la la lost you

la la lost you
Istana 1


__ADS_3

aku benar-benar di buat pusing oleh diri ku sendiri terhadap arham atas kejadian kemarin. dan hari ini tentu aku akan kesepian lagi seperti biasa. ranaa pun yg biasanya selalu terlihat di dekat sekitar rumah kini tidak terlihat batang hidungnya.


"aku benar-benar bosan" ucapku seraya berbaring di atas sofa coklat ke orenan. aku menatap lemari ku yang masih tertata rapi beberapa botol kecil aroma therapi. aku terpikir dari pada aku bosan di rumah lebih baik aku membuat sesuatu uang dapat menenangkan pikiran ku.


aku berencana membuat lilin, namun aku kekurangan bahan lilin-nya. alhasil aku turun ke kota untuk membelinya.


[dikota]


"kalau nona ingin membeli lilin, alangkah baiknya jika di campur dengan beberapa kelopak bunga segar" ujar penjual wanita cantik parubaya itu padaku.


"baiklah, sepertinya aku ingin membeli beberapa bunga mawar segar di tempat biasa" senyumku.


"kamu benar-benar sangat cantik nona. aku sering melihatmu beberapa kali kemari hanya untuk membeli lilin aroma therapi. sepertinya kamu sangat menyukainya" kata penjual itu.


"ah tidak, aku benar-benar tidak merasa begitu. iya aku sangat menyukai lilin" kata ku sambil tersenyum canggung.


"Aku melihat justru nyonyalah yang tercantik" lanjutku.


ia tertawa "siapa namamu wahai nona?" tanya nya.


"aku kayla"


"indah seperti mahkota" ujarnya. aku hanya terdiam mengangguk-angguk pelan.


"aku dafna, panggil aku miss dafna,aku juga sangat menyukai lilin dan bunga-bungaan sepertimu" senyumnya.


"senang bisa berkenalan dengamu miss dafna" senyumku.


"ahh iya. sebagai tanda perkenalan aku akan memberimu ini" ia menyodorkan 2 lilin bewarna pink dan peach padaku.


"aromanya sangat menenangkan bagi nona kayla yang sedang jatuh cinta dan yang sedang merindukan seseorang" lanjutnya. aku diam sambil memandang lilin itu.


tanganku menggapainya "terimakasih miss dafna. aku benar-benar senang. miss sangat baik" dengan nadaku yang halus sambil tersenyum.


"baiklah seperti aku harus membeli bunga di sana" kata ku sambil menunjuk gerai toko yang tidak jauh dari gerai miss dafna.


miss dafna hanya tersenyu mengangguk pelan.


***


Setelah menyelesaikan belanja ku di kota aku bersiap untuk membuat lilin. Semua bahan yg aku butuhkan aku letakan di meja ruang tamu.


aku memanaskan lilin terlebih dahulu di panci yang berisi air mendidih. selagi menunggu aku siapkan tempat,sumbu, kelopak bunga dan aroma terapi. aku memilih kelopak bunga mawar bewarna merah dan aroma terapi tentunya dengan wangi mawar.


Aku pergi lagi kedapur untuk mengangkat lilin yang telah mencair seraya mematikan api yang masih menyala.


aku kembali ke ruang tamu untuk menuangkan cairan lilin ini ke cetakan yang telah siap. saat aku sedang menuangkan tiba-tiba dari arah luar terdengar seseorang mengetuk pintu.


aku hentikan kegiatan ku dan bergegas membukanya. terlihat danish dan beberapa pengawal berada di depanku. aku memiringkan kepala ku dan ku tegakkan kembali.

__ADS_1


"Kayla aku kesini hanya di tugaskan untuk mengantar surat ini yang di tulis langsung oleh Ratu" Kata danish.


"maaf apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanyaku.


"tidak ada. sebaiknya kamu baca terlebih dahulu" senyum danish


"baiklah aku pergi dulu" lanjutnya sambil berbalik dari hadapanku. aku hanya mengangguk pelan seraya menutup pintu.


aku berbalik dan menyenderkan punggungku di badan pintu. aku buka surat ratu dengan sangat hati-hati. surat itu tertulis bahwa aku harus ke istana siang ini juga. aku terkejut dan badan ku mulai lemas, cemas dan khawatir apa yang terjadi.


namun aku tetap harus ke istana dengan pikiranku yang bercampur. aku membereskan lilin-lilinku dan menyimpan di lemari beberapa lilin yang telah ku tuangkan di cetakan.


aku mulai bersiap dengan baju bewarna hijau pastel dengan rambut Hitam terurai sedikit bergelombang. Aku sapukan lipstik peach di bibirku, ku rapikan alisku. Aku tidak memakai blus on karena pipiku yang memang pink sedari dulu.mungkin karena tone kulit ku yang terlalu seputih susu.


Aku membuka pintu dan bersiap pergi ke istana. ada hal yang membuatku kaget saat membuka pintu yaitu satu pengawal yang mendampingi danish tadi ternyata tak ikut kembali bersama danish. ia menungguku di sini.


Ia mempersilahkan ku untuk menaiki kereta kudanya. aku berjalan pelan seraya tersenyum tipis pada pengawal tersebut dan menundukan kepala.


[Istana]


Aku telah sampai disini. tidak terbesit sekalipun untuk berpikir apakah aku akan bertemu arham atau tidak. hal yang aku pikirkan saat ini adalah apa yang membuat ratu memanggilku kemari. aku berjalan di belakang pengawal itu untuk mengikuti kemana arahnya pergi.


Dari arah berlawanan ranaa berjalan gagah dia terlihat ia tampak mengkhawatirkan sesuatu.


pengawal di depanku menundukan kepala pada nya.


"baiklah" sambil memberi hormat dengan tundukan lagi dan pergi.


ranaa menggenggam tangan ku dan membawaku ke arah yang berbeda.


"Ranaa apa yang terjadi?" kataku.


namun ia tak menjawab dan langkahnya semakin cepat membawaku.


"ranaa" aku hentikan langkahku.


"ikuti saja aku" kata ranaa.


"tapi ada apa?"


"nanti akan aku jelaskan"


kami melanjutkan jalan, ranaa membawaku ke kebun yang Lumayan jauh dari istana.


ia menghentikan langkahnya dan duduk di bangku bewarna hijau pekat. aku masih berdiri memiringkan kepala ku melihatnya.


"apa kemarin kamu bertemu davina?" tanya nya. aku hanya mengangguk.


"selain itu?" tanya nya lagi.

__ADS_1


aku hanya menggeleng


"kayla, aku bertanya serius padamu. kamu sedang dalam keadaan berbahaya"


"aku melihat sesuatu" kataku


ranaa berdiri menatapku.


"mereka..."


"mereka adalah kita" potong ranaa


"maksudmu?"


"Manusia"


aku diam mataku tak berkedip. tangan kanan ku menutup mulutku.


"lalu?"


"lalu siapa mereka? maksudku pengawas disana? apakah bagian dari kerajaan?" aku mulai gemetar. ranaa hanya terdiam mengangguk.


Badanku lemas dan hampir terjatuh yang kemudian di tahan oleh ranaa.


"Selama tidak ada yang menyadari hal itu kamu aman. davina yang melaporkan ini padaku" kata ranaa.


"siapa sebenarnya dia ran?"


"dia bagian dari kerjaan. ia asli berdine namun dia tak seperti yang kamu pikirkan"


"lalu siapa arham? apakah dia tahu ini?"


ranaa menggeleng "ia tidak mengetahui ini. Ini rahasia kerajaan yang di rahasiakan oleh raja dan perdana menteri" kata ranaa.


"lalu bagaimana kamu bisa tahu semua ini? sedangkan arham tidak? dan bagaimana mereka tidak menyadari keberadaan mu sebagai manusia? mereka bangsa apa? apakah bukan manusia?" aku menangis.


"Kayla kendalikan dirimu" ranaa memeluku.


"aku ingin kita kembali ranaa"


ranaa mengelus ujung kepala ku.


"aku mohon, bawa aku kembali" dengan isak tangis ku yang semakin menjadi. ranaa hanya memeluku dengan erat.


***


Aku berjalan dengan ranaa di koridor istana. ia menemaniku untuk bertemu ratu. Perasaanku agak baikan setelah ranaa coba menghiburku dan menemaniku untuk bertemu ratu. aku benar-benar merasa ia memang seseorang yang dekat dengan ku di kehidupan sebelumnya.seperti di mimpi itu.


Aku berjalan di samping ranaa sambil memperhatikan wajahnya. Sesekali aku menunduk. aku menarik nafasku dalam-dalam apapun yang terjadi aku harus menghadapinya.

__ADS_1


__ADS_2