la la lost you

la la lost you
Menjauh


__ADS_3

Aku berjalan kecil ke arah rumahku dengan tatapan kosong. ranaa tampak mengikuti langkahku dari belakang. Kami saling diam dan tidak berbicara.


Aku masih memikirkan mimpiku semalam yang masih terngiang-ngiang di kepala ku.


"ehemm" ranaa berdehem dibelakangku.


aku menghentikan langkahku.


"apa benar kami sedang baik-baik saja?" ucapnya.


aku berbalik dan menatapnya yang tepat dibelakangku.


"Aku sedang gak baik, jadi apa maumu sekarang?" cetusku.


"ahhh aku benar-benar khawatir kalau begitu. apa selama seharian kemarin kamu kesepian?" kata ranaa sambil tertawa kecil.


aku hanya menaikan sebelah bibir seraya mata ku yang menjelit.


"kalau begitu ceritakan padaku apa yang membuat kamu sedang tidak baik? apa aku boleh mendengarnya?" Goda ranaa.


Aku hanya tertawa kecil dengan pandangan ke arah lain. namun mata itu mendapati kami berdua, wanita itu melihat aku yang sedang bersama ranaa.


kami saling memperhatikan satu sama lain. aku menatapnya tajam dan menghentikan tawa ku. Ranaa menoleh kebelakang dan melihat nya juga yang sedang melihat kami berdua.


"ahhh aku tau masalahnya" ucap ranaa lagi.


mataku melirik ranaa.


"kamu cemburu dengan calandra?" lanjutnya.


"Apa yang membuatku bisa cemburu dengan wanita yang tidak lebih cantik dari ku" kataku berusaha menyombongkan diri pada ranaa.


Ranaa tertawa kecil seraya kepalan tangan yang menutupi bibir pinknya.


"apa yang membuatmu bisa bilang begitu?"


"ya karena memang aku cantik"


"hahaha" kali ini ranaa tertawa kencang.


aku pun tertawa kecil dan menepuk pundak ranaa.


Ranaa menoleh kembali ke belakang. ia memastikan apakah calandra masih memperhatikan kami atau tidak.


"dia sudah pergi" kata ranaa.


aku hanya menjelitkan mataku dan berbalik melanjutkan jalan.


Namun ranaa tetap berdiri di tempatnya, aku kembali menoleh ke arahnya. aku menarik nafas pelan dan berjalan mundur. kini langkahku berusaha menyesuaikan langkah ranaa.


ranaa pun menggenggam tanganku. alisnya memberikan isyarat padaku untuk melanjutkan jalan.


"Ranaa"


"hmm"


"selama aku bersama mu, kamu belum pernah menceritakan gimana kamu di tempat ini. apakah benar cara kamu tersesat juga sama seperti ku"

__ADS_1


ranaa tersenyum seraya mengayun - ayunkan genggaman kami. mataku melihat kebawah dan lanjut melihat wajah ranaa.


"Aku juga tersesat di hutan"


"lalu?"


"aku bertemu afsoon"


kami telah sampai di rumah.


"Apa kamu ga keberatan untuk mampir sebentar?" kataku


ranaa terdiam seperti berpikir sesuatu.


"sepertinya lain kali saja, aku ada urusan di istana" kata nya.


"hmm baiklah, terimakasih sudah mengantarku" aku tersenyum.


ranaa hanya menggangguk dan tersenyum juga.


***


Sudah 3 hari aku tidak bertemu arham. aku khawatir jika aku melakukan kesalahan pada nya. meskipun kemarin-kemarin aku sempat kecewa karena ia tak juga datang ke padaku untuk sekedar berpamitan.


Aku terdiam sambil memainkan bunga yang berada di vas berisi air pemberian dari arham yang belum juga layu.


"padahal ia memberikannya sudah lama, apa memang semua bunga-bunga yang sudah di potong akan tahan selama ini" kataku bicara sendiri.


Aku merasa bosan di tempat ini dan memutuskan untuk keluar. aku mempersiapkan diri kemudian berjalan ke arah pintu keluar dan berjalan.


langkahku pelan sambil memperhatikan bunga-bunga yang bermekaran di sekeliling bukit yang tak jauh dari rumahku. aku merasa tenang melihatnya.


hingga langkahku membawaku ke tempat yang asing bagiku. namun pikirku tenang seolah aku akan mengetahui jalan pulang.


tempat ini tampak seperti sepi penghuni, rumah papan bewarna coklat dengan pernisan di setiap sudut terdapat sumbu api, mungkin ini untuk penerangan. tidak ada satu orang pun yang berhalu-lalang disini.


aku terus melangkah sambil mencari-cari kalau-kalau ada orang lain disini.


sampai aku mendengar sesuatu dari tempat yang tak jauh dari aku berdiri.aku terus mencari-cari suara itu. sampai aku berusaha menembus rerumputan yang merambat lebat. dan aku menemukan sesuatu yang membuatku terdiam kaget. aku melihat sekumpulan orang-orang ada yang seumuranku dan lebih muda bahkan ada yg lebih tua dari ku.


aku masih berdiam diri sambil melihat mereka yang bekerja secara paksa dengan di awasi orang-orang seperti seragam kerajaan. bagi pria mereka Menggali sesuatu di tanah dan bagi wanita mereka mengangkat bakul-bakul yang aku pun tak tahu apa isinya.


sesuatu tampak terasa mendekatiku, aku terpejam sambil mengatur nafasku.


tangan nya menyentuh pundak ku.


pejaman mata ku terbuka, tubuhku tegang.aku berusaha membalikan tubuhku namun rasanya sangat kaku.


tangannya berusaha membalik kan badanku secara paksa. aku menunduk ketakutan.


"bukalah matamu" suara itu milik seorang wanita.


aku mulai membuka mataku pelan, dan berusaha menegak kan tundukan ku.


wanita itu tersenyum padaku.


"ikutlah denganku, maka kamu akan aman" kata wanita itu. aku bingung dan hanya menganggangguk.

__ADS_1


***


Aku berada di sebuah rumah kecil yang cukup jauh dari tempat tadi. aku duduk sambil memperhatikan wanita itu.


"Apa yang membawamu ketempat itu?" tanya wanita itu sambil membuat secangkir teh.


"tidak ada, kebetulan tadi aku sedang berjalan-jalan untuk mencari udara segar. karena aku bosan di rumah"


"siapa namamu?"


"aku.." tiba-tiba bicara ku terhenti aku mulai tepikir bahwa nama ku ada dua.


"aku kayla" lanjut ku.


"kamu dari kota?"


aku mengangguk pelan.


"namamu sendiri?" tanya ku.


"Nama ku Davina" sambil tersenyum dan menyodorkan secangkir teh padaku.


"terimakasih" kataku.


"Apa kamu mengenal Arham?" tanya ku.


wanita itu terdiam cukup lama, aku jadi merasa tidak enak telah menanyakan ini padanya.


"Kayla, sebaiknya kamu setelah ini cepat kembali ke rumahmu. tempat ini tidak aman untuk mu"


"hah? memangnya ada apa?"


"Aku hanya khawatir kamu akan terganggu oleh orang-orang jahat. karena tempat ini sepi" kata wanita itu.


aku hanya diam dan berusaha menerima masukannya.


***


Saat perjalanan pulang aku berpapasan dengan arham di kota. pandangan ku tujukan ke tempat lain. namun mata arham seperti terus memperhatikan langkahku.


"Kayla !" panggil arham sambil menuruni kudanya.


aku berhenti dan menoleh namun tetap diam di tempat ku berdiri tidak menjawab satupun panggilannya.


Arham mendekat dan memegang tangan kiriku "kay.." belum selesai ia bicara aku melepaskan pegangannya. aku hanya tersenyum paksa.


"Ada masalah?" katanya. aku menatap arham dan menggeleng pendek.


"lalu? apa yang membuatmu seperti ini?"


"tidak ada, kita baik-baik saja. aku hanya tidak ingin menganggu kesibukanmu" kataku.


arham menatapku dalam


"baiklah kalau itu mau mu, aku tidak akan memaksa"


dadaku sesak seperti ingin menangis saja rasanya. aku benar-benar seperti salah bicara, namun tidak dapat ku tarik kembali kata-kata ku.aku tidak bisa bilang bahwa aku benar-benar merindukannya, benar-benar mencintainya.

__ADS_1


arham kembali pada kudanya dan pergi dariku. semakin menjauh sampai tak terlihat lagi. Betapa bodohnya aku, aku berbohong kali ini pada diriku sendiri bahwa aku akan tetap baik-baik saja tanpa nya. Diriku masih terdiam lemas sambil melihat ia yang semakin menjauh tak terlihat.


__ADS_2