
“gimana dengan keadaan mu?” arham duduk di depan ku seraya memegang tangan kiri ku dengan tangan kanan nya.
“sudah mulai baikan” kata ku sambil tersenyum berusaha tidak membuat arham khawatir
Ia meraih kepala bagian belakang ku dan mendorong ke arah dadanya.
“aku baik-baik saja, jangan khawatir” kata ku lagi Arham melepaskan pelukan nya dan memgang ke dua pipi ku dengan ke dua tangannya.
“ngomong-ngomong saat aku tidak sadarkan diri aku tidak melakukan hal yang aneh kan?” tanya ku pada arham
“tidak, kamu hanya bicara sedikit aneh”
“apa?”
“ seperti itu”
Aku terdiam sambil menatap arham, apa benar itu yang aku katakan? Apakah itu suatu pertanda sesuatu yang buruk? Aku masih bertanya-tanya.
“aku bahkan ga sadar” kata ku sambil tertawa kecil
“bukan nya kamu memang selalu aneh” kata arham
Aku menatapnya tajam seraya menekuk bibirku
“aku hanya bercanda” arham mencubit pipir kiri ku pelan, Aku tersenyum pada arham begitu pun arham yang melempar senyum nya padaku.
“aku akan mengantar mu pulang, kamu harus beristirahat tuan putri”
Aku hanya tersipu saat arham mengatakan itu pada ku.
“baiklah ayo berdiri” kata arham seraya berdiri juga dari tempat duduknya dan memberikan tangan nya pada ku.
“hmm” aku menggeleng seraya menekuk bibirku
“ahhhh” arham mengurut dahi nya sambil menatap ku kemudian menggendong ku di punggu nya. Aku hanya tersenyum seraya menumpangkan dagu ku du pundak kanan nya.
“aku berat ya?” tanya ku
“enggak kok” kata arham. Aku terdiam dan menoleh ke wajahnya
“kamu percaya ga kalo aku bukan bagian dari dunia ini?” kata ku, arham masih berjalan pelan dengan menggendong ku
“aku bahkan sudah tau sedari menemukan kamu di hutan, kalo kamu memang bukan bagian dari dunia ini”
“hah? Kamu serius?”
“hmm” arham mengangguk
“terus kenapa kalo bicara sama aku gaya nya formal?”
“antisipasi”
Aku hanya mengangguk pelan
“kenapa berdine berbahaya buat manusia?” tanya ku lagi
Arham menghentikan langkah nya, aku melihat ke arah wajah arham “maaf” kata ku pelan.
Arham pun menoleh ke arah ku dengan mata indah nya, aku seketika memalingkan wajahku ke arah lain.
“itu karena mereka mahluk asing” ranaa melanjutkan jalannya
“apa kerajaan tau bahwa aku dan ranaa manusia?”
“aku dan afsoon berusaha merahasiakan kalian berdua”
“jadi sampa saat ini kerjaan ga mengetahui ranaa yang memang sudah selama itu di berdine?”
__ADS_1
Arham hanya mengangguk.
“apa pernah ada kejadian kerajaan dan masyarakat berdine tahu ada manusia di sini?” aku terus bertanya
“sudah”
“lalu”
“di eksekusi”
“hah?”
“aku tidak paham banyak tentang itu kayla, karena kejadian itu terjadi sebelum aku di lahirkan”
“oh..” aku terdiam dan menghentikan pertanyaan-pertanyaan lain yang sebenarnya masih ingin ku tanya kan.
***
Tokk.. tokk.. aku berusaha mengetuk pintu rumah ranaa namun tidak ada jawaban. Aku mengetuknya lagi saat tangan ku berusaha mengetuk pintu itu terbuka, terlihat ranaa dengan pakaian seperti biasa nya.
“pemandangan macam apa ini?” kata ranaa seraya tersenyum dan meletakan sikunya di tiang pintu.
“kenapa?”
“tumben nyamperin aku?”
“soalnya penting”
“penting?”
Aku memberikan kode supaya ranaa mempersilahkan aku masuk, ia pun menyingkir dari pintu nya. Aku masuk dan memperhatikan seisi ruangan yang sangat artistik. Aku berjalan menuju sofa bewarna mocca dan duduk dengan menyender kan punggu ku di atas sofa.
“aku ambil teh dulu” kata ranaa
“ga usah repot-repot, aku udah sarapan di rumah” kata ku
“oke, jadi?” sambil duduk di sebelah ku
“iya” ranaa malah bermain
“aku serius”
“iya”
“aku yakin di mimpi ku waktu itu adalah orang yang sama di berdine, maksudku aku yakin sosok ryu itu menunjukan diri kamu di dunia lain dan sosok eira adalah aku”
“kenapa kamu bisa yakin?”
“ran, sadar ga sih kita udah jauh dari dunia kita. Bahkan kamu sekarang udah ingat beberapa hal tentang diri kamu. Aku juga berpikir kalo aku dan kamu pasti memiliki hubungan kuat di dunia itu. Aku yakin bahwa eira adalah aku karena wajah kami yang sama saat di mimpi itu, selain itu ryu juga aku yakin itu adalah kamu di dunia itu. Kamu ga menyadarinya? Aku bahkan nemuin beberapa benda di tempat ini yang ada hubungan nya dengan hillangnya aku ran”
“aku bahkan ga tau kalo kita memiliki hubungan sebelumnya, yang aku ingat Cuma keluarga aku tapi masalah teman dan sekolah aku benar-benar ga mengingatnya kay”
“kamu kan sudah lama di berdine, apa kamu ga menemukan tanda-tanda atau apapun tentang kamu?”
Ranaa terdiam dan mulai berpikir sebentar sambil menatap langit-langit
“aku ga menemukan apapun tentang diri ku, cuman sebelum aster pergi waktu itu dia sempat menitipkan sesuatu”
“apa?” tanya ku
“semacam kalung dengan batu berlian”
Mata ku mendelip “maksudmu?”
“sebentar aku ambil dulu” ranaa beranjak dari tempat duduknya
“nih” ia mengulurkan kalung itu pada ku
__ADS_1
“hah?” aku menatap nya dengan serius dan kaget
“kenapa?”
“kalung ini persis dengan kalung aku temuin di hutan waktu itu, bahkan bentuk dan warnanya pun sama”
“mirip mungkin”
“enggak ran, aku yakin ini sama”
“atau kalung ini satu pasang dengan yang aku temuin waktu itu?” lanjutku sambil terus memperhatikan dengan detile
“aku sudah pernah bilang kan, aku yang hampir 3 tahun di berdine belum nemuin jalan keluar dari tempat ini. Bahkan aku sudah berkeliling istana dan menyelundup ke bagian penting istana demi keluar dari tempat ini”
“kamu percaya dunia paralel?” tanya ku pada ranaa
“hah?”
“aku sempat baca beberapa buku di perpustakaan kerajaan tentang itu” kata ku
“aku belum pernah ke perpustakan, pertama dan terakhir kali waktu itu bersama dengan aster, ya Cuma untuk nemenin dia baca sih”
“oke itu jawabannya”
“maksud kamu”
“huffttttt ranaa aku capek jelasinnya”
“kamu aneh banget soalnya”
“eh, terus masalah yang kamu pingsan kemarin gimana ceritanya?” lanjut ranaa
“arham bilang aku kaya bicara sesuatu gitu”
“apa?”
“ gitu”
“aku yakin itu juga salah satu kode nya” lanjutku
“hmmm...” ranaa berpikir keras lagi.
“aku masih bingung, kenapa kita bisa terjebak di dunia abad kerajaan gini sih. Huffttt” aku menyenderkan punggu ku ke sofa
“terjebak juga kamu seneng bisa pacaran sama pangeran dapet first kiss” kata ranaa yang juga menyenderkan punggunya ke sofa
Plakkk..
Tangan ku menepuk bahunya dengan keras
“awww kay sakit”
“tapi aku curiga kerajaan kaya nyembunyiin sesuatu dari aku, bahkan arham pun aku pikir dia juga banyak merahasiakan sesuatu”
“ya iyalah kay, segala sesuatu di kerajaan ga boleh semua orang tau. Gimana sih, emang kita ini siapa. Mereka ga tau kita manusia aja udah syukur banget”
“bener juga sih” aku memejamkan mata ku sejenak untuk mengistirahatkan pikiran
“kalo mau tidur mending ke kamar deh kay”
“enggak ngantuk, udah deh aku mau keluar”
“mau kemana?”
“ga tau, mungkin ke rumah miss dafna” kata ku seraya berdiri
“hah itu siapa?”
__ADS_1
Aku hanya terdiam samil mengangkat kedua alisku dan pergi dari kediaman ranaa.
“daaaahh” kata ku sambil melambaikan tangan.