Kultivasi Dewa 2

Kultivasi Dewa 2
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

"Apa kamu ingin dipecat dari pekerjaan ini? cepat usir mereka sebelum kesabaran ku habis!" bentak nona muda bangsawan Chiu.


"Maaf nona! apa ada yang salah dengan kami? aku tidak mengenal nona dan nona juga tidak mengenal aku, kenapa nona sangat tidak suka pada ku dan saudari saudari ku?" tanya Qin Fan bingung, saat ini dia belum mengerti kenapa nona muda bangsawan Chiu tidak ingin mereka berada di toko perhiasan.


"Kamu benar pemuda miskin, kita tidak selevel, jadi sudah pantas aku tidak mengenal kalian, tidak usah sok kaya dan ingin membeli perhiasan disini, apa kamu pikir perhiasan disini murah? bahkan kamu bekerja seumur hidup pun belum tentu kamu bisa membeli satu perhiasan disini, cepat keluar dari sini! aku muak melihat wajah miskin kalian," jawaban cukup panjang dari nona muda bangsawan Chiu, membuat Qin Fan akhirnya mengerti apa permasalahan nya.


Setelah tahu letak permasalahannya, Qin Fan tersenyum dan menggeleng kepala, dia kemudian menoleh pada pelayan toko dan berkata.


"Berapa harga setiap perhiasan yang ada disini?" tanya Qin Fan tersenyum.


"Tu-tuan muda," ucap pelayan terpotong oleh nona muda bangsawan Chiu.


"Halaah.. tidak usah berpura pura kaya kamu, dari tampang mu saja aku sudah tahu kalian orang miskin, sudah aku katakan sebelumnya, kamu bekerja seumur hidup pun belum tentu kamu mampu membeli satu perhiasan disini, cepat keluar! hei kamu? usir mereka atau aku adukan pada tuan Hang karena tidak mendengarkan ku?" potong nona muda bangsawan Chiu yang masih ngotot.


"Diam atau aku robek mulut mu itu!?" ucap Qin Fan menatap tajam nona muda, dia sudah kesal dengan sikap yang ditunjukkan nona muda bangsawan Chiu.


"Berani sekali kamu menatap ku seperti itu pemuda miskin, apa kamu tidak tahu siapa aku, hah?" balas nona muda bangsawan Chiu dengan nada membentak.


"Ada apa ini ribut ribut?" tiba tiba sebuah suara dari tangga yang menuju lantai dua terdengar, lalu muncul seorang pria paruh baya yang turun dari tangga.


"Tuan Hang, pemuda miskin ini berpura pura kaya dan ingin membeli perhiasan disini, cepat usir dia tuan Hang! aku tidak ingin mataku terusik dengan mereka," nona muda bangsawan Chiu buru buru mengatakan pada pria paruh baya yang dipanggil tuan Hang, dimana dia adalah pemilik toko perhiasan.


Mendengar pengaduan nona muda bangsawan Chiu, Hang Tu menatap Qin Fan dan keempat gadis cantik satu persatu, sebagai seorang kultivator, meski tidak tidak terlalu tinggi kultivasi, tapi Hang Tu dapat merasakan kekuatan mereka sangat besar, hal itu membuat Hang Tu tidak ingin bertindak gegabah.

__ADS_1


"Maaf tuan muda, nona nona muda! jika aku boleh tahu, dari mana tuan muda dan nona nona muda berasal?" tanya Hang Tu ingin tahu, dia tidak ingin bertindak gegabah.


"Salam tuan, aku Qin Fan, dan mereka adalah saudari saudari ku, aku berasal dari timur, lebih tepatnya dari klan Qin, keempat saudariku berasal dari sekte pedang surgawi dari selatan selatan,"


Saat mendengar nama klan Qin dan sekte pedang surgawi, Hang Tu bersyukur dalam hati karena tidak menyinggung mereka, dia sudah tahu bagaimana sepak terjang klan Qin, dan kebesaran sekte pedang surgawi.


Jika Hang Tu merasa bersyukur karena tidak menyinggung mereka, berbeda dengan nona muda bangsawan Chiu, nona muda bangsawan Chiu terlihat seperti ketakutan, bahkan tubuhnya terlihat gemetar, sikap sombong yang biasa dia tunjukkan, kini akan membuatnya dalam masalah besar.


Saat berita klan Qin memusnahkan sekte pedang tunggal dan menjadikan sekte pedang tunggal sebagai klan Qin, semua bangsawan dan klan maupun sekte tidak ingin berurusan dengan mereka, apalagi yang mereka dengar jika klan Qin mendapat dukungan penuh dari klan Lin dari Utara.


"Rupanya tuan muda Qin dari timur, ada yang bisa orang tua ini bantu tuan muda?" Hang Tu segera merubah sikapnya menjadi lebih ramah lagi, dia tidak ingin menyinggung klan Qin yang mengerikan itu.


"Aku ingin keempat saudariku membeli perhiasan saja tuan, bisakah tuan merekomendasikan barang bagus?" jawab dan tanya Qin Fan.


Nona muda bangsawan Chiu buru buru keluar dari toko perhiasan, dia merasa sangat malu dan juga ketakutan, sehingga ingin cepat cepat keluar dari toko perhiasan dan tidak ingin menampakkan diri didepan Qin Fan lagi.


Setelah puas berbelanja, Qin Fan dan keempat gadis cantik keluar dari toko perhiasan, tampak wajah keempat gadis sangat cerah, bagaimana tidak? selama ini mereka hanya terkurung didalam sekte dan tidak pernah keluar, ditambah lagi dengan berbelanja hanfu dengan bahan khusus dan juga perhiasan mewah.


Setelah puas berbelanja, kelimanya tidak langsung mencari penginapan, padahal hari sudah sore, mereka masih menikmati jalan jalan yang cukup membosankan bagi Qin Fan itu.


Puas jalan jlan dipusat kota, kelimanya mencari penginapan, lalu memesan kamar dan naik ke kamar mereka, didalam kamar, Qin Fan menutup mata menyerap energi alam menunggu pagi.


Keesokan harinya, mereka keluar dari penginapan dan melanjutkan perjalanan mereka ke istana, jika Qin Fan masih memakai pakaian yang kemarin, tidak dengan keempat gadis cantik, keempatnya mengganti dengan hanfu dan perhiasan yang mereka beli kemarin.

__ADS_1


Dimana Yuyu memakai hanfu berwarna putih bercorak hijau, Jiyi memakai hanfu berwarna hijau bercorak kuning, Chua Chua memakai hanfu berwarna merah muda bercorak putih, sementara Gi Gi memakai hanfu berwarna kuning muda bercorak hijau.


"Kalian cantik sekali hari ini," puji Qin Fan pada mereka.


"Aku kan memang cantik," balas Chua Chua mengelus rambutnya.


Setelah bercanda sebentar, mereka keluar dari penginapan dan menuju gerbang Utara, setelah keluar dari gerbang dan berada cukup jauh dari kota, Qin Fan dan keempat gadis cantik melayang di udara dan melesat.


Dua hari didepan Qin Fan dan keempat gadis cantik.


Saat ini jendral Xiaomi dan keempat jendral besar lainnya juga dalam perjalanan kembali ke istana, dalam perjalanan itu, jendral Xiaomi selalu senyum senyum sendiri sepanjang jalan, hal itu membuat jendral Giwang dan ketiga jendral lainnya jadi penasaran.


"Jendral Xiaomi, kenapa sejak kita meninggalkan kota kunyit, jendral terus senyum senyum sendiri seperti ini? hal istimewa apa yang sudah membuat jendral seperti ini?" jendral Giwang yang begitu penasaran, tidak bisa untuk tidak bertanya.


"Tidak ada apa apa jendral Giwang," jawab ke deal Xiaomi tersenyum.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2