
" Aku emang rencananya setelah nikah emang mau pisah sama mama papa. Aku udah beli rumah semenjak kita udah tunangan. Karena tadi pagi kita bilang mau nyoba untuk lebih deket jadi aku putusin buat mempercepat pindahan nya
Biar kamu juga bisa mandiri, gak bergantung sama orang tua terus yu. Aku mau kita bentuk keluarga kecil di rumah baru kita " kata Adit
" Enggak dit, enggak!! Mama gak mau jauh dari cucu mama " kata Bu Rani tegas!!
" Iya dit, papa juga setuju sama mama mu " sambung pak Djoko
" Ma, disini aku yang jadi kepala keluarganya. Biar aku yang nentuin baik buruknya dalam keluarga aku. Kamu setuju kan sayang " kata Adit sambil mengelus perut Ayu dengan sangat bahagia
" Aku, gimana ya mas. Aku bingung " jawab Ayu
" Kita coba dulu ya sayang " jawab Adit
Ayu pun menjawab hanya dengan anggukan kepala. Ayu tak berani melawan Aditya, karna dia ingin menjadi istri yang taat pada suami.
**ooOoo**
Beberapa hari kemudian Adit mengajak Ayu untuk melihat rumah baru mereka. Betapa terkejutnya Ayu rumah itu bahkan lebih luas dari bayangan Ayu. Meskipun tidak seluas rumah pak Djoko tapi Ayu merasa rumah mereka terlalu besar untuk 2 orang.
" Mas, aku rasa rumah ini terlalu besar buat kita. Apalagi kita kan cuma berdua " kata Ayu
" Kamu lupa sama apa yang ada di perut kamu. Lagian nanti ada para ART ( asisten rumah tangga ) yang bekerja di rumah ini " jawab Adit.
" Iya mas, aku tau tapi ini terlalu besar. Aku gak suka " ucap Ayu sambil memanyunkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dadanya.
" Mau gimana, aku udah beli rumah ini sayang " kata Adit memelas.
" Yaudah kita tinggal di rumah ini kalo anak aku udah lahir. Aku gak mau kesepian di rumah sebesar ini " tutur Ayu.
" Kamu lupa kita kan udah sepakat buat belajar mandiri, gak mau ngerepotin orang tua lagi " Kata Adit menghela nafas
" Iya, aku emang ga mau ngerepotin orang tua lagi. Pengen hidup mandiri juga tapi gak mau dulu tinggal di rumah ini "
" Terus mau kamu gimana sekarang ? " tanya Adit
" Seinget aku kamu punya 7 apartemen kan mas ? Apa gak bisa kita temui tinggal di situ sampe anak kita lahir terus kita pindah ke rumah ini ? " tanya Ayu
" Ide bagus, kita akan tinggal di apartemen sekalian nyoba. Kalo kamu ga betah hidup mandiri. Nanti kita bisa pulang ke rumah mama " jawab Adit
" Yeayyy. Makasi ya mas, aku sayang mas " kata Ayu memeluk Adit dengan erat.
Adit tersenyum melihat tingkah Ayu yang sangat menggemaskan itu. Apalagi setelah masa trisemester kehamilannya berlaku Ayu jadi semakin manja. Dan Adit sangat suka itu.
" Sayang kamu bisa gak manja terus tiap hari ke aku ? " tanya Adit sambil terkekeh melihat Ayu yang sudah memanyunkan bibirnya.
" Ahhh mas, aku malu tau " kata Ayu
Setalah berbincang-bincang panjang dengan Ayu di rumah baru mereka yang tidak jadi mereka tempati itu. Tiba-tiba Adit menerima telpon dari sekretasinya.
" Eh sebentar sayang. Albert telpon " kata Adit.
Ayu hanya menganggukkan kepala.
PEMBICARAAN TELPON
__ADS_1
Adit : Ada apa ?
Albert : Presdir maaf mengganggu, Apartemen yang anda minta tinggalkan itu sudah di bersihkan dengan tenaga profesial sudah di pastikan tidak ada debu yang menempel pada lantai, sofa, kasur dan lainnya. Apartemen yang Presdir minta sudah bisa di pakai
Adit : Kerja bagus Albert
Albert : Terima kasih Presdir. Ada lagi yang bisa saya bantu ?
Adit : Tidak ada, pastikan besok jadwal saya kosong
Albert : Baik Presdir.
.
.
.
Adit menutup panggilan telpon Albert dan menatap ke arah istrinya.
" Ayo lihat Apartemen kita " kata Adit
" Mas lupa ya, aku kan alergi debu. Mana bisa aku ke apartemen yang udah lama ga dipakai. Pasti banyak debunya. Tau sendirikan aku suka sesek kalo ada debu " jawab Ayu
" Tenang sayang. Semua udah aku urus, Ayo sekarang kita berangkat " kata Adit
Ayu mengangguk dengan perkataan Adit dia heran dengan maksud Adit, tapi ia tak berani menanyakan lagi.
Tak lama Adit pun menduduki Ayu di mobilnya tak lupa juga ia memasangkan sabuk pengaman pada Ayu, setelah itu Adit masuk ke dalam mobil juga dan langsung menancap gas.
Kurang lebih 35 menit Adit mengendarai mobil akhirnya sampailah ke tempat yang dituju yaitu Apartemen milik Adit.
" Ini sayang, apa kamu suka ? Apa kamu mu lihat Apartemen yang lain ? Tapi apartemen ini yang paling deket kerumah mama, yang lain bisa sampe 1-2 jam kalo mau ke rumah mama " kata Adit sambil duduk di sofa dan menyalakan TV
Ayu tak menjawab pertanyaan Adit, dia sibuk melihat-lihat Apartemen itu.
DAPUR
KAMAR TIDUR AYU-ADIT
ROOFTOP
Apartemen itu sangat luas, bersih dan juga sesuai dengan keinginan Ayu.
" Mas aku suka banget tinggal disini. Aku mau cepet pindah " kata Ayu memeluk Adit yang duduk di sofa.
" Iya sayang, iya. 2 hari lagi kita pindah ya " jawab Adit
Ayu menggangguk dengan cepat terlihat jelas senyum kebahagiaan di wajah Ayu. Dan Adit sangat menyukai itu.
" Kamu cantik sayang. Aku suka matamu, hidungmu, apalagi yang ini " kata Adit sambil mengelus-elus bibir tebal Ayu
" Bibir..... " lanjut Adit
__ADS_1
Tak segan Adit mencium Ayu dengan ganas di sofa
" Mhmmmm.....hmmmm..... mas.. stopp dulu " kata Ayu mendesah
Adit tak perduli dengan ucapan Ayu dan terus menciumi nya sekarang bibir Adit sedang ******* leher jenjang Ayu.
" Mas aku laper, ayo makan dulu " kata Ayu
Tetap Adit tak perduli dengan perkataan Ayu dan terus bermain dengan leher Ayu tak lupa tangan Adit bermain dengan gunung Ayu.
" Mas.....hmmmm..ahhh "
" Mas....ahhh "
" MAS ANAK KITA LAPERRRR " bentak Ayu yang sontak membuat Adit kaget.
" Yaampun sayang aku kaget " kata Adit
" Salah sendiri di bilang dari tadi aku laper gaada respon. Terpaksa deh teriak " jawab Ayu sambil menyengir
" Yaudah ayo makan kita ke restoran terus pulang. Lagian ini emang udah waktunya makan malam " kata Adit
" Ga mau!!! aku mau masak Daging rica-rica di apartemen ini. Titik ." kata Ayu
" Hmm dasar. Yaudah ayo kita beli bahan-bahannya.
Adit langsung menancap kan gasnya menuju supermarket terdekat Apartemen baru mereka untuk berbelanja bahan masakan di apartemen mereka.
15 menit perjalanan, mereka pun sampai ke supermarket itu. Ayu dan Adit langsung mengambil trolli belanja dan masuk ke dalam supermarket.
" Kamu pilih dulu bahan masakan yang kamu mau. inget jangan beli jajan yang banyak Snack nya aku gak suka, terus jangan lupa beli susu hamil. Aku mau ngangkat telpon dari Albert dulu, kayaknya penting. 10 menit lagi aku datang " kata Adit sambil mencium kening Ayu .
Ayu pun menggangguk, menyatakan bahwa dirinya setuju dengan ucapan Adit.
Setelah mengambil susu hamil, Ayu berjalan sambil mendorong trolli belanja ke arah daging. Saat memilih daging ada seseorang ya menepuk bahu Ayu.
Karna kaget Ayu langsung berbalik menatap orang itu.
" Ayu ? " kata orang itu
" Dimas ??? " Ayu menjawab
.
.
Ketemu mantan. Gimana nih ?? 😂😭😭
.
.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️
KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
__ADS_1