la la lost you

la la lost you
Keterikatan 1


__ADS_3

Ranaa menatap ku, ia bingung.


"Sejak kapan kita bicara seperti ini?"


ranaa hanya menaikan kedua bahunya


"Entahlah"


aku hanya mengangguk pelan dan melanjutkan jelanku


"aku pikir kenapa" decak ranaa


"aku kaget aja ko tiba-tiba kita jadi bicara yang ga semestinya"


"entahlah, aku merasa lebih suka bicara kegini di banding bicara khas kerajaan"


aku hanya tertawa mendengar keluhan ranaa.


***


Saat aku dan ranaa telah sampai di ruangan ratu arham menatap kami dengan menakutkan.


"ah kayla dan ranaa" sapa ratu


"apa kalian berkencan terlebih dahulu?" sela arham sinis


"lambat !" lanjutnya. aku hanya diam melirik dan kemudian tersenyum ke arah ratu begitu pun dengan ranaa.


aku dan ranaa meletakan lilin-lilin di salah satu meja di ruangan ratu.


"terimakasih karena telah membantu membuat lilin-lilin ini, ini sebagai tanda terimakasih ku" ratu memberikan kotak sedang yang tidak ku ketahui apa isinya.


aku membukanya dan kaget karena berisi kalung dengan berlian yang sangat indah.


"maaf ratu bukankah ini sangat berlebihan?"


"kamu tidak menyukainya?"


"ah tidak, bukan begitu ratu. tapi ini sangat mewah, sedangkan aku hanya membuat lilin-lilin"


"tapi dengan bantuanmu aku jadi merasa ringan, selain itu juga semua hasil buatanmu sangat indah. aku tidak bisa membuat lilin seindah ini"


"tapi.."


"jika kamu tidak menerimanya maka istana tidak akan menerima mu lagi" sela arham yang sedang duduk dan menjatuhkan punggungnya ke kursi menatapku.


ratu memiringkan kepalanya memberikan isyarat agar aku menerimanya.


"baiklah ratu" aku hanya tersenyum dan membungkukan badan ku.


***


"kenapa waktu arham bilang begitu kamu baru nurut kay?" goda ranaa sambil mengantarku keluar


"shuttt" aku menyenggol pundak ranaa, ia hanya tertawa kecil.


Saat kami akan membuka pintu dan keluar arham menyusul.


"kayla" panggil arham, aku dan ranaa menoleh.


"aku hanya memanggil kayla" arham menoleh pada ranaa.


ranaa hanya mengangguk "baiklah aku akan pergi"


"ranaa ! apa perlu pergi?" panggil ku pada ranaa


arham memegang tangan ku, aku menoleh ke arahnya.


"apa?" sambil memiringkan kepalaku


"biarkan ranaa pergi"


aku melepas tangan arham dari tanganku.


"ada apa?" kataku sambil melihat ke arah lain dan mengelus-elus tanganku setelah di pegang arham.


"ada yang ingin ku bicarakan"


aku hanya diam dan mengangguk

__ADS_1


"kayla"


"hmm.." aku menoleh


"kali ini aku serius"


"yah langsung saja"


arham kesal dan menarik ku ke tempat lain.


"kamu mau membawa ku kemana?"


arham tak menjawab dan teruk menarik ku sambil jalan, aku masih berada di belakangnya.


"arham" suara lembut yang tiba-tiba terdengar di telingaku. aku menoleh ke depan "calandra" kata ku dalam hati.


"Senang berjumpa dengan mu" senyumnya, kemudian matanya mendapatiku yang tengah berada di belakang arham dengan tangan masih berpegangan.


"Dia siapa?" tanya nya


"oh.. dia" dengan gugup tangannya menggenggam ku lebih keras dan menarik ku untuk berdiri di sampingnya.


aku hanya tersenyum dan membungkuk pendek.


calandra mengangkat alisnya seolah meminta jawaban dari arham.


"dia kekasih ku" arham tersenyum begitu yakin. aku menoleh ke arah arham dan mataku tak berkedip, jantungku berdegup tak biasa, bibirku sedikit terbuka.


"hah.." kataku. arham menyenggol tubuhku pelan seraya tersenyum paksa pada calandra.


Calandra terdiam menunduk dan kemudian memalingkan sebentar wajahnya ke arah lain.


"aku mengerti alasan mu tak hadir tadi" calandra menarik kedua sudut bibirnya paksa.


arham hanya diam begitu pun aku yang tak mengerti situasi ini, rasanya ingin pergi dan tidak ingin turut campur dengan masalah mereka berdua.


kemudian dirinya menatapku dan beranjak dari hadapan ku dan arham. aku menoleh kebelakang melihatnya, berusaha memastikan dirinya baik-baiknya, terlihat calandra tengan mengusap pipi dengan lengannya.


"Arham apa yang kamu lakukan?"


arham menoleh pada ku dan melepaskan genggamannya.


"aku tau tadi kamu hanya bercanda kan?" lanjutku


alisku mengrenyit berusaha memastikan


"maksudmu?"


"tidak usah di bawa serius!" seraya pergi dari hadapan ku.


"pangeran !" teriak ku


"kau bilang ada yang ingin dibicarakan?"


"sedang tidak berselera" sambil terus berjalan pergi.


"ck ! dasar manusia menyebalkan, aneh dan tidak sopan" aku bicara sendiri.


***


"kalian berdua baikan?" tanya ranaa yang sedang membantuku membersihkan rumah.


aku hanya menggeleng.


"trus tadi kalian ngomongin apa?"


"ga ada" seraya menata piring-piring


"hah aneh"


"iya memang aneh, seumur hidup baru kali ini nemu manusia aneh kaya dia"


"kay"


"hmm?" masih sambil menyusun perkakas


"bagaimana jika kita sebelumnya pernah saling mengenal dan saling terikat?"


aku mengenghentikan pekerjaanku dan menoleh ke arah ranaa yang berhenti mengelap meja dan menatapku.

__ADS_1


"maksudmu?"


ranaa mendekatiku, kami begitu dekat dan ini membuatku agak sedikit canggung. aku memundurkan tubuhku sedikit.


"aku pernah bermimpi bertemu dengan mu sebelumnya"


bola mataku menatap atap-atap rumah


"di sini?"


"bukan"


"tapi di dunia yang berbeda"


"terus?"


ranaa mecondongkan badannya ke arahku tangan kanan kiri nya menahan meja dan kini aku berada di lingkarannya. mata nya terpejam, aku agak menjaga jarak. agak lumayan lama dan aku benar-benar hampir menahan napas.


"aku lupa" iya melepas tangannya dan menegak kan tubuhnya seperti semula.


aku menghembuskan nafas lega


"tapi aku inget banget itu wajah kamu"


"anehnya nama mu bukan kayla, sebentar aku mengingat dulu" sambil memegang keningnya dengan sebelah tangan.


aku masih menatapnya serius "apakah dia juga menyadari? apakah laki-laki yang ada di mimpi ku waktu itu kamu ranaa" hati ku berbicara.


"ah lupa" seru nya sambil melanjutkan mengelap meja.


"ranaa"


"hmm" masih mengelap meja


"aku juga mimpi hal yang sama" kata ku masih terdiam dan memandang punggung bidangnya. rana menoleh dan menaikan sebelah alisnya.


"di mimpi ku, waktu itu aku liat diri ku yg lain lagi main alat musik dengan salah satu cowok"


"trus?"


"trus aku nyoba buat liat wajah cowok itu, tapi tiba-tiba aku kaya di tarik dan tiba-tiba aku sadar"


"udah lama si, kamu inget kejadian waktu kali kita jalan-jalan? waktu aku pingsan? ya sama kamu" lanjutku


ranaa mengangguk


"terus.."


"terus?" dengan penasaran


"aku mimpi lagi besoknya"


ranaa masih menyimak.


"aku di sekolah pake seragam sekolah ketemu cewek namanya-" aku berhenti sejenak mencoba mengingat.


"zeota" lanjutku


Ranaa masih dengan menyimaknya


"tiba-tiba dia narik aku terus ketemu cowok namanya-" aku mencoba mengingat lagi sambil mengerucutkan bibirku


"ryuu"


"oh..." saut ranaa


"tapi"


"tapi apa?"


"ga usah buat penasaran deh kay" lanjut ranaa


"ih nanti dulu aku ini masih mikir soalnya lupa-lupa inget" aku menepuk lengan ranaa. ia hanya menggerutu kesakitan sambil tertawa


"tanda pengenal di baju sekolahku bukan nama ku yang sekarang, di situ tertulis nama evyanna eira"


"eira !" seru ranaa


aku hanya menatap ranaa

__ADS_1


"itu nama kamu di mimpi ku kay"


kami saling menatap dan terdiam. apakah benar kami berdua memiliki hubungan?


__ADS_2