat kami leluhur," ucap Luan Ji dan semua murid maupun tetua dan pelindung klan berlutut.


"Siapa yang menyuruhmu menyerang klan Lin, hah?" pria sepuh kembali membentak Luan Ji, bukan hanya membentak, pria sepuh juga menekan Luan Ji dengan auranya.


"A-ampun leluhur, sa-saya me-membuat pe-perjanjian dengan Ho Aon," jawab Luan Ji terbata bata, dia sangat kesulitan untuk menjawab.


"Ho Aon?" tanya pria sepuh menarik auranya.


"Benar leluhur, saya dan Ho Aon membuat perjanjian, isi perjanjian itu adalah membantu sekte pedang tunggal menyerang klan Lin, jika berhasil memusnahkan klan Lin, klan Luan kan pindah ke Utara dan menjadi klan penguasa di utara, sementara sekte pedang tunggal menjadi penguasa wilayah timur," Luan Ji menjelaskan perjanjiannya dengan Ho Aon, meski begitu, tubuhnya bergidik ketakutan.


"Dasar tidak tahu diri," bentak pria sepuh dengan melambaikan tangannya.


Whush.. Gelombang angin melesat cepat kearah Luan Ji yang masih berlutut.


Boom


Tidak menghiraukan Luan Ji yang kesakitan, ketiga pria sepuh membalikkan badan mereka dan menatap Lin Ming dengan perasaan bersalah.


"Maafkan Luan Ji, tuan muda!" ucap pria sepuh yang melempar Luan Ji.


"Maaf tuan tuan, siapa tuan tuan ini?" tanya Lin Ming penuh selidik.


"Aku Luan Yifeng, dan mereka adalah adik ku Luan Hafeng dan Luan Hushen, kami bertiga leluhur klan Luan," jawab Luan Yifeng menangkupkan tangannya dengan hormat.


Lin Ming sedikit terkejut dengan ketiga pria sepuh didepannya, dia tidak menyangka jika ketiga pria sepuh itu leluhur klan Luan.


Tidak mendapat jawaban dari Lin Ming, Luan Yifeng kembali berkata.


"Sebagai permintaan maaf kami, aku sendiri yang akan memusnahkan sekte pedang tunggal, mohon tuan muda mau memaafkan Luan Ji!" ucap Luan Yifeng lagi, dia merasa jika Ho Aon lah biang keladi nya.


Lin Ming masih tidak bergeming, dia masih berpikir kenapa Luan Yifeng begitu ramah padanya, bahkan terlihat sangat sopan, padahal jika Luan Yifeng mau, hanya dengan lambaian tangan, Luan Yifeng bisa membunuh semua pasukan klan Lin yang ada, termasuk Lin Ming salah satunya.


Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen dulu menjadi pelayan Lin Tian, Lin Chen, Lin Feng dan Lin Dong, selain ketiganya, masih ada Luan Gufeng.


Selain menjadi pelayan, Luan Yifeng dan ketiga saudaranya diajari ilmu beladiri dan cara berkultivasi oleh Lin Tian dan ketiga adiknya, Luan Yifeng dan ketiga adiknya menjadi pelayan Lin Tian dan ketiga adiknya dalam waktu yang sangat lama, kurang lebih 10 milyar tahun.


Karena Luan Yifeng dan ketiga adiknya termasuk jenius, kekuatan mereka meningkat pesat, setelah keempatnya menembus ruang tanpa batas, atau memiliki satu garis cahaya dipunggung, Lin Tian menyuruh keempatnya membangun klan sendiri dan tidak perlu menjadi pelayan lagi.


Awalnya Luan Yifeng dan ketiga adiknya menolak dan tidak mau, keempatnya ingin tetap menjadi pelayan Lin Tian dan ketiga adiknya, tapi karena Lin Tian mengatakan itu perintah, mau tidak mau, Luan Yifeng dan ketiga adiknya hanya bisa patuh.

__ADS_1


Luan Yifeng dan ketiga saudaranya dengan berat hati meninggalkan tuan yang mereka ikuti dalam waktu yang sangat lama itu, lalu keempatnya pergi dari utara ke wilayah timur, dan membangun klan Luan di wilayah timur alam cahaya.


Hingga saat ini, Yifeng dan ketiga adiknya masih menganggap klan Lin adalah klan dan juga rumah mereka, karena banyak kenangan yang mereka tinggalkan di klan Lin, bahkan awal klan Lin di bangun juga keempatnya memiliki keringat saat pembangunan klan, hal itulah yang membuat Luan Yifeng sangat murka, saat Luan Ji memimpin murid klan Luan menyerang klan Lin.


"Aku ingin lihat buktinya," balas Lin Ming datar.


"Baik tuan muda," jawab Luan Yifeng menundukkan kepala.


Whush.. Whush.. Whush..


Selesai mengatakan baik tuan muda, Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen menghilang dari hadapan semua orang.


*******


Disisi Barat.


Qin Fan dan pasukannya sudah keluar dari ilusi dan bertempur dengan pasukan sekte pedang tunggal, sebab Ho Aon dan pasukannya berhasil menghancurkan formasi serangan balik, tapi setelah menghancurkan formasi, kekuatan mereka melemah dan terlihat sangat kelelahan.


Qin Fan dan pasukan pun mulai melakukan pembantaian, meskipun kini jumlah pasukan seimbang, tapi kondisi pasukan klan Lin masih berada dipuncak, sementara pasukan sekte pedang tunggal sangat kelelahan.


Hal itu dimanfaatkan Qin Fan dan pasukan klan Lin, sehingga tidak ada perlawanan berarti dari sekte pedang tunggal, selain itu, Lin Long dan ketiga pelindung klan lainnya juga sudah membunuh empat pelindung sekte, sehingga hanya tersisa empat pelindung saja.


Disisi lain.


Ho Aon menjadi bulan bulanan Lin Hua, Lin Hua membuat Ho Aon seperti bola yang dia tendang kesana kemari dengan sesuka hati, selain kalah kekuatan 2 bintang, Ho Aon juga sudah kelelahan, sehingga Lin Hua sangat menikmati penyiksaan yang dia lakukan pada Ho Aon.


2 Jam kemudian.


Ho Aon dan semua pasukan sekte pedang tunggal tidak ada yang tersisa, semua dibantai habis, habis kedelapan pelindung sekte juga tidak luput dari pembantaian itu.


Setelah pertempuran berakhir, atau lebih tepatnya disebut pembantaian, Qin Fan memerintahkan pasukan untuk mengumpulkan semua cincin penyimpanan, lalu mengumpulkan jasad pasukan sekte pedang tunggal.


Meski pertempuran itu dimenangkan dengan telat, tapi ada juga beberapa ratus pasukan klan Lin yang tewas, mereka adalah murid yang berkekuatan semesta 3, sementara yang mereka lawan adalah para tetua sekte, sehingga ratusan murid klan Lin itu tewas.


Menjelang sore.


Selain semua cincin sudah di pungut, jasad pasukan sekte pedang surgawi juga sudah dibakar, sementara jasad murid klan Lin di kuburkan.


Setelah semua selesai, Qin Fan dan pasukan ingin kembali ke sekte, tapi tiba tiba tiga aura yang sangat kuat serta sangat mendominasi, mendekat kearah mereka.


"Siaga!" seru Qin Lang memberi perintah, saat merasakan tiga aura kuat mendekat.


Pasukan yang tampak kelelahan itu kembali bersikap siaga, tidak berselang lama.


Whush.. Whush.. Whush..


Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen muncul didepan Qin Fan dan pasukan.


"Siapa kalian? jangan halangi jalan kami!" Qin Fan bersikap siaga dan menatap tajam Luan Yifeng dan kedua saudaranya.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2