
Setelah itu Ayu dan Aditya pulang ke rumah mereka. Aditya langsung bergegas untuk mandi dan Ayu hanya tidur-tidur an dikasur sambil menonton TV.
Aditya pamit berangkat kerja sambil mencium bibir Ayu sekilas.
Setelah sampai di tempat kerja. Ada seorang wanita cantik yang menunggu kedatangan Aditya di ruang resepsionis.
Wanita itu langsung berlari ke arah Aditya yang langsung akan memasuki lift. 2 orang resepsionis itu langsung berlari ke arah wanita itu karna lift itu khusus Presdir.
" Adit tunggu aku!! " kata wanita itu
Aditya menoleh dan menengok ke belakang, ya wanita itu adalah Anindita, mantan kekasih Aditya.
" Nona maaf lift ini khusus untuk Presdir " kata resepsionis
" Adit pecat mereka, mereka berdua ini selalu menghalangi jalanku!! " kata Anindita
" Jangan pecat kami Presdir, kami tidak ta.... " ucapan resepsionis di potong oleh Adit.
" Sudah kalian berdua boleh pergi, lanjut bekerja sana " kata Aditya
" Baik Presdir kami permisi dulu. Terima kasih atas kemurahan hati Presdir "
Akhirnya dua resepsionis itu menuju ke ruangan kembali, sementara itu Anindita mengikuti Adit masuk ke lift.
" Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu " kata Anindita
" Bicaralah di ruangan ku. Aku capek melihatmu berteriak di kantorku " jawab Adit
Setelah itu pintu lift terbuka, Adit disambut oleh sekretasinya.
" Selamat pagi Presdir , kegiatan anda sekarang adalah meeting dengan bagian keuangan 30 menit lagi " ungkap sekretaris Albert
" Undur jadi 1 jam lagi " jawab Adit
" Baik Presdir "
Anindita terus mengekor pada Adit dan melihat dengan sinis sekretaris Albert karna tak menyapanya.
Aditya mempersilahkan Anindita duduk di sofa ruang kerjanya.
__ADS_1
" Ada apa lagi? Apa kau sudah tidak ada harga diri lagi? Kau yang meninggalkan ku, dan sekarang kau sendiri yang mengemis padaku " kata Aditya sambil tersenyum sinis
" Adit kata-kata mu menyakitiku. Aku tau aku salah. Tapi aku ada alasan kenapa aku melakukannya dengan pria itu " kata Anindita sembari menetaskan air mata
" Hahaha. Sekarang kau mencoba beradu akting di depanku " jawab Adit
" Dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu " kata Anindita
Tanpa menunggu jawaban dari Aditya, Anindita langsung menceritakan masalahnya.
" Dia mengancam ku, dia bilang akan mengeluarkan ku dari dunia permodelan jika aku tak melayani nafsunya. Dia bilang dia akan membuat skandal yang akan menghancurkan nama baikku. Jadi tak punya pilihan lain selain menurutinya " kata Anindita
" Nama baik kau bilang?? Apa model majalah dewasa mempunyai harga di...." kata Adit
Anindita memotong ucapan Adit karna tak terima dia menghina pekerjaannya.
" ADITTTT. Tolong hargai pekerjaanku. Kau tau sendiri aku sebatang kara. Aku tak punya orang tua, adik/kakak, bahkan aku tak punya teman. Hanya kamu dit, hanya kamu yang aku punya " jawab Anindita sambil menangis dan memeluk Adit
" Lantas jika kau di ancam kenapa kau tidak bilang kenapa ku ha?? " kata Adit
Anindita hanya menangis mendengar ucapan Adit sambil memeluk Adit dengan erat.
" Hmm, bosan. Apa aku main ke kantor Adit ya?? Oke deh aku ke kantor Adit sekarang sambil makan siang lalu pulang " kata Ayu
Ayu berdandan dan berganti pakaian yang cocok untuk ke kantor Adit. Dia menguncir rambutnya menggunakan baju putih tanpa lengan se pusar dan memakai celana kain hitam + jaket kulit hitam.
Lalu dia turun ke lantai bawah, dan sedang ada mamanya Adit yang menyirami bunga mawar favoritnya di halaman rumah.
" Mau kemana kamu cantik begitu sayang? Jangan lupakan sarapanmu " kata mama Adit
" Mau ke kantor Adit ma, mau makan siang bareng. Dan ya, aku sudah sarapan kok " jawab Ayu
" Baiklah sayang, biarkan supir mengantar mu " kata mama Adit
" Tidak perlu ma, mau pengen nyetir " kata Ayu
" Ga sayang, ga boleh kamu nan...." jawab mama Adit terpotong
__ADS_1
" Please ma, please bangettt!! Ayu pengen bangett !! " kata Ayu memohon
" Baiklah, tapi mama mohon kamu pelan-pelan sayang. Kao ada apa-apa segera telpon mama " ucap mama ayu sambil mengelus perut Ayu
" Iya ma, pasti. Ayu berangkat ya ma "
Mama Ayu hanya mengangguk dan Ayu pun memasuki mobil nya dan melaju ke kantor Aditya.
Setelah sampai di depan perusahaan Adit , ya meminta satpam untuk memarkirkan mobilnya. Semua karyawan di perusahaan Adit tahu bahwa Ayu adalah istri Adit.
" Pa saya minta tolong buat di parkirkan ya " kata Ayu
" Baik Nyonya Djoko cantik hehehe " kata salah satu orang satpam
Ayu tersenyum sambil menepuk bahu satpam itu dan berjalan ke arah resepsionis.
" Apa Adit ada di kantor ? " tanya Ayu
" Ada nona, apa perlu kami antar ? " tanya seorang resepsionis
" gak perlu kok. Kalian banyak pekerjaan. Baiklah aku ke ruangan Adit ya "
" Iya nona silahkan " kata resepsionis
Ayu berjalanan memasuki lift umum tidak menggunakan lift khusus Presdir.
" Nona Djoko sungguh baik ya, dia bahkan tak menggunakan lift Presdir " kata Nina sang resepsionis
" Iya, dia sangat cantik dan baik hati. Berbeda dengan macan yang tadi pagi " kata Cika
" Eh yaampun kita lupa, kan ada macan yang masih bersama Presdir. Tamat riwayat kitaa " kata Nina
" Ya ampun aku juga lupaa" kata Cika
Setelah pintu lift terbuka Ayu berjalanan untuk masuk ke ruangan Adit. Tapi tiba tiba ada yang memanggil namanya dari belakang
***BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️***
__ADS_1