la la lost you

la la lost you
Mimpi 2


__ADS_3

Aku telah sampai di rumah dan begitu pun afsoon yang telah kembali ke kerajaan.


Aku membuka barang-barang ku yang aku ambil dari rumah itu.


Aku merapikan nya pelan dan hati-hati. Setelah semua selesai aku bergegas membersihkan tubuhku dengan mandi.


Saat aku ingin membuka baju ku. terasa ada barang yang jatuh dari saku bajuku. aku menoleh ke bawah melihat yang terjatuh adalah name tag yang ku temukan tadi siang di hutan.


Aku baru ingat jika aku menyimpan beberapa benda di saku ku. aku pakai kembali baju ku, dan ku ambil kalung dan berlian yang masih berada di saku ku.


aku berjalan ke arah ruang tamu dan duduk sambil memperhatikan name tag dan kalung beserta berlian itu. aku sedang berfikir panjang, Siapa pemilik benda-benda ini.


Kemudian ku letakan name tag dan kalung berlian itu di meja rias kamarku. dan aku pun melanjutkan kegiatan ku yang sempat ku tunda.


***


Malam hampir larut namun aku masih memandangi benda yang ke temui ini sambil merenung. apakah ada orang lain selain aku yang berada di tempat aneh ini?.


Pikiranku terus bertanya-tanya, tanpa sadar aku terlelap dalam lamunan ku. aku tertidur pulas.


15 menit berlalu tidur ku masih pulas. namun setelah 20 menit kebiasaan mimpi aneh ku mulai hadir kembali. aku di bawa ke tempat yang sama lagi. aku berada di sekolahku, aku berdiri di antara banyak kerumunan manusia yang memakai seragam yang sama dengan seragam yang ku pakai saat tersesat di berdine.


Aku melihat sekeliling, mereka sibuk dengan kegiatan mereka. Aku seperti orang bingung, tiba-tiba tanganku di tarik oleh seseorang. aku tidak melihatnya. dia menarik ku begitu cepat dan berlari membawaku. sosok wanita berambut pendek dengan kulit cerah putih tinggi sekitar 165 cm.


Aku tidak dapat berbicara, dan entah ia ingin membawa ku kemana.


"Eira !!" teriak sosok lain dari arah belakang.


aku menoleh. langkah ku terhenti dan berusaha menoleh ke arahnya.


"Ryuu !" teriak wanita yang menarik ku tadi. tangannya masih menggenggam ku. aku menoleh ke arah wanita itu, ia cantik dan ber poni. bibirnya pink ke orange nan.


Aku kaget yang ada di hadapan ku seperti ranaa namun gaya rambut nya berbeda. bukan hanya itu pria ini lebih seperti anak muda yang benar keren. aku benar-benar teringat ranaa jika melihat wajah nya.


sosok pria yang memanggil nama eira itu mendekati kami.


"Kamu dateng ke festival sekolah kita kan?" katanya.


aku memberi isyarat dengan jari telunjuk ku arahkan ke dadaku.


pria itu mengangguk.


"Ayo eiraaa cepat jawab" kata wanita yang menarik ku. aku bingung sejak kapan nama ku berganti menjadi eira.

__ADS_1


"Aku tunggu besok sore. kami akan tampil"


aku hanya mengangguk pelan dan terdiam. aku masih bingung apa maksudnya.


Wanita itu melepaskan genggamannya dari ku. kedua tangannya ia sematkan di dada.


"aku ga sabar nunggu ryuu tampil, aku yakin kamu pasti jatuh cinta karena penampilannya nanti pas festival" kata wanita itu.


"ahhhh aku gasabar !!" lanjutnya.


Aku hanya menaikan sebelah atas bibir ku. aku memperhatikan setiap gestur tubuhnya. dan ya ! aku menemukan nama wanita ini di name tag nya. Namanya Adalah "ZEOTA MAYLEA".


Dan aku pun tersadar akan satu hal. Aku buru-buru melihat name tag ku di seragam sekolahku dan benar saja nama ku adalah "EVYANNA EIRA" aku terdiam menoleh ke arah wanita ini.


aku kaget dan bingung.


"Zeota nama mu zeota?" tanya ku.


ia hanya mengangguk.


"tumben panggil nama depanku?. semua nya dan kamu biasa manggil aku lea. kamu kenapa? sakit?" katanya sambil meletakan telapak tangannya di dahi ku.


"ah.. enggak aku.." tiba-tiba mataku di kejutkan dengan satu hal yang ku rasa ini mustahil. aku melihat diriku yang lain disini.


tiba-tiba aku terbangun dari tidur ku. wajahku berkeringat dan badanku menggigil.


Aku terdiam sejenak mencoba menenangkan diri ku.


"ini mimpi tapi aku ngerasa ini kaya nyata. seolah ada sesuatu yang pengen mereka tunjukin ke aku" kataku bicara sendiri.


kedua tanganku ku angkat ke kepala dan mengusap wajahku. aku tersadar, aku buru-buru mengambil name tag yang ku temui di hutan.


aku memperhatikannya.


"Jadi nama aku yang sebenernya EVYANNA EIRA?" aku bertanya - tanya.


"Eira, eira, eira"


badanku ku tidurkan di kasur sambil tetap menggenggam name tag dan ku sematkan di dadaku.


aku mulai tidak bisa tidur hingga tiba pagi.


***

__ADS_1


Hari ini aku ke kota untuk membeli beberapa lilin aroma therapy dan farfum sekaligus membeli makanan.


saat aku sedang memilih-milih lilin tampak orang-orang berkumpul ke satu tempat.


"ramai sekali, itu pasti pangeran dan tuan ranaa yang sedang merayakan kemenangan dari pertandingan panahan kemarin" ucap penjual lilin itu.


"nona apakah kamu tidak berniat untuk melihat meraka? lihat betapa tergila-gilanya wanita-wanita disana" lanjutnya.


aku hanya tersenyum sambil mengendus aroma lili-lilin ini.


penjual lilin itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Arak-arakan semakin mendekat ke arah toko lilin yg sedang ku hampiri. orang-orang mulai berlarian ke arah ku. Aku menoleh dan mendapati kedua wajah tampan dari arham dan ranaa.


mereka sedang melambai-lambai kan tangan pada orang di sekitar. aku kembali fokus membereskan barang belanjaanku.


"Heii apakah ini putri Calandra!" seru seorang warga. sosok wanita cantik berambut Orange dengan ikatan twisted berdiri di bawah kereta kuda yang membawa Arham dan ranaa.


Aku menatapnya, ia sedang tersenyum ke arah arham dan ranaa sambil di kelilingi warga.


Saat aku menatap wanita itu tepat arham dan ranaa pun menatapku. aku tidak menyadari nya. dan aku pun bergegas kembali ke rumah.


***


kaki ku melangkah cepat, Aku terdiam wajahku muram. dan pikiran ku berantakan. aku seperti cemburu pada situasi barusan dengan wanita yang menurutku sangat cantik dan sepertinya ia juga merupakan putri bangsawan. terlihat dari cara berpakaian, terlebih lagi ia begitu di sanjung warga di sini.


"Kaylaa !" Seseorang memanggilku dari belakang. namun aku tak peduli dan terus berjalan.


"kayla !" panggilnya lagi.


namun akupun tetap diam dan tidak menoleh.


ia seperti buru-buru mengejarku. ia mencoba menggapai tanganku.


aku berhenti dan menoleh. Ternyata ranaa yang memanggilku. ranaa kemudian memeluk ku erat. aku hanya diam tetap muram.


Di kejauhan mataku dan mata arham saling bertemu. ia melihat ranaa yang sedang memeluk ku. lalu ia pergi dan semakin menjauh.


aku melepaskan pelukan ranaa. ia heran


"Kayla kamu baik-baik saja kan?" tanya ranaa.


aku hanya diam dan mengangguk lalu berbalik pergi dari hadapannya.

__ADS_1


Ranaa masih berdiri di tempat yang sama saat aku semakin menjauhi-nya.


__ADS_2