
Setelah keluarga Ayu dan keluarga Adit memutuskan pernikahan Ayu terpaksa harus menikahi Adit demi kelangsungan perusahaan ayahnya dan sebagai tanda persahabatan untuk keluarga Ayu dan Adit.
Keluarga Djoko sibuk mempersiapkan pernikahan anaknya Adit dan juga Ayu begitupun dengan keluarga Marwadi sibuk mempersiapkan pernikahan dan juga pertunangan anaknya.
Keluarga Adit dan Ayu tidak membiarkan anaknya ikut campur dalam urusan persiapan pernikahan dan juga pertunangan. Keluarga mereka meminta agar mereka berdua untuk saling mengenal satu sama lain selama persiapan acara pernikahan dan pertunangan mereka disiapkan.
**********
Tring...Tringg...
Suara Hp Ayu berbunyi
*Siapa sih yg ngechat malem-malem begini. Gak tau isi keluar mau keluar semua apa?* gumam Ayu
Setelah melihat Hpnya dia kaget karna calon suaminya yg mengirimkan pesan kepadanya.
chatroom :
Aditnya : Besok aku jemput. Jam 9 pagi
Ayu : Maaf. Tapi kita mau kemana?
Aditya : Aku paling benci menunggu .
*Wah bener-bener udah gila nih cowok. Main suruh-suruh orang seenaknya aja. Sial banget harus nikah sama diaa!!!!!*
*****
Keesokan Harinya
Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Yang berarti tinggal 2 jam lagi Aditya akan menjemput Ayu. Ayu sudah selesai mandi dan memilih baju.
*Aku akan berpenampilan cantik. Aku akan buat dia jatuh cinta padaku!!!!. Awas aja!! hahaha* gumam Ayu bahagia
Ayu sibuk memilih-milih baju hingga akhirnya dia menjatuhkan pilihannya dengan dress putih yang dibagian bawahnya sedikit tembus pandang sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya. Dibagian atasnya dress itu memperlihatkan sedikit payudaranya.
Setelah sibuk dengan make up kini Ayu sibuk mencatok dan ngecurly rambutnya. Ia memilih menggunakan heels hitam yang membuat kakinya lebih jenjang
__ADS_1
Tok..tok..tok..
"Non, Bapak sama Ibu nyuruh non turun sekarang. Ada tamu yang ganteng banget non nunggu dibawah" kata bibi setelah mengetuk pintu.
"Hah? Seganteng apa bi?" tanya Ayu untuk menggoda bibi
"Yaampun non, beneran ganteng banget pokonya" jawab bibi sambil tersenyum dan menepukkan kedua tangannya
"Hahaha bibi bisa aja." kata Ayu berjalan melangkah menghiraukan bibi dan turun untuk menemui Adit.
Suara heels Ayu yang menuruni tangga terdengar hingga membuat Adit melihat calon istrinya itu.
*Gila, cantik banget. Sialan. Tenang dit, tenang. Hanya tunggu sebentar lagi dan dia akan menjadi milikmu seutuhnya* Gumam Aditya
"Cepetan sayang. Adit udah nungguin kamu ituloh" kata mama
"Enggak kok ma, Adit ga lama" jawab Adit tersenyum ke arah Ayu.
"Yaudah ayo." kata Ayu sambil berjalan menuju pintu rumahnya
"Anak itu benar-benar tidak tau sopan santun" jawab mama Ayu
"Iya, hati hati sayang"
Adit setengah berlari ke arah Ayu yang sudah mau sampai ke depan mobilnya. Adit membukakan pintu mobil untuk Ayu dan Ayu masuk ke dalam mobil. Adit menyalakan mesin mobilnya dan melaju keluar dari pagar rumah Ayu.
"Mau kemana kita pak?" tanya Ayu untuk mencairkan suasana
"Jangan panggil saya pak"
"Jadi, mau kemana kita Adit" tanya Ayu lagi
"Jangan panggil saya Adit. Saya calon suami kami" jawab Adit
"Hmm. Terus anda mau saya panggil apa?" tanya Ayu
"Yang sepantasnya" jawabnya singkat
*Sialan ini orang!!!!. Kenapa aku harus nikah sama dia coba!!*
__ADS_1
"Iya, Jadi mau kemana kita kak Adit?" tanyanya lagi
"Saya bukan kakak kamu. Saya calon suami kamu Ayu. Lebih tepatnya saya tunangan yang akan menikahi kamu sebentar lagi" jawab Adit
"Kamu ngomong aja. Mau dipanggil apa? Gausah buat ribet dehhh!!" ucap Ayu sambil emosi.
"Jaga bicara kamu!!! Saya calon suami kamu! Mau aku robek mulut kamu. Mau aku bikin perusahaan papamu rata dengn tanah??!?!" kata Adit dengan nada yang tinggi dan menarik dasinya
"Ma-ma-maafkan aku calon suamiku. Aku akan lebih mencoba sopan" kata Ayu sambil matanya meneteskan air matanya
Itu menjadi perbincangan terakhir mereka di mobil. Setelah sekitar 30 menit mobil mewah Aditya sampai di perusahaan. Dia memarkirkan mobilnya di parkiran VVIP. Dia berjalan masuk dengan cepat ke perusahaan, diikut Ayu yang setengah berlari di belakang.
*Laki-laki sialan, tunggu aku. Aku janji ga bakalan ngomel lagiii. Huhffftt kedepanya aku harus lebih banyak mengalah* gumam Ayu.
Setelah masuk ruang resepsionis pegawai langsung membungkuk memberikan hormat kepada Adit Presdir CF Group. Tapi para pegawai heran kenapa ada wanita yang berani masuk dan juga satu lift dengan Presdirnya.
Ayu dan Adit masuk kedalam lift. memencet lift, lift pun bergerak keatas. Ketiga lift terbuka, para pegawai membungkuk ketika melihat Presdirnya tiba. Lagi lagi para pegawai heran dengan wanita yang membuntuti Presdirnya itu.
Tibalah mereka keruangan Presdir Aditya Djoko. Saat hendak masuk ke ruangannya dia melihat Ayu masih berada jauh dibelakangnya. akhirnya dia menyusul Ayu dan menarik tangannya agar dapat mengikuti langkah kakinya. Hal itu membuat heboh seluruh kantor yang menduga bahwa wanita yang bersama Presdir adalah kekasihnya.
Setelah masuk ke ruangan Adit dia menyuruh Ayu duduk di sofa dan menunggunya bekerja.
****** masa gua cuma jadi pajangan doang disini. Sial!!!!!* gumam Ayu
Setelah Ayu duduk sekitar 2 jam lebih di sofa akhirnya dia berdiri dan melihat - lihat seisi ruangan. Lalu Ayu mendekat ke meja kerja Adit.
"Sayang, apa aku tidak menggangu jika ada disini?" tanya Ayu dengan muka manis. Meskipun dia sangat jijik harus memanggilnya dengan sebutan sayang
Adit hanya melirik Ayu lalu mulai mengetik dan fokus lagi ke pekerjaannya.
*Sial, aku udah dandan cantik-cantik masa dianggurin. Hahaha. Aku goda ah. Suruh siapa aku diajak kerja. Biar tau rasa nih orang* gumam Ayu
Ayu mendekat ke Adit dan berdiri di belakang kursi kerja Adit. Badan Ayu membungkuk dan memeluk Adit dikursinya dari belakang, dan membisikkan sesuatu di telinga Adit.
"Aku pulang ya, Aku bosan sayang" bisik Ayu di telinga Adit dengan nada sedikit menggoda Adit.
Adit menyenderkan kepalanya di kursi dengan posisi tangan Ayu melingkar pada dada bidangnya dan menoleh ke Ayu. Adit berkata
"Pulang aja kalo berani. Kamu yang tanggung Akibatnya" jawab Adit dengan nada kesal.
__ADS_1
BERSAMBUNG...