Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Mendapat Undangan Kaisar Liu Bei


__ADS_3

Saat ini Qin Fan masih berada di kota yang sama, yaitu kota kunyit, selama 2 minggu di kota kunyit, Qin Fan membangun kembali istana kota, selain membangun kembali istana kota, Qin Fan juga membantu penduduk kota yang rumahnya hancur.


Masing masing rumah dia berikan bantuan 150 koin emas untuk direnovasi, sehingga kota kunyit tampak hidup seperti sebelumnya, bahkan bisa dibilang lebih ramai lagi, pasalnya, selain membangun istana kota dan membantu para penduduk kota, Qin Fan juga membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk kota.


Selain itu, Qin Fan juga membuka laham pertanian bagi penduduk kota, dimana Qin Fan membuka ladang pertanian untuk di tanami beras, gandum dan juga jagung, sehingga penduduk kota yang hidupnya pas-pasan, mereka dapat menanam dan akan menghasilkan padi, gandum dan juga jagung.


Karena Qin Fan membangun istana kota dan melakukan banyak hal, para penduduk kota kunyit mengangkat Qin Fan sebagai tuan kota yang baru, tapi Qin Fan menolaknya, Qin Fan meminta para penduduk kota untuk memilih bangsawan yang paling baik menurut penduduk kota.


6 bulan kemudian.


Tanpa terasa 6 bulan telah berlalu, selama enam bulan, Qin Fan terus membantu penduduk kota dan desa di seluruh wilayah selatan dan membangun kembali istana kota yang sudah dihancurkan Zhuge Liang dan Patriak Miao.


Seperti yang dilakukan Qin Fan di kota kunyit, dia juga membuka ladang pertanian untuk penduduk kota, selain itu, Qin Fan juga merekrut prajurit baru untuk menjadi prajurit kota.


Meski Qin Fan meminta setiap tuan kota dan para penduduk kota untuk tetap setia pada kaisar Liu Bei, para tuan kota baru dan penduduk kota di wilayah selatan mengatakan jika tuan mereka adalah Qin Fan, bagi semua penduduk dan tuan kota di seluruh wilayah selatan, Qin Fan adalah dewa penyelamat mereka.


Belum pernah kaisar Liu Bei, putra mahkota Liu Mao ataupun pangeran Liu Wuji melakukan hal yang dilakukan Qin Fan, hal itu membuat mereka semua sangat menghormati Qin Fan.


Meskipun Qin Fan tidak ingin diperlakukan dengan hormat seperti itu, tapi dalam hati dia merasa senang, Qin Fan senang karena perlahan dia mulai mengambil hati seluruh rakyat wilayah selatan.


Sehingga ketika dia menjadi penguasa di alam cahaya, tidak ada tuan kota atau rakyat yang berkhianat padanya, apalagi setiap kota dia tempatkan 5 orang pasukannya yang memiliki kultivasi semesta 5 bintang 9 sebagai pelindung kota.


Saat ini Qin Fan berada di sebuah penginapan yang ada di kota tua, yang mana kota tua adalah kota yang berada di dekat perbatasan wilayah selatan dan wilayah tengah, Qin Fan tidak ingin berada di istana kota, padahal jika mau, dia bisa menjadi terhormat di kota tua.


Saat dengan menutup mata menyerap energi alam, Qin Fan merasakan beberapa aura mendekati kamar yang dia tempati, lalu membuka mata dan menunggu ketukan pintu dari luar, sepersekian detik berikutnya, terdengar suara ketukan pintu.


"Siapa? ada apa?" tanya Qin Fan tanpa basa basi setelah terdengar ketukan pintu.


"Pelayan tuan muda! maaf mengganggu! ada yang mencari tuan muda," ucap pelayan memberitahu.

__ADS_1


"Suruh mereka masuk!" balas Qin Fan.


"Baik tuan muda," jawab pelayan, lalu dia mempersilahkan beberapa sosok itu masuk kedalam.


"Salam tuan muda," ucap suara yang baru masuk, yang tidak lain adalah jendral Xiaomi, jendral Giwang dan tiga jendral besar lainnya.


"Salam jendral, silahkan duduk!" balas Qin Fan menangkupkan tangan dengan hormat.


"Terima kasih tuan muda," ucap jendral Giwang, lalu kelima jendral besar duduk di kursi yang ada didalam kamar.


"Tuan muda," panggil jendral Xiaomi ragu.


"Bicaralah jendral!" ucap Qin Fan tersenyum.


"Kami sudah mendengar apa yang tuan muda lakukan di wilayah selatan ini, dan untuk menghormati yang semua tuan muda lakukan, yang mulia mengundang tuan muda ke istana," ucap jendral Xiaomi menyampaikan tujuan mereka.


Saat mendengar kaisar Liu Bei mengundangnya ke istana, Qin lalu tersenyum dalam hati, tentu saja Qin Fan akan menghadiri undangan itu, tapi Qin Fan pergi ke istana bukan dengan tujuan menghadiri undangan kaisar Liu Bei, tapi menyeret pangeran Liu Wuji.


"Aku akan menghadiri undangan itu, tapi jika hanya mengundang ku ke istana, kenapa kalian begitu banyak yang kesini?" ucap Qin Fan memenuhi undangan, hanya saja dia bingung karena kelima jendral besar datang mengundangnya.


"Tidak ada apa apa tuan muda, kami hanya ingin bertemu dengan tuan muda, kami penasaran dengan nama yang selalu di bicarakan masyarakat, kami penasaran apa ada nama Qin Fan yang lain atau bukan," jawab jendral Giwang menjelaskan.


"Baiklah, kalian kembalilah! aku akan ke istana setelah urusan ku selesai," ucap Qin Fan mengangguk.


"Baik tuan muda," jawab jendral Giwang, lalu memberikan sebuah lencana emas, yang mana lencana itu adalah lencana tamu kehormatan istana.


Qin Fan kemudian mengambil lencana dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanan, lalu kelima jendral besar pamit dan kembali ke istana.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan keluar penginapan dan pergi ke gerbang utara kota, sepanjang jalan, setiap penduduk kota yang dia temui, semua menundukkan kepala dan menyapa Qin Fan dengan hormat.


Meski tidak suka dengan penghormatan seperti itu, Qin Fan tetap bersikap ramah pada semua orang, bahkan saat tiba di gerbang kota pun para prajurit kota berlutut memberi hormat padanya, sehingga membuat Qin Fan seperti dewa di mata mereka.


Qin Fan kemudian keluar kota dengan perasaan haru, dia sangat terharu karena semua kota di wilayah selatan sangat menghormati nya dengan tulus, tidak ada paksaan sama sekali.


Setelah melewati gerbang kota cukup jauh, Qin Fan melayang di udara dan melesat dengan kecepatan sedang ke arah wilayah tengah, saat diperjalanan, Qin Fan merasa bosan, sehingga dia mengeluarkan keempat gadis cantik untuk menemani perjalanan nya.


Whush.. Whush.. Whush..


Satu persatu keempat gadis cantik muncul didepan Qin Fan.


"Saudara Qin," ucap keempatnya tersenyum.


"Temani aku ke istana! yang mulia kaisar mengundang ku kesana," ucap Qin Fan menyampaikan maksudnya.


"Ke istana kekaisaran?" tanya Chua Chua dengan mata berbinar binar.


"Benar saudari Chua Chua," jawab Qin Fan tersenyum.


"Lalu tunggu apa lagi? sudah lama aku ingin melihat ibukota," ucap Chua Chua bersemangat.


Ketiga gadis lainnya bersama Qin Fan menggeleng kepala melihat tingkah Chua Chua, lalu kelimanya melesat pergi.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2