la la lost you

la la lost you
Mimpi


__ADS_3

Setalah tiga hari aku menetap di istana, kini aku harus pindah dari istana. arham memindahkan ku ke tempat lain. ke sebuah tempat yang indah di atas perbukitan dengan hamparan bunga matahari di sekelilingnya. Aku tersenyum saat melihat ini, aku berlari kecil menghampiri tempat baru ku. Arham hanya memandang ku sambil berjalan pelan mengikuti ku.


Aku berusaha melupakan hari itu, aku pun telah banyak berbicara pada arham kejadian yang melibatkan ranaa. aku hanya tak ingin mereka bertengkar karena diriku. namun aku tidak menceritakan bahwa aku telah mengingat beberapa hal tentang diriku.


Aku dan arham berdiri di depan pintu rumah yang akan ku tempati, rumah ini sangat indah bagiku. dindingnya yang terbuat dari batu alam dengan warna coklat dan jendela kayu yang sangat rapih senada dengan warna dinding. arham mempersilahkan ku untuk masuk, aku melangkahkan kaki ku ke dalam sambil perlahan membuka pintu. Aku takjub akan isi yang ada di dalam rumah ini tampak sangat indah dengan gaya vintage. aku menyukainya.


"Terimkasih ya" ucapku pada arham seraya tersenyum. arham hanya tersenyum dan mengangguk. kumudian ia keluar dan membiarkan aku melihat-lihat bagian lain dari rumah ini.


Setelah puas dengan rumah baru ku. Aku kembali ke halaman depan, terlihat arham sedang berdiri di rerumputan membelakangi bunga-bunga matahari yang sebentar lagi bermekaran sambil memandang ke arah kota yang berada di kaki bukit.


Aku menghampirinya, menepuk pundak arham seraya tersenyum.


"Entah sampai kapan aku bakal disini" kataku sambil memandang ke arah perkotaan yang disibukan dengan kegiatan warganya.


arham menoleh sambil memasukan kedua lengannya ke kantong celana "Sampai saat nya berakhir".


Aku hanya menarik nafas dan tersenyum. aku duduk di rerumputan yang hijau dan lembut, angin menerpa, menyapa nya. rambutku mengikuti arah angin yang berlambai. arham pun menyusulku untuk duduk di antara rerumputan sambil menikmati senja.


Arham menatapku dalam, aku menatapnya kembali kemudian kupalingkan kembali. tiba-tiba suasana menjadi canggung dan sunyi. Aku tetap terdiam sambil memandang kota yang telah dipenuhi lampu-lampu.


"ar.."


"kay.."


suara kami terdengat bersamaan ingin saling bertanya. kemudian suasana menjadi lebih canggung.


"kamu dulu deh" kataku


"gak papa kamu dulu aja" kata arham


"Hmm.. oke" aku terdiam sejenak memikirkan apa yang ingin ku katakan. "aku cuma pengen masuk ke dalam, soalnya sudah mau gelap" kataku asal bicara.


arham hanya mengangguk dan berdiri di hadapanku.


"kamu mau ngomong apa tadi?" kataku


"ah..besok aja, tiba-tiba aja aku lupa hehe" sambil tertawa kecil.


aku hanya tersenyum dan mengangguk. arham mengulurkan tanganya padaku, aku bingung dan memberi isyarat dengan mata ku. kemudian aku terpikir ia ingin membatuku berdiri. aku menggapai tangannya yang halus dan lembut. kami saling melempar senyum dan kemudian arham pergi meninggalkanku. saat semakin jauh ia menoleh ke arah ku, aku hanya berdiri sambil melambaikan tanganku begitupun dengannya. aku pun kembali masuk ke rumah baru ku.


**


Hari ini aku terbangun lebih awal, aku merapikan semua ruangan begitu pun dengan diriku. aku menggunakan dress bermotif bunga warna kuning sedengkul, rambutku yang bewarna coklat ku kuncir dengan gaya twisted. kemudian aku bergegas pergi kekota untuk membeli beberap buah pot bunga dan sekaligus bibit bunga salah satunya yang ku beli adalah piper mint. entah mengapa aku sangat menyukainya dan sangat ingin menanamnya di rumah.


Setelah selesai berbelanja aku kembali ke rumah. Sejujurnya aku tak menyangka kerajaan memberikan aku tempat tinggal yang sangat layak bahkan cukup bagus untuk ku.


pada saat aku di pindah tempatkan oleh raja, aku sempat bertanya pada arham. namun arham hanya bilang bahwa raja takut diriku tak nyaman tinggal di tempat itu yg begitu banyak peraturan. selain itu juga memang aku tak terbiasa dengan sistem kerjaan yang memang baru untukku.


Aku sempat berpikir bahwa sebaik ini hidupku. aku pikir aku akan dibenci anggota kerajaan karena asalku yang tak jelas.bukan hanya itu, saat pertama kali aku dikenalkan di istana mereka sangat menerima bahkan memberikan tempat yang sangat baik untuk ku.


Jauh dalam pikiranku bahwa mereka akan menyukaiku. bahkan tadi malam pun beberapa pelayan istana mengantarkanku makanan. Aku bingung bagaimana caranya berterimakasih pada mereka.

__ADS_1


Saat di tengah perjalanan menuju rumah, aku melihat ranaa dari kejauhan ia sedang menunggangi kudanya dengan gagah. menggunakan baju lengan panjang putih dengan rompi coklat khas kerajaan. celana panjang hitam dengan sapatu boot. rambutnya bewarna hitam kecoklatan dengan side swapt hair style nya.ia benar-benar sangat tampan.


aku hanya tersenyum melihatnya seraya berjalan menuju rumah. Tak di sangka ia pun memandangku yang lagi tersenyum padanya.


Dan ranaa pun menghampiri ku.


Langkahku ku hentikan. ia semakin mendekat dan ya ! ranaa sudah berada di depan ku dimana aku berdiri dengan keranjang belajaan di tanganku.


"selamat pagi Nona kayla" kata ranaa menyapaku.


"selamat pagi tuan ranaa" aku membalas sambil tersenyum.


Ranaa turun dari kudanya.


"ada yang bisa aku bantu?" katanya.


"hmm.. ga ada. aku bisa membawa sampai ke rumah. aku takut merepotkanmu" kataku.


"aku ga merasa di repotkan kok" ranaa tetap ingin membantu.


aku tak bisa menolaknya. akhirnya ku serahkan barang belanjaanku padanya. Dan kami berjalan pelan menuju rumahku. sedangkan kudanya ia tinggal disini.


"Danish, aku titip kuda ku" kata ranaa pada danish yang berada di tempat penjual bunga.


danish hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.


"ayo.." ajak ranaa.


"apa kondisi mu sudah baikan dari waktu itu?" tanya ranaa.


"hmm.. ya" kataku seraya mengangguk pelan.


ranaa pun terseyum. begitu pun aku.


"aku menyukai gaya rambutmu hari ini" kata ranaa berusaha memuji.


aku hanya menunduk tersenyum kecil.


"hmm.. ranaa" kataku.


"ya?" saut ranaa.


"maafin aku ya"


"untuk apa?"


"karena aku, kamu dan arham jadi jauh"


"kami tidak jauh"


aku tersenyum sambil terus menggenggam kedua tanganku, menatap sayu kedepan melihat beberapa burung-burung berterbangan.

__ADS_1


"Ini biasa bagi kami kay, aku dan arham memang sering seperti ini.kadang kami selalu tidak sepaham. tapi nanti kami akan seperti biasanya" lanjut ranaa.


aku hanya mengangguk pelan.


Kami telah sampai di depan pintu rumahku.


"terimakasih ya, sudah membantu ku sekaligus mengantarku ke rumah" kataku.


"sama-sama" arham tersenyum.


"oh.. gimana kalo sebagai tanda terimakasihku. hari ini aku buatkan teh mint dan beberap roti yang sudah kubeli tadi" ajak ku.


"ayoo.. jangan nolak ya" tangan kanan ku menarik tangannya, dan tangan lain membuka pintu. kami masuk kedalam.


"Kamu duduk dulu disini ya" kataku. aku bergegas kedapur untuk membuatkan nya teh mint, selain tadi aku membeli bibit tanaman mint aku juga membeli beberapa tangkai mint.


**


"ini teh dan rotinya" kataku seraya menyajikan di meja dekat ranaa.


ranaa hanya tersenyum sambil memandangku.


"tenang ini bukan roti kacang" kataku.


"bagaimana..."


"aku tiba-tiba mengetahuinya begitu saja" potongku.


ranaa hanya memandangku bingung.


"apa arham yang memberitahumu?" tanya ranaa.


aku hanya menggeleng.


"lalu?" tanya ranaa lagi seraya meminum tehnya.


"Semalam aku mimpi lagi" kataku "dan ada beberapa hal yang ku ingat lagi" lanjutku.


ranaa mengangkat sebelah alisnya.


"ranaa, aku ingin tahu siapa sebenarnya aku disini, dan siapa dirimu. tadi malam dan kemarin malam tiba-tiba kamu muncul di mimpiku" kataku.


ranaa menurunkan cangkir tehnya, menatapku dalam dan lama.


Aku hanya terdiam.


"Rubah cara bicaramu kayla" katanya.


aku bingung apa maksudnya, seperti perkiraan ku. kau tau segalanya ranaa.


***

__ADS_1


__ADS_2