
Adit menceritakan semuanya tapi tidak menceritakan kebenarannya. Karna takut Adit atau Ayu jadi disalahkan atas kejadian ini.
" Gitu ceritanya ma, jadi Ayu jatuh di kamar mandi " kata Adit
Mama ayu dan Mama adit pun menangis karna tidak ingin terjadi apa - apa terhadap cucunya.
Setelah menunggu 15 menit setelah kedatang orang tua Ayu dan Adit, akhirnya dokter yang menangani Ayu keluar dari ruangan UGD .
FLASHBACK AYU
* Ihh, kenapa di bawah di rumah sakit sih. Kan aku cuma pura-pura doang. Kalo sampe aku Ketahun pura-pura bisa mati aku!! gumam Ayu yang sudah berkeringat dingin ketakutan
Setelah masuk ruang UGD Ayu yang sedari tadi pura-pura pingsan sudah pelan-pelan membuka matanya untuk melihat setuasi.
Dia melihat sudah ada 1 dokter dan 3 orang perawat yang berada di sekelilingnya. Tangan Ayu sudah pasang infus.
Dokter itu mulai memeriksa keadaan janin Ayu dengan memasukan alat kedalam ***** Ayu dan melihatnya di dalam monitor.
* HABISSS AKU KALO SAMPE KETAHUAN * gumam Ayu
Ayu menutup kembali matanya seolah-olah dia pingsan dan dokter itu berjalan keluar dari ruang UGD.
**FLASHBACK END***.....
Setelah dokter itu keluar, Adit dan keluarganya serta keluarga Ayu langsung mengerubungi dokter itu.
" Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok ? Tanya Adit
__ADS_1
" Iya dok, bagaimana keadaan menantu kami ? " Tanya ibu Rani
" Semuanya harap tenang, untungnya ibu Ayu baik-baik saja. Jatuh yang dialami ibu Ayu tidak parah sehingga keduanya baik-baik saja. Tidak perlu di khawatirkan.
Setelah dipindahkan diruang pasien. Ibu Ayu bisa dijengguk. Kalo sekrang ibu Ayu masih tidak bisa di jenguk karna Ibu Ayu butuh untuk sendiri " jawab dokter itu
" Baik dok. Terima kasih karna sudah cepat merawat istri saya " kata Aditya
" Itu memang sudah menjadi tugas saya pak. Kalo begitu saya permisi dulu " ucap dokter itu.
Aditya hanya mengangguk dan melihat istrinya dibalik pintu UGD yang memiliki kaca itu.
Setelah Ayu dipindahkan keruang VVIP. Keluarga Ayu dan Aditya langsung menuju kamar Ayu itu dengan buru-buru.
" Sayang, kenapa kamu bisa jatuh dari kamar mandi ? " Kata Bu Rani
" Sudah yang pentingkan Ayu dan bayinya tidak kenapa-napa " ujar papa Ayu
" Iya pa, Yang penting kan aku sama anak aku sehat. Aku juga terledor sih bukan salah Adit kok pa, ma " jawab Ayu
* Kayaknya aku dosa banget ini mengebohongin papa sama Mama. Tapi kalo aku ga bohong tadi pasti aku akan mati ditangan Adit. Pa, ma maafin Ayu ya... Ayu udah bohong * gumam Ayu
" Maaf ya, ini salahku " kata Adit sambil menggenggam lembut tangan Ayu dan menciumi kening Ayu
Ayu hanya mengangguk dan ketakutan karna dia takut Adit tau kalo dia berbohong.
" Tadi Adit udah ke dokternya Ayu. Dia bilang besok Ayu udah boleh pulang " kata Adit
__ADS_1
" Karna kondisi Ayu dan bayinya baik-baik saja. Sebaiknya papa dan mama pulang untuk istirahat karna ini sudah tengah malam " sambung Adit
" Iya ma, pa kalian pulang aja. Biar mas Adit yang temenin aku. Toh besok pagi aku bakaln pulang " kata Ayu sambil tersenyum manis
* Enggak!!!! Papa sama Mama jangan tinggalin Ayu sendiriiiii!! Ayu takut ma!! * Gumam Ayu
" Iya udah kalo gitu kita semua pulang ya. Adit kamu harus jaga extra istrimu mulai dari sekarang " kata mama Adit
" Iya ma. Itu sudah pasti "
Semua berpamitan pulang, yang tersisa hanyalah Adit ya sedang merawat. Tangan Adit sedari tadi tak kunjung melepaskan genggamannya dari Ayu.
Tak lupa dia mengelus-elus kening Ayu agar Ayu tertidur.
" Sekarang kamu tidurlah " kata Adit
" Mas soal semalam, Aku...." Kata Ayu yang terpotong oleh ucapan Adit
" Itu kita bahas dirumah. Dokter bilang kamu ga boleh stress. Kamu harus sembuh dulu " kata Adit
Ayu hanya mengangguk dan terus menatap wajah tampan Adit uang terlihat sangat tulus merawat Ayu.
Matahari pun terbit. Ayu membuka matanya ia melihat sekeliling dan masih terpasang infus di tangan kanan Ayu.
Dan juga dia melihat Adit yang tertidur di kursi sambil memegang tangan Ayu. Ayu sadar kalo perbuatannya salah. Tak terasa ia meneteskan beberapa air mata lalu mengusapkn dengan cepat agar Adit tak melihat air matanya itu.
* Tuhan apa aku salah, apa aku salah jika aku ingin hidup bahagia dengan melepas pernikahan politik ini? Kenapa sekarang sepertinya aku yang bersalah disini ?? Aku hanya ingin bahagia Tuhan... * Gumam Ayu sambil mengelus kepala Aditya.
__ADS_1