
Tokk tokk
Suara itu terdengar dari luar. aku terbangun dan menengok ke arah pintu kamar.aku terdiam dan kemudian terbaring lagi.
tokk tokk !!
suara ketukan itu semakin kencang
"siapa pagi-pagi kegini udah ke rumah" gerutu ku. aku begitu malas bangun namun tetap memaksakan untuk membuka selimut yang menutup tubuhku.
"Hoahh"
"Pasti ranaa"
aku berjalan menuju pintu depan dan membukanya. jegrekk !
"selamat pagi putri tidur" Sapa arham seraya masuk ke dalam menyenggolku seakan menyuruhku untuk memberi ruang jalan.
"heii.. siapa yang menyuruhmu masuk?" teriak ku
"oh.. pemilik rumah yang galak"
"mandi sana, kotoran mata mu dimana-mana" lanjut arham sambil duduk di kursi dan mengangkat kakinya di meja.
"ck.. tidak sopan" aku berjalan kebelakang menarik handuk dan pergi mandi.
**
terlihat dari pintu bilik kamar ku arham masih sibuk mengeluarkan barang-barang yang ia bawa. aku keluar sambil menutup pintu kamar. berjalan menuju arham dan duduk di sebelah nya. kepala ku masih memerhatikan barang-barang yang ia bawa.
"Kamu mau buat apa?" tanya ku sambil memegang salah satu botol kecil bewarna gelap yang bertuliskan rosewood
"ahli pembuat lilin masa tidak tahu"
"hah?" kataku bengong sambil membuka dan mencium aroma terapi ini.
"oh.. kamu mau buat lilin? untuk ratu?"
arham menggeleng
"lalu?"
"untuk ku"
aku mengerutkan dahi dan berpikir sebentar sambil meletakan kembali botol itu.
"sejak kapan suka lilin?" tanya ku lagi sambil menyandarkan punggung ku di kursi
"sejak aku tahu kalau kamu bisa membuatnya"
aku hanya mengangguk pelan
"Kamu suka aroma rosewood?" tanya ku
"Tidak"
"lalu? buat apa membeli nya?" aku berdecak kesal sambil melihat ke arah lain
"aku suka nya kamu"
aku terkejut dan mengalihkan pandangan ke arahnya.
"hah? apa? maksudmu?"
"kenapa? aku kan cuma bercanda" dengan nada yang mengesalkan
__ADS_1
"ck dasar menyebalkan" kata ku dalam hati sambil menyilangkan kedua tanganku.
"Jadi gimana?" tanya arham
"gimana apanya?" aku bertanya balik sambil menerawang atap rumah
"ajarkan aku cara membuat lilin"
"oh, siapkan dulu alat dan bahan"
"hah?"
"hah?" aku menatap arham
"hah apanya?" lanjut ku
"kenapa harus aku"
"bukannya kamu yang perlu, kalau tidak mau yasudah" kata ku sambil berdiri dan beranjak ke dapur
"ck" decak arham sambil menyusul kayla
"apa saja yang harus di siapkan tuan putri" goda nya sambil menyenggol pundaku saat aku sedang membuat teh.
aku berbalik dan menatap arham
"hmm.. sebentar" aku mengambil catatan ku di lemari depan dan kemudian ku sodorkan ke arham yang masih berdiri di depan meja dapur.
"ini yang harus di siapkan"
"oh iya, untuk alat-alatnya ada di lemari coklat sebelah sofa" lanjutku sembari mengaduk teh.
"hufftt" arham beranjak dari hadapan kayla dan mulai menyiapkan alat dan bahan untuk membuat lilin.
***
"Woaahh.." kataku yang tiba-tiba berada di sampingnya seraya takjub melihat hasil yang arham buat hari ini. aku mengagetkannya ia menoleh dan wajah kami sangat dekat.
"hah?" kataku lagi sambil berkedip heran.
telunjuk arham mendorong dahi ku untuk mundur dari wajahnya.
Aku hanya mengerucutkan bibirku seraya meletakan makanan dan teh.
"sebentar lagi aku akan mengalahkan kemampuan mu" kata arham masih sambil menaburkan lilin ke gelas putih berisi kelopak mawar bewarna pink.
"hmm.. " aku menanggapi malas
arham masih dengan lilin nya ia meneteskan aromaterapi rosewood ke dalam gelas nya.
"arham" aku memanggilnya
"hmm.." hanya kepala nya yang menyautiku wajahnya dan matanya tetap fokus dengan lilinnya.
"aku minta maaf atas sikap ku kemarin"
dengan gugup dan pasrah aku melakukan ini
"ya" sautnya
"maksud ku bukan kemarin tapi beberapa waktu yang lalu, saat kamu berusaha mengajak ku bicara" aku menyilangkan kedua tanganku dan bersandar di kursi sambil menamerawang atap-atap rumah.
"sejujurnya waktu ada turnamen saat itu aku menunggumu, kamu bilang akan datang padaku walau hanya sekedar berpamitan" aku masih berbicara
"tapi setelah aku menunggu lama_" kata-kata ku terjeda
__ADS_1
"kamu tidak datang"
arham menatap ku, ia menghentikan pekerjaannya dan meletakan di meja yang ada di tangannya.
"aku sudah kerumah mu" kata arham
aku terkejut dan mengerutkan dahi.
"hah?" aku memajukan badanku.
"aku lebih dulu ke sini sebelum akhirnya raja menyuruhku ke istana kembali karena sesuatu, saat aku ingin ke rumahmu lagi tiba-tiba waktunya habis"
"bahkan lebih dulu aku dari ranaa" lanjutnya
aku menjadi semakin merasa bersalah karena ini.
"dan sejujurnya waktu itu aku ingin membicarakan ini saat bertemu dengan mu di kota tempo hari"
aku mencoba mengingat-ingat, "oh.. saat aku pulang dari tempat yang aneh waktu itu" kataku dalan hati.
"hmm benarkah?" aku mencoba untuk mengkonfirmasinya lagi
"hmm" arham mengangguk
"aku benar-benar minta maaf untuk itu" kata ku lagi dengan menyesal dan menatap ke dua tanganku yang di pangku.
arham terdiam dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"apa kamu benar-benar tidak mau memaafkan ku?" tanyaku
"Sebenarnya aku sangat sakit saat itu" saut arham
"jangan seperti itu, apakah ada hal yang membuatmu bisa memaafkan ku?" goda ku pada arham seraya memegang dan menggoyang-goyangkan tangannya.
"aku mohon, aku benar-benar merasa bersalah" kataku lagi masih merengek
arham menoleh wajah memelas ku dan kemudian tertawa.
ia menatap ke arah lain seperti salah tingkah.
"sebentar aku masih berpikir"
"Jangan terlalu lama berpikir" aku masih lanjut menggoyang-goyangkan tangannya dan memelas.
"Setelah lilin yang aku buat ini selesai, aku akan memberikan jawabannya" katanya sambil tertawa kecil.
aku melepaskan genggaman di tangannya dan bergeser duduk memberi jarak kembali.
"baiklah akan aku tunggu" kata ku sambil memainkan kuku ku.
***
menunggu nya sibuk dengan lilin membuatku tertidur lelap di atas sofa. aku terbangun dan badan ku telah berubah posisi terbaring di sofa dengan selimut di atas badannku. aku bingung dimana arham? aku berdiri dan melangkah mencarinya ke dapur namun tidak menemukannya, lalu ku cari ke luar halaman, ke taman samping, ke kebun belakang dan hasilnya sama tidak menemukannya.
aku kembali ke sofa dan merebahkan punggung ku di busa-busa sofa yang lembut saraya menatap atap rumah. kepala ku menoleh ke meja dan aku menemukan secarik kertas yang seperti ada pesan tertulis.
*Kepada kayla yang menyebalkan
"*aku memaafkan mu, aku bahkan tidak ada perasaan marah padamu. percayalah, sikap dingin ku kemarin karena aku bingung ingin memulainya dari mana karena aku juga tahu waktu itu kamu sangat marah dengan ku.
sebagai gantinya mari kita berjalan untuk menonton festival tahunan berdine lusa nanti*"
Pangeran Tertampan* :)
Aku membacanya sambil tertawa dan berdecak.
__ADS_1
"ck dasar cowok aneh"
"tapi aku menyukainya" lanjutku.