
Mereka berpelukan. Dan Adit mencium kepala Ayu. "Ayo makan aku laper" kata Adit "Aku sakit sayang. Dada dan leherku seperti terbakar" kata Ayu "Aku mau tidur" sambung Ayu
Karna merasa bersalah akhirnya Adit mengantar Ayu masuk ke rumahnya sambil menggandeng tangannya.
Mereka disambut oleh Mama Ayu "Loh kok kalian udah pulang"
"Iya ma, gara-gara aku Ayu jadi kesakitan" kata Adit
"Hahaha. iya iya mama paham kok namnya juga anak muda" kata mama Ayu
*WAHHHH UDAH GILA!! anaknya mau di perkosa dia malah ketawa!!!!* gumam Ayu kesal.
"Ayo nak Adit, masuk makan bareng Ayu" kata Mama Ayu. "Maaf ma, aku akan makan diluar saja. Aku ada meeting penting jam 2" kata Adit.
"Baiklah kalo begitu. Ayu ayo antar calon suamimu" suruh mama Ayu.
"Iya ma" jawab Ayu seadanya
Ayu membenahi dasi Aditya. Adit tersenyum dan mencium kening Ayu.
Mobil Adit keluar pagar rumah Ayu. Segera ayu masuk ke kamar. Ia menangis hingga tersedu-sedu.
*HAAAA!!! TUHAN KENAPA HARUS AKU YANG MENGALAMI INI?? GAK ADIL* gumam Ayu sambil menangis
Ayu memutuskan untuk Mandi. Dia memikirkan rencana untuk mengahadapi pernikahannya yaitu adalah
~***MELAHIRKAN 1 ANAK TERSERAH MAU ITU ANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN. ANAK ITU BISA AKU GUNAKAN UNTUK MENGANCAM KELUARGA DJOKO UNTUK TERUS MEMBANTU BISNIS KELUARGA AYU.
SETELAH ITU PERGI BEBAS KELUARGA NEGRI DAN NEGERI DAN MEMILIKI PACAR. AKU HARUS BISA MEMBUAT ADIT JATUH CINTA PADAKU. DAN MEMBUAT KELUARGA MENYAYANGI KU***~
Ayu sudah sangat yakin dengan rencananya. Setiap hari Aditya setiap pagi akan menjemput Ayu untuk menemaninya ke kantor, makan dan berjalan-jalan.
Lebih tepatnya sudah 10 hari ayu terus menemani Aditya. sesuai dengan rencana ya Ayu pun sangat amat menjaga perasaannya terhadap Aditya agar dia tidak sampai juga terhadapnya. Ayu memanjakan Aditya memberikan Aditya kenyamanan dan juga memberikan dia kasih sayang yang dapat membuat dia luluh terhadapnya.
tidak hanya kepada Aditya tetapi juga keluarga Aditya. Ibunya ayahnya dan juga adiknya dia semua dia perlakukan dengan sangat hati-hati. dia berlagak seperti sangat menyayangi keluarga Aditya padahal sebaliknya dia sama sekali tidak menyukai Aditya apalagi keluarganya.
*Huftt. Ternyata pura-pura itu juga capek yaa. Hahaha gapapa demi perusahaan Ayah. Aku harus bertahan* gumam Ayu
Tok...tok..tok..
"Non, sudah waktunya makan malam" kata bibi yang menggedor pintu kamar Ayu.
"Iya bi, setelah mandi aku akan segera turun" ucap Ayu.
Setelah mandi dan berganti pakaian Ayu turun. Ayu hanya menggenakan celana pendek jeans dan baju putih tanpa lengan. Rambut Ayu yang panjang itu dibiarkan terurai dengan cantik.
__ADS_1
"Ma masak apa aku laper?" tanya Ayu
"Capcay sama Ayam krispi sayang" jawab Mama Ayu. "Tapi belum matang sayang tunggu sebentar lagi ya" sambungnya
"huhh. Iya ma" jawab Ayu kesal.
Ayu duduk di ruang TV menonton acara kartun favoritnya. Tidak lama Papa Ayu datang dan duduk di samping Ayu.
"Terima kasih ya sayang" ucap papa Ayu
"Ha? Terima kasih buat apa pa?" tanya Ayu
"Terima kasih sudah mau menerima lamaran keluarga Djoko. Berkat kamu papa dan kakakmu sudah tidak kelelahan menangani persaingan" kata ayah Ayu sembari menggenggam erat tangan Ayu.
"Pa, Ayu bakal bantu papa apapun yang terjadi. Papa percaya kan sama Ayu" jawab Ayu
"Pasti sayang. Pasti" saut Ayah Ayu.
Dan akhirnya mereka berpelukan tanpa sadar Ayu dan papanya meneteskan air mata. Lalu menyadari mereka menangis kedua langsung tertawa atas tindakan kekanak-kanakan mereka.
"Ayo makanan sudah siap. Papa, Ayu ayo makan" kata Mama
"Kakakmu sedang ada di Prancis. Dia akan pulang setelah kamu menikah. jadi dia tidak akan melihatmu menikah. Tidak apa kan sayang" kata papa Ayu
"Iya pa, kakak kan ngelakuin itu demi kita juga pa" sahut ayu
"Terima kasih sayang" kata mama Ayu
Mereka pun makan dengan tenang sambil bercanda gurau. Setelah makan Ayu duduk kursi yang ada di kolam renang dan mengirim pesan chat grup pada teman-teman nya.
****
Di ruang keluarga
"Pak, ada mas Adit diluar" kata bibi
"Suruh masuk ke sini ya bi" sahut mama Ayu
Adit pun menimui orang tua Ayu dan bertanya keberadaan Ayu. Adit pun langsung menuju Ayu yang berada dikolam reang.
"Dasar anak muda ya pa" kata mama Ayu sambil tersenyum
"Hahaha. Kita dulu juga begitu ya ma? Tapi untung saja ayu mendapatkan Adit. Sepertinya Adit menyukai Ayu" sambung papanya
__ADS_1
"Iya pa, untung saja" jawab mama Ayu
Sementara itu Adit yang menuju kolam renang itu merasa kesal dengan sikap Ayu yang terlihat asik bermain hp sambil tertawa terbahak-bahak.
"Siapa yang kamu chat?" tanya Adit ketus
Ayu terkejut ternyata yang bertanya adalah laki-laki yang amat di bencinya.
"Eh sayang kapan datangnya" tanya Ayu mengalihkan pembicaraan
"Gausah ngalihin pembicaraan! kamu chat sama siapa?" Tanya Adit
Ayu berdiri dan menarik tangan Adit untuk duduk dikursinya. Dia pun menjelaskan dengan siapa dia texting. Dia memperlihatkan isi chat nya kepada Adit.
"Udah ya jangan marah-marah. Pusing aku liat kamu marah" ucap Ayu sambil tersenyum.
"Udah makan kamu?" tanya Ayu
"Hmmm" jawab Adit
*Selalu sok-sokan ngambek. Biar apa sihh nih orang kesel!!* gumam Ayu
"Yaudah aku tidur dulu ya sayang. Ngantuk udah jam 9" kata Ayu sembari meninggalkan Adit.
Dengan cepat Adit menarik tangan Ayu, sekarang Ayu berada dipangkuan Adit. Adit mencium Ayu dengan dalam dengan menggunakan lidah. Tangan Adit sudah menggerayai dada indah Ayu.
Ayu pun tidak bisa menolak karna jika sampai ia sekali saja menolak maka tamatlah perusahaan Ayahnya.
"Sayang sudah ya. Aku malu" kata Ayu.
Adit tak menggubris omongan Ayu dia memberikan cupangan di perut leher dan dada Ayu.
Setelah puas Adit pun memeluk Ayu dan berbisik.
"Kalo begini terus mana bisa aku tahan"
"Sabar ya sayang. tunggu halal" ucap Ayu.
Adit mengecup kening Ayu. Adit menggandeng tangan Ayu dan berpamitan kepada kedua orang tua Ayu.
Setelah Adit pulang. Ayu langsung naik ke kamarnya. Dia mandi karna merasa jijik dengan tubuhnya.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA! TERIMA KASIH
__ADS_1