Lala Land

Lala Land
Episode 47


__ADS_3

“Ali, kita pulang dulu, sudah malem. Lagian Prilly sudah tidur,” ucap Dimas.


“Ya sudah. Thankz Bro dan kabarin gw kalau itu bangke ketemu,” ucap Ali.


“Beres Li. Ya sudah cabut dulu,” ucap Dimas dan keluar dari kamar mengajak yang lain pulang.


“Sayang kamu nyenyak banget tidurnya. Aku tinggal tidur dulu ya Sayang, aku sudah nyewa penjaga yang terjamin handal. Jadi aku sedikit tenang. Lagian kita masih satu rumah jadi aku bisa jagain kamu,” ucap Ali dan mengecup kening Prilly.


Setelah Ali pergi ke kamar dan tertidur, tidak lama kemudian Prilly terbangun karena mimpi buruk tentang Raka. Prilly pun menangis ketakutan dan dia melihat kiri kanan mencari Ali namun tidak ketemu. Prilly hanya bisa menangis.


“Aku jijik sama badan aku yang sudah di pegang sama Raka,” ucap Prilly menangis.


Prilly menggosok bibirnya dengan kuat.


“Sebaiknya aku bersihin diriku dari bekas ciuman Raka,” ucap Prilly dan pergi menuju kamar mandi.


Prilly mencuci bibirnya berulang kali dengan air. Semakin Prilly teringat kejadian itu semakin kencang Prilly membersihkan bibir serta lehernya. Ali yang tidurnya tidak tenang memutuskan tidur di sofa kamar Prilly. Saat Ali ke kamar Prilly, Ali tidak mendapati Prilly di kasur. Ali kaget dan mencari Prilly. Tapi saat Ali ingin keluar kamar dia mendengar isakan tangis di kamar mandi. Ali masuk ke kamar mandi yang enggak ke kunci dan melihat Prilly yang dengan kasar membersihkan bibir, leher dan bagian dadanya.


“Sayang kamu ngapain? Jangan gitu, bibir kamu masih luka Sayang,” ucap Ali menghentikan tangan Prilly.


“Lepasin Kak Ali, aku mau bersihin badan aku, aku jijik sama bekas sentuhan  Raka,” ucap Prilly menangis mencoba menarik tangannya.


Ali yang mendengar perkataan Prilly langsung menarik Prilly ke dekapannya dan mencium bibir Prilly dengan lembut. Prilly kaget dengan ciuman Ali yang tiba-tiba namun sangat lembut dan membuat Prilly sedikit tenang. Prilly melingkarkan tangannya di leher Ali.


“Maaf Sayang aku akan membuat kamu melupakan sentuhan Raka sekarang juga,” ucap Ali.


Ali terus memberikan ciuman kepada Prilly. Ali menghapus semua jejak yang di tinggalkan Raka. Ali menghentikan aksinya sebelum dia tidak dapat berhenti dan membuat Prilly membenci dirinya.


“Sayang aku sudah bersihin setiap sentuhan dan bekas Raka. Jadi kamu enggak usah sedih,” ucap Ali mengelus rambut Prilly.


“Makasih Sayang, berkat kamu, aku sudah sedikit tenang,” ucap Prilly.


“Ya sudah kita tidur yuk Sayang kamu harus istirahat,” ucap Ali.


“Enggak mau Sayang nanti aku mimpi buruk lagi,” Ucap Prilly manja.


“Ya sudah aku temenin kamu tidur,” ucap Ali dan menarik kursi ke sebelah kasur Prilly.


“Sayang sini, jangan di sana, temenin aku tidur sambil peluk,” Ucap Prilly manja.


“Ya sudah tapi langsung tidur,” ucap Ali.

__ADS_1


“Iya Sayang,” ucap Prilly.


Ali memeluk Prilly di atas kasur.


“Sayang kamu hari ini menang pertandingan basketnya?” tanya Prilly.


“Iya aku menang Sayang, tapi kamu inget janji kamu. Setelah kamu sembuh baru aku tagih,” goda Ali.


“Sayang inget saja. Iya nanti aku tepatin janji aku,” ucap Prilly malu-malu menenggelamkan mukanya di dada bidang Ali.


“Sayang maaf karna aku telat kamu sampai di sakitin Raka. Mana pipi kamu sampai bengkak,” ucap Ali mengelus pipi Prilly.


“Enggak apa-apa Sayang, yang penting kamu dateng selamatin aku. Sayang badan kamu kenapa semakin berbentuk seperti ada kotak-kotaknya,” ucap Prilly memegang perut Ali.


“Sayang jangan di pegang-pegang, nanti ‘adikku’ bangun. Bahaya nanti ceritanya,” ucap Ali.


“Maaf Sayang. Kamu masih rajin olahraga ya Sayang?” tanya Prilly.


“Iya Sayang. Nanti kalau kamu sudah sehat, aku mau kamu olahraga dan latihan renang supaya kamu sehat sama tambah tinggi,” goda Ali.


“Sayang iseng ngatain aku, mana bisa tinggi lagi akunya,” ucap Prilly memanyunkan bibirnya.


“Bibirnya itu nanti aku cium lagi loh. Sudah ah tidur yuk,” ajak Ali dan mengelus punggung Prilly. Mereka pun tertidur berdua. Setelah sebulan sejak kejadian itu, Raka belum di temukan karena dia sedang menyembunyikan diri di luar negeri. Ali sudah menyuruh orang untuk menangkap Raka dan membawanya kembali, namun Raka berpindah-pindah tempat dengan cepat dan sulit di lacak.


“Hai Sayang, dateng sama siapa?” tanya Ali.


“Sama Clara dan bodyguard kamu,” ucap Prilly.


“Mau dong di peluk.,” ucap Dimas ke Clara dan Clara langsung memeluk Dimas.


“Pada ada yang meluk, gw juga mau di peluk,” ucap Radit dan ingin memeluk Mich.


“Najis lo! Jauh-jauh sana. Siapa mau meluk lo,” ucap Mich.


“Jahat. Kalau gitu lo saja Steve,” ucap Radit.


“Jauh-jauh sana, ogah gw sama lo,” ucap Steve.


“Huh gw di tolak. Mending gw peluk diri sendiri,” ucap Radit dan pura-pura ada yang memeluk dirinya.


“Kak Radit kasihan banget,” ucap Prilly tertawa.

__ADS_1


“Makanya Prill peluk gw dong supaya gak kasihan lagi,” ucap Radit.


“Enggak ada! Nih gw kasih bogem mau lo?” tanya Ali.


Radit ngedumel sendiri dan membuat yang lain tertawa.


“Sayang bodyguard itu mau sampai kapan ikut aku? Kan Raka sudah di tangkep?” tanya Prilly.


Ali dan yang lain memang sengaja tidak memberitahu Prilly bahwa Raka belum tertangkap. Mereka tidak mau Prilly hidup dalam ketakutan. Semua saling melihat dan Prilly menatap mereka bingung.


“Sayang biar aman saja,” ucap Ali berbohong.


“Tapi malu bawa-bawa bodyguard gini Sayang,” ucap Prilly.


“Hey mulai ya bantah aku,” ucap Ali menarik dagu Prilly.


“Iya, iya nurut aku,” ucap Prilly.


"Gitu dong nurut. Anak pinter," ucap Radit mengelus puncak kepala Prilly.


"Aku bukan anak kecil," ucap Prilly cemberut


Ali memukul tangan Radit yang berada di kepala Prilly.


"Gak usah pegang-pegang," ucap Ali.


"Gak boleh pegang tapi boleh cium Li?" tanya Radit.


"Boleh kalau lo udah bosen hidup," ucap Ali melotot.


"Oh... Gw masih mau hidup jadi gw mundur dah," ucap Radit.


Radit mengangkat kedua tangannya ke atas dan bersembunyi di belakang tubuh Dimas. Semua tertawa melihat tingkah Radit.


[Raka PoV]


“Sayang akhirnya gw kembali. Gw kangen lo. Ternyata lo tetep cantik Sayang tapi kenapa lo bergelayut manja sama Ali. Harusnya lo sekarang sama gw,” ucap Raka.


Raka bersembunyi di balik pohon kampus dengan menyamar.


“Sayang apa lo kangen sama gw? Lo tenang saja Prill, gw sudah mengatur supaya orang suruhan Ali tidak menemukan gw. Gw sudah membayar orang untuk keliling New York menggunakan nama gw. Jadi setelah ada kesempatan, gw akan segera membawa lo, Sayang,” ucap Raka berapi-api.

__ADS_1


Raka terus memperhatikan Prilly dari persembunyiannya.


__ADS_2