Lala Land

Lala Land
Episode 32


__ADS_3

Prilly buru-buru menghampiri Ali.


“Kak Ali kenapa cium pipi cewek lain?” tanya Prilly.


Ali tidak menjawab Prilly dan lanjut mengobrol.


“Prill, lo maklumin Ali ya. Kalau dia lagi marah emang gitu,” ucap Dimas.


“Lo tenang saja, cewek cantik di sini itu namanya Samantha. Dia teman kita dari SMP. Dia juga dulu jadi incaran cowok-cowok termaksud Dimas sama Ali,” ucap Radit.


“Jadi Kak Ali dulu pernah suka sama cewek itu?” tanya Prilly.


“Eh! Maksud gw, Dimas saja,” ucap Radit berbohong.


“Gak usah bohong Kak Radit,” ucap Prilly.


“Itu dulu, lagipula sekarang Ali sukanya sama lo, jadi jangan di pikirin,” ucap Dimas melirik ke arah Radit dengan kesal.


Prilly berjalan ke tempat Ali dan wanita itu mengobrol.


“Kak Ali, aku mau bicara,” ucap Prilly.


“Aku lagi gak mood. Kamu juga lihat kan aku lagi ngobrol sama temenku,” ucap Ali ketus.


“Tapi Kak, aku..,” ucap Prilly tertahan karena Ibu Ali dan Ayah Ali datang.


“Ya ampun! Samantha Sayang, kenapa kamu bisa ada di sini? Bukannya kamu lagi kuliah di Jerman?” tanya Ibu Ali memeluk Samantha.


“Hai Tante apa kabar? Iya Samantha inget ulang tahun Ali, makanya Samantha pulang ke Jakarta. Tapi kata orang rumah kalian lagi liburan di pulau ini jadi Samantha samperin ke sini deh,” ucap Samantha.


“Tante baik, kamu semakin cantik saja,” ucap Ibu Ali.


“Makasih Tante. Hai Om apa kabar?” tanya Samantha.


“Baik, kamu pasti di kasih tau Ayahmu soal pesta ini? Dasar, kenapa dia gak bilang kamu pulang Indonesia,” ucap Ayah Ali.


“Iya Om, aku yang suruh Papi rahasiain semua ini biar jadi surprise Ali,” ucap Samantha.


Prilly yang melihat percakapan mereka hanya terdiam dan Prilly memilih pergi dari sana. Ali hanya melihat kepergian Prilly dan lanjut mengobrol dengan Samantha.


Prilly pergi ke kamar Clara dan curhat soal Ali. Setelah selesai bercerita Clara di telpon Dimas.


“Kita mau pergi mancing. Aku sama yang lain nunggu di lobby,” ucap Dimas.


“Ok Beb,” ucap Clara mematikan telponnya.


Clara membawa Prilly ke lobby dan sepanjang perjalanan, Ali selalu sibuk dengan Samantha. Saat di kapal Clara di ajak Dimas berkenalan dengan Samantha.


“Ini Clara pacar gw,” ucap Dimas


“Pacar lo cantik. Kenalin gw Samantha,” ucap Samantha tersenyum.


“Makasih. Lo juga cantik,” ucap Clara.


“Kalau itu siapa?” tanya Samantha.


“Dia pa…” ucapan Dimas terhenti saat Ali memotong.


“Dia temen gw, Prilly,” ucap Ali.


Prilly dan yang lain kaget kecuali Samantha.


“Kak Ali maksudnya apa ini?” tanya Prilly.


“Aku gak ada maksud apa-apa,” ucap Ali.


“Kenapa Kak Ali bilang aku temen Kak Ali? Jelas-jelas aku ini pacar Kak Ali. Apa karna ada Kak Samantha makanya Kak Ali mau putusin aku,” teriak Prilly emosi.


“Denger Prill ini gak ada hubungannya sama Samantha. Ini semua karna kamu, karna kamu juga anggep aku bukan pacar kamu kan. Dan jangan teriak-teriak aku gak suka!” omel Ali.


“Oh ya? Kak Ali yakin karna semalem? Bukan karna Kak Ali CLBK sama Kak Samantha,” ucap Prilly sinis.


“Prill, gw sama Ali cuma temenan,” ucap Samantha.


“Kak Samantha gak usah ikut campur. Ini bukan urusan Kakak! Kedatangan Kakak itu ngenganggu hubungan aku sama Kak Ali,” ucap Prilly.


“Prilly,” teriak Ali menarik lengan Prilly.


“Auww sakit,” ucap Prilly kesakitan.


“Ali! Mom gak pernah ajarin kamu kasar sama perempuan,” ucap Ibu Ali.


“Udah Mom biarin saja, ini urusan anak muda. Biar Ali nyelesaiin masalah mereka,” ucap Ayah Ali.


“Denger Prill, kamu sudah betul-betul bikin aku makin kecewa,” ucap Ali.


“Kak Ali pikir sikap Kak Ali semalem dan tadi pagi yang nyuekin aku terus mesra-mesraan sama Kak Samantha gak bikin aku kecewa? Aku cemburu Kak lihat kedeketan Kak Ali sama Kak Samantha. Tolong hargai aku sedikit. Kalau Kak Ali udah gak sayang sama aku, tinggal bilang. Kak Ali sejak ada Kak Samantha selalu belain dia,” teriak Prilly.


“Cukup! Kamu itu baru pacaran sama aku satu bulan lebih, tapi kamu sudah berani teriak-teriak sama aku! Kamu gak ada hak, ngerti!” bentak Ali.


“Oh! Aku gak ada hak?! Terus selama ini Kak Ali bentak-bentak aku apa? Apa karna aku ini miskin jadi aku boleh di teriak-teriakin? Tapi kalau Kak Ali gak boleh gitu,” bentak Prilly.


“Kamu sudah berubah, bukan Prilly yang aku kenal dan aku gak pernah mandang status,” ucap Ali emosi.


“Aku berubah? Aku rasa Kak Ali yang berubah. Kak Ali coba pikir sikap Kak Ali sama aku tadi pagi sampai siang ini gimana? Semalem aku memang salah tapi aku sudah berusaha minta maaf, tapi apa Kak, Kak Ali tetep gak mau maafin aku dan selalu cuekin aku,” ucap Prilly menahan air matanya.


“Cukup! Aku rasa gak ada yang perlu di bicarain lagi,” ucap Ali.


“Jadi maksud Kak Ali, Kakak mau putusin aku?” tanya Prilly.


Ali tidak menjawab dan berlalu pergi namun tangan Ali di pegang Prilly.


“Kak denger, ini kedua kali Kak Ali putusin aku dengan cara gak terhormat. Aku punya kesabaran dan mulai saat ini kita gak ada hubungan apapun! Kita putus! Anggap aja kita gak saling kenal. Setelah liburan ini. Aku gak akan deket-deket sama Kak Ali lagi. Semoga Kak Ali bahagia sama Kak Samantha,” ucap Prilly melepas tangan Ali dan berjalan ke ujung kapal, lalu Clara mengejar Prilly.


“Ali, Dad memang bilang kalau Mom gak boleh ikut campur urusan kalian, tapi apa kamu yakin mau kehilangan Prilly?” tanya Ibu Ali.


Ali hanya terdiam.


“Jawab Mom Li,” perintah Ibu Ali.


“Maaf Mom, Ali lagi butuh waktu sendiri,” ucap Ali pergi ke ujung lain kapal.


Suasana di kapal sudah tidak enak dan Ayah Ali memutuskan untuk pulang. Saat di kamar Clara menghibur Prilly yang sedang menangis.


“Prill sudah nangisnya nanti juga Kak Ali nyesel dan minta maaf,” ucap Clara.


“Gak akan! Aku tau Kak Ali dan aku sudah capek sama dia. Aku udah cukup sabar. Dia bilang aku gak pernah minta apapun, aku cuma gak mau,” ucap Prilly sesenggukan


Prilly menghapus air matanya.


“Ok, aku rasa aku harus berubah menjadi cewek yang seperti itu supaya aku bisa buktiin ke Kak Ali dan juga aku akan ngerubah sikap aku biar aku gak di injek-injek,” ucap Prilly.


“Prill,” ucap Clara kaget melihat sikap Prilly.


“Aku bukan Prilly yang dulu, jadi aku mau kamu panggil aku, Biee mulai sekarang,” ucap Prilly menghapus air matanya.


“Prill, lo jangan kayak gini,” ucap Clara.


“Denger Ra, aku sudah bilang aku gak mau di panggil Prilly,” bentak Prilly.


“Lo gak pernah bentak gw sedikit pun, kenapa sekarang lo bentak gw? Jangan gini Prill,” ucap Clara.

__ADS_1


“Bukannya sudah aku bilang, aku mau berubah supaya gak di injek lagi. Panggil aku Biee, ngerti? Sekarang aku mau tidur kamu boleh keluar,” ucap Prilly emosi.


“Prill, gw gak nyangka lo kayak gini, gw kecewa Prill,” ucap Clara keluar kamar Prilly.


“Aku juga gak mau kayak gini, tapi kalau aku gak berubah aku akan selalu di injek dan di anggep remeh. Aku gak mau itu, Kak Ali betul-betul sudah buat aku malu. Asal kamu tau Ra, hatiku sakit banget. Rasanya sulit untuk berpura-pura menjadi orang lain, tapi aku harus,” ucap Prilly dalam hati dan menangis.


“Gimana keadaan Prilly?” tanya Dimas saat bertemu Clara di lorong hotel.


“Prilly berubah Kak,” ucap Clara menangis.


“Berubah? Berubah gimana?” tanya Dimas.


Clara menceritakan semuanya ke Dimas sambil menangis dan Dimas membuang napas dengan berat.


“Aku juga gak bisa bilangin Ali. Aku gak tau kenapa kali ini Ali benar-benar keras kepala. Apa betul karna kedatangan Samantha?” Ucap Dimas.


“Terus gimana Beb?” tanya Clara.


“Kita tunggu saja perkembangannya,” ucap Dimas menghapus air mata Clara.


Clara mengangguk lalu Dimas membawa Clara balik ke kamarnya.


Keesokan harinya Prilly terbangun dan memakai pakaian minim dan berdandan. Setelah itu Prilly memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya yang bengkak akibat menangis. Prilly ke restoran untuk sarapan pagi. Ai cs sudah berkumpul.


“Prill tumben pakainya seksi banget?” tanya Radit.


“Suka-suka aku, badan-badan aku ini,” ucap Prilly mengambil makanan.


Jawaban Prilly membuat yang lain kaget dan Ali hanya melihat Prilly.


“Prilly ke sambet setan apa itu? Apa gw salah denger?” tanya Radit.


“Prill, lo kenapa pakai kayak gini? Tadi gw lihat sudah banyak tamu. Biasanya kamu gak mau terbuka semuanya gini,” ucap Clara.


“Ra, I'm telling you to call me Biee ok Beb, don't make me angry and one thing I want too tell everyone from now on call me Biee,” ucap Prilly.


Yang lain kembali tercengang dengan perkataan Prilly yang kasar sama Clara.


“Prill, lo gapapa? Lo sakit? Atau ke sambet dedemit?” tanya Radit.


“Kak Radit sudah aku bilang, Biee bukan Prill! Udah akh! Aku jadi hilang nafsu makannya,” ucap Prilly berlalu pergi.


“Ya ampun itu Prilly atau dia fix ke surupan dedemit,” ucap Radit.


“Heh sembarangan. Memang Prilly apaan,” ucap Steve.


“Dia kenapa Ra?” tanya Mich dan Clara hanya diam.


“Maafin aku semuanya, aku bersikap kayak gitu supaya aku gak kelihatan lemah tapi jujur hatiku sakit banget apalagi Kak Ali duduknya hanya berdua sama Kak Samantha. Sulit banget lupain Kak Ali tapi berkat Kak Ali perlahan-lahan rasa cintaku berubah jadi benci,” ucap Prilly dalam hati.


Prilly berjalan-jalan di pantai sendirian hingga sore. Dia tidak mengangkat telepon dari Clara.


Line Prilly : Aku gak ikut pergi mancing. Aku butuh waktu sendiri.


Line Clara : Ok, semoga lo bisa tenangin pikiran lo.


Prilly kembali berjalan dan menikmati pemandangan.


“Hai cewek, sendirian saja boleh kenalan gak?” tanya seorang cowok.


“Boleh,” ucap Prilly.


“Kenalin gw, Raka dan lo?” tanya Raka.


“Aku Prilly maksudku panggil Biee saja,” ucap Prilly.


“Ok Biee, nama yang unik. Oh ya kenapa lo sendirian?” tanya Raka.


“Boleh gw temenin?” tanya Raka.


“Boleh saja kenapa gak,” ucap Prilly.


Prilly dan Raka berjalan bersama dan Raka bercerita banyak tapi Prilly tidak mau bercerita tentang dirinya.


“Biee sudah sore, anginnya kencang pakai jaket gw,” ucap Raka memberikan jaketnya.


“Makasih,” ucap Prilly.


“Kuliah di mana Biee? Kalau gw di universitas D,” ucap Raka.


“Aku di universitas R,” ucap Prilly.


“Ohhh kalau gitu boleh minta WA atau Line gak?” tanya Raka.


Prilly memberikan nomor Hp dan media sosial lain miliknya ke Raka. Sementara di tempat pemancingan, Ali selalu bersama Samantha tetapi pikirannya di Prilly.


“Li, gw mau ngomong sama lo penting! Ikut gw sekarang,” ucap Dimas.


“Mau ngomong apa lo? Ngomong saja di sini,” ucap Ali.


“Berdua Li, ngerti gak,” ucap Dimas kesal mengacak rambutnya.


Dimas dan Ali pergi bicara berdua di kolam renang kapal yacht.


“Mau ngomong apa? Buruan kasihan Samantha sendirian,” ucap Ali.


“Gw tanya sama lo, apa selama ini lo jadiin Prilly sebagai pelarian?” tanya Dimas.


“Bukan urusan lo,” ucap Ali.


“Ini urusan lo? Prilly udah gw anggap kayak adik,” ucap Dimas.


“Terus apa hubungannya sama gw? Gw sama dia itu sudah putus,” ucap Ali.


“Kali ini gw betul-betul kecewa sama lo. Asal lo tau lo sudah nyakitin hati seorang wanita polos dan lo juga udah ngerubah dia jadi serigala,” ucap Dimas kesal.


“Maksud lo apa?” tanya Ali.


“Lo lihat saja sendiri perbuatan lo,” ucap Dimas berlalu meninggalkan Ali.


“Tunggu! Gw belum selesai, kenapa sama Prilly?” teriak Ali sehingga semua mata tertuju padanya.


“Bukannya lo udah gak ada hubungan? Terus kenapa lo pengen tau,” ucap Dimas dingin.


“Brengsek! Gw tanya sekali lagi ada apa sama Prilly,” teriak Ali mencengkeram baju Dimas.


Dimas melihat Ali dengan kesal.


“Selama ini gw bangga temenan sama lo, tapi gw lihat sikap lo yang kayak gini gw betul-betul kecewa. Sorry, gw mohon lo lepasin tangan lo sebelum emosi gw muncul,” ucap Dimas melepaskan tangan Ali secara kasar.


“Ali, Dimas apa-apaan ini? Kenapa malah pada berantem? Terus ada apa sama Prilly? Apa dia sakit? Hari ini dia gak ikut kita?” tanya Ibu Ali menghampiri Ali dan Dimas.


“Prilly gak apa-apa Tan,” ucap Dimas berbohong


“Liburan jadi berantakan sebaiknya kalian pulang duluan ke Indonesia dan selesaikan masalah kalian. Dad sama Mom masih


pengen liburan di sini. Kalau lihat kalian mood Dad sama Mom langsung drop,” ucap Ayah Ali.


“Maaf Dad kalau sudah bikin liburan Dad jadi kayak gini,” ucap


Ali.

__ADS_1


Sewaktu Ali dan yang lain kembali ke hotel yang lain langsung masuk ke kamar mereka untuk membereskan barang, kecuali Ali dan Samantha, mereka berjalan-jalan sore sekitar pantai.


“Lo sebetulnya suka sama gw atau Prilly?” tanya Samantha.


“Ta, gw sebetulnya sayang banget sama Prilly cuma gw gak suka sikap dia kemarin,” ucap Ali.


“Apa lo mau betul-betul kehilangan wanita yang lo sayang? Dulu karna sikap lo yang penakut untuk nembak dan ngelarang gw ke Jerman, lo sudah kehilangan gw. Apa karna sikap lo yang egois dan mau menang sendiri lo mau kehilangan Prilly yang lo sayang,” ucap Samantha.


“Gw gak mau kehilangan dia tapi gw kecewa banget sama sikap dia, gw juga gak tau mesti gimana,” ucap Ali.


“Lo gak inget kata-kata Prilly di kapal, kalau dia bakal ngejauhin lo dan gak akan mau kenal sama lo lagi. Apa lo mau itu semua kejadian? Gw gak tau sifat awal Prilly tapi dari yang gw lihat tadi pagi saat Prilly bersikap kasar dan yang lain terlihat kaget bahkan mata lo gak bisa jauh dari dia, jadi gw harap secepatnya lo mengambil keputusan untuk meminta maaf ke Prilly,” ucap Samantha.


“Gw tau tapi gw gak tau mesti gimana ke Prilly. Sedangkan gw masih marah dan kecewa sama dia. Rasanya gw pengen meluk dia dan baikan lagi sama dia tapi gw butuh waktu,” ucap Ali.


“Hilangkan sifat lo itu Li sebelum lo betul-betul menyesal,” ucap Samantha.


Ali membuang napasnya dengan berat.


“Gw gak tau. Apalagi Dad udah nyuruh kita pulang besok, sedangkan gw butuh waktu,” ucap Ali.


“Gw gak mau tau lagi Li, yang penting gw udah ingetin lo. Lagipula besok gw gak ikut pesawat lo, besok pacar gw datang dari Jerman untuk melihat pulau indah ini,” ucap Samantha.


“Lo sudah punya pacar? Selamat, gw gak nyangka lo bisa punya pacar, padahal selama ini lo paling takut untuk mempunyai suatu hubungan,” ucap Ali merangkul pundak Samantha.


Prilly yang berjalan kembali menuju hotel bersama Raka melihat kejadian itu memilih berjalan melewati mereka. Ali melihat Prilly dengan pandangan kaget karena Prilly sedang berjalan dengan lelaki tidak di kenal.


“Li itu Prilly sama siapa?” tanya Samantha.


“Gw gak tau, mungkin salah satu penyewa hotel,” ucap Ali.


“Hmm… Cemburu kan lo, Prilly itu cakep Li hati-hati nanti di ambil orang lain,” ucap Samantha.


“Rese lo,” ucap Ali.


“Ya sudah balik yuk,” ajak Samantha.


“Raka makasih jaketnya. Kamu anter aku sampai di sini saja, aku mau ke kamar temenku,” ucap Prilly.


“Iya sama-sama, nanti kita kontakan lagi Biee,” ucap Raka mencium tangan Prilly.


Prilly kaget dengan perlakuan Raka, Ali yang baru kembali bersama Samantha melihat kejadian itu. Ali marah dan ingin menghajar Raka namun di tahan Samantha.


“Lepasin! Gw mau hajar itu cowok,” ucap Ali emosi.


“Inget Li, lo udah gak ada hak buat marah sama Prilly dan jangan buat keributan atau Dad lo akan marah,” ucap Samantha.


Ali menendang pasir dengan kesal dan melihat kepergian Prilly dengan emosi.


Prilly berlalu ke kamar Clara dan Prilly mendengar cerita dari Clara soal kejadian di kapal. Prilly hanya terdiam.


“Prill, eh! Maksud gw, Biee lo tadi dari mana?” tanya Clara.


“Aku habis jalan-jalan di sekitar sini dan ketemu sama Raka,” ucap Prilly.


“Raka? Raka siapa?” tanya Clara.


“Raka cowok yang ngajak aku kenalan tadi di pantai,” ucap Prilly.


“Prill eh Biee, lo bukannya paling males sama cowok yang godain cewek gitu dan biasanya gak segampang itu setuju buat kenalan sama orang gak di kenal,” ucap Clara.


“Itu dulu, bukannya aku udah bilang aku sudah berubah,” ucap Prilly.


“Yaudah, aku mau ke kamar dan beres-beres. Aku mau minta Raka untuk transfer duit sewa rumah,” ucap Prilly keluar dari kamar Clara.


Clara yang mendengar perkataan terakhir Prilly syok. Clara langsung cepat-cepat menelepon Dimas dan menjelaskan semuanya ke Dimas.


Prilly masuk ke kamar dan bersender ke pintu kamar sambil menahan air matanya.


“Bunda, maafin Prilly. Prilly gak mau kayak gini Bun. Prilly hanya ingin jadi kuat dan ini satu-satunya cara, dengan jadi cewek matre dan kasar,” ucap Prilly dalam hati.


“Apa ini keputusan yang tepat?” tanya Prilly dalam hati.


Dimas mendatangi kamar Ali.


“Puas lo? Sekarang Prilly betul-betul berubah sepenuhnya jadi serigala. Ini yang lo mau?” tanya Dimas emosi.


“Apaan lo dateng-dateng marah? Serigala apaan? Tadi gw tanya di kapal gak mau ngomong, sekarang di bahas lagi,” omel Ali.


“Lo gak peka! Prilly bilang ke Clara kalau dia mau jadi cewek kasar dan matre untuk bertahan supaya gak di permalukan lagi sama laki-laki. Selamat Li karna udah nyakitin hati Prilly,” sinis Dimas.


“Jangan bohong lo!” teriak Ali mencengkeram baju Dimas.


“Ngapain bohong sama lo! Emang ada untungnya?” omel Dimas.


Ali yang mendengar itu segera berlari ke kamar Prilly.


“Semoga berhasil Li, hati seorang wanita yang sudah luka sulit untuk di sembuhkan,” ucap Dimas.


“Prill… Prill… buka pintunya,” teriak Ali mengetuk pintu kamar Prilly.


“Apaan Kak teriak-teriak? Lagian sudah aku bilang panggil aku Biee,” omel Prilly saat membuka pintu.


Ali menarik Prilly masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar itu. Ali memepetkan tubuh Prilly di pintu kamar. Ali menghalangi jalan Prilly yang mencoba kabur.


“Aku tanya sama kamu apa betul kalau kamu mau berubah jadi cewek kasar dan matre?” tanya Ali.


“Bukan urusan Kak Ali, urusin saja Samantha. Aku bukan pacar Kak Ali lagi apalagi besok kita sudah gak akan saling kenal lagi,” ucap Prilly dingin.


“Prill, kamu kenapa? Bisa gak kamu bersikap seperti biasanya jangan kayak gini,” ucap Ali.


“Aku ini Biee dan satu lagi, aku capek mau istirahat. Jadi silakan keluar,” ucap Prilly.


“Prill, aku tau kamu marah dan kecewa sama aku tapi gak dengan ngerubah diri kamu jadi orang lain,” ucap Ali.


“Bukan urusan Kak Ali, mending Kak Ali keluar sekarang atau aku yang keluar,” ancam Prilly.


“Kamu pikir kamu bisa kabur dari aku? Gak akan bisa,” ucap Ali.


“Apa mau Kak Ali? Aku ini bukan mainan yang bisa Kak Ali mainin pas Kak Ali mau dan pas Kak Ali gak mau main, Kak Ali buang aku dan terus berlanjut seperti itu,” omel Prilly.


“Denger Prill, aku gak pernah nganggep kamu mainan. Aku tulus sayang sama kamu, tapi kemarin aku marah dan kesal sama kamu makanya aku kasar dan main mutusin kamu,” ucap Ali.


“Kak Ali marah sama aku? Kak Ali segampang itu ngucapin kata putus dan maaf? Ya…itulah Kak Ali ckck… Hebat Kak Ali dan satu kata I don't care so get out,” ucap Prilly emosi.


“Prill please maafin aku,” ucap Ali.


“Never in your dream,” ucap Prilly.


“Prill ngomong! Gimana supaya kamu bisa maafin aku,” ucap Ali.


“Gak akan ada caranya dan maaf aku sudah lelah mau istirahat. Bisa keluar atau Kak Ali maksa aku buat tidur di pantai,” ucap Prilly.


“Ok aku akan keluar dari sini tapi besok aku bakal dateng lagi,” ucap Ali.


“Dateng saja, bukannya aku sudah bilang setelah di Indonesia kita sudah gak saling kenal dan aku bakal jauhin Kak Ali,” ucap Prilly santai.


“Aku akan buat kamu maafin aku gimana pun caranya dan aku akan ngerubah kamu jadi Prilly yang dulu dan satu lagi aku akan buat kamu sayang sama aku lagi,” ucap Ali berlalu pergi.


Prilly menutup pintu dengan kuat.


“Kenapa Kak Ali gak ninggalin aku sendiri? Kalau gini hatiku jadi melemah. Gak boleh Prill, kamu harus bisa teguh pada pendirian kamu. Jauhin Kak Ali dan lupain dia walau sakit,” ucap Prilly dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2