
Ayu berjalanan memasuki lift umum tidak menggunakan lift khusus Presdir.
" Nona Djoko sungguh baik ya, dia bahkan tak menggunakan lift Presdir " kata Nina sang resepsionis
" Iya, dia sangat cantik dan baik hati. Berbeda dengan macan yang tadi pagi " kata Cika
" Eh yaampun kita lupa, kan ada macan yang masih bersama Presdir. Tamat riwayat kitaa " kata Nina
" Ya ampun aku juga lupaa" kata Cika
Setelah pintu lift terbuka Ayu berjalanan untuk masuk ke ruangan Adit. Tapi tiba tiba ada yang memanggil namanya dari belakang dia adalah sektretaris Albert yang sedang berlari untuk mengejar Ayu.
" Nona Ayu, maafkan saya tak menjemput Nona di depan " kata Albert sambil membungkuk
" Tak apa Albert. Apakah Adit berada di dalam ? " tanya Ayu
" Iya nona, tapi Presdir sedang ada tamu. Jika nona ingin menunggu, nona bisa duduk di ruangan saya. Tapi jika ada keperluan mendesak saya akan masuk ke ruangan Presdir dan memberitahunya jika anda datang " jawab Albert
" Hmm bagaimana, aku tidak ada keperluan khusus dengan nya cuma aku mengidam untuk makan siang bersama. Tapi jika itu adalah tamu penting, maka aku akan pulang saja " kata Ayu dengan tatapan muka sedih
" Baiklah kalo begitu nona bisa menung...." belum sempat Albert menyelesaikan kalimatnya terdengar suara pintu terbuka.
Krekkk....
Keluar lah Anindita dari ruangan Adit bersamaan dengan Adit yang spontan membuat Ayu kaget.
__ADS_1
Pasalnya Anindita sedang memeluk Adit dengan erat, meskipun Adit tak memeluk tubuh Anindita tapi wajah Anindita terlihat sangat bahagia.
* SIALLL. apa yang mereka bicarakan sampai wanita yang menggagalkan rencana ku itu tersenyum bahagia ?!?! * gumam Ayu
Mata Aditya dan Ayu bertatapan. Aditya langsung melepas pelukan Ayu di lehernya itu.
" Kamu datang ? kenapa ga telpon dulu " kata Adit yang berjalan ke arah Ayu
" Kamu ngapain sih ke sana?? " ucap Anindita sembari menarik lengan Adit kembali ke sisinya.
" Hmm, Aku ga tau kalo ada pacar kamu. Aku sebaiknya pulang saja. Maaf mengganggu " kata Ayu
Aditya melepaskan tangan Anindita dan berlari ke arah Ayu.
" Mau kemana kamu ?? " tanya Adit
" Apa kamu cemburu pada P-A-C-A-R-K-U itu ? " tanya Adit berbisik pesan ke telinga Ayu
" Sepertinya anda sudah salah paham kepadaku, aku sama sekali tidak cemburu. Silahkan saja anda bersamanya. Karna kan kalian saling mencintai " kata Ayu
" Aku pergi " sambung Ayu
Ayu mencoba untuk tegar, walau hatinya sangat sakit. Entah mengapa Ayu terasa teramat sedih saat melihat Anindita memeluk Adit. Rasanya seperti Ayu akan membunuh Anindita.
* Kenapa dengan ku, kenapa hatiku sakit. Bahkan sangat sakitt. Aku bahkan ingin mematahkan semua tulang tangan Anindita karna sudah memeluk Adit * gumam Ayu
__ADS_1
" Coba saja kalau kau pergi. Aku akan memutus semua kontrak kerjasama antara perusahaanmu dengan CF Group " kata Adit mencoba mengancam Ayu
" Ja-jangan " kata Ayu tak terasa dia menangis di hadapan Adit, Anindita dan Albert.
" Heehh, kenapa kau menangis?? Jangan kau pikir tangisanmu itu bisa mempengaruhi Adit ?? " kata Anindita
" Dit jangan terpancing sama tangisannya. Inget dia ga cinta sama kamu, dia bahkan
ingin memanfaatkan anaknya sendiri untuk dirinya " kata Anindita yang sontak membuat Ayu terkaget
* Apa yang Anindita katakan?? apa aku terlihat seperti itu?? Apakah aku seorang ibu yang kejam * gumam Ayu
Ayu terdiam mematung mendengar ucapan Anindita, dia merasa tak berguna sekali menjadi seorang ibu.
" Cukup " kata Adit
" Albert, bawa dia keluar sekarang juga " sambung Adit
" Mampus lu, Adit akan ngusir lu dari sini. Emang enak!! Dasar ****** " kata Anindita sembari melingkar kan tangannya pada Adit.
Albert berjalan kearah Ayu, Anindita dan Adit. Albert langsung menarik tangan wanita itu. Wanita itu berteriak - teriak karena merasa harga dirinya diinjak-injak.
" Adit,, kenapa kau membawaku pergi. Aku Anindita aku perempuan yang sangat kau cintai " kata Anindita
" Nona saya mohon keluar dari sini " kata Albert sambil menarik lengan Anindita dan memasukkannya ke dalam lift
__ADS_1
***BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️***