
Adit berjalan menghampiri Ayu dan mengelus perut Ayu, ayu pun masih makan dengan lahap satenya.
" Makan yang banyak ya sayang papa. " kata Adit
Tak berselang lama Hp Ayu berdering. Ayu pun melihat ponselnya dan ternyata "D" yang menelepon Ayu.
DEG.....
Hati Ayu berdetak sangat kencang.
" Siapa yang telfon malem-malem gini ? " tanya Adit.
* TUHAN... apa aku harus jujur sekarang?? * gumam Ayu
" Ayu aku tanya ke kamu, siapa yang telfon itu? " tanya Adit meskipun dia sudah tau bahwa Dimas sahabatnya yang menelepon Ayu
Ayu masih tak menjawab pertanyaan Adit, dia terus menatap HP nya itu. Dengan wajah yang ketakutan Ayu akhirnya menoleh ke Aditya.
" In-ini anu mas " jawab Ayu
" Anu siapa??? " tanya Adit
" Ehh udah gak perlu di jelasin yu, toh saya sudah gak peduli sama kehidupan pribadi kamu. Yang aku pedulikan cuma anak aku " lanjut Aditya
" Ini Dimas mas " jawab Ayu
" Dimas siapa ? " tanya Adit meski sudah tau
" Yang kemarin ketemu di supermarket " jawab Ayu
" Kenapa telfon kamu? ada kepentingan apa? Kenapa harus malem nelponnya ? " tanya Adit
" Aku bakalan jujur dan ceritain semua sama kamu mas " jawab Ayu
" Yaudah cepet. Itu juga kalo kamu mau, kalo kamu gak mau juga gapapa. Aku kan emang gak penting " kata Adit
" Kamu ngomong apa sih mas?? Kok ngelantur. Kamu suami aku, ayah dari calon anak aku " jawab Ayu
" Dengerin cerita aku. Aku itu mantannya dia, aku sama dia pacaran saat SMA. Kita putus karna harus LDR, aku ga bisa LDR itu nyiksa aku. Akhirnya aku mutusin buat putusin dia, belum ada setahun aku sama dia putus aku udah nikah sama kamu " kata Ayu
" Oh jadi kamu mantan Dimas yang masih dia sayang itu? Mantan yang ngebuat Dimas jadi frustasi. Yaudah sana Dimas masih suka sama kamu kan ? kamu juga pasti masih suka sama Dimas. Balikan aja, tapi lahirin dulu anak aku " jawab Adit
__ADS_1
" Ya mas, iya. Dimas emang masih suka sama aku, dan aku? aku gak tau apa aku masih suka apa enggak sama aku. Karna hubungan aku sama Dimas itu udah bertahun-tahun jadi susah untuk ngilangin rasa ini " jawab Ayu
" Yaudah sana, setelah anak aku lahir aku akan pastiin kita cerai dengan cepat, hak asuh anak akan aku pegang. Aku ga sudi anak aku dirawat sama dia " ucap Adit yang sudah sangat emosi
Mata Adit memerah, dia mengepal tangannya kuat. Kali ini Adit sudah benar-benar mencapai puncak emosinya.
" Aku emang masih ada rasa sama Adit tapi sampai mati pun aku gak bakal mau dipisahin sama anak aku ! " jawab Ayu tegas
" Terus mau kamu gimana ?? " tanya Adit
" Kamu lupa ?? kamu sendiri kan yang bilang ' ayo kita mulai saling mencintai, saling menyayangi, memulai hidup baru' kamu lupa mas?? Dimana janji kamu itu. Ayo bantu aku lupain Dimas. Kita bangun keluarga kecil kita " kata Ayu sambil menarik tangan Adit dan menggenggamnya.
Adit sudah mulai bisa mengontrol emosinya. Dia sekarang sudah tenang mendengar perkataan Ayu.
Ayu yang sedari tadi menggenggam tangan Adit langsung di tarik oleh Adit ke dalam pelukannya.
" Beneran kamu milih aku ? milih anak kita ? " tanya Adit
" Iya mas, aku mau kamu, mau anak kita. Ayo bantu aku membangun keluarga kecil kita ini " jawab Ayu
Adit dan Ayu saling melempar senyum. Adit mencium lembut bibir Ayu sembari mengelus perut Ayu.
" Iya mas, aku juga " jawab Ayu
Lalu Adit menggendong Ayu untuk masuk ke kamarnya. Adit menurunkan Ayu perlahan di atas kasur, dia mengelus kepala Ayu dan memeluknya dengan erat. Seakan Ayu akan pergi jauh.
Tak lama mereka berdua sudah berada di dalam alam mimpi mereka.
**ooOoo**
Sudah sebulan berlalu dari kejadian itu, Adit telah memblokir nomer Dimas di Hp Ayu, sekarang sudah tak ada lagi pria pengganggu yang ingi merusak kebahagian keluarga kecil Ayu.
Ayu dan Adit sedang mempersiapkan kelahiran anak pertama mereka. Tapi yang paling bersemangat tentunya Adit.
Sejak 3 Minggu kemarin Adit membeli berbagai macam keperluan baby nya. Sampa-sampai ada beberapa barang yang khusus di import dari luar negeri untuk anak pertamanya itu.
" Mas, akhir-akhir ini aku sering kontraksi kata dokter aku sudah harus mempersiapkan barang yang akan di bawa untuk bersalin nanti " kata Ayu
__ADS_1
" Sayang , kamu ga usah khawatir. Aku sudah mempersiapkan semuanya dari 3 minggu yang lalu. Sekarang kamu cuma perlu mempersiapkan diri buat lahiran ya " kata Adit sambil mengecup kening Ayu
" Iya mas, suami ku yang posesif " kata Ayu sambil tertawa
Bagaimana tak posesif, setiap Hp Ayu berbunyi Adit harus jadi orang pertama yang membuka Hp Ayu. Jika Ayu berani membuka Hpnya sebelum Adit, maka Adit akan marah besar.
Jam menunjukkan pukul 1 malam, Ayu tiba tiba bangun karena perut nya terasa sangat nyeri.
" Aww...Ah... Mas bangun mas.. ahh " kata Ayu sambil berteriak
Mendengar teriakan Ayu, Adit langsung terbangun dari tidurnya.
" Apa?? ada apa sayang?? " tanya Adit
" Perut mas!! perut ku sakit...hiks....aku kontraksi...." kata Ayu
Dengan sigap Adit berlari ke luar kamar mengambil ransel yang berisi perlengkapan persalinan Ayu dan dengan cepat menggendong Ayu memasukkannya ke dalam Mobil.
Mobil Adit berlaju dengan sangat cepat, tangan kiri Adit sudah menggenggam tangan kiri Ayu
" Hiks....hiks.... sakit mas...." lirih Ayu
" Iya sayang, sabar ya. Maafin aku udah buat kamu sakit. Ini liat sebentar lagi kita masuk rumah sakit "
.
.
Ayu mau melahirkan, apakah tidak ada gangguan ?? trus Dimas gimana ? :v tunggu next episode yaa. Dijamin lebih seru ❤️❤️
.
.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️
KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
__ADS_1