la la lost you

la la lost you
Keterikatan 3


__ADS_3

"kita sudah sampai" aster menoleh ke arah ku dan tersenyum. aku hanya mengangguk pelan dan kembali mengikuti arah langkah kakinya.


"sebenarnya tempat apa ini?" tanya ku saat aster sedang menyiap kan kuda nya yang terikat di salah satu pohon.


"tempat dimana kamu akan menemukan manusia-manusia aneh" katanya sambil tertawa


"aku ga ngerti apa maksud mu"


aster menghentikan pekerjaannya dan mulai mendekati ku.


"Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan setelah sampai di kerajaan"


"pertama, kamu harus memakai baju khas berdine. kedua, ganti cara bicara mu dengan lebih formal. dan yang terakhir bersikap lah selayaknya penduduk berdine. sampai di sini apa kau paham?" lanjutnya


aku memiringkan kepala dan mengerutkan dahi "maksud mu berdine? dan segala peraturan ini?" tanya ku.


"Jika kamu ingin bertahan hidup di tempat ini ikuti saja kata-kata ku. tidak sulit kan?" Aster berbalik dan melanjutkan pekerjaannya.


***


Aster memberikan ku satu setel pakaian khas kerajaan dengan atasan putih lengan panjang berkerah dengan rompi bewarna mocca dan bawahan bewarna senada dengan rompi sepatu boots bewarna coklat tua.


Aku bercermin sekilas diri ku tampak seperti keluarga kerajaan. aku tersenyum melihat diri ku yang nampak berbeda dari yang sebelumnya hanya memakai seragam sekolah. "apakah ini cukup?" kataku


aster melihatku terdiam sambil berpikir "rambutmu"


mataku mendongak ke atas dan aku berbalik ke cermin untuk melihatnya.


"rambutmu begitu aneh"


aku memegang rambutku sambil merapikannya. namun aster menariknya dan tangannya berusah merapikan rambutku dengan sisir yang ai pegang.


"seharusnya memakai_" masih sambil berpikir


"pomade?" lanjutku


"hah?" ia tampak kebingungan


"sejenis untuk merapikan rambut" kataku


aster hanya mengangguk masih sembari menyisir rambutku. wajahnya hanya berjarak 10 cm dari wajah ku. Aku gugup lagi dan berusaha untuk menahan nafasku.


Aster mengangkat tangannya yang berada di kepalaku dan menjauh mencoba memperhatikan penampilan ku yang baru. aku hanya menaikan sebelah alisku.


"Sudah lebih baik dari yang tadi" kata aster sambil memperhatikan segala sisi pada diri ku.


"baiklah, setelah ini kita harus bergegas ke kota" aster mulai berkemas

__ADS_1


"tempat seperti apa berdine? apakah mengerikan?" tanya ku sambil memperhatikan aster yang sedang berkemas


"iya mengerikan, terlebih lagi istana. itulah aku lebih suka berada di luar di banding harus sibuk dengan kegiatan istana yang membosankan dan terlalu banyak aturan" katanya.


"tunggu, kamu_"


"aku salah satu anggota kerajaan" ia menoleh ke arahku


"tapi tenang, aku tidak menyukai kerajaan. kerajaan itu kejam" lanjutnya tertawa kecil sambil memakai tas yang telah ia kemasi.


aku hanya menunduk tak percaya.


aster keluar dari rumah kecil yang bergaya vintage ini. aku kurang paham rumah ini seperti tidak ada yang menghuni namun semua peralatan yang ada di dalamnya tampak seperti ter urus.


"kita ke kota menggunakan kuda ku"


"hah? bagaimana denganku?" kataku


"kamu duduk di belakang ku" katanya sambil bersiap menaiki kudanya


"tapi aku tidak pernah menaiki kuda sebelumnya"


aster menarik ku paksa, ia menaiki kudanya. tangannya menyuruhku untuk menaiki kuda. aku menggapai tangan nya dan ia membantuku untuk berada di atas kuda tepat di belakangnya.


"tanganmu pegangan dengan pinggang ku" kata aster wajahnya menoleh ke samping.


"lambat !" kemudian ia memacu kudanya.


"woahh !" aku kaget membuat badan ku maju lebih dekat dengan badan aster. mata ku tak berkedip dan semakin gugup.


aster tetap memacu kudanya dengan serius. sepanjang jalan yang kami lewati banyak menemukan pemandangan yang menajubkan yang tidak pernah ku temukan di kehidupan ku sebelumnya. Aku hanya tersenyum kecil. aster semakin memacu kuda nya dengan cepat, aku bingung apakah aku harus semakin kuat juga berpegangan dengan nya.


"Apa bisa kamu pelan kan sedikit pacuanmu?" teriak ku


"tidak bisa, aku kita harus cepat" pandangan nya tetap lurus ke depan.


"pegangan saja lebih kuat" lanjutnya


"hah?"


"ah baiklah" lanjutku sambil mengeratkan nya.


***


Aku melihat sekeliling kota yang ramai dengan kegiatan orang-orang di sini. aku terus mengikuti langkah aster yang berjalan sambil memegang tali yang ada pada leher kudanya.


"baiklah aku tinggal kan kamu di sini dulu" kata aster sambil mencoba memakirkan kudanya di bawah pohon yang sangat rindang tepaat di sebelah salah satu kedai roti.

__ADS_1


"paman seperti biasa" lanjut aster yang menghampiri pemilik kedai tersebut


"baiklah ksatria ! silahkan masuk" pemilik kedai tersebut mempersilahkan nya.


"ayo !" aster menarik tangan ku sambil tersenyum, aku kebingungan melihat tangannya yang memegang tanganku dan kemudian melihat wajah cantiknya.


kami duduk di sudut dekat jendela yang terususun bermacam-macam bunga yang indah. aku hanya memandang bunga-bunga itu dengan tatapan kosong seolah otak ku berhenti berpikir dan merasa kelelahan untuk menerka-nerka.


"Ranaa" aster membangunkan lamunan ku.


wajahku melihat nya, jari-jarinya yang lentik mencoba memainkan bunga-bunga yang tepat berada di samping kami. kemudian wajahku memalingkan ke tangannya yang bermain-main dengan bunga itu.


"Aku tahu ini pasti sulit untuk mu, kamu bingung karena kamu tidak mengenal orang-orang di sini. bahkan mungkin kamu tidak akan bertemu keluarga mu, teman-teman mu, dan orang-orang di sekeliling mu untuk waktu yang lama" aster serius menatap bunga-bunga itu.


"Apa yang membuat mu mau menolongku?" tanya ku menatap nya dalam. ia tersenyum dan balik menatap ku.


"Naluri ku, tapi entahlah. tiba-tiba hati ku menginginkan untuk menyelamatkan mu"


"Ini roti dan kue kesukaan mu. baru ku buat maaf kamu menunggu agak lama"


"tidak apa-apa paman, terimakasih" sambil tertawa


"sebentar aku akan mengambil minumannya"


aster hanya mengangguk pelan sambil menata piring yang berisi roti di meja kami.


paman itu kembali dengan minuman di tangannya "kopi dengan cream susu kesukaanmu" paman tersebut meletakannya di meja.


"terimakasih, buatan mu memang yang terbaik" aster memujinya


"selamat menikmati putri dan_" berpikir sambil melihat wajahku bingung


"ah dia _" aster belum sempat menjawab paman roti ini menjawab terlebih dahulu.


"kekasihmu?" ia tertawa. aster melirik ku dengan mulut nya yang masih terbuka memperlihatkan barisan gigi nya rapi dan putih.


"apa kamu menyukai putri aster?" tanya paman itu padaku


"hah? tentu_" aku berpikir sambil melirik aster, aster melihatku balik


"ahh kami hanya berteman paman" sambil tertawa melihat ku dan paman roti. aku hanya mengangguk pelan dan menatap ke arah meja yang sudah berisikan roti dan minuman. mereka berdua hanya tertawa.


*To be continue...


[NOTE]


Jadi di episode ini aku masih buat cerita melalui sudut pandang ranaa. jadi itu adalah cerita saat pertama kali ranaa tersesat. dan tokoh aku disana adalah ranaa guys :)

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca sampai episode ini, tetep pantengin untuk episode berikutnya ya* :)


__ADS_2