Laki Laki Kaya Itu Adalah Suamiku !!

Laki Laki Kaya Itu Adalah Suamiku !!
BAB 39. PERASAAN


__ADS_3

Dimas menatap Ayu lalu mencium kedua tangan ayu.


Cup...


Ayu kaget melihat kejadian itu pasalnya Adit masih ada di sebelahnya.


" Anji*ggg lu ya. Kalo lu deketin istri gue lagi, mati lu ditangan gue " bentak Adit sambil meremas baju Dimas.


" Wkwkwk, cuma bercanda doang gue dit, santai aja. Udahlah gue pulang dulu ya. Selamat sekali lagi buat lu dit " Jawab Dimas


Adit perlahan mulai melepaskan tangannya dari kera baju Dimas.


" Sorry, gue cuma ga suka punya gue direbut orang lain. Thank bro, dan gue berharap lu juga bisa move on dari mantan Lo " kata Adit.


" Hmm.... kalo itu sih kayaknya gue gabisa bro. Gue masih sangat mencintai dia " kata Dimas


Deg......


Hati Ayu sakit mendengar percakapan mereka berdua. Adit bilang dia tak suka miliknya di rebut, tapi disisi lain orang yang sangat dia cintai kembali dalam hidupnya dan masih mencintainya.


" Mas ayo pulang, aku udah ga kuat. Sakit perutku. " kata Ayu berbohong.


" Iya ayo pulang. Gue balik dulu dim, dan satu lagi kalo Lo masih suka dan cinta sama mantan Lo sebaiknya Lo kejar dia. Lo perjuangin orang yang sayang sama Lo " kata Adit sambil menyalami Dimas.


Adit dan Ayu pergi dahulu untuk membayar belanjaan mereka di kasir. Lalu di susul Dimas yang ikut pergi meninggalkan Ayu dan Adit di minimarket.


" Iya dit iya. Gue bakal perjuangin orang yang gue sayang. Dan itu sudah pasti. " kata Dimas .


Adit dan Ayu sudah sampai di Apartemen mereka dan Adit langsung mengeluarkan belanjaan mereka dari dalam mobil menuju dapur Apartemen mereka.


" Kamu kenapa sih, setelah pulang dari minimarket tadi kok malah diem aja. Biasanya juga cerewet " kata Adit


Ayu hanya diam duduk di sofa dekat dapur sambil melihat TV yang tidak di nyalakan itu.

__ADS_1


" Ayu... yu? "


" Ayu " kata Adit tapi tidak ada respon dari Ayu. Adit berjalan mendekati Ayu dan menggoyangkan tubuh Ayu.


" eh iya apa mas? Aku lagi liat TV " jawab Ayu


" Liat tv apa? orangnya tv nya mati. Perutnya masih sakit " tanya Adit


" Hehehe, udah gak sakit kok mas. Ayu mau masak dulu ya daging rica-rica nya " kata Ayu sambil berjalan ke arah dapur.


" Denger Ayu. Aku paling BENCI sama orang yang bohong " kata Adit


Deg....deg...deg...


Entah kenapa jantung Ayu berdetak sangat kencang. Dia takut, Ayu sangat takut dengan Adit bagaimana jika Adit tau, jika Ayu adalah mantan dari Dimas.


Tak terasa air mata Ayu menetes dari pelupuk matanya dan membahasi pipi mulus Ayu.


" Hiks....hikss...hiks... akuuu...hikss....takut " jawab Ayu


Ayu hanya berdiam dan tidak menjawab pertanyaan Adit.


" Apa?? Jawab Ayu!! " kata Adit


Ayu semakin menangis tersedu-sedu. Dan sangat ketakutan melihat Aditya.


* Aku harus apa Tuhan ?? Aku harus jujur atau lebih baik aku berbohong ?? Aku takut jika harus berkata jujur pada Adit * gumam Ayu


" Mas aku cuma takut anak aku kenapa-napa. Itu aja " kata Ayu berbohong lagi.


" Ga akan terjadi apa-apa sama anak kita. Aku janji. Sekarang kita nginap disini besok pagi kita langsung ke dokter terus ke acara pengajian kamu " kata Adit dan Ayu hanya mengangguk.


Keesokan harinya sesuai dengan perkataan Adit. Ayu pun di periksa ke dokter si temani Adit.

__ADS_1


" Jadi bagaimana dok anak saya? " kata Adit


" Baik-baik saja. semuanya sehat bahkan janin ibu Ayu berkembang dengan sangat baik " kata dokter Santi


" Lalu kenapa kemarin perut istri saya tiba-tiba sakit ? " tanya Adit


Ketika Adit melontarkan pertanyaan itu, Ayu hanya menundukkan kepalanya karna takut ketakutan berbohong.


" Itu mungkin bisa saja hormon ibu Ayu yang tidak stabil menyebabkan kram pada perut ibu Ayu " kata dokter Santi


Mendengar penjelasan dari Dokter Santi, Ayu pun bernafas lega. Iya lega, setidaknya hari ini dia tidak ketahuan berbohong.


Setelah dari Dokter, Ayu dan Adit pun menuju kediaman keluarga Djoko untuk melaksanakan pengajian kehamilan Ayu yang sudah di hadiri oleh keluarga besar mereka dan para tamu undangan.


Ritual pun dimulai, acara pembukaan, pengajian, doa bersama dan yang terakhir adalah memberi santunan kepada anak yatim.


Semua tampak senang dan bahagia apalagi Adit yang sejak tadi terus mengelus perut Ayu dan menciumi telinga Ayu.


Tapi tidak dengan Ayu yang tersenyum palsu di hadapan semua orang di acara itu.


.


.


Kalo kalian jadi Ayu mending ngomong jujur walau sakit atau terus berbohong ??


.


.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️

__ADS_1


KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA


__ADS_2