
"Kay, ada hal yang sejujurnya ingin aku sampaikan juga dengan mu" kata ranaa, ia menarik napas nya pelan dan menghembuskannya.
"Tapi.." lanjutnya namun kata-katanya terhenti.
"kenapa ran?" kataku.
"Kamu jatuh cinta pada arham?" katanya, tiba-tiba mengagetkan ku.
"hah? kenapa jadi ngebahas arham?" kataku.
"karena ini ada hubungannya dengan dia".
mengapa seolah ranaa bisa membaca pikiran dan hatiku. dia bisa merasakan aku mulai menyukai arham dan ia pun tahu siapa sebenarnya diriku.
"ranaa aku cuma ingin kamu jelasin siapa aku disini. aku yakin kamu pasti tau semuanya" aku berusaha mendesak ranaa untuk berbicara tentang diriku.
"kayla ini panjang, kamu akan sulit paham dan menerima" kata ranaa.
"Coba saja, aku berusaha mengerti. aku hanya ingin tau. tidak ada yang salah dengan ini. aku berhak ranaa" kataku seraya meneteskan air mata di pipi.
ranaa menghapus air mata di pipi merah ku. Ia berdiri dan memeluku yang berdiri di hadapannya. tangannya menggapai rambutku dan mengelusnya. mencoba menenangkan ku.
"kita sama, kita berasal dari alam yang sama. kamu dan aku kayla" kata ranaa dengan tangan nya masih mengelus rambutku dan memeluku.
"maksudmu?" kataku masih menangis dipelukannya.
ranaa melepas pelukannya dan kedua tangannya memegang pundak ku.
"Sedari awal kita bertemu, aku merasa kamu berbeda" ranaa tersenyum. tangannya kini pindah ke pipi ku yang masih basah dengan tangisan ku.
"ranaa kita ini siapa?" tanya ku.
"manusia"
"lalu mereka?" tanya ku lagi.
"aku tidak tahu. tapi mereka memiliki kekuatan yang tidak pernah kita miliki" ranaa menjawabnya.
aku menunduk pelan, kepala ku kusenderkan di pundak kanannya dan menangis lagi.
"Bahkan dari cara bicaramu saja aku bisa mengenalnya. kamu bukan berasal dari berdine" kata ranaa.
"kayla.. mulai besok mulai terbiasa dengan bicara formal. Keadaan mu sedang dalam bahaya. untungnya kamu hanya bicara aneh saat berbicara dengan arham dan afsoon" lanjut ranaa.
kepala ku angkat dan menatap ranaa.
"memang kenapa?" aku bingung.
saat ranaa ingin berbicara tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu.
__ADS_1
tokk.. tokkk.. !!
suara ketukan pintu terdengar dari arah luar pintu depan.
aku menghapus air mataku dengan kedua tangan. cepat-cepat ke kamar mandi untuk mencuci muka ku dan ku elap dengan handuk. ranaa masih berdiri di dekat tempat duduk ruang tamu. Aku menuju pintu dan melihat dari kaca jendela, memastikan siapa yang datang.
arham melambaikan tangan dan memberi isyarat padaku untuk membuka kan pintu. aku hanya mengangguk. aku membalikan badan dan memberi isyarat ke pada ranaa dan sepertinya ranaa memang paham, ia bergegas keluar dari pintu belakang. sebelum itu ia menghampiriku tersenyum dan menepuk pundak ku pelan. aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
Aku cepat-cepat membuka kan pintu arham. Ia tampak sedang bahagia. aku mempersilahkannya duduk. arham membawa seikat bunga Daisy yang di kombinasikan dengan magnolia dan thistle spray. sangat cantik dan aku menyukainya.
arham menyerahkan bucket bunganya padaku. aku mencium seikat bunga yang sangat harum dan indah seraya tersenyum.
"Hari ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat" kata arham padaku.
"mau kemana?" tanya ku.
arham tak menjawab. ia menggapai lenganku dan mengajaku untuk bergerak keluar.
"kita mau kemana?" tanya ku lagi.
"ikuti saja"
arham membawaku mendekat pada kudanya. iya menaiki kudanya dan aku masih di bawah. "ayo" kata arham seraya mengulurkan tangannya padaku, dan aku menggapainya.
Kami meninggalkan rumah dan kota dengan kuda yang kami tunggangi.
Aku bingung arham akan membawaku kemana. tiba-tiba arham menghentikan kudanya. Kami berada di dermaga dengan kapal-kapal besar.
aku semakin merasa aneh. arham turun dari kudanya.
"ayo kayla" arham mengajak ku untuk turun juga.
kami berjalan ke arah kapal yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. bewarna putih dengan tulisan ARM yang mungkin singkatan dari nama arham itu sendiri.
"kita mau kemana?" kataku masih bertanya.
namun arham tetap tak menjawab dan hanya tersenyum.
Kapal yang kami naiki akhirnya tiba di dermaga lain yang tak ku ketahui dimana tepatnya.
Aku memperhatikan banyak pasangan-pasangan muda yang berhulu lalang. dan mayoritas mereka keluar dari kapal-kapal yang baru saja tiba bersamaan dengan kami.
arham menyiapkan lengannya di dada. seolah memberi kode supaya aku menggandengnya.
Dan ya, tanganku pun menggandeng lengannya.
"Kamu tahu di setiap Bulan februari semua pemuda-pemuda berdine dan negeri lain akan mengunjungi tempat ini" kata arham.
"tempat ini dinamakan tevanos" lanjut arham.
__ADS_1
"Semacam festival?" kataku.
"tepatnya begitu, dan ini kali pertamanya aku kesini dalam hidupku" matanya meliriku dan tersenyum.
Aku hanya tersenyum simpul sambil mengangguk pelan.
"biasanya apa yang dilihat mereka disini?" tanyaku.
"pertunjukan musik klasik dan drama musikal"
"adiku beberapa kali pernah ke tempat ini" lanjut arham.
"bersama siapa? pasti laki-laki spesialnya" kataku.
"Hmm mungkin saja tapi aku tak yakin"
Aku semakin penasaran siapa pria yang mendampingi adik nya.
**
kami telah berada di gedung yang membuatku takjub adalah ini outdoor dimana panggung membelakangi lautan dan tempat duduk penonton menjulang seperti tangga dengan pahatan-pahatan yang halus dan detile. Benar-benar mahakarya yang sangat indah.
Alat-alat musik yang terpajang pun sangat mewah. Kursi-kursi telah di padati penonton. pemusik telah menaiki panggung. pembukaan pertama Kami di sugukan musik klasik yang sangat harmoni.
saat musik berhenti, pelayan-pelayan memasuki area kami dan memberikan makanan. jika ini di duniaku mungkin kurang lebih ini seperti di bioskop.
Hari menunjukan pergantiannya. aku dan arham masih menikmati drama musikal yang telah tayang beberapa menit yang lalu. Menurutku ini sangat menyenangkan.
Setelah drama musikal berakhir kembang api pun di luncurkan. aku dan arham melihat ke langit tersenyum takjub. dan hal yang membuatku takjub banyak lumba-lumba yang melompat seolah paham bahwa ini adalah akhir dari acara.
Ketika aku masih fokus melihat ke atas langit.
arham memandang ku dalam. dan aku pun melihat arham yang tersenyum padaku. aku membalasnya dengan senyuman juga namun bukan hanya arham yang ku lihat. ada ranaa tepat berada di belakang arham dan terlihat jauh.
Aku menghentikan senyumanku. Arham menggenggam tanganku wajahnya semakin mendekat seolah ada yang ia cari pada wajahku.
bibirnya semakin mendekat dengan bibirku. aku memandangnya dan terpejam. sangat-sangat dekat. kemudian aku tersadar dan membuka mataku menghentikan arham dan mencari keberadaan ranaa.
Mataku terus mencari namun tak menemukannya. Arham bingung dengan tingkahku.
"Aku tahu kamu belum siap, seharusnya aku paham. maaf kayla" kata arham.
aku terdiam sejenak mengamati arham dan menarik nafasku pelan.
"sepertinya kita kembali saja" kataku.
Tiba-tiba pikiranku kacau setelah mengetahui ranaa juga di tempat ini. Aku merasa seperti ia ingin memberi tahuku sesuatu.
Seharian ini aku merasa senang dengan arham. namun di sisi lain aku khawatir pada diriku sendiri. Ranaa tampak seperti tidak pernah lepas dari pandanganku.
__ADS_1