la la lost you

la la lost you
Keterikatan 2


__ADS_3

Ranaa duduk sambil serius memperhatikan ku yang sedari tadi menata tanaman bunga. Aku mondar-mandir dengan sarung tangan yang menyelubungi tangan ku sambil membawa pot bunga daisy dengan kedua tangan ku.


"Hobi kamu ternyata banyak ya" ranaa memulai pembicaraan sambil duduk di potongan kayu besar yang berada dekat pagar.


"Aku ngerasa ga ada kerjaan di sini"


"jadi aku ngerajain yang membuat ku senang" lanjutku sambil membalikan badan dan menyondongkan setengah badan ku ke ranaa.


Ranaa hanya menaikan sebelah alisnya.


"ah iya kay"


"hmm..?" sautku masih sambil menata bunga-bunga ini.


"aku mau ngomong masalah mimpi kita kemarin"


"jadi?"


"jadi apanya?"


"jadi gimana?"


"gimana apanya si kay?"


"tadi bilang mau lanjutin cerita yang kemarin"


"jadi gimana?" lanjutku sambil menoleh sinis


"Aku mengingat beberapa hal"


aku menghentikan gerak tangan ku dengan mendadak saat ranaa mengatakan itu.


"Sudah hampir tiga tahun aku di berdine dan aku baru mengingat beberapa hal tentang diriku" sambil memainkan bunga tepat sebelah duduknya.


selama itu kah ranaa berada di tempat ini, aku bahkan tak bisa membayangkan betapa banyak hari-hari membosankan dan sulit yang ia lewati. aku membalikan badan ku ke arah ranaa dan menatapnya serius.


"Selama itu apa yang kamu kerjain?" tanya ku


"maksudnya?"


"iya maksud aku kamu sudah tiga tahun di berdine apa aja yang kamu kerjain?"


"Banyak" ranaa melanjutkan memainkan bunganya.


aku melangkah ke arah ranaa dan duduk di sebelahnya. aku membuka sarung tanganku dan meletakan nya di samping ku.


"Pasti sulit" kataku sambil menatap ke arah rerumputan di depan kami


"Ya memang sulit"


"aku ngerasa semuanya sudah membaik saat akhir-akhir ini aja" lanjut ranaa


"maksud kamu?" aku menengok ke arah wajah ranaa


"Aku ga pernah ya ceritain awal gimana aku ada di tempat ini?" ranaa balik memalingkan wajahnya ke arah ku. aku hanya menggeleng masih sambil menatap wajahnya yang berjarak 30 cm saja dari wajah ku.


"jadi waktu itu..."


3 tahun yang lalu


"Bangun cepaaattt !!" suara itu milik seorang wanita. mataku masih sayup, aku membukanya perlahan dengan menatap nya samar, wanita berambut pendek sebahu dengan kulit seputih susu, mata nya yang bulat dengan bulu mata yang lentik dan bibir merah jambu. ia menggunakan baju putih lengan panjang, celana jeans dan sepatu bootsnya. sangat cantik 😳


"heii cepatt kau mau mati?"

__ADS_1


"hah?" dengan suara ku yang masih pelan dan kebingungan. tanpa membalas ia menarik ku dan membawa ku entah kemana bahkan aku tidak tahu tempat ini.


***


"aku dimana?" kataku masih sambil memegang bahu kanan dengan tangan kiri ku.


"Tidak penting dimana kamu sekarang, bagiku yang terpenting kamu selamat"


aku masih tidak mengerti dan merintih kelelahan.


"kamu haus?" tanya wanita itu


aku hanya mengangguk pelan


"sebentar, aku akan kembali. kamu tetap disini"


aku hanya diam. aku berada di bawah pohon dengan di kelilingi bunga yang bewarna-warni.


setelah beberapa saat, ia kembali dengan sebotol minuman di tangan nya.


ia memberikan pada ku dengan keadaan ku yang masih menyandarkan punggung ku di sebatang pohon.


"siapa nama mu?" memiringkan kepalanya dan menatap ku dalam. aku memberikan botol itu pada nya dan terdiam sejenak untuk beripikir.


kemudian aku menggeleng "aku tidak tahu" jawabku. wanita ini menyentuh pipiku dan mendekatlan wajahnya. aku spontan memundur kan wajahku dari nya. "apa yang kamu lakukan?" teriak ku.


"aku ingin melihat siapa sebenarnya dirimu"


"hah? aku ga mengerti"


"pejamkan saja mata mu" katanya


Aku malah menuruti kata-katanya dan memejamkan kedua mata ku perlahan.


"Huffftt kamu bukan tipe ku" jawabnya


"hah.." decak ku


Sepanjang pejaman mata ku ia tak bersuara sedikit pun. aku curiga dan membuka mataku tak sengaja diri mendorong wajah ku begitu saja yang tepat 5 cm berada di depan wajahnya yang masih terpejam tampak khusyuk.


"apakah ia benar-benar manusia?" kataku dalam hati, jantungku berdetak kencang dan aliran darah ku mulai tak beraturan. aku mencoba mengatur nafas ku sebaik mungkin.


dengan jarak sedekat ini aku benar-benar di buat takjub akan ke indahan dirinya yang sangat berbeda.


perlahan mata terbuka aku buru-buru menutup mata ku kembali.


"baiklah, buka matamu" katanya


"hah?" kataku


"buka matamu !!" teriaknya


aku masih memejamkan mataku.


"aku tidak kuat"


"apa katamu?" wanita itu heran dengan sikap ku


"aku menyukai mu!" kata ku secara spontan masih dengan mata terpejam.


"kamu gila?"


"buka matamu cepat!" lanjutnya

__ADS_1


"Nama mu ranaa" kata nya lagi


"Hah?" aku langsung membuka mata ku setelah mendengarnya


"aku bahkan tidak ingat, apa benar itu namaku?"


ia hanya mengangguk sambil berdiri.


"ayo cepatlah bangun !" sambil memberikan tangan kanan nya ke arah ku. aku menggapainya dan ia menarik ku untuk berdiri.


***


aku berjalan mengikuti nya tepat dibelakang wanita itu.


"Siapa nama mu?" kataku menyusul nya dan jalan kami sekarang mulai sejajar. ia menoleh ke arah ku dan tersenyum


"Aster"


"aster?" kataku menyondongkan wajah ke arah nya. ia hanya mengangguk.


"apa kamu ga takut sendirian di hutan?" tanya ku masih sambil berjalan.


"aku menyukainya" ia berhenti dan menatap langit biru yang di hiasi awan berwarna putih.


"aku menyukai kebebasan, aku menyukai menghirup udara ini" lanjutnya yang kemudian memejamkan matanya.


mataku pun tak bisa berpaling darinya "sangat indah" kataku lagi dalam hati. aku tersenyum dan masih memandang nya sangat dalam. jantungku kembali berdetup, tak biasanya aku seperti ini, menyukai seorang wanita begitu cepat.


ia membuka matanya dan aku buru-buru memalingkan wajahku ke arah lain.


"kenapa?" ia menoleh ke arahku mendapati ku yang sangat gugup.


"hah? aku?" aku balik menolehnya dan bertanya sambil menunjuk diri ku sendiri.


"ahh, wajar si kamu baru sadar dari perjalanan panjang mu yang memakan hampir 1 tahun itu" kemudian ia melanjutkan jalannya sambil melihat kedepan


aku masih berdiam diri dan bingung dengan kata-katanya "maksud mu?" teriak ku pada aster yang semakin menjauh dari ku. aku menyusulnya dengan berlari.


"apa maksudnya?" aku masih berlari namun sejajar dengan jalannya. ia menoleh sinis "Nanti juga kamu akan menyadarinya"


aku berhenti dan menarik tangannya untuk menghentikan langkahnya.


"aku masih belum mengerti gimana?" kataku


ia memegang kedua bahu ku. aku gugup lagi !


"sejujurnya meskipun aku memberi tahu mu, itu tidak akan mengembalikan ingatan mu secepat itu. jadi lupakan saja kata-kata ku tadi" ia melepas kedua tangannya dan melanjutkan jalannya


"tapi_"


ia kembali menoleh "percayalah, lebih baik kamu menenangkan diri saat ini"


"aster_"


"kalau kamu benar-benar menyukai ku berhenti bertanya dan berjalanlah. hari sudah menjelang malam" lanjutnya yang lagi-lagi memotong pembicaraan ku. dan aku menuruti kata-katanya.


To be continue...


[NOTE]


Jadi di episode ini dan beberapa episode kedepan aku buat cerita 3 tahun yang lalu melalui sudut pandang ranaa. jadi itu adalah cerita saat pertama kali ranaa tersesat. dan tokoh aku disana adalah ranaa guys :)


Terimakasih sudah membaca sampai episode ini, tetep pantengin untuk episode berikutnya ya :)

__ADS_1


__ADS_2