
"Aku pulang ya, Aku bosan sayang" bisik Ayu di telinga Adit dengan nada sedikit menggoda Adit.
Adit menyenderkan kepalanya di kursi dengan posisi tangan Ayu melingkar pada dada bidangnya dan menoleh ke Ayu. Adit berkata
"Pulang aja kalo berani. Kamu yang tanggung Akibatnya" jawab Adit dengan nada kesal.
*Hehehe. Padahal di goda dikit udah ngambek aja. Siapa juga yang berani keluar dari ruangan ini. Aku masih sayang sama perusahaan papa* *Goda lagi ah* gumam Ayu.
Ayu berdiri dan duduk dipangkuan Aditya yang sedang fokus bekerja. Dia memainkan rambut Aditya. Tercium aroma tubuh laki laki tampan ini keluar dan membuat Ayu sangat nyaman.
" Aku berat?" tanya Ayu. Aditya tidak bergeming dan hanya fokus ke kerjaannya.
"Aku nanti mau makan sushi" ucap Ayu
"Aku juga mau makan ice mochi Jepang rasa macha" tambah Ayu
"Aku blablablabla..............." ucap Ayu
Ayu terus saja ngajak Adit berbicara tapi tidak sedikit digubris sedikitpun oleh Adit dia hanya fokus dengan pekerjaannya
*Wah Aditya Djoko susah juga mengalahkan konsentrasi. Okedeh 1 jurus pungkas terakhir* gumam Ayu.
Ayu memegang pipi Adit dan berkata pipinya mulus sekali. Setelah itu dia mencium pipi kiri Adit dan tertawa setelah itu.
"hahahha, maaf ya sayang. Kamu konsentrasi banget sih" kata Ayu menggoda
Adit menatap Ayu yang tersenyum ke arahnya. Seketika detak jantung Adit berdetak cepat.
Deg...deg...deg...
*Sialan bibirnya sangat menggoda, tahan dit tahan. Cuma tinggal beberapa hari lagi dia akan jadi milikmu* gumam Adit
*Apa lihat-lihat? Aku cantikkan. hahahah* Gumam Ayu
"Awas tangan kamu. Aku mau berdiri" ucap Ayu. Tapi Adit menghiraukannya. Dan dia sangat fokus ke pekerjaannya meskipun yang ada diotaknya adalah wajah cantik Ayu.
Kecup lagi di pipi kiri Adit. " Kalo kamu ga biarin aku berdiri dari pangkuan mu aku bakalan terus cium kamu" kata Ayu
Adit tak menggubris dan malah tersenyum tipis. Melihat Adit yang tersenyum tipis itu membuat Ayu berpikir bahwa dia berhasil menggoda Adit.
Ayu pun langsung menciumi pipi kiri puluhan kali. Akhirnya Adit menurunkan tangannya dari keyboard komputernya dan memegang wajah Ayu yang sangat cantik itu.
__ADS_1
"Berani sekali kamu ganggu aku kerja" kata Adit.
*Kok jadi dia marah si??? kan harusnya Aku. sialllll. laki laki sialan* gumam Ayu
"Ma-maaf sayang. Mana berani aku ganggu kamu. Aku berdiri sekarang" kata Ayu yang terlihat ketakutan setelah di sentak oleh Adit.
Ayu langsung buru-buru berdiri dengan mengangkat pantatnya tapi Aditya menahannya dan langsung mencium bibir Ayu.
"hmmmm... Say...Adit....hmmmm.... Stopp" Ayu mendorong tubuh Adit tapi tidak bisa karna badan Adit yang sangat gagah itu.
Setelah itu bibir Adit turun ke leher Ayu. Tangan Adit sudah liar didada Ayu.
"Stop Adit, iya aku salah. Aku harusnya ga ganggu kamu kerja Aku minta maaf huhuhu" ucap Ayu sambil menangis.
"Hah siapa? Adit? Kurang ajar. Mulutmu harus aku beri pelajaran!!" Adit mencium bibir Ayu tanpa ampun dengan posisi tangannya sudah liar di dadanya hingga membuat dress aku jatuh sampai ke perutnya.
Kini Ayu sudah bertelanjang dada. Payu**ra Ayu itu sudah dilumat oleh Adit tanpa ampun.
"Ampun sayang. Aku salah. sayang maafkan aku yang bodoh ini. aku memang sangat bodoh. huhuhu" kata ayu sambil menangis tersedu-sedu
Adit tak memperdulikannya dan fokus dengan dada Ayu.
"Pak Aditya saya Mega. Ada dokumen yang harus ditandatangani segera " kata Mega kepala devisi keuangan CF Group .
"Sialan!!!" kata Adit " Masuk setelah 5 menit" kata Adit tegas.
"Rapikan bajumu. Usap Air mata. jangan menangis. Aku minta maaf" kata Adit
"Ayu langsung berdiri mengambil dress-nya yang sudah jatuh di lantai dan mengambil tisu membetulkan make up nya.
*Apa maaf???? Kalo gaada Si Mega itu pasti aku sudah di perko*a disini* gumam Ayu.
"Masuk" kata Adit
Mega membuka pintu dengan pakaian yang sangat seksi itu kemeja yang kancingnya dibuka setengah hingga terlihat warna bra-nya dan rok hitam pendek.
Mega tersenyum manis ketika memasuki ruangan. Tapi melihat dengan sinis ke Ayu seolah-olah melihat musuh yang akan mengambil pacarnya.
"Ini dokumennya" kata Mega sembari menjelaskan isi dokumen. Mega sesekali terlihat seperti menggoda Adit tapi Adit memperlihatkan tatapan jijik pada Mega.
"Sudah ku tandatangani. Sekarang pergi" ucap Adit.
__ADS_1
Setelah Mega pergi dan menutup pintu. Adit langsung berjalan ke Arah Ayu yang ketakutan dan memeluk bantal sofa itu. Seluruh leher Ayu sudah dipenuhi cupangan yang diberikan Adit.
Adit memeluk Ayu dengan erat dan sesekali mencium kepala Ayu. "Maafkan aku. Kita akan menikah. kamu gak perlu khawatir" kata Adit. Ayu hanya terdiam
Adit menarik tangan Ayu dengan lembut dan keluar dari ruangan presdir untuk menuju parkiran depan karna sudah menunjukan makan siang.
karyawan kantor sangat kaget melihat banyaknya cupangan di leher wanita yang bersama dengan Presdir. Mereka semua terheran-heran melihat mata Ayu yang bengkak karna menangis.
Setelah masuk dalam mobil Ayu menangis dalam melakukan mobil, membuat Aditya kesal.
"Apa kau tidak aku sentuh?????" Tanya Aditya
Tidak ada jawaban dari Ayu. Malah Ayu terus menangis dengan kencang.
"Baiklah, aku TIDAK AKAN PERNAH LAGI MENYENTUH MU!!!!!" "BAHKAN KETIKA KITA SUDAH MENIKAH" Kata Adit berteriak.
Adit menyetir dengan kencang mobilnya. Sangat kencang hingga membuat Ayu tersadar kalo yang dia lakukan salah.
*Apa aku sudah gila??? Bagaimana dengan perusahaan Papa?? Tuhan kenapa kau menetapkan aku di posisi seperti ini* gumam Ayu.
Setelah sampai didepan rumah Ayu. Aditya yang sedang emosi itu berkata " KELUAR DARI MOBILKU!!! JANGAN HARAP AKU AKAN SUDI MENIKAHI MU!! KELUAR" ucap Aditya berteriak
Ayu menangis lebih keras dan lebih keras lagi " Maafkan aku sayang, calon suamiku. Undangan kita sebentar lagi akan jadi. saya mohon jangan marah pada saya" ucap Ayu sambil menangis
"KELUAR!!!" Teriak Adit
Ayu langsung melepaskan sabuk pengaman mobilnya dan memeluk Adit mencium pipi Adit.
"Maafkan aku" kata Ayu dengan ekspresi bersalah.
Melihat ekspresi Ayu itu. Jantung Aditya berdegup kencang. Dia tak tahan dengan bibir Ayu dan langsung menciumnya dan Ayu tak menolak.
Setelah berciuman yang sangat lama itu. Adit memeluk Ayu dan berkata "Jangan pernah menolaku walau hanya sekali. ini terakhir kalinya kau menolaku" kata Adit
"Iya, aku ga akan pernah menolak lagi" ucap Ayu.
Mereka berpelukan. Dan Adit mencium kepala Adit. "Ayo makan aku laper" kata Adit "Aku sakit sayang. Dada dan leherku seperti terbakar" kata Ayu "Aku mau tidur" sambung Ayu
Karna merasa bersalah akhirnya Adit mengantar Ayu masuk ke rumahnya sambil menggandeng tangannya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1