
" Aku baru pindah kemarin yu, ini Apartemen aku. Sebelahan sama Apartemen kamu. Ga nyangka ternyata kita TE-TANG-GA " jawab Dimas
" HA??? " ucap Ayu dan Dimas berbarengan
" Kenapa kaget banget sih? emang gak boleh apa tinggal di sebelah Apartemen Lo dit ? " tanya Dimas
Ayu dan Adit saling menatap satu sama lain. Ayu takut jika Dimas ingin menghancurkan rumah tangganya dan disisi lain dia senang bisa bertemu dengan laki-laki yang sudah menghilang beberapa tahun itu.
" Gue gak peduli Lo mau tinggal dimana. Yang paling penting jangan pernah ngusik kehidupan gue " tutur Adit sambil mendekatkan dirinya kearah Dimas.
" Atau Lo mau perusahaanmu rata sama tanah " bisik Adit di telinga Dimas.
Setelah mengucapkan itu Adit berjalan menuju lift untuk pergi ke perusahaannya. Sementara Dimas menatap kosong ke arah Ayu.
" Apa gue salah ngedeketin Ayu yang sudah punya suami dan jelas-jelas sudah memiliki anak. Tapi gue bakalan terima dia apa adanya. Gue sayang sama dia, dan gue yakin dia juga sayang sama gue " batin Dimas.
" Udah mau aku tutup pintunya " kata Ayu yang sontak menghancurkan lamunan Dimas .
" Eh..... aku ga diijinin masuk dulu nih? aku kan tetangga kamu ? " tanya Dimas
" Suami saya sudah berangkat kerja. Di rumah hanya ada anak dan 2 orang ART. sangat tidak sopan membiarkan laki-laki lain masuk ke dalam rumah " jawab Ayu tegas
" Kamu apaan sih yu, aku mau lihat anak kamu. Udah itu aja, kamu tau kan aku masih suka sama kamu. Aku juga gak bakalan main gila sama kamu di belakang Adit. Aku laki-laki yu, aku bakalan ambil kamu kalo kamu emang mau " jawab Dimas
" Tolong mas, biarin aku hidup tenang. Kamu sendiri yang tinggalin aku untuk kuliah di luar negeri. Sekarang kamu malah kayak gini " balas Ayu
" Ayu aku lakuin itu juga demi kamu yu. Demi masa depan kita, aku berusaha nyelesain kuliah cuma 2,5 tahun demi kamu. Aku berusaha sukses kayak gini juga demi kamu " kata Dimas yang tanpa sadar mengeluarkan air mata
Dimas berjalan mendekati Ayu, dia menarik tangan Ayu dan memeluknya dengan sangat hangat. Pelukan hangat itu membuat Ayu terbuai beberapa saat, setelah sadar perbuatannya salah Ayu melepaskan pelukan Dimas.
Ayu tak henti-hentinya menangis, dia sangat merasa bersalah karna memutuskan Dimas yang sangat mencintainya dulu. Tapi apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur.
" Mas tolong.....hiks.....hiks.....jauhin aku " kata Ayu
Hiks.....
Hiks.....
Hiks.....
__ADS_1
" Kenapa yu?? Kenapa harus sesakit ini ? " tanya Dimas
" Aku sudah....hiks.... berkeluarga dan memiliki anak....hiks....lebih baik kamu mencari wanita lain yang mencintai kamu "
" Kamu bilang apa sih yu?? cuma kamu yu! cuma kamu " jawab Dimas
" Hiks....hiks... ini salah mas, aku memang masih mencintai kamu.. tapi aku...hiks... " air mata tak henti-hentinya menetes di pipi Ayu
Dimas menghapus air mata yang jatuh pada pipi mulus Ayu. Lalu mengecup puncak kepala Ayu.
CUP....
" Kamu mencintai Adit ? " tanya Dimas
" Aku....aku...hiks...." Ayu tak bisa melanjutkan kalimatnya. Karna dia tak tau apakah rasa cinta untuk Adit telah muncul atau tidak.
Dimas kembali membawa Ayu ke pelukannya. Ayu tau batas, dia sama sekali tak membalas pelukan Dimas.
" Sudah mas Dimas, ini sudah cukup berlebihan. Aku ga bisa ninggalin anak dan suami aku " kata Ayu yang coba melepaskan pelukan Dimas.
" Ayu dengerin ku dulu "
" Gak ada yang perlu dibicarakan lagi mas. Aku masuk dulu " kata Ayu yang masuk ke apartemennya dan menutup pintu dengan kencang.
" Ayu aku gak peduli. Aku akan terus berjuang untuk kamu " gumam Dimas
Dimas pergi memasuki Apartemennya dan bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaannya.
💓. 💓. 💓
" Lia....."
" Lia "
" LIA !!! " teriak pak Djoko memanggil anaknya yang berada di ruang tengah yang asik menonton TV.
" Ish.. papa apaan sih pake teriak-teriak segala " jawab Lia
" Sini kamu Lia. Ada yang mau papa tunjukkin ke kamu " sahut pak Djoko
__ADS_1
" Apaan pa, kelihatannya serius banget " jawab Lia
Lia berjalan ke arah papanya yang sedang duduk di meja makan bersama istrinya.
" Sini Lia cepetan, liat tuh foto laki-laki di HP papa kamu " kata Ibu Rani antusias.
" Mana mana? " jawab Lia
Pak Djoko memberikan HPnya pada Lia. Lia dengan cepat mengambil HP papanya itu dan melihat sosok foto laki-laki yang sangat tampan.
" Yaampun, ganteng banget pa. Ini siapa ? " tanya Lia
" Ganteng gak itu Lia ? " tanya Bu Rani
" Ini mah bukan ganteng lagi ma, mukanya udah kayak artis gini. hehe " jawab Lia
Pak Djoko dan istri tertawa mendengar jawaban Lia.
" Eh btw dia siapa sih pa ? kok fotonya di tunjukkin ke Lia ? " tanya Lia
" Dia calon suami kamu. Papa mau jodohin kamu sama dia, untuk memperluas bisnis papa dan supaya kamu itu ada yang jagain " jawab pak Djoko
" oohh dijodohin " jawab Lia
" EH TUNGGU-TUNGGU................ LIA DIJODOHIN PA?????? " teriak Lia histeris
.
.
MAAF YA UPDATENYA KELAMAAN hehehe:v
.
.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️
__ADS_1
KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA