
Arham kemarin sempat bilang padaku kalau 3 hari kedepan ia di temani ranaa mendapat tugas menghadiri acara di kerajaan lain. ia tidak menceritakan secara detile tapi ia hanya bilang kalau acara itu seperti Pertandingan panahan antar kerajaan.
Acara itu berlangsung sehari semalam.
Pagi ini seharusnya mereka telah berangkat menuju dermaga untuk pergi menuju pertandingan, dan arham bilang jika dirinya akan menyempatkan berpamitan dan datang ke rumahku.
Aku masih menunggu di balik jendela kamarku. sesekali melihat ke arah luar, memastikan apakah arham telah dekat atau belum.
Aku bergegas keluar kamarku menuju pintu depan. aku keluar rumah dan berjalan ke arah Pohon besar yang tidak jauh dari rumah. mataku memperhatikan setiap sudut kota dari kejauhan.
Sosok Ranaa terlihat dari kejauhan menunggangi kuda nya. ia turun dan berjalan ke arah rumah ku.
Dirinya semakin mendekat.
Ia tersenyum pada ku, aku pun sebaliknya.
"Kenapa kamu belum juga pergi?" kata ku bertanya pada ranaa.
"Ini tahun ke tiga ku bertanding memanah" kata ranaa yang sudah berada di sampingku sambil menoleh ke arah ku.
Aku hanya tersenyum sambil menepuk pundaknya.
"Satu-satunya wanita yang menyangatiku hanya Clarisa" Kata ranaa.
aku menatap ranaa dalam-dalam "siapa itu clarisa?" tanyaku.
"Adik perempuan arham" kata ranaa sambil tersenyum "dan saat pertandingan ini di adakan kembali, ku pikir aku tidak akan pernah bisa mendapat semangat itu lagi" lanjutnya.
aku menatap kota, menarik nafasku pelan dan menghembuskannya.
"Ranaa" kataku
"ya?" menoleh menatapku.
"Semangatt" kataku sambil merangkul punggungnya.
"Aku tahu kamu pemanah yang hebat. clarisa pasti juga menyemangatimu dari jauh"
Ranaa tersenyum sambil menatapku.
"Kamu sangat mirip dia, sangat - sangat mirip"
Aku hanya tersenyum.
"Tapi kenapa sedari tadi aku tidak melihat arham di sini?" aku bicara sendiri.
"bukannya arham sudah kesini?" tanya ranaa.
aku bingung dan terdiam menatap ranaa.
"ku pikir tadi dia sudah berpamitan dengan mu"
"Hmm maksudmu?"
"Tadi dia bilang kalau dia akan menungguku di kapal. dia sedari tadi pergi"
"kami tidak bersama" lanjut ranaa.
__ADS_1
bibir atas dan bawah ku yang mulanya saling menyatu kini dipisahkan dengan Hal ini.
Arham bilang kalau dirinya akan kemari. namun tidak seperti yang ia katakan. justru ranaa yang berpamitan dengan ku.
"mungkin dia lupa" kataku.
"Jadi dia tidak benar-benar kesini?" tanya ranaa.
aku hanya menggeleng.
"Nanti akan ku sampaikan dengan arham"
"tidak perlu" kataku.
"oh.. ya. ada hal yang ingin aku tanyakan padamu ranaa"
ranaa mengangkat alisnya dengan menatapku.
"Ini berhubungan dengan festival kemarin yang berada di tevanos. Apa kamu ada disana juga?" tanya ku.
"Tidak, aku tidak datang ke festival itu"
"ah.. mungkin aku salah lihat"
Tangan kanan ranaa mengelus leher belakangnya dan kemudian memeluku.
"aku akan pergi. Saat kembali, aku berjanji akan membawakanmu hadiah, terimakasih atas semangatnya"
aku mengangguk tersenyum. Kami saling melepaskan pelukan.
Ranaa berbalik dan pergi dari hadapanku sambil melambaikan tangannya.
***
"apa ada hal yang ingin kamu ambil disana?" kata ku pada afsoon.
"Aku ingin mengambil beberapa barang miliku. kemarin saat arham ke hutan aku meminjamkan padanya"
"ahh.. iya" kataku sambil mengangguk.
"Tidak masalah kan jika aku membawa kuda ku dengan cepat?" tanya afsoon pada ku.
"ya tidak masalah"
***
Di tengah perjalanan aku Tidak bisa melihat apa-apa. mataku terpejam sambil terus berpegangan dengan afsoon, hal ini aku lakukan juga saat ia menjemputku dari rumah itu ke kota.
"Santai saja, ini tidak berbahaya. kamu yakin ingin melewatkan pemandangan yang indah ini?"
aku membuka mataku. Dan aku melihat rerumputan hijau dengan pegunungan. di salah satu gunungnya terdapat air terjun yang menjulang tinggi, airnya yang bening deras jatuh ke Danau yang luas.
Tidak hanya itu, ada banyak bunga dengan berbagai macam warna dan bentuk. di sudut lain juga aku melihat banyaknya hutan pinus yang tersusun rapih.
Ini benar-benar seperti di negeri dongeng.
"sangat indah" kataku.
__ADS_1
afsoon hanya tersenyum.
"Setiap clarisa melewati ini ia juga akan mengatakan hal yang sama denganmu" kata afsoon.
Aku hanya tersenyum sambil memejamkan mata, menikmati udara sejuk ini.
Kuda afsoon masih melaju cepat.
"Sebentar lagi kita akan sampai" kata afsoon memberitahuku.
aku mengangguk.
***
Kami telah sampai di lokasi. Afsoon masuk ke dalam rumah dan mengajak ku.
aku Memeriksa kamar yang pernah ku gunakan. Dan aku pun memeriksa lemari, terlihat masih ada baju sekolahku dengan atasan putih dan rok Hitam ke abu-abuan.
aku memegangnya dan menatapnya lama. Kadang aku bingung dengan kehidupanku saat ini. Merasa tidak masuk akal dan tidak mungkin.
"Kayla.." afsoon memanggil. aku buru-buru menyimpan baju ku.
"ah.. iya ada apa?" tanyaku.
"kuda ku harus ku Bawa ke danau. sepertinya aku juga harus membujuknya terlebih dahulu. dia sedang tidak mood"
aku mengangguk.
afsoon Pergi dari hadapan ku.
aku masih melanjutkan kegiatanku untuk merapikan baju-baju ku. kemudian ku masukan ke dalam kantong kanvas bewarna coklat. Aku berniat membawa nya ke rumahku di kota.
Aku keluar rumah. dan melihat afsoon yang belum terlalu jauh dari pandanganku dengan membawa kudanya.
Aku mengikutinya dari belakang. pandangan ku mulai kehilangan sosok afsoon dan kudanya. aku berusaha putar balik ke rumah namun tempat yang ku temui adalah sama.
Sepertinya aku kehilangan arah.
Sampai kaki ku terasa letih. aku duduk sejenak di bawah pohon yang tidak terlalu besar. Di sekeliling aku melihat bunga-bunga yang indah dan burung-burung yang saling berkicau. Aku mendekati satu bunga Anemona bewarna ungu kebiruan.
Aku memandanginya sambil menyentuhnya. Aku duduk di antara bunga-bunga itu. aku berusaha menyingkirkan rumput-rumput liar yang berada di sekeliling anemona itu. namun aku juga menemukan beberapa benda yang tidak asing. seperti aku mengenalnya.
Aku mengambilnya, benda itu berupa name tag (Identitas diri yang biasa di gunakan pada seragam sekolah) kalung dan Batu berlian bewarna Lagoon (kebiruan) yang sangat indah. Batu berlian itu seharusnya menyatu dengan kalung, terlihat kerangka pelindung berlian itu yang terputus satu.
Aku membersihkan dari tanah yang melapisinya. Ku tiup name tag itu, mulai terlihat beberapa huruf dan ku sapukan dengan jari ku. Pada name tag itu tertulis nama "EVYANNA EIRA" aku memandangnya cukup lama. Kemudian ku simpan dalam kantong saku ku. Selanjutnya aku membersihkan Kalung dan berlian yang juga kotor dengan tanah dan ku simpan dalam kantong ku lagi.
"Heii !!" suara itu berasal dari belakang. aku menoleh pelan terlihat afsoon dengan kudanya. aku menghampirinya.
"Mengapa tiba-tiba kamu disini?" tanya afsoon.
" tadi aku mengikutimu, namu aku kehilangan mu afsoon dan mulai tidak tau arah. jadi aku disini"
"Syukurlah kamu baik-baik saja. Saran ku kamu hati-hati di hutan ini"
"baiklah. maafkan kecerobohanku" kataku.
"Yah. ayo kembali" ajak afsoon.
__ADS_1
Kami pergi menuju ke rumah. setelah sampai aku dan afsoon sibuk membereskan barang-barang dan kembali ke kota.