
Saat jalan menuju toilet Ayu tidak sengaja menabrak seorang wanita cantik dan menumpahkan gelas yang wanita itu pegang ke bajunya.
" Kalo punya mata pake dong! " kata wanita itu sambil mengelap-lap bajunya
" Maafkan saya mbak " jawab Ayu
" Mbak-mbak emang gue mbak lu" ucap wanita itu sambil menatap wajah Ayu
" Eh tunggu dulu elo kan Ayu !!" sambungnya
Wanita menatap Ayu dengan wajah penuh kebencian.
" Maaf sebelumnya apa mbak mengenal saya ? " tanya Ayu
" Eh anji*g perempuan sialan, bajing*n. Lo itu ***** yang udah ngerebut cowok gua " jawab wanita itu dengan penuh emosi yang berapi-api di matanya
Iya wanita itu adalah Anindita mantan pacar dari suaminya Aditya.
" Ha? maksud mbak siapa ya? " tanya Ayu lagi
" Gausah sok polos lu Anji*g * teriak Anindita sambil menjambak rambut Ayu
" Aduh mbak sakit mbak, tolong lepasin saya ga pernah tau mbak, apalagi pacar mbak " jawab Ayu
" Lo mau tau pacar gue ga?? Namanya Aditya Bumi Djoko!! Dia tuh pacar gue tapi gara gara Lo kita berdua jadi batal nikah " tuturnya
Ayu yang dari tadi menahan sakit karena rambutnya terus dijambak terus mencoba melepaskan tangan Anindita dari rambutya.
Ayu dari tadi mengolah maksud dari Anindita sekarang tahu bahwa kita adalah pacar dari Aditya.
" Mbak sepertinya salah paham sama saya. Saya tidak mencintai Adit sama sekali!! "
" Apa tadi kau bilang? " kata Anindita sambil melepas jambakannya
" Iya seperti yang saya katakan mbak, pernikahan kita hanya karna perjodohan orang tua. Tidak ada cinta sama sekali dalam pernikahan ini" jawab tegas Ayu
__ADS_1
Anindita pun berfikir dan mulai mempercayai perkataan Ayu.
*kalau hanya pernikahan perjodohan mungkin aku bisa mendapatkan kembali cinta pertamaku!!* gumam Anindita
" Baiklah aku percaya dengan kata-katamu. Jadi kapan kau akan bercerai ? " tanya Anindita
" Bagaimana kita mengobrol di lain tempat. Disini ada mamanya Adit aku takut dia mempergokiku " jawab Ayu
" Oke, berikan aku nomer telpon mu " Ucap Anindita
akhirnya mereka bertukar nomor telepon dan melakukan perjanjian pertemuan untuk membahas Aditya.
setelah itu Ayu pun berpamitan dengan Anindita dan kembali ke mertuanya karena sudah menunggunya dari tadi.
" Kamu darimana saja, mama sampai khawatir " ucap mertuanya
" Maaf ma, tadi perut Ayu sakit jadi tidàk bisa berdiri untuk jalan " kata Ayu berbohong
" Yaudah, ayo segera pulang kamu harus istirahat total" kata mertuanya
Akhirnya mereka pun pulang karena mertuanya tidak tega melihat kondisi aku yang semakin lemah.
Malam pun datang semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Ayu dan Aditya.
" Kak Aditya sama kak Ayu mana ma? " tanya Lia
" Kak Aditya belum pulang dan Ayu masih tidur ibu tidak tega membangunkannya tadi " jawabnya
" oh ya sayang, apa kamu sudah mengantar Ayu ke rumah sakit? jadi sakit apa dia ?" tanya pak Djoko sambil makan
Suara langkah kaki terdengar dari kejauhan menuju ke ruang makan, Ya Aditya sudah pulang kerumah .
" Kemana Ayu " tanya Aditya sambil menarik kursi untuk duduk
" Masih dikamar dia masih tidur badanya lemas, jadi mama tidak tega membangunkannya " jawab mama Aditya
__ADS_1
Terlihat dari tangga, Ayu berjalan menuruni tangga dengan badan yang sempoyongan, dengan cepat Aditya membantu Ayu berjalan sampai ke meja makan
" Gimana badan kamu sayang ? sudah lebih enak ? " tanya mertuanya
" Iya ma, makasi ya udah nganteri Ayu kerumah sakit tadi " jawab Ayu sambil tersenyum
" Ishh mama belum menjawab pertanyaan papa tadi. Ayu sakit apa ? " tanya pak Djoko
Ayu dan mertuanya saling melirik lalu mereka tertawa kecil .
" Aku hamil pa " jawab Ayu ke pak Djoko
" Apaa?!?! " Lia, Adit dan Pak Djoko kaget mendengar jawaban Ayu
Lalu mereka tertawa sambil memberi selamat kepada Ayu.
" Udah brp lama sayang! " tanya Aditya sambil memegang tangan Ayu yang ada dibawah meja dengan sangat erat.
" Baru 3 Minggu mas " jawab Ayu
Aditya langsung berdiri dan memberikan kecupan manis di kening Ayu, pak Djoko juga sama mencium kepala Ayu, dan Lia memeluk erat tubuh Ayu.
" Apa keluargamu sudah tau tentang cucuku yu ? " tanya pak Djoko
" Sudah pa, setelah bangun tadi aku memberi tau papa dan mama. Dan mereka akan berkunjung besok " jawab Ayu
" Bagus sayang, bagus " ucap pak Djoko
Keluarga Djoko sudah sangat bersuka cita dan bahagia sungguh malam yang indah.
Setelah dikamar pun Aditya masih tetap menggenggam erat tangan Ayu.
" Udah lepasin sayang, tanganku sakit " ucap Ayu
" Makasi, makasi banyak " kaya Adit sambil mencium perut Ayu
__ADS_1
***BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️***