
Dengan sigap Adit berlari ke luar kamar mengambil ransel yang berisi perlengkapan persalinan Ayu dan dengan cepat menggendong Ayu memasukkannya ke dalam Mobil.
Mobil Adit berlaju dengan sangat cepat, tangan kiri Adit sudah menggenggam tangan kiri Ayu
" Hiks....hiks.... sakit mas...." lirih Ayu
" Iya sayang, sabar ya. Maafin aku udah buat kamu sakit. Ini liat sebentar lagi kita masuk rumah sakit "
Setelah sekitar 10 menit akhirnya mobil yang dinaiki Adit dan Ayu sampai ke rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya Adit langsung membawa ransel perlengkapan Baby nya itu di punggung nya dan langsung menggendong Ayu masuk ke rumah sakit.
Setelah masuk ke rumah sakit Ayu langsung di bawa ke ruang bersalin. Dokter langsung masuk ke ruangan Ayu.
" Dok....hiks....sakit dok" lirih Ayu
" Iya sebentar ibu Ayu, kami periksa dulu ya " jawab Dokter Risa
" Ini baru pembukaan 4 pak Adit, bu Ayu. Masih perlu menunggu sekitar 3 jam lagi kalau lancar. Kalau tidak mungkin lebih " kata Dokter Risa
" Mas sakit mas....." kata Ayu memelas ke Adit
" Iya sayang, sebentar lagi. Cuma sebentar lagi aja ya. Terus kita bisa melihat anak kita " ucap Adit sembari menenangkan Ayu dengan mengelus kepala Ayu.
Ayu terus meremas tangan Adit dengan sangat kencang sambil berteriak menangis. Di samping kiri dan kanan Ayu terdapat 1 perawat yang bertugas membantu Ayu mengatur pernafasan dan mengontrol rasa sakit Ayu.
Menit demi menit berlalu, jam demi jam berlalu rasa sakit yang Ayu rasakan semakin sakit. Rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Tak terasa sudah 4 jam berlalu dari ucapan dokter diawal itu. Kini air ketuban Ayu sudah membanjiri kasur persalinan Ayu.
Dengan cepat 1 perawat itu memanggil Dokter Risa di ruangannya. Sementara 1 dokter lagi mencoba menenangkan Ayu.
Adit yang melihat Air ketuban Ayu pecah itu tanpa terasa meneteskan air mata. Ia membayangkan bagaimana keadaan ibunya ketika melahirkan dia.
" Sayang kamu harus kuat, kamu pasti bisa " kata Adit sembari menciumi kening Ayu.
" Gak kuat aku mas, sakit" jawab Ayu sambil menjerit menangis
" Alhamdulillah air ketubannya sudah pecah. Saya periksa dulu ya pembukaannya " jawab dokter Risa santai
Tangan kiri Ayu meremas tangan 1 perawat, tangan kanan Ayu meremas tangan Adit. Dokter Risa sedang mengecek pembukaan Ayu di temani oleh 1 suster.
" Bagus sudah pembukaan 10. Ayo kita mulai ibu Ayu " kata dokter Risa
" Tarik nafas buang lalu dorong ya Bu Ayu dan tidak boleh menutup mata " kata 1 perawat di samping Ayu.
Ayu hanya mengangguk sambil menangis, keringat sudah membasahi wajah Ayu.
__ADS_1
" Tarik nafas.....Dorong...." kata Dokter
" Ahh.....arghhhhhhh..."
" Tarik nafas.....Dorong...."
" Arghhhhhhh......"
"Tarik nafas.....Dorong...."
" Arghh.....hu..hu...hu..."
" Kepalanya sudah terlihat Bu, ayo bu semangat " kata dokter Risa
Ayu terus berusaha dan Akhirnya terdengar suara bayi menangis dengan sangat kencang.
" Oek....oek....oek...."
" Alhamdulillah pak Adit, Bu Ayu anaknya laki-laki ganteng yang sehat " kata dokter Risa
Adit tak henti-hentinya menetaskan air mata setelah mendengar suara tangisan anaknya yang sangat kencang itu.
Setelah itu Adit keluar dari kamar persalinan Ayu dan menelpon keluarganya agar segera mengunjunginya dan Ayu di rumah sakit. Dan langsung masuk ke kamar Anaknya kembali.
Setelah selesai perawat itu langsung membawa bayi itu di dada Ayu untuk menyusui dan disusul oleh Adit di belakangnya.
" Anak kita ganteng banget, makasi sayang " ucap Adit sambil mencium bibir Ayu
Ayu hanya tersenyum melihat anaknya dan tak menanggapi perkataan Adit.
Sudah 30 menit Ayu menyusui anaknya dan saat ini bayi itu sudah tertidur di gendongan Adit.
" Mau dikasih siapa namanya ? " tanya Ayu
" Airlangga Senjana Djoko " kata Adit sambil tersenyum dan menatap anak laki-lakinya itu.
" Yaudah terserah kamu aja mas " kata Ayu
" Mas, aku mau gendong anak aku ihhh " kata Ayu
" Ga mau. Aku dulu " jawab Adit yang tak henti-hentinya tersenyum.
" Gak mas ahh!! itu kan anak aku!!! " ucap Ayu
__ADS_1
Setalah 20 menit berdebat keluarga Ayu dan Adit sampai di ruangan Ayu.
" Ishh gak usah rebutan cucu Oma. Sini Oma gendong " kata mama Ayu
" Gak bisa dong, sini biar nenek gendong anak ganteng " sambung Mama Adit
" Enak aja, yang tua ngalah dong. Biar aunty Lia aja yang gendong babynya " sahut Lia
Ayu Adit, dan kedua orang tua mereka tertawa melihat perdebatan keluarga mereka itu. Tidak di sangka kelahiran makhluk kecil di keluarga Ayu dan Adit bisa membawa kebahagian tersendiri bagi mereka.
**ooOoo**
Sementara keluarga Ayu sedang berbahagia, lain halnya dengan beberapa orang di luar sana.
" Bagaimana keadaan mereka ? "
" Ayu sudah melahirkan bayi laki-laki secara normal hari ini tuan " jawabnya
" Bagus, di rumah sakit mana ? "
" Rumah sakit Pelita Jaya, Ruang VVIP kamar Mawar Merah no. 01 " jawab lelaki itu
" Oke. Uangnya nanti akan saya transfer ke rekening kamu " kata Dimas
Dimas mematikan sambungan telponnya dengan pria suruhannya itu dan tersenyum miris.
" Adit aku akan membawa kembali Ayu disisi ku tidak akan ku biarkan kamu memiliki Ayu, aku akan menghancurkan mu dan membawa Ayu kembali padaku. BAGAIMANAPUN CARANYA !! " gumam Dimas.
.
.
Dimas comeback :v
.
.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️
KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
__ADS_1