la la lost you

la la lost you
Kode 2


__ADS_3

Langkah kaki ku terus menyusuri lorong kecil menuju kediaman miss dafna terlihat rumah dii setiap jendela nya tergantung bunga-bunga. Aku memandangi nya seraya tersenyum, aku merasa tempat ini sangat indah, tempat ini sangat ramah bahkan aku bisa sebetah ini.


Aku melihat beberapa orang wanita yang keluar dari pintu rumah miss dafna. Aku mempercepat langkah ku menuju kediaman miss dafna. Setelah sampai aku mengetuk pintu yang terbuka ini dengan tangan kiri ku.


“permisi” kata ku agak lantang


“silahkan” teriak miss dafna dari dalam


Aku memasuki rumah nya dan seperti biasa aku selalu memperhatikan setiap sudut dan benda yang ada di ruangan ini. Mata ku kemudian tertuju pada salah satu lukisan seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut hitam nya yang panjang, matanya yang bulat dan senyum nya yang mengembang manis menghiasi wajahnya. Ia terlihat sangat anggun menggunakan gaun seperti khas kerajaan dengan warna merah kombinasi warna emas dan bertaburan swarovski yang tampak menyala. Aku terdiam agak lama untuk memperhatikan lukisan itu. Sampai miss dafna menghampiri dan berusaha membuyarkan lamunan ku.


“dia putri ku” ucap nya seraya memandingi lukisan tersebut


“sangat cantik”


“iya bahkan aku pun tidak percaya ia tumbuh secantik ini”


Aku tersenyum begitu pun miss dafna


“ah.. miss hari ini aku ingin membeli beberapa bahan untuk membuat lilin”


“aku sudah menyiapkan yang spesial untuk mu” dengan senyum nya yang sangat indah mirip seperti putrinya


“baiklah ikut kebalakang dengan ku” lanjutnya


Aku mengikutinya di belakang miss dafna yang berjalan menuju ruang belakang, terlihat bunga-bunga yang segar tumbuh dengan baik juga terdengar gemercik air yang sangat jernih mengalir dari bambu menuju sebuah kolam yang terlihat banyak buah dan sayur di dalam nya.


“halaman belakang mu sangat indah, aku sangat menyukai nya” kata ku


“putri ku yang selalu merawatnya, ia sangat menyukai berkebun terlebih lagi dengan bunga ia begiitu rajin merawatnya”


Miss dafna mempersilahkan ku duduk di teras yang langsung berhadapan dengan kolam, ia pergi menuju salah satu kamar yang terlihat di situ banyak bahan-bahan membuat lilin.


“ini adalah bahan-bahan yang telah ku siapkan, kamu pasti sangat menyukainya”


“aku akan selalu menyukai apapun yang kamu siapakan miss, karena itu semua begitu indah” kata ku sambil menerima kotak berisi kelopak dari berbagai bunga, lilin, farfum dan bubuk pewarna.

__ADS_1


“sepertinya aku akan sering berkunjung ke rumah mu miss” sambil memperhatikan satu-demi satu bahan-bahan itu


“dengan senang hati aku akan selalu siap menerima mu” katanya seraya tersenyum sambil membersihkan buah dan sayur yang terendam di kolam.


“aku perhatikan di sekitaran sini lebih banyak bunga daisy yang di tanam” mata ku melihat sekeliling halaman


“hmm.. ya. Putri ku sangat menyukai daisy. Bahkan dia sampai membuat lukisan nya dengan di kombinasikan dengan bunga lain nya seperti magnolia dan thistle spray”


Aku tersenyum sambil memandangi bunga-bunga itu


“selain cantik putri mu juga memiliki bakat melukis, aku jadi iri”


“ya dia memang wanita yang hebat yang pernah ku miliki”


“hmm.. kalau boleh tahu dimana putri mu sekarang? Apakah ia sudah menikah?”


Miss dafna tersenyum seraya menatap bunga daisy yang melambai pelan tertiup angin. Aku memperhatikan wajahnya sambil menunggu jawaban dari miss dafna.


“maaf apakah_” kat-kata ku terjeda


Aku diam mata ku terus tertuju pada miss dafna


“ada banyak hal bahagia yang dia rasa kan, sedikit demi sedikit ia tumbuh menjadi gadis yang sangat manis dan tangguh. Cita-citanya ingin masuk kedalam pendidikan spesial istana yang nanti nya akan menjadi pejabat tinggi kerajaan. Setiap akhir pekan ia selalu datang ke istana dan meminta izin kerajaan untuk memperboleh kan nya membaca di perpustakaan agung istana. Bukan hanya itu ia juga selalu menjadi pendamping ratu dan dalam beberapa acara, ia mencoba membuat kan lilin khusus untuk ratu”


Aku terdiam seperti memikirkan sesuatu dari kalimat terakhir yang miss dafna ucapkan, mata ku mulai memandang ke arah lantai-lantai marmer bibir ku sedikit terbuka.


“sampai suatu ketika putri ku harus hilang bersamaan dengan hilangnya tuan putri aster” lanjutnya. Kepala ku terangkat dan memandang kembali miss dafna.


“aku bahkan sudah bilang untuk tidak ikut dalam misi pencarian, namun ia bilang bahwa terakhir kali aster mengilang itu bersama nya, ia merasa memilki tanggung jawab besar untuk membawa tuan putri kembali ke istana dan saat putri ku halina kembali mencari bersama pasukan istana dan pengeran. tiba-tiba saat semua telah kembali, istana memberi pengumuman bahwa ia putriku juga menghilang dan tidak berhasil di temukan, bahkan sampai saat ini, aku selalu berharap ia akan datang mengetuk pintu rumah, namun setelah aku menunggu dengan begitu lama rasanya mustahil untuk kembali” air mata miss dafna mulai terjatuh butir demi butir Begitu pun dengan air mata ku yang tanpa ku sadari sudah membanjiri di pipi ku.


“satu-satu nya yang menjadi pengobat rindu ku adalah lukisan itu, lukisan yang membuat ku merasa baik ketika memandangnya”


“ma_ maaf kan aku, telah membuatmu kembali bersedih miss” aku terisak seraya memandangnya


“tentu tidak sayang, tidak sama sekali aku justru sangat bahagia dapat kembali menceritakan masa-masa itu. Aku merasa aku kembali ke tempat dimana aku masih bersama putri ku” ia tersenyum ke arah ku. Aku menghampriri nya dan memeluk miss dafna erat.

__ADS_1


“tidak apa-apa jika aku menganggap mu sebagai ibu ku miss?” tanya ku


Ia mengangguk seraya mengelus uaraian rambut ku


“ aku sangat senang mendengar nya, setiap aku melihat mu aku selalu teringat putri ku, kalian sangat mirip, sama-sama menyukai lilin” ia melepaskan pelukan nya dan menatapku dengan kedua tangan di kedua pipi ku. Aku tersenyum.


“aku yakin suatu saat nanti ia pasti kembali padamu miss, waktu yang akan membawanya pada mu” kata ku


Miss dafna menatap ku dengan mata berkaca sambil tersenyum, ia mengangguk pelan dan berusaha menahan tangisnya.


“baiklah, setelah ini aku akan membantu mu untuk membawa beberapa barang ke toko” kata ku


“ahh.. baiklah aku hampir lupa” ia tertawa seraya menghapus air mata di pipinya.


Aku dan miss dafna mulai mengemasi barang-barang untuk di toko.


***


“terimakasih telah membantu ku, cantik” kata miss dafna seraya mengambil kotak bersii bahan dagangan di tangan ku


“aku sangat senang bisa membantu mu, jangan sungkan untuk selalu meminta bantuan” kata ku tersenyum


“aku sangat beruntung bisa mengenal mu”


Aku hanya tertawa kecil


“bisakah kamu datang besok sore ke rumah? Aku akan mengajarkan mu membuat kue”


“wahh benarkah? Aku sangat menyukai membuat kue”


“tentu saja” ia terlihat benar-benar seperti ibu ku saat ini


Terlihat tidak jauh dari toko miss dafna ada keramaian seperti biasa jika ada keramaian pasti ada anggota kerajaan yang sedang berkunjung ke kota


“ah.. biasa nya pangeran arham bersama dengan pengawal atau penasihat pribadi nya sedang berjalan-jalan sekedar untuk minum kopi” kata miss dafna

__ADS_1


Dan di Keramian itu di dominasi oleh kaum hawa, aku hanya memasang wajah datar “apakah mereka gak tau kalau aku ini pacarnya pangeran?’ kata ku dalam hati dan hanya menarik nafas dan menghembuskan nya sambil kembali membantu miss dafna.


__ADS_2