
Whush..
Muncul sesosok pria sepuh berambut putih panjang menjuntai kebawah, yang tidak lain adalah leluhur Tian, meski aura nya sangat kuat dan mendominasi, tapi aura itu sangat menenangkan semua orang yang ada di dalam aula pertemuan.
"Hormat kami leluhur," semua orang kecuali Qin Fan, berlutut memberi hormat.
"Bocah? kenapa kamu memanggilku?" leluhur Tian menatap tajam Tian Tie.
"Salam senior, akulah yang memecahkan giok jiwa," Qin Fan membuka suara memberi hormat pada leluhur Tian, tidak lupa dia juga menangkupkan tangan dengan hormat.
"Siapa kamu bocah? kenapa memanggil ku senior?" leluhur Tian membalikkan badannya dan menatap tajam Qin Fan.
"Aku Lin Qin Fan, adik dari kakak Lin Tian, kakak Lin Chen, kakak Lin Feng dan kakak Lin dong," ucap Qin Fan mengenalkan nama dengan menggunakan klan Lin.
"Hahaha.. apa kamu mencoba membohongi ku bocah? si tua Lin berempat tidak memiliki adik, jangan mengaku ngaku kamu, bocah!" leluhur Tian tidak percaya begitu saja, setahunya, Lin Tian dan lainnya tidak memiliki adik kelima.
Whush.. Whush.. Whush..
Tanpa banyak kata, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa, saat gerbang dunia jiwa terbuka dan memperlihatkan pusaran angin hitam keemasan, semua orang termasuk leluhur Tian waspada.
Whush.. Whush.. Whush..
Lin Gu, Lin Du, Lin Ping, Lin Choi dan Lin Chui keluar dari dunia jiwa.
"Tuan," ucap kelima nya memberi hormat.
"Kamu kenal dengan senior itu?" ucap langsung Qin Fan menunjuk leluhur Tian, yang tidak lain adalah Tian Lu.
"Kami mengenalnya tuan, Tian Lu adalah leluhur sekte pedang surgawi," ucap Lin Gu menjawab, karena memang kelimanya mengenal sosok Tian Lu.
"Ada apa ini? kenapa pelindung klan Lin berada disini? dan kenapa kalian memanggilnya tuan?" Tian Lu masih tidak mengerti dengan apa yang ada didepannya, begitu juga dengan yang lain, hanya tetua Jian saja yang tersenyum senyum sendiri.
"Maaf leluhur! yang dikatakan tetua pelindung memang benar, tetua pelindung adalah adik dari leluhur Lin Tian dan lainnya, aku sendiri saksinya, selain aku, ada juga tetua pertama dan tetua keempat," untuk meyakinkan Tian Lu, tetua Jian membuka suara.
Tian Lu tidak langsung menjawab, dia menatap Qin Fan dan mencoba mengukur kekuatan nya, saat dia melihat kekuatan dan usia tulang Qin Fan, Tian Lu sangat terkejut, bagaimana tidak? usia Qin Fan baru 30 tahun, tapi sudah memiliki kekuatan ruang hampa satu garis cahaya biru diatas punggungnya.
"Dimana si tua Lin bersaudara?" Tian Lu langsung percaya setelah mengukur kekuatan Qin Fan, jika bukan adik dari keempat leluhur klan Lin, tidak mungkin Qin Fan memiliki kekuatan sebesar itu diusia yang masih sangat belia untuk dunia kultivator.
"Aku sendiri tidak tahu dimana kakak berada, kami terakhir kali bertemu satu tahun yang lalu," jawab Qin Fan jujur.
"Lalu apa alasan mu pecahkan giok jiwa? dan kamu bocah Tie, kenapa giok jiwa bisa berada ditangannya?" tanya Tian Tie dengan naga yang tidak enak didengar.
"Senior pernah mendengar nama sekte iblis?" tanya Qin Fan serius.
"Sekte iblis? ada apa dengan sekte itu?" tanya balik Tian Lu.
"Saat ini Patriak sekte iblis bersama seorang pemuda membuat kekacauan di wilayah selatan ini, keduanya ingin melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan di wilayah barat, dimana keduanya menyerang semua sekte, klan dan juga kota," ucap Qin Fan menjelaskan.
"Bagaimana bisa? bukankah junior Fan mengatakan jika hanya mereka berdua?" tanya Tian Lu lagi.
__ADS_1
"Tidak seperti itu senior Tian! mereka hanya berdua, tapi kekuatan mereka sangat besar," jawab Qin Fan menggeleng kepala.
"Lalu apa masalahnya? bukankah junior Fan juga memiliki kekuatan yang besar?" tanya Tian Lu bingung.
"Kekuatan Patriak sekte iblis dan pemuda itu dua tahap diatas ku, keduanya memiliki kekuatan ruang hampa 3 garis cahaya biru dipunggung mereka," jawab Qin Fan menggeleng kepala lagi.
"Apa?"
Semua orang terkejut dengan kekuatan Zhuge Liang dan Patriak Miao, bahkan Tian Lu juga tidak kalah terkejut mendengarnya.
"Jangan bercanda junior Fan! tidak mungkin Miao Li memiliki kekuatan sebesar itu," Tian Ku menggeleng kepala tidak percaya.
Qin Fan tampak kesal dengan ucapan Tian Lu, lagi lagi Tian Lu tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
"Apa aku terlihat sedang bercanda? aku jauh jauh datang kesini karena aku sendiri memiliki status tetua pelindung sekte ini, jika tidak, apa senior pikir aku akan buang buang waktu dan tenaga?" tanya Qin Fan kesal.
Melihat kekesalan Qin Fan, Tian Tie dan para tetua sekte jadi serba salah, tapi tidak dengan Tian Lu, dia masih saja naif dan tidak percaya dengan ucapan Qin Fan.
"Untuk membuktikan ucapan junior, aku sendiri yang akan pergi melihatnya," ucap Tian Lu yang masih tidak percaya, lalu dia menghilang begitu saja dari hadapan semua orang.
"Dasar tua bangka naif," umpat kesal Qin Fan membatin.
*******
"Aku ingin beristirahat, jika senior Tian kembali, katakan padanya aku tidak ingin diganggu!" ucap Qin Fan kesal, lalu keluar dari aula pertemuan tanpa menghiraukan wajah semua orang yang menegang, lalu diikuti oleh Lin Gu dan lainnya seperti anak ayam yang mengekori induknya.
Setelah keluar dari aula pertemuan, Qin Fan pergi ke kediamannya yang berada di antara dua bukit kembar, dalam perjalanan, Lin Gu bertanya rencana Qin Fan selanjutnya.
"Aku ingin meningkatkan kekuatan, kalian juga harus tingkatkan kekuatan, begitu juga dengan semua pasukan," jawab Qin Fan yang memang ingin meningkatkan kekuatan.
"Bagaimana dengan anggur merah dan timun suri?" ucap lanjut Qin Fan bertanya.
"Anggur merah dan timun suri sudah banyak yang matang, leluhur Qin, mungkin sudah ada ribuan di gudang penyimpanan," jawab Lin Gu jujur.
"Baiklah, jika ada buah buah abadi dari kedua jenis itu bisa di panen, segera panen dan bagikan pada pasukan! kita tidak boleh berleha leha dengan kekuatan saat ini! masih ada yang jauh lebih kuat dari kita," ucap Qin Fan serius.
"Baik leluhur Qin," jawab kelima tetua patuh.
Beberapa saat kemudian.
Qin Fan dan kelima tetua tiba didepan kediamannya, lalu mereka masuk kedalam pagar, tampak halaman kediaman Qin Fan sangat bersih, entah siapa yang membersihkan nya.
Setelah berada didalam kediaman, lebih tepatnya didalam kamar, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa, lalu dia dan kelima tetua masuk kedalam.
Whush.. Whush.. Whush..
Kelimanya muncul di depan istana Qin.
"Kalian pergilah ke klan naga langit! aku akan menyusul jika sudah selesai berkultivasi," perintah Qin Fan setelah berada di dunia jiwa.
__ADS_1
"Baik leluhur," hanya itu yang keluar dari mulut kelima tetua, lalu mereka pergi ke klan naga langit.
Setelah kepergian kelima bawahannya, Qin Fan masuk kedalam istana, lalu dia terus berjalan kearah gudang penyimpanan harta, sesampainya disana, Qin Fan tercengang dengan apa yang dilihatnya, dimana ada puluhan ribu anggur merah dan ribuan timun suri yang sudah menumpuk membentuk gunungan gunungan kecil.
Tanpa menunggu lama, Qin Fan mengayunkan tangannya dan memasukkan semua buah buah abadi dari dua jenis berbeda itu, selesai memasukkan semua, Qin Fan kembali dan pergi ke ruang kultivasi.
Sesampainya disana, sebelum masuk kedalam, lebih dulu Qin Fan menziarahi makam Luo Xia seperti biasa, selesai berziarah, Qin Fan masuk kedalam dan duduk mengambil sikap lotus, Qin Fan kemudian memakan buah buah abadi dari dua jenis yang berbeda itu.
*******
Waktu terus berlalu.
hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tak terasa 2 bulan sudah Qin Fan memakan anggur merah dan timun suri, entah berapa banyak sudah Qin Fan memakan kedua jenis buah itu.
Kultivasi Qin Fan kini mengikat dua tahap, dimana kultivasi Qin Fan meningkat ke ruang hampa 3 garis cahaya biru diatas punggungnya, dengan meningkatnya kultivasi Qin Fan hingga ke ruang hampa 3 garis cahaya biru.
Anggur merah dan timun suri tidak bermanfaat lagi bagi Qin Fan, kini kedua jenis buah buah abadi itu hanya seperti makanan ringan bagi Qin Fan, tidak bermanfaat lagi sama sekali.
Merasa pondasi kultivasi sudah kokoh, Qin Fan membuka mata dan menghentikan kultivasi, lalu menepuk pakaian yang berdebu, terlihat senyuman manis dibibir Qin Fan.
"Sangat menakjubkan," gumam Qin Fan mengepalkan kedua telapak tangannya.
"Dengan kekuatan ini, Zhuge Liang dan Patriak sekte iblis bukan ancaman lagi," gumamnya lanjut.
Qin Fan kemudian memeriksa buah buah abadi yang tersisa.
"Apa?" mata Qin Fan melotot tidak percaya.
Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, puluhan ribu anggur merah dan lebih dari dua ribu timun suri, kini hanya tersisa puluhan dari kedua jenis buah buah abdi itu.
"Apa sebanyak itu yang aku makan?" gumam Qin Fan menggeleng kepala, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Qin Fan kemudian keluar dari ruang kultivasi, sebelum membuka gerbang dunia jiwa, Qin Fan mengirim pesan pda Lin Gu agar memanfaatkan anggur merah dan timun suri untuk meningkatkan kekuatan mereka dan juga semua pasukan.
Setelah mengirim pesan, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan keluar.
Whush..
Qin Fan muncul dikamar kediamannya, lalu dia lebih dulu membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, tiba tiba Qin Fan merasakan guncangan yang cukup kuat.
"Zhuge Liang?" gumam Qin Fan yang ingat jika Zhuge Liang dan Patriak Miao berada di wilayah selatan.
"Saatnya mencoba kekuatan baru," ucap Qin Fan tersenyum, lalu keluar kediaman dan pergi ke asal guncangan berada.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih....