
"Maafkan kami anak muda, aku dan kedua saudara ku tidak berniat menghalangi jalan kalian, kami datang kesini untuk memusnahkan pasukan sekte pedang tunggal, tapi kami terlambat," balas Luan Yifeng menangkupkan tangannya dengan hormat.
"Memusnahkan pasukan sekte pedang tunggal?" tanya Qin Fan mengerutkan kening.
"Benar anak muda," jawab Luan Yifeng mengangguk.
"Ampun leluhur! sepertinya ketiga orang itu tidak asing bagiku," suara Lin Long terdengar dikepala Qin Fan.
"Kamu mengenal mereka Lin Long?" tanya Qin Fan melalui telepati.
"Benar leluhur, jika aku tidak salah ingat, mereka adalah Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen, ketiganya adalah bekas pelayan leluhur Tian dan lainnya," jawab Lin Long yang ingat dengan wajah Luan Yifeng dan kedua adiknya.
"Kamu yakin Lin Long?" tanya Qin Fan serius.
"Aku sangat yakin leluhur, meskipun sudah ratus milyar tahun tidak bertemu, tapi aku masih ingat dengan wajah mereka," jawab Lin Long serius.
Qin Fan lalu memandang Luan Yifeng dan kedua adiknya bergantian, meski ragu, Qin Fan juga penasaran.
"Maaf tetua! apa benar tetua bertiga adalah bekas pelayan kak Tian, kak Chen, kak Feng dan kak Dong?" tanya Qin Fan yang sangat penasaran.
Bagaimana bisa keempat kakak seperguruan nya memiliki pelayan sekuat itu, bahkan Qin Fan tidak bisa melihat tingkat kultivasi mereka.
Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen terkejut ketika Qin Fan memanggil keempat bekas tuan mereka dengan sebutan kakak.
"Maaf anak muda! kenapa kamu menyebut tuan Tian dan lainnya kakak?" Luan Yifeng tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
"Jawabannya simpel, mereka adalah kakak ku," jawab Qin Fan malas.
"Lin Long, bawa pasukan dan kembali ke klan!" ucap lanjut Qin Fan memberi perintah.
"Baik leluhur," jawab patuh Lin Long, lalu dia memimpin pasukan dan kembali ke klan, sementara Qin Fan masih tidak beranjak dari tempatnya.
"Siapa namamu anak muda? jangan mengaku ngaku sebagai adik dari tuan Tian! tuan Tian dan lainnya tidak memiliki adik," Luan Yifeng tidak percaya begitu saja, bagaimana mungkin Lin Tian, Lin Chen, Lin Feng dan Lin Dong yang berusia ratus milyar tahun, memiliki seorang adik yang baru lahir kemarin sore.
"Apa aku terlihat sedang bercanda?" tanya balik Qin Fan yang sedikit kesal.
Sebelum Luan Yifeng kembali menanggapi, tiga aura yang tidak kalah kuat dari Luan Yifeng dan kedua adiknya mendekati tempat itu.
Whush.. Whush.. Whush..
Tiga sosok muncul tidak jauh dibelakang Luan Yifeng dan kedua adiknya, atau lebih tepatnya didepan Qin Fan, ketiga sosok itu terlihat sangat murka, ketiganya murka karena pasukan sekte pedang tunggal dibantai dan mayat mereka dibakar.
"Pelayan rendahan, siapa yang melakukan ini?" salah satu dari tiga sosok bertanya pada Luan Yifeng dengan sorot mata yang tajam.
"Jaga sikapmu Ho Gian! atau ku robek mulut mu?" balas Luan Yifeng yang tidak mau kalah, dia merasa sangat tersinggung karena disebut pelayan rendahan.
"Oh.. rupanya si tua Lin Tian tidak menjadikan mu pelayan yang baik, baiklah, aku akan menggantikan si tua Lin Tian untuk mendidik mu," balas salah satu sosok, yang tidak lain adalah Ho Gian, leluhur sekte pedang tunggal.
Whush..
Sebuah tapak melesat kearah Luan Yifeng dengan kecepatan ektrim, saat Ho Gian melepaskan serangan.
Luan Yifeng dan kedua adiknya tidak tinggal diam, ketiganya bekerja sama membentuk sebuah perisai.
"Perisai kura kura," Seru Luan Yifeng, lalu muncul sebuah perisai transparan berbentuk punggung kura kura dan melindungi ketiganya
__ADS_1
Boom Boom Boom..
Ledakan besar menggema diatas lembah, lalu membuat lembah terguncang oleh ledakan itu.
Whush.. Whush.. Whush..
Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen terpental ratusan an meter kebelakang, lalu menabrak tebing yang berada di lembah dengan dengan keras.
Bukan hanya Luan Yifeng dan kedua adiknya yang terpental, Qin Fan juga terpental sangat jauh, bukan lebih jauh dari Luan Yifeng dan kedua adiknya.
Qin Fan terpental karena terkena imbas dari ledakan yang terjadi saat tapak yang dilepaskan Ho Gian, berbenturan dengan perisai kura kura yang dibuat Luan Yifeng dan kedua adiknya.
Boom Boom Boom..
Tubuh Qin Fan, Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen menabrak tebing lembah dengan dahsyat, lalu membentuk kawah kawah kecil dimana tubuh mereka jatuh.
"Ukhuk ukhuk,"
Qin Fan memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, dia merasakan dadanya seperti diremuk.
Whush..
Ho Gian kembali melesat kearah Luan Yifeng dan kedua adiknya.
"Katakan siapa yang membantai pasukan sekte ku!?" Ho Gian berteriak marah setelah berada diatas kawah kecil, dimana Luan Yifeng dan kedua adiknya ada didalamnya.
"Kakak, ternyata Ho Gian sudah memiliki 2 garis cahaya," ucap Luan Hafeng serius, dia merasakan jika kekuatan asli Ho Gian adalah dua garis cahaya, tapi dia menekan kekuatan nya.
"Aku juga tidak menyangka dia dapat melewati kita, tapi bukan berarti dia dapat berbuat banyak pada kita," jawab Luan Yifeng tenang.
"Jika kita terdesak, aku akan minta bantuan tuan Tian," jawab Luan Yifeng yang masih tetap tenang.
"Tapi bukankah bukan kita yang memusnahkan pasukan sekte pedang tunggal? kenapa kita yang menanggung kemarahan Ho Gian? katakan saja bocah itu yang melakukannya, lagipula, bocah itu tidak mungkin adik dari tuan Tian," balas Luan Hafeng yang masih tidak percaya.
"Adik atau bukan, yang jelas klan Lin yang menghancurkan pasukan sekte pedang tunggal, apa kita hanya diam saja jika ketiganya pergi ke klan Lin?" balas Luan Yifeng kesal, dia tidak mempermasalahkan siapa yang memusnahkan pasukan sekte pedang tunggal.
"Jika kalian masih menganggap tuan Tian adalah tuan, mari kita hadapi Ho Gian dan lainnya!" ucap lanjut Luan Yifeng, lalu ketiganya melesat keluar.
Whush.. Whush.. Whush..
Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen melesat keluar dari dasar kawah, lalu ketiganya melayang tepat didepan Ho Gian.
"Aku tidak menyangka kamu sudah memiliki dua garis cahaya Ho Gian," ucap Luan Yifeng datar.
"Hahaha.. apa sekarang kamu sudah takut pelayan rendahan?" balas Ho Gian tertawa lepas.
"Bajingan, sekali lagi kamu merendahkan kami, aku robek mulut mu yang busuk itu," ucap Luan Hushen kesal.
"Apa yang bisa dilakukan pelayan rendahan seperti mu, hah? Hahaha..," Ho Gian masih tetap tertawa lepas, dia tidak menganggap Luan Yifeng dan kedua adiknya sama sekali.
Disisi lain.
Qin Fan sudah lebih baik, dia sudah menelan pil penyembuhan dan menyembuhkan luka dalam yang dia alami.
Whush..
__ADS_1
Qin Fan melesat keatas, 500 meter didepan, Qin Fan melihat dan mendengar Ho Gian dan Luan Yifeng berbalas pantun.
Didepan Qin Fan.
"Kakak, kita habisi bajingan ini!," Luan Hushen sangat kesal karena terus menerus disebut pelayan rendahan.
"Formasi Cincin Naga," Seru Luan Yifeng memberi aba aba.
Luan Yifeng, Luan Hafeng dan Luan Hushen lalu membuat gerakan tangan, kemudian muncul segel dari masing masing tangan.
Whush.. Whush.. Whush..
Segel terdorong keatas saat ketiga saudara mendorong tangan keatas, lalu terbentuklah sebuah segel berbentuk naga dan mengurung pergerakan Ho Gian, bahkan Ho Gian sulit untuk menggerakkan tubuhnya.
"Tapak Naga Es," Seru Ho Gian, lalu dia berusaha mengalirkan elemen Es ke telapak tangan, ketika elemen Es berputar putar di telapak tangannya, Ho Gian mendorong elemen Es kedepan, lalu membentuk seekor naga transparan.
Whush...
Sang naga Es melesat kearah dinding formasi cincin naga dan melepaskan tapak naga Es.
Boom Boom Boom
Ledakan keras terjadi dan menggema diatas lembah, lalu mengguncang lembah dengan sangat dahsyat.
Whush Whush Whush
Sapuan gelombang angin dengan kecepatan ektrim menerjang apa saja yang ada didasar lembah.
Bukit bukit kecil yang tadinya berdiri kokoh, seketika hancur menjadi debu, lalu debu itu beterbangan kemana mana, sehingga pandangan pun menjadi kabur.
Whush.. Whush.. Whush..
Qin Fan, Luan Yifeng, Luan Hafeng, Luan Hushen dan Ho Gian terpental dengan kecepatan yang sangat ekstrim.
Lalu menabrak dasar lembah dengan sangat ekstrim, bahkan dasar lembah tercipta banyak kawah kawah kecil.
Serangan Tapak Naga Es yang dilepaskan Ho Gian, langsung menghancurkan Formasi Cincin Naga yang dibuat ketiga Luan.
Selain mengguncang lembah, ledakan dari beradunya dua kekuatan besar itu juga menggetarkan klan Lin yang berjarak satu hari dari lembah.
"Leluhur Qin," Lin Long yang sedang memimpin pasukan untuk kembali, seketika berhenti saat merasakan melihat ada guncangan di beberapa bukit kecil disekitarnya, dia teringat dengan Qin Fan yang bersama tiga Luan bersaudara.
"Saudara Guan, saudari Hua, kalian bawa pasukan kembali, aku akan kembali ke lembah," ucap Lin Long mengkhawatirkan Qin Fan.
"Baik saudara Long," balas Lin Guan dan Lin Hua.
Lin Long lalu melesat kembali ke lembah, sementara Lin Guan dan Lin Hua terus membawa pasukan ke klan Lin.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1