
Tapi karna Adit terus saja menciumi leher Ayu sambil mengelus perut Ayu.
" Papa sayang sama kamu nak. Tinggal 5 Minggu lahir kamu lahir, papa akan menjaga kamu. Meskipun harus sendirian " kata Adit
" Apaan sih mas?? maksud kamu apa sendirian ?? aku kan ada " tanya Ayu
Bukannya menjawab Adit malah tertidur di tengkuk leher Ayu.
" Mas jawab!! " kata Ayu memohon
" Tadi kamu bilang mau nonton di bioskop kan? " tanya Adit
" Mas please, jangan mengalihkan pembicaraan " jawab Ayu
" Ayo berangkat takut keburu malem, aku gak mau kamu kecapekan nanti anak aku kenapa-napa " Adit bergerak dari sofa dan mengambil kunci mobilnya, membiarkan Ayu bertanya-tanya di sofa
" Ayo yu, kamu itu udah hamil tua kalo pulang malem nanti anak aku kenapa-napa " sambung Adit
" Mas jawab dulu maksud kamu ngomong menjaga ank ini sendirian apa? " ucap Ayu sambil meneteskan air mata di sudut matanya
" Kamu sendiri yang minta Anindita ngurus anak aku kan?? Gak perlu yu, biar aku sendiri yang urus anak aku nanti. " kata Adit
" Lebih baik kamu pergi mencari kebahagiaan kamu. Karn aku tau, kelahiran anak aku nanti akan membuat hidup kamu susah "
DEG......
Ayu menangis mendengar perkataan Adit, dia tak menyangka dengan pernyataan Adit
" Maksud kamu apa?? aku bisa jelasin!!! " kata Ayu
" Jangan nangis, udah ga usah di pikirin perkataan aku tadi yang penting anak aku lahir dulu. Aku ga mau kalo kamu stress nanti malah imbasnya ke anak aku " jawab Adit
" Dari tadi anak, anak, anak, anak terussss. Cinta ga sih kamu sama aku?? Aku ibu nya mas...hikss...hiksss " tetesan air mata Ayu turun di pipinya
" Cinta? mungkin aku mulai cinta sama kamu. Tapi yang jelas aku sangat cinta dan menyayangi anak aku. Toh kamu juga gak menginginkan anak itu " jawab Adit
" Gak menginginkan kamu bilang mas....hikss...hiks... Kalo aku gak menginginkan anak ini mungkin aku bakaln gugurin anak ini sejak dulu. Aku sayang mas sama anak kita, sayang...hiksss " kata Ayu
" Kamu gak menginginkan anak ini yu, tapi kamu membutuhkan anak ini untuk perusahaan Ayah kamu kan?? supaya aku terus melanjutkan kontrak kerjasama? kamu tenang aja yu. Perusahaan Ayah kamu bakalan aman " jawab Adit sambil mengusap kedua mata Ayu
__ADS_1
Ayu yang sedari tadi menangis hanya berdiam diri saja mendengar ucapan Adit. Dia bak tersambar petir di siang bolong.
" Memang mas, memang aku butuh anak ini untuk kelancaran bisnis papa. Tapi sekarang aku gak bisa mengelapas anak aku ini " jawab Ayu
Ayu langsung berlari ke kamarnya dan menangis di atas kasur hingga Ayu terlelap dalam mimpinya.
Sedangkan Aditya yang ditinggal Ayu ke kamar hanya bisa terdiam duduk di sofa. Setelah 30 menit duduk di sofa, Adit keluar apartemen untuk membeli makanan.
Setibanya di rumah, Adit masuk ke dalam kamarnya dan mendapati Ayu tidur di kasur, terdapat bekas air mata di kedua pipi Ayu.
Adit mengusap lembut pipi Ayu. Lalu dia membaringkan tubuhnya di samping Ayu tak butuh waktu lama Adit menyusul Ayu terlelap dalam mimpi.
Waktu menunjukan pukul 11 malam, Ayu terbangun karna perutnya keroncongan .
" Haduh... perut ku laper banget, harusnya tadi pergi ke bioskop sekalian makan. Eh malah diajak bertengkar " kata Ayu dia mencoba bangun tadi di perutnya teras sangat berat sehingga tidak bisa bangun.
" Aduh apaan nih " batin Ayu
Ternyata tangan Adit memeluk perut Ayu sembari tidur.
" mau bangunin tapi kasian, mas Adit tidur nya pules banget.... Mana tega aku " kata Ayu
Perut Ayu berbunyi lagi, dia sudah tidak peduli dengan tidur Aditya . Yang dia perdulikan sekarang adalah hanya makanan.
" Mas... bangun mas " kata Ayu sembari mengelus kepala Adit yang ada di dadanya
" Mas..."
" Hmmm.... apa ? " jawab Adit tanpa membuka matanya
" Aku laper " jawab Ayu dan tak ada respon dari Adit
" Mas... aku laper... " kata Ayu lagi
Adit langsung tersadar dan menatap wajah istrinya itu.
" Ayo makan, tadi sebelum tidur aku beli sate. Coba kamu angetin. Aku juga laper " kata Adit
" Hmm.. iya mas. Ayo bangun kita ke dapur " jawab Ayu
__ADS_1
Adit keluar terlebih dulu ke dapur lalu disusul Ayu yang membawa Hpnya ke dapur.
Setelah kurang lebih 7 menit memanaskan sate di microwave. Ayu dan Adit pun makan dengan lahap, Ayu pun menambah hingga 2 kali karna sangat kelaparan.
" Makannya pelan-pelan " kata Adit
" Anak kamu udah kelaparan nih. Harusnya tadi di bioskop makannya eh malah telat makan gini. Jadi ngamuk kan dia !! " jawab Ayu
Adit berjalan menghampiri Ayu dan mengelus perut Ayu, ayu pun masih makan dengan lahap satenya.
" Makan yang banyak ya sayang papa. " kata Adit
Tak berselang lama Hp Ayu berdering. Ayu pun melihat ponselnya dan ternyata "D" yang menelepon Ayu.
DEG.....
Hati Ayu berdetak sangat kencang.
" Siapa yang telfon malem-malem gini ? " tanya Adit.
* TUHAN... apa aku harus jujur sekarang?? * gumam Ayu
.
.
Kalo jujur Adit marah kalo bohong Adit tambah marah. Ribet ya jadi Ayu :v
.
.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️
KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
__ADS_1