Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Berbelanja


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama dua minggu, menjelang siang, Qin Fan dan keempat gadis tiba dikota pertama wilayah tengah, meskipun kota itu berada didekat perbatasan wilayah, tapi kota dekat perbatasan itu cukup besar.


Setelah mendarat, kelimanya berjalan kearah kota, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba didepan gerbang kota, selesai diperiksa dan membayar pajak masuk kota, Qin Fan keempat gadis masuk kedalam kota.


"Berhenti kalian!" tiba tiba sebuah suara dari belakang menghentikan Qin Fan dan keempat gadis.


Mereka berlima berhenti dan membalikkan badan, saat membalikkan badan, kelimanya dapat melihat seorang pemuda berjalan kearah mereka, selain pemuda, ada juga lima pria paruh baya yang mengawalnya dari belakang.


"Aku menginginkan mereka, serahkan mereka padaku!" ucap pemuda saat berada tidak jauh didepan Qin Fan dan keempat gadis.


Qin Fan dan keempat gadis mengerutkan kening mereka, kelimanya merasa lucu dengan entah itu perintah atau sebuah permintaan pemuda.


"Maaf saudara! apa maksud saudara menginginkan mereka?" tanya Qin Fan mengerutkan keningnya.


"Apa kamu tidak paham? aku ingin mereka menemani ku malam ini, cepat serahkan mereka padaku!" balas pemuda meninggikan suara.


"Hahaha.."


Qin Fan dan keempat gadis tidak bisa menahan tawa mereka, kelimanya merasa lucu dengan perintah pemuda, menginginkan empat wanita untuk menemaninya nanti malam.


"Ambil saja jika kamu mampu!" tantang Qin Fan.


"Apa yang bisa kami lakukan padanya saudara Qin?" tanya Yuyu melalui telepati.


"Lakukan saja sesuka hati! aku tunggu di penginapan," jawab santai Qin Fan, lalu membalikkan badan dan masuk kedalam kota.


Setelah Qin Fan pergi, Yuyu tersenyum pada pemuda, lalu dia berkata.


"Bukannya kamu menginginkan kami berempat? kenapa diam saja disitu? sini mendekat!" ucap Yuyu manja.


Jiyi, Chua Chua dan Gi Gi tidak bisa menahan tawa mereka saat Yuyu membuat suara manja seperti seorang janda yang haus akan kasih sayang pria.


"Ambil bayaran mu!" seru pemuda melihat kearah Qin Fan, lalu melempar sekantong koin perak.

__ADS_1


Mendengar pemuda berseru padanya, Qin Fan menghentikan langkah kaki dan kembali membalikkan badan, dia menatap lekat lekat pemuda dengan heran.


"Aku beri kesempatan padamu, pergi dari sini dan jangan ganggu aku dan keempat saudari ku! atau kamu akan menyesal," ucap Qin Fan tenang, namun kata katanya mengandung ancaman.


"Apa kamu mengancam ku pemuda bodoh? apa kamu tidak tahu siapa a," belum sempat menyelesaikan ucapannya, kepala pemuda sudah meledak menjadi kabut darah.


Diam diam Qin Fan mengeluarkan petir transparan dan meledakkan kepala si pemuda sombong.


"Tuan muda," seru kelima pria paruh baya yang mengawal nya, kelimanya sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, tiba tiba kepala tuan muda mereka meledak tanpa ada yang menyentuhnya.


"Siapa yang membunuh tuan muda Su? cepat katakan?" salah satu pria paruh baya mengitari pandangan nya, terlihat jelas niat membunuh yang sangat kuat dari pria paruh baya itu.


Tidak menghiraukan pria paruh baya, Qin Fan dan keempat gadis masuk kedalam kota, hal itu membuat kelima pria paruh baya semakin murka, gara gara mereka, tuan muda mereka tewas.


"Bajingan kalian, mau lari kemana kalian?


Whush..


Bentak salah satu pria paruh baya, lalu melesat kearah Qin Fan dan keempat gadis.


Whush..


Whush..


Sapuan angin melesat kearah pria paruh baya dan melemparnya hingga menabrak salah satu dinding bangunan.


Boom..


Ledakan kecil terjadi saat tubuh pria paruh baya menghantam dinding bangunan dan menghancurkannya, semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat, pria paruh baya yang berkekuatan semesta 5 bintang 5 diterbangkan hanya dengan lambaian tangan saja.


"Sekali lagi aku peringatkan, jangan ganggu kami!" ucap Qin Fan menatap tajam keempat pria paruh baya lainnya.


Keempat pria paruh baya masih mematung, kini mereka sadar jika pemuda yang mereka singgung itu bukan sosok yang bisa mereka singgung


"Ba-baik tuan muda," jawab keempat pria paruh baya setelah sadar.

__ADS_1


"Jika masih ada yang mengganggu kami, aku pastikan klan atau sekte kalian akan rata dengan tanah," ucap Qin Fan mengancam, lalu berbalik masuk kedalam kota.


"Saudara Qin, bagaimana jika kita jalan jalan lebih dulu? aku bosan karena latihan dan latihan terus," ucap Chua Chua sedikit manja.


"Benar saudara Qin, aku tidak pernah sebebas ini," timpal Gi Gi.


Mendengar dua gadis cantik yang sudah dia anggap saudara mengeluh, Qin Fan hanya bisa mengangguk setuju, lalu kelimanya terus berjalan ke pusat kota dan melewati penginapan disamping kanan mereka.


30 menit kemudian.


Qin Fan dan keempat gadis cantik tiba di pusat kota, Qin Fan memberikan mereka masing masing 200 ribu koin emas untuk mereka belanjakan.


Tampak Chua Chua dan Gi Gi yang paling senang diantara keempat gadis cantik, selama ini mereka tidak pernah berbelanja dengan bebas seperti itu, apalagi dengan jumlah uang yang banyak, tentu membuat Chua Chua dan Gi Gi sangat senang.


Dengan sabar Qin Fan menemani keempat gadis cantik berbelanja, mereka masuk dari satu toko ke toko yang lain, tidak ada toko pakaian yang mereka lewati, semua toko pakaian yang ada dipusat kota, semua mereka masuki dan membeli hanfu, tidak lupa mereka juga membeli 5 stell hanfu pria untuk Qin Fan.


Setelah berbelanja di toko toko pakaian, Qin Fan dan keempat gadis cantik masuk ke salah satu toko perhiasan, dimana toko perhiasan itu menjual berbagai macam perhiasan, dimulai dari kalung, anting, gelang dan juga jepit rambut.


Semua perhiasan dibuat dengan bahan khusus, selain dengan khusus, perhiasan perhiasan itu juga di pasangi semacam segel untuk melindungi pemakainya.


"Selamat datang di toko kami tuan muda, nona nona muda, silahkan pilih perhiasan disini! semua perhiasan disini dibuat dari bahan khusus," ucap pelayan toko dengan ramah.


"Terima kasih nona," balas Qin Fan yang juga ramah.


"Kenapa ada orang miskin disini?" tiba tiba sebuah suara dari dalam toko, lalu muncul seorang wanita muda dengan menggunakan jubah berwarna merah muda, yang tidak lain adalah nona muda bangsawan Chiu, atau dengan nama lengkap Chiu Yien.


"Usir mereka! aku tidak ingin ada orang miskin yang berada disini," ucap wanita muda sekali lagi.


Dia berpikir Qin Fan dan keempat gadis adalah orang miskin, karena pakaian mereka hanya biasa biasa saja, yaitu pakaian murid sekte, dimana bahan kain yang ditenun adalah bahan dari kelas biasa biasa saja.


"Maaf nona muda! tapi," ucap pelayan toko ragu, pelayan tahu jika pelanggan adalah raja, tidak mungkin dia mengusir Qin Fan dan keempat gadis, tapi nona muda bangsawan Chiu ngotot ingin pelayan itu mengusir mereka.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2